• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS PERHITUNGAN PROFIT MARGIN

B. Kebijakan Strategi dan Pengembangan Usaha

Kebijakan Bank Muamalat Indonesia di tahun 2017 di arahkan untuk melanjutkan upaya efisiensi biaya yang telah dilakukan di tahun 2016, dilengkapi dengan program-promram yang mampu meninkatkan pendapatan, serta menyelaraskan kembali arah pertumbuhan bisnis kepada pembiayaan ritel khususnya pembiayaan perumahan.

131 Keseluruhan arah kebijakan tersebut diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan bisnis serta meningkatkan kinerja keuangan Bank Muamalat Indonesia.

Seiring dengan pertumbuhan bisnis dan untuk meningkatkan kinerja, Bank Muamalat Indonesia melakukan peninjauan visi dan misi perusahaan. Misi Bank Muamalat Indonesia adalah ‚Membangun lembaga keuangan syariah yang unggul dan berkesinambungan dengan penekanan pada semangat kewirausahaan berdasarkan prinsip kehati-hatian, keunggulan sumber daya manusia yang Islami dan profesional serta orientasi investasi yang inovatif, untuk memaksimalkan nilai kepada seluruh pemangku kepentingan‛. Di dalam misi yang baru tersebut, telah ditambahkan penekanan tentang pentingnya prinsip kehati-hatian dan kesinambungan usaha perusahaan melalui sumberdaya yang menjunjung tinggi etika dan profesionalisme.

Dalam rangka mendukung pelaksanaan tata kelola konglomerasi keuangan, Bank Muamalat sebagai entitas utama telah menyusun organisasi dan fungsi sebagai berikut:

1. Komite Tata Kelola Terintegrasi 2. Satuan Kerja Kepatuhan Terintegrasi 3. Satuan Kerja Audit Intern Terintegrasi

Gambar 3.2

132

Fungsi Satuan Kerja Kepatuhan Terintegrasi dilaksanakan oleh Unit Kerja Compliance Bank Muamalat dengan tugas dan tanggung jawab memantau dan mengevaluasi pelaksanaan fungsi kepatuhan pada masing-masing LJK dalam Konglomerasi Keuangan. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Fungsi Satuan Kerja Kepatuhan Terintegrasi berkoordinasi dengan Halaman 13 Fungsi Kepatuhan di LJK anggota konglomerasi. Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kepatuhan terintegrasi, Fungsi Satuan Kerja Kepatuhan Terintegrasi menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kepada Direktur Kepatuhan Entitas Utama. Fungsi Satuan Kerja Audit Terintegrasi dilaksanakan oleh Unit Kerja Internal Audit Bank Muamalat dengan tugas dan tanggung jawab memantau pelaksanaan audit intern pada masing-masing LJK dalam Konglomerasi Keuangan.

Visi M10-Y25 merupakan bagian dari upaya Bank Muamalat Indonesia untuk mengarahkan perjalanan bisnis Bank Muamalat Indonesia hingga 10 tahun ke depan. Visi BMI adalah untuk ‛Menjadi Bank Syariah Terbaik dan 10 Bank Terbesar di Indonesia dengan Kehadiran Regional yang Kuat‛. Untuk mencapai visi tersebut akan dilakukan dalam tiga tahapan yaitu: 1. Tahap I: Vision 2017 pada tahun 2015-2017 2. Tahap II: M15 – Y20 pada tahun 2015-2017-2020 3. Tahap III: M10 – Y25 pada tahun 2021-2025

Dalam rangka mencapai Visi 2017, maka telah disusun Rencana Bisnis Bank Muamalat Indonesia tahun 2016 yang berkesesuaian dengan visi tersebut. Khususnya untuk menyiapkan dan menghasilkan landasan yang kuat bagi praktek perbankan yang sehat dan baik. Hal tersebut dimulai dengan penentuan kebijakan menajemen untuk tahun 2016 yang menitikberatkan pada penyelesaian NPF dan pencadangan yang cukup agresif, efesiensi oper

133 C. Strategi Pengembangan Pasar Bank Muamalat

Indonesia

Sebagai langkah konkrit upaya pengembangan Bank Muamalat Indonesia, maka Bank Indonesia telah merumuskan sebuah Grand Strategi Pengembangan Pasar Perbankan Syariah, sebagai strategi komprehensif pengembangan pasar yg meliputi aspek-aspek strategis, yaitu: Penetapan visi 2010 sebagai industri perbankan syariah terkemuka di ASEAN, pembentukan citra baru perbankan syariah nasional yang bersifat inklusif dan universal, pemetaan pasar secara lebih akurat, pengembangan produk yang lebih beragam, peningkatan layanan, serta strategi komunikasi baru yang memposisikan perbankan syariah lebih dari sekedar bank. Selanjutnya berbagai program konkrit telah dan akan dilakukan sebagai tahap implementasi dari grand strategy pengembangan pasar keuangan perbankan syariah, antara lain adalah sebagai berikut:

1. Pertama, menerapkan visi baru pengembangan perbankan syariah pada fase I tahun 2008 membangun pemahaman perbankan syariah sebagai Beyond Banking, dengan pencapaian target asset sebesar Rp.50 triliun dan pertumbuhan industri sebesar 40%, fase II tahun 2009 menjadikan perbankan syariah Indonesia sebagai perbankan syariah paling atraktif di ASEAN, dengan pencapaian target asset sebesar Rp.87 triliun dan pertumbuhan industri sebesar 75%. Fase III tahun 2010 menjadikan perbankan syariah Indonesia sebagai perbankan syariah terkemuka di ASEAN, dengan pencapaian target asset sebesar Rp.124 triliun dan pertumbuhan industri sebesar 81%.

2. Kedua, program pencitraan baru perbankan syariah yang meliputi aspek positioning, differentiation, dan branding. Positioning baru bank syariah sebagai perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak, aspek diferensiasi dengan keunggulan kompetitif dengan

134

produk dan skema yang beragam, transparans, kompeten dalam keuangan dan beretika, teknologi informasi yang selalu up-date dan user friendly, serta adanya ahli investasi keuangan syariah yang memadai. Sedangkan pada aspek branding adalah ‚bank syariah lebih dari sekedar bank atau beyond banking‛.

3. Ketiga, program pemetaan baru secara lebih akurat terhadap potensi pasar perbankan syariah yang secara umum mengarahkan pelayanan jasa bank syariah sebagai layanan universal atau bank bagi semua lapisan masyarakat dan semua segmen sesuai dengan strategi masing-masing bank syariah.

4. Keempat, program pengembangan produk yang diarahkan kepada variasi produk yang beragam yang didukung oleh keunikan value yang ditawarkan (saling menguntungkan) dan dukungan jaringan kantor yang luas dan penggunaan standar nama produk yang mudah dipahami.

5. Kelima, program peningkatan kualitas layanan yang didukung oleh SDM yang kompeten dan penyediaan teknologi informasi yang mampu memenuhi kebutuhan dan kepuasan nasabah serta mampu mengkomunikasikan produk dan jasa bank syariah kepada nasabah secara benar dan jelas, dengan tetap memenuhi prinsip syariah; dan

6. Keenam, program sosialisasi dan edukasi masyarakat secara lebih luas dan efisien melalui berbagai sarana komunikasi langsung, maupun tidak langsung (media cetak, elektronik, online/web-site), yang bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang kemanfaatan produk serta jasa perbankan syariah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

135 BAB IV

ANALISIS PERHITUNGAN PROFIT MARGIN PEMBIAYAAN MURABAHAH DI BANK MUAMALAT