• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perilaku Merokok

Dalam dokumen Statistik Pemuda Indonesia 2015 (Halaman 103-108)

1 dari 4 pemuda Indonesia merokok

5.7 Perilaku Merokok

Masalah merokok sampai saat ini masih menjadi masalah nasional yang perlu secara terus diupayakan penanggulangannya. Hal ini dikarenakan masalah merokok

http://www.bps.go.id

Statistik Pemuda Indonesia 2015 67 menyangkut berbagai aspek permasalahan

dalam kehidupan, khususnya aspek kesehatan (Kemenkes, 2011).

Kebiasaan merokok berhubungan dengan kejadian berbagai penyakit, sebagian besar berakibat kematian. Rokok mengandung 4000 zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan, seperti Nikotin yang bersifat adiktif dan Tar yang bersifat

karsinogenik, bahkan juga Formalin. Ada 25 jenis penyakit yang ditimbulkan karena kebiasaan merokok seperti Emfisema, Kanker Paru, Bronkhitis Kronis, dan penyakit paru lainnya. Dampak lain adalah terjadinya penyakit jantung koroner, peningkatan kolesterol darah, berat bayi lahir rendah (BBLR) pada bayi ibu perokok, keguguran, dan bayi lahir mati (Kemenkes, 2011).

Gambar 5.13 Pemuda Menurut Perilaku Merokok Sebulan Terakhir, 2015

Sumber: BPS, Susenas Kor 2015

Hasil Susenas 2015 menunjukkan sedikitnya 1 dari 4 pemuda di Indonesia adalah seorang perokok. Perokok yang dimaksud adalah mereka yang merokok, baik setiap hari maupun kadang-kadang, dalam sebulan terakhir. Sebesar 27 persen penduduk usia 16-30 tahun merokok dalam sebulan terakhir (lihat Gambar 5.13).

Sementara itu, dilihat dari intensitas merokok, pemuda yang menjadi perokok berat jauh lebih banyak dibandingkan perokok kadang-kadang (lihat Gambar 5.14). Perokok berat ialah seseorang yang merokok sedikitnya satu batang setiap hari.

Hampir seperempat pemuda Indonesia pada tahun 2015 menjadi perokok berat (24,25 persen).

Dilihat dari tipe daerah, pemuda yang merokok lebih banyak di perdesaan dibandingkan di perkotaan. Persentase pemuda yang merokok setiap hari di perdesaan sebesar 26,09 persen, sedangkan di perkotaan sebesar 22,62 persen. Sementara persentase pemuda yang merokok tidak setiap hari (kadang-kadang) di perdesaan sebesar 3,01 persen sedangkan di perkotaan sebesar 2,95 persen.

Gambar 5.14 Persentase Pemuda Menurut Perilaku Merokok Sebulan Terakhir, Tipe Daerah, dan Jenis Kelamin, 2015

27,23 persen 72,77 persen

Merokok Tidak merokok

68 Statistik Pemuda Indonesia 2015 Sumber: BPS, Susenas Kor 2015

Pemuda yang merokok umumnya adalah laki-laki. Meskipun relatif kecil, data Susenas menunjukkan pemuda perempuan yang merokok kurang dari satu persen. Pemuda perempuan yang merokok setiap hari persentasenya lebih besar dibandingkan dengan pemuda perempuan yang merokok

tidak setiap hari (0,67 persen berbanding 0,11 persen). Sementara itu, lebih dari separuh pemuda laki-laki adalah perokok. Sebesar 47,32 persen pemuda laki-laki merokok setiap hari, sedangkan 5,79 persen merokok tidak setiap hari.

Tabel 5.10 Persentase Pemuda Menurut Perilaku Merokok Sebulan Terakhir dan Kelompok Umur, 2015

Perilaku Merokok Kelompok Umur (Tahun)

16-20 21-25 26-30 16-30

(1) (2) (3) (4) (5)

Merokok, setiap hari 13,23 27,11 31,85 24,25 Merokok,tidak setiap hari 2,53 3,24 3,14 2,98 Tidak merokok 84,24 69,65 65,01 72,77

Sumber: BPS, Susenas Kor 2015

Seiring bertambahnya umur pemuda, semakin terbuka untuk memperoleh pekerjaan dan penghasilan. Dengan penghasilan yang diperoleh, pemuda akan mudah membeli rokok untuk kemudian

dikonsumsi. Dilihat dari kelompok umur, pemuda yang merokok paling banyak pada kelompok umur 26-30 tahun. Sedikitnya 1 dari 3 pemuda umur 26-30 tahun adalah seorang perokok (34,99 persen). Hampir

74,43 70,9 46,89 99,22 72,77 2,95 3,01 5,79 0,11 2,98 22,62 26,09 47,32 0,67 24,25 0 20 40 60 80 100 120

Perkotaan Perdesaan Laki-laki Perempuan Total Tidak merokok Merokok, tidak setiap hari Merokok, setiap hari

Statistik Pemuda Indonesia 2015 69 sepertiga (31,85 persen) pemuda umur 26-

30 tahun merokok setiap hari.

Persentase pemuda umur 16-20 tahun yang merokok setiap hari sebesar 13,23 persen. Angka ini adalah yang paling kecil di antara kelompok umur yang lain. Hal ini disebabkan pada kelompok umur tersebut sebagian merupakan kelompok umur sekolah menengah/sederajat (16-18 tahun). Regulasi sekolah yang tidak membolehkan

siswa merokok memungkinkan untuk menekan perilaku merokok pemuda.

Sebesar 41,25 persen pemuda yang merokok rata-rata menghisap 7-12 batang per minggu (Tabel 5.11). Artinya, sekitar 40 persen pemuda yang merokok, rata-rata menghisap satu batang per hari. Angka ini relatif sama pada semua kelompok umur kecuali pada kelompok umur termuda (16- 20 tahun) yaitu 36,20 persen.

Tabel 5.11 Persentase Pemuda yang Merokok Menurut Rata-rata Jumlah Batang yang Dihisap per Minggu dan Kelompok Umur, 2015

Jumlah Batang yang Dihisap

Kelompok Umur (Tahun)

16-20 21-25 26-30 16-30 (1) (2) (3) (4) (5) 1-3 batang 18,23 11,27 9,12 11,62 4-6 batang 25,85 20,36 17,89 20,30 7-12 batang 36,20 41,53 43,16 41,25 13-24 batang 17,95 24,19 26,46 24,02 25 batang atau lebih 1,77 2,65 3,37 2,80

Sumber: BPS, Susenas Kor 2015

Persentase pemuda yang menghisap rokok rata-rata 13-24 batang per minggu atau sekitar 2-3 batang per hari sebesar 24,02 persen. Jika dilihat per kelompok umur, persentase terbesar berada pada kelompok umur 26-30 tahun.

Sementara itu, pemuda yang menghisap rokok rata-rata kurang dari 6 batang per minggu atau dengan kata lain tidak setiap hari merokok, persentasenya semakin kecil seiring bertambahnya umur. Sebesar 44,08 persen pemuda umur 16-20 tahun merokok rata-rata 1-6 batang per minggu, sedangkan

pada pemuda kelompok umur 26-30 tahun hanya sebesar 27,01 persen.

Di sisi lain, dua dari 100 pemuda perokok menghisap sedikitnya 25 batang rokok per minggu atau lebih dari 4 batang rokok per hari. Apabila dilihat dari kelompok umur, semakin bertambah umur semakin besar persentase pemuda perokok yang menghisap rata-rata 25 batang rokok atau lebih per minggu. Persentase terbesar yaitu pada kelompok umur 26-30 tahun (3,37 persen).

70 Statistik Pemuda Indonesia 2015

Gambar 5.15 Persentase Pemuda yang Sebulan Terakhir Tidak Merokok Setiap Hari Menurut Perilaku Merokok Sebelum Sebulan Terakhir, 2015

Sumber: BPS, Susenas Kor 2015

Data Susenas 2015 memberikan informasi mengenai perubahan perilaku merokok pemuda dari sebelum sebulan terakhir pendataan. Gambar 5.15 memperlihatkan sekitar 35 persen pemuda yang sebulan terakhir tidak merokok setiap

hari, dulunya (sebelum sebulan terakhir) adalah perokok berat. Artinya, satu dari tiga pemuda yang sebulan terakhir merokok tidak setiap hari berhasil mengurangi frekuensi merokoknya dibandingkan periode sebelumnya.

Tabel 5.12 Persentase Pemuda yang Sebulan Terakhir Tidak Merokok Menurut Perilaku Merokok Sebelum Sebulan Terakhir, 2015

Perilaku Merokok

Sebelum Sebulan Terakhir Perkotaan(K) Perdesaan(D) K+D

(1) (2) (3) (4)

Merokok, setiap hari 0,32 0,27 0,29

Merokok, tidak setiap hari 0,46 0,51 0,48

Tidak pernah merokok 99,23 99,22 99,22 Sumber: BPS, Susenas Kor 2015

Sebagian besar pemuda yang sebulan terakhir tidak merokok adalah pemuda yang memang dulunya tidak pernah merokok. Hanya sedikit di antara mereka yang sebelumnya merupakan perokok berat (0,29 persen). Kurang dari setengah persen (0,48 persen) pemuda yang sebulan terakhir tidak merokok, dulunya pernah merokok namun tidak setiap hari. Data tersebut

memperlihatkan pemuda yang sebelum sebulan terakhir merokok kadang-kadang, cenderung lebih mudah untuk berhenti kemudian tidak merokok.

Dilihat menurut tipe daerah, terdapat pola yang sama antara pemuda di perkotaan dan di perdesaan bahwa sebagian besar pemuda yang terakhir tidak merokok, dulunya memang tidak pernah merokok.

Dulu setiap hari

35,34

persen

Tidak setiap hari

64,66

persen

6

KETENAGAKERJAAN

51,10% pemuda

bekerja

Dalam dokumen Statistik Pemuda Indonesia 2015 (Halaman 103-108)