BAB III OBYEK PENELITIAN
A. Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal
1. Letak Geografis Kecamatan Gemuh
Kabupaten Kendal terdiri dari 20 kecamatan yang mana salah satunya adalah kecamatan Gemuh. Wilayah kecataman Gemuh seluruhnya merupakan daratan dengan ketinggian tanah + 15 meter di atas permukaan laut dan berbatasan langsung dengan kecamatan Cepiring dan kecamatan Kangkung di sebelah utara, selanjutnya, di sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan Patean, sebelah barat berbatasan dengan Ringinarum dan Kecamatan Rawosari, dan sebelah timur berbatasan dengan kecamatan Pengandon.
Secara administratif, kecamtan Gemuh terdiri dari 16 desa diantara, Sojomerta, Triharjo, Cepokomulyo, Galih, Pamriyan, Jenarsari, Poncorejo, Gebang, Krompaan, Sedayu, Gemuhblanten, Tamangede, Lumansari, Johorejo, Tlahab, Pucangrejo. Dengan desa terjauh dari ibu kota kecamatan adalah desa Jenarsari, dengan jarak 8,10 km dari ibu kota kecamatan sedangkan desa terdekat adalah desa GemuhBlanten yang merupakan desa tempat ibu kota kecamatan Gemuh. Secara total, luas wilayah kecamatan Gemuh mencapai 38,17 km dengan komposisi terbesar 55,46 persennya merupakan lahan bukan pertanian (rumah/bangunan, hutan Negara, rawa-rawa dan lain-lainnya). Selebihnya sebesar 38,3 persen atau 14,62 km digunakan untuk lahan sawah dan 6,24 persennya atau sebesar 2,38 km digunakan untuk lahan pertanian bukan sawah (lading, hutan, kebun, dan lainnya)38
38 Badan Pusat Statistik Kabupaten Kendal, Kecamatan Gemuh Dalam Angka 2020,
33
Dilihat dari iklim dan cuaca, rata-rata curah hujan di wilayah kecamatan Gemuh 2019 lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sekitar 96 mm dengan rata-rata hari hujan sebanyak 7 hari. Selama tahun 2019, curah hujan tertinggi terjadi di bulan januari dengan rata-rata curah hujan per hari sebesar 17,95 mm/hari.
2. Pemerintahan Kecamatan Gemuh
Secara administratif, kecamatan Gemuh dibagi kedalam enam belas desa dengan ibu kota kecamatan terdapat di Desa Gemuhblanten. Adapun kondisi Julah RT, RW dan Dusun pada tahun 2019 masih seperti tahun sebelumnya yaitu jumlah Rukun Tetangga (RT) sebanyak 323 RT, jumlah dusun/dukuh 57.
Sedangkan untuk Rukun Warga (RW) masih sebanyak 78 RW. Sementara itu, jumlah parat pemerintah desa di wilayah kecamatan Gemuh pada tahun 2019 mengalami peningkatan jumlah aparat desa, tercatat sebanyak 165 orang yang terdiri dari 16 kepala desa, 16 sekdes, 15 kaur TU dan umum, 16 kasi pelayanan, 16 kasi kesejahteraan, dan 43 kepala dusun.
3. Kependudukan
Menurut data dari Dinas Kependudukan dan catatan Sipil Kabupaten Kendal, jumlah penduduk kecamatan Gemuh tahun 2019 tercatat sebanyak 52.448 jiwa yang terdiri dari 26.500 jiwa (50,53 persen) laki-laki dan 25.948 jiwa (49,47 persen) perempuan. Desa dengan jumlah penduduk terbesar tahun 2019 masih seperti tahun 2018 adalah Desa Sojomerto, mencapai 6.080 jiwa (11,59 persen) dari total jumlah penduduk kecamatan Gemuh. Sementara itu, Desa Krompaan merupakan desa dengan jumlah penduduk terkecil di kecamatan Gemuh tahun 2019, yaitu sebesar 12.032 jiwa (3,87 persen) dari total jumlah penduduk kecamatan Gemuh.
Kepadatan penduduk kecamatan Gemuh tahun 2019 tercatat sebesar 1.374 jiwa/km, meningkat dibandingkan tahun 2018 lalu yang hanya sebesar 1.359 jiwa/km, Artinya, di tahun 2019 pada setiap 1 km luas wilayah kecamatan Gemuh kurang lebih dihuni oleh sekitar 1.374 jiwa penduduk. Desa terpadat di kecamatan Gemuh masih seperti tahun 2018 yaitu Desa Tamangede dengan kepadatan penduduk sebesar 4.160 jiwa/km, sedangkan Desa Triharjo merupakan desa dengan kepadatan penduduk terkecil yaitu sebesar 511 jiwa/km.
Pada tahun 2019 jumlah pasangan usia subur (PUS) di Kecamatan Gemuh yaitu sebanyak 8.942 jiwa. Dari keseluruhan akseptor KB suntik masih menjadi alat kontrasepsi yang paling banyak diminati di kecamatan Gemuh.
4. Sosial
Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai menjadi indikator penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas. Jika dilihat dari sarana pendidikan yang tersedia, di kecamatan Gemuh terdapat fasilitas pendidikan mulai dari sekolah pra sekolah (Taman Kanak-Kanak) hingga jenjang SMA. Adapun jumlah sekolah pra sekolah pada tahun 2019 sebanyak 21 dengan tambahan 2 unit RA di Desa Poncorejo dan Tamangede. Seluruh jumlah murid Tk-SMA di Kecamatan Gemuh Tahun 2019 sebanyak 8.944 murid.
Berdasarkan data PODES 2019 fasilitas penunjang kesehatan yang tersedia di kecamtan Gemuh tersedia 1 unit rumah sakit yang terdapat di Desa Pucangrejo dan 2 unit Puskesmas yang terdapat di Desa Pamriyan dan Desa Gebang. Selanjutnya terdapat pula 3 unit puskesmas pembantu yang masing-masing tersedia di desa Sojomerto, Desa Gemuhblanten dan Desa Pucangrejo dan terdapat 1 klinik Baitul Hikmah yang di Gemuhblanten. Untuk memenuhi tersedianya akses kesehatan bagi
35
masyarakat kecamatan Gemuh, di masing-masing desa sudah tersedia praktek tenaga kesehatan dan posyandu untuk membantu pelayanan kesehatan bagi penduduk desa.
Informasi yang tak kalah penting adalah data jumlah keluarga di kecamatan Gemuh berikut kategori status sosialnya. Pada tahun 2019 tercatat sebanyak 5.494 keluarga pra sejahtera, 1.798 keluarga sejahtera tahap 1, 2.1215 keluarga pra sejahtera tahap II, 5.515 keluarga sejahtera tahap III, dan 161 keluarga tahap III ke atas.
5. Pertanian
Pertanian merupakan lapangan usaha utama bagi moyoritas penduduk di kecamatan Gemuh. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Kendal tercatat untuk realisasi luas panen dan produksi padi dan palajiwa pada tahun 2019 sebagai berikut padi sawah sebanyak 5.489 ton dan Jagung sebesar 27.608 ton
Pada tahun 2019, tanaman hortikultura tahunan yang produksinya terbanyak yaitu pisang sebesar 2.854,4 ton sedangkan untuk holtikultura semusim produksi terbanyak adalah komoditas bawang merah sebanyak 3.646,6 ton.
Sebagian masyarakat di Kecamatan Gemuh juga berusaha di sektor perikanan seperti budidaya ikan air tawar (kolam) berupa budi daya ikan lele yang produksinya mencapai 19.500 kg dengan nilai produksi sebesar rp 324.450.000
6. Keuangan
Membaiknya kondisi perekonomian suatu daerah ditandai dengan meningkatnya kegiatan ekonomi di wilayah tersebut. Peningkatan kegiatan ekonomi dapat dilihat dari meningkatnya jumlah usaha, baik itu usaha menengah kecil ataupun usaha menengah besar. Pada tahun 2019 tidak terlalu berubah, terdapat satu unit bank umum yaitu bank BRI Unit
Gemuh, BPR 2 Unit yaitu BKK KC. Gemuh dan BPR Kendali Arta. Untuk KUD hanya satu unit Unggul. Sedangkan untuk koperasi simpan pinjam ada tujuh unit.
Sarana lain yang menunjang perputaran uang yang ada di kecamatan Gemuh sarana penunjang perdagangan. Secara umum, terdapat 1 unit pasar umum di kecamatan Gemuh yang berlokasi di Desa Galih dan 11 unit minimarket
Alokasi dana desa yang diamanatkan pemerintah dalam UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, turut menunjang peningkatan aktifitas ekonomi di kecamatan Gemuh. Pada tahun 2019, jumlah dana desa untuk kecamatan Gemuh sebesar 13.868.566.000 rupiah. Desa Sojomerto tetap menjadi desa dengan alokasi dana desa terbesar, mengingat lokasinya yang jauh dari ibukota kecamatan, yaitu sebesar 1.126.055.000 rupiah. Sementara itu, desa Gemuhblanten menjadi desa dengan anggaran dana terkecil, yaitu sebesar 780.440.000.