Tabel 1
Jangkauan dan Arah Pengaturan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pembiayaan Tahun Jamak untuk Pembangunan Fisik Gedung Graha Mojokerto
No Bab Materi Ruang
Lingkup Keterangan 1 BAB I Keten- tuan Umum Defi nisi Hukum yang Bersifat Konseptual.
Mengatur ruang lingkup pengertian, defi nisi, jabatan, dan berbagai istilah terkait dengan pengaturan pengikatan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk kegiatan mana- jemen konstruksi, perencanaan teknis, dan pembangunan fi sik Gedung Graha Mojokerto Service City melalui keg- iatan tahun jamak.
2 BAB II Asas, Maksud, dan Tujuan
Bagian Pertama Asas Operasional
Ketentuan dalam pasal ini
mengenai asas-asas yang menjadi lan- dasan peraturan ini dibuat, antara lain profesionalitas, transparansi, akunta- bilitas, efektif dan efi sien, kejujuran dalam mengelola keuangan publik (probity), money follow function; dan asas-asas umum perjanjian.
Bagian Kedua Maksud dan Tujuan
Ketentuan mengenai pasal ini dirumuskan guna menjamin kepastian hukum, transparansi, dan akuntabilitas pembiayaan yang bersumber dari APBD agar pembangunan infrastruktur bangunan dapat berjalan secara baik.
3 BAB III Je- nis Kegiatan, Jangka Waktu Pelaksanaan, dan Pembiayaan a. Bagian Pertama Jenis Kegiatan; b. Bagian Kedua Jangka Waktu Pelaksanaan; c. Bagian Ketiga Pembiayaan
Ketentuan dimaksud dirumus- kan sehubungan dengan keter- batasan APBD Kota Mojokerto dalam melaksanakan kegiatan manajemen konstruksi, perenca- naan teknis, dan pembangunan fi sik GMSC. Kegiatan pembang- unan perlu dilaksanakan ber- dasarkan tahun jamak dengan mengacu pada ketentuan per- aturan perundang- undangan yang berlaku dengan skema se- bagai berikut.
1. Pemerintah daerah atas per- setujuan DPRD menetapkan alokasi sejumlah dana setiap tahun anggaran untuk mem- biayai kegiatan tahun jamak.
2. Kegiatan yang dilaksanakan melalui kontrak tahun jamak dianggarkan dalam APBD. 3. Besaran alokasi pembiay-
aan untuk kegiatan manaje- men konstruksi pembangu- nan Gedung GMSC, yaitu Rp675.000.000,00 (enam ratus tujuh puluh lima juta rupiah).
4. Rincian alokasi anggaran se- bagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan sebagai berikut.
a. alokasi anggaran ta- hun 2014 sebesar Rp 33.750.000,00 (tiga pu- luh tiga juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah); b. alokasi anggaran ta-
hun 2015 sebesar Rp 192.375.000,00 (sera- tus sembilan puluh dua juta tiga ratus tujuh pu- luh lima ribu rupiah);
c. alokasi anggaran ta- hun 2016 sebesar Rp 448.875.000,00 (empat ratus empat puluh dela- pan juta delapan ratus tujuh puluh lima ribu ru- piah).
5. Besaran alokasi pembiayaan untuk kegiatan perencanaan teknis dan pembangunan fi sik Gedung GMSC sebagaimana dimaksud pada huruf (b), yai- tu Rp32.175.250.000,00 (tiga puluh dua miliar seratus tujuh puluh lima juta dua ratus lima puluh ribu rupiah).
6. Rincian alokasi anggaran seba gaimana dimaksud pada poin (5) ditetapkan sebagai berikut:
a. alokasi anggaran ta- hun 2015 sebesar Rp 11.437.550.000,00 (sebe- las miliar empat ratus tiga puluh tujuh juta lima ratus lima puluh ribu rupiah);
b. Alokasi anggaran ta- hun 2016 sebesar Rp 20.735.700.000,00 (dua puluh miliar tujuh ratus tiga puluh lima juta tu- juh ratus ribu rupiah). 7. Pencairan dana dilakukan
sesuai dengan hasil atau bo- bot pekerjaan sepanjang ti- dak melebihi pagu anggaran yang telah dialokasikan pada tahun anggaran berjalan. 8. Dana yang tidak bisa dicair-
kan pada tahun anggaran ber jalan karena hasil/bobot pekerjaan belum tercapai dapat dicairkan pada tahun anggaran berikutnya. 4 BAB IV Hak, Kewajiban, dan Tanggung Jawab Hak, Kewajiban, dan Tanggung Jawab
Ketentuan dimaksud dirumus- kan dalam norma guna memas- tikan adanya hubungan kontrak- tual yang berimplikasi secara hukum antara pemerintah daerah dengan penyedia barang/jasa.
5 BAB V Penye- suaian Harga
Penyesuaian Harga Ketentuan dimaksud dirumus- kan untuk menjamin kepastian hukum ketika terjadi peruba- han harga yang diakibatkan oleh kondisi tertentu, misalnya perkembangan harga, infl asi, kenaikan BBM, dan faktor lain- nya yang mekanisme pelaksa- naannya didasari atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 6 BAB VI Penyelesaian Perselisihan Penyelesaian Perselisihan
Ketentuan dimaksud dirumus- kan karena adanya kemungkinan terjadi tindakan wanprestasi di antara para pihak yang terikat dalam suatu perjanjian. Oleh sebab itu, model penyelesaian perselisihan perlu dirumuskan agar menjamin kepastian hu- kum dalam penyelesaian sen- gketa, baik yang mengandung unsur pidana dan/atau perdata dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
7 BAB VII
Pengawasan dan Pengendalian
Pengawasan dan Pengendalian
Ketentuan dimaksud dirumus- kan mengingat kepala daerah, dalam hal ini walikota, mempu- nyai tugas memimpin pelaksa- naan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah berdasarkan ketentuan peraturan perundang- undangan dan kebi- jakan yang ditetapkan bersama DPRD. Dalam hal ini, waliko- ta juga merupakan pemegang kekuasaan anggaran. Dengan demikian, proses pembangunan perlu dilakukan pengawasan dan pengendalian terpadu agar memi- nimalisasi praktik korupsi dan pe- nyalahgunaan wewenang dalam pembiayaan pem bangunan infra- struktur yang menyangkut peng- gunaan APBD.
8 BAB VIII
Ketentuan Penutup
Ketentuan Penutup Merupakan klausul baku dalam setiap peraturan dan dimasuk- kan ke dalam lembaran daerah.
KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan di atas, penulis menyimpulkan:
1. Bahwa Peraturan Daerah tentang Pem- biayaan Tahun Jamak perlu dirumus- kan dalam kaitan dengan pembangunan fasilitas gedung negara agar pelaksa- naan pembangunan dapat dijalankan dengan berprinsip pada aspek kepastian hukum, integritas, kecermatan, kehati- hatian, transparansi, dan akuntabilitas serta mengedepankan asas-asas tata kelola keuangan yang baik (good fi nan- cial governance). Dengan demikian, hasil dari pembangunan berupa fasili- tas bang unan gedung memiliki kuali- tas bangunan yang baik dan memadai dalam rangka menunjang optimalisasi kinerja pelayanan publik yang dijalan-
kan oleh Pemerintah Kota Mojokerto. 2. Sasaran yang akan diwujudkan, ruang
lingkup pengaturan, jangkauan, dan arah pengaturan dalam perumusan Per- da Kota Mojokerto tentang Pembiaya- an Tahun Jamak untuk Pembangunan Fisik Gedung GMSC terdiri atas dela- pan materi pokok, meliputi ketentuan umum, asas, maksud dan tujuan, jenis kegiatan, jangka waktu pelaksanaan dan pembiayaan, hak, kewajiban dan tanggung jawab, penyesuaian harga, penyelesaian perselisihan, serta penga- wasan dan pengendalian. Rumusan tersebut merupakan konsistensi dalam rangka menjamin kepastian hukum atas pengikatan dan ketersedian pembia yaan yang dibebankan pada APBD Kota Mojokerto.