• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kegiatan Inti

Dalam dokumen PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SD (Halaman 35-46)

Strategi instruksional yang digunakan dalam model ini pada prinsipnya mengacu strategi inquiry learning, discovery learning, problem solving learning, research-oriented learning yang dikemas dalam model Project ala John Dewey, yaitu menggunakan langkah-langkah sebagai berikut.

1) Mengidentifikasi masalah kebijakan publik dalam masyarakat.

2) Memilih suatu masalah yang akan dikaji siswa.

3) Mengumpulkan informasi yang terkait pada masalah yang telah dipilih.

4) Mengembangkan portofolio kelas 5) Menyajikan portofolio

6) Melakukan refleksi pengalaman belajar

Kegiatan harus dilakukan dengan mengorganisasikan kelas ke dalam 2 kelompok besar beranggotakan sekitar 20 orang, kemudian masing-masing dibagi lagi menjadi empat sub kelompok kecil masing-masing terdiri atas 3-5 orang.

Setiap kelompok ditugasi menjawaban pertanyaan yang telah ditentukan sebelumnya dengan cara studi kepustakaan, mengamati masyarakat sekitar, dan bertanya kepada nara sumber. Informasi yang telah diperoleh dari berbagai sumber tersebut kemudian didiskusikan dalam kelompok kecil. Setelah masing-masing kelompok kecil menyelesaikan tugasnya, kesimpulan hasil diskusi kelompok kecil tersebut ditulis dalam buku kerja siswa masing-masing dan selembar kertas manila atau karton hingga siap dipajang di depan kelas dan didiskusikan pada pertemuan tatap muka di kelas.

Melalui berbagai kegiatan belajar inilah siswa mengembangkan berbagai keterampilan seperti: membaca, mendengar pendapat orang lain, mencatat, bertanya, menjelaskan, memilih, merumuskan, menimbang, mengkaji, merancang perwajahan, menyepakati, memilih pimpinan, membagi tugas, menarik perhatian, berargumentasi, dan membuat laporan dalam bentuk portofolio

Portofolio adalah tampilan visual yang disusun secara sistimatis, cerminan proses berfikir berdasarkan data-data yang relevan, dan secara utuh melukiskan

Model-model Pengembangan Pembelajaran PKn-SD 31 pengalaman belajar terpadu yang dialami siswa sebagai suatu kesatuan dalam kelas (integrated learning experiences).

Portofolio terbagi dalam dua bagian, yakni Portofolio Tampilan dan Portofolio Dokumentasi. Portofolio Tampilan berbentuk papan empat muka berlipat yang secara berurutan menyajikan:

1) Rangkuman permasalahan yang dikaji

2) Berbagai alternatif kebijakan pemecahan masalah 3) Usulan kebijakan untuk memecahkan masalah 4) Pengembangan rencana kerja/tindakan

Sedangkan Portofolio Dokumentasi dikemas dalam Map Ordner atau sejenisnya yang disusun secara sistematis mengikuti urutan Portofolio Tampilan.

Portofolio Tampilan dan Dokumentasi disajikan dalam suatu simulasi Public Hearing atau dengar pendapat yang menghadirkan pejabat setempat yang terkait dengan masalah portofolio tersebut. Acara dengar pendapat dapat dilakukan di masing-masing kelas atau dalam suatu acara Show Case atau gelar kemampuan bersama dalam suatu acara sekolah, misalnya pada akhir semester. Bila dikehendaki arena show case tersebut dapat pula dijadikan arena contest atau kompetisi untuk memilih kelas portofolio terbaik selanjutnya dikirim ke dalam Show Case and Contest” antarsekolah dalam lingkungan kabupaten/kota atau untuk acara regional propinsi atau nasional. Semua itu antara lain bertujuan untuk saling berbagi ide dan pengalam belajar antar young citizens yang secara psikososial dan sosiokultural dapat menumbuhkembangkan ethos demokrasi dalam konteks harmony in diversity.

Setelah acara dengar pendapat, dengan difasilitasi guru diadakan kegiatan refleksi. Tujuannya, baik secara individual maupun bersama merenungkan dan mengendapkan dampak kegiatan proses belajar bagi perkembangan pribadi siswa.

Langkah 3. Penutup

Kegiatan penutup dilakukan sepuluh menit sebelum pertemuan tatap muka usai. Guru memberi penegasan dan penguatan (debriefing) terhadap nilai yang secara implisit melekat dalam pertanyaan triger, yakni nilai-nilai yang terkandung dalam hak, kewajiban, dan tanggung jawab sebagai anggota masyarakat, seperti peka, tanggap, terbuka, demokratis, kooperatif, kompetetif untuk kebaikan, empatik, argumentatif, dan prospektif dalam konteks kehidupan bermasyarakat atas dasar keyakinan yang didukung oleh pemahaman dan pengenalannya secara utuh dalam praksis kehidupan sehari-hari di lingkungannya.

Model-model Pengembangan Pembelajaran PKn-SD 32 Latihan:

Setelah Anda mencermati dan mengkritisi uraian kegiatan belajar di atas, selanjutnya kerjakan soal-soal latihan di bawah ini, baik secara mandiri atau diskusi:

1. Apakah yang dimaksudkan dengan pendekatan tematik?

2. Sebutkan macam-macam pendekatan tematik dalam mata pelajaran SD?

3. Berikan contoh model cooperative learning dengan think-pair-share!

4. Apakah kelebihan pendekatan Praktik Belajar PKn berbasis portofolio?

Refleksikan hasil jawaban Anda dengaan perhatikan rambu-rambu jawaban di bawah ini!

1. Perencanaan dan pelaksanaan proses belajar pembelajaran dengan menggunakan tema sentral materi PKn dengan didukung oleh materi pelajaran lainnya.

2. Pendekatan tematik dengan teknik webbing 3. Lihat kembali uraian dan contoh pada bagian atas

4. Kelebihannya menarik dan mengembangkan semua kompetensi yang dimiliki siswa, baik kognitif, afaktif maupun psikomotor.

Model-model Pengembangan Pembelajaran PKn-SD 33 Rangkuman:

Setelah Anda mencocokkan jawaban di atas, cermati dan kritisi rangkuman di bawah ini, agar dapat mengambil intisari materi yang telah dibahas.

1. Pendekatan tematik di terapkan pada SD dan SLB dengan tiga model, yaitu model integratif, berhubungan dalam jaringan komplek, dan keterkaitan saling tumpang tindih.

2. Strategi materi pokok bertitik tolak pada tema tertentu sebagai stimulus

3. Pendekatan tematik integrated, web relationship, dan keterhubungan (connected) digabungkan dengan pendekatan talking stick atau games paling sesuai untuk dilaksanakan di kelas rendah.

4. Pendekatan tematik dengan model cooperative Learning yang digabungkan dengan pendekatan think-pair-share atau pendekatan portofolio paling sesuai untuk dilaksanakan di kelas tinggi.

Model-model Pengembangan Pembelajaran PKn-SD 34 Tes Formatif 2

Setelah anda mengambil intisari uraian di atas, sekarang kerjakan soal-soal formatif di bawah ini dengan cara memberi tanda silang (X) pada alternatif jawaban yang tepat!

1. Model pendekatan tematik yang terjadi bila materinya serupa atau dalam suatu tema materinya berbeda saling tumpang tindih keterhubungan, dinamakan…

a. Overlapping b. Web relationship c. Integrated d. Connected

e. Thematic problem

2. Pendekatan talking stick disebut tongkat berbicara, karena…

a. Tongkatnya dapat berbicara

b. Yang mendapat giliran tongkat harus berbicara menjawab pertanyaan c. Tongkat sebagai sarana pembelajaran

d. Tongkat dipakai bergilir yang terakhir mengajukan pertanyaan e. Yang memegang tongkat harus berceritera

3. Dalam pendekatan games cara yang digunakan salah satunya adalah dengan menerka yang disebut…

a. Information gab b. Guessing c. Search d. Matching e. Exchange

4. Cooperative learning, artinya … a. Belajar dari kerja sama b. Belajar kelompok c. Belajar individu d. Belajar perorangan

Model-model Pengembangan Pembelajaran PKn-SD 35 e. Belajar jarak jauh

5. Penghargaan yang diberikan kepada kelompok memungkinkan setiap kelompok akan saling membantu dalam cooperative Learning merupakan perspektif…

a. Sosial b. Motivasi

c. Perkembangan kognitif d. Elaborasi kognitif e. Elaborasi afektif

6. Think-pair-share urutannya adalah…

a. Menulis ide-memperbandingkan ide– memberitahu ide b. Memperbandingkan ide-menulis ide-memberitahu ide c. Memberitahu ide-menulis ide-memperbandingkan ide d. Menulis ide-memberitahu ide-memperbandingkan ide e. Memperbandingkan ide-memberitahu ide-menulis ide

7. Tingkatan autonomous terdapat pada perkembangan moral anak pada usia…

a. Pra sekolah b. 4-8 tahun c. 8-12 tahun d. 12-14 tahun e. 15-18 tahun

8. Model pengembangan pembelajaran cooperative learning, Games dan analisis nilai dikembangkan pada kelas tinggi, karena…

a. Sudah lebih mahir membaca, menulis, komunikasi, mengenal bilangan, berdiskusi.

b. Mampu membuat karya sendiri c. Fisiknya sudah besar

d. Dapat dibantu oleh orang lain e. Dapat dibantu oleh guru

Model-model Pengembangan Pembelajaran PKn-SD 36 9. Portofolio dokumen berupa …

a. Koleksi hasil karya yang terbaik b. Koleksi yang dipertunjukkan c. Koleksi bantuan teman-temannya d. Koleksi mandiri

e. Koleksi yang belum selesai.

10. Seandainya Anda sebagai seorang guru PKn SD/Mi mengetahui bahwa dalam proses pembelajaran nantinya digarapkan peserta didik berhasil menjawab dan mengerjakan pertanyaan-pertanyaan yang disediakan, sedangkan yang lainnya juga melakukan pembelajaran sehingga ada saling ketergantungan positif antar peserta didik untuk mencapai tujuan ketuntasan belajar dengan berpedoman: bahwa tujuan akan tercapai apabila rekan-rekan siswa yang lain juga berhasil. Maka model pendekatan yang terbaik adalah...

a. Cooperative learning think –pair-share b. Value clarification technicque

c. Role playing d. Talking stick

e. Contextual Teaching Learning

Model-model Pengembangan Pembelajaran PKn-SD 37 Daftar Pustaka

Buchori, Muchtar. (1994). Spektrum Problematika Pendidikan di Indonesia, Yogyakarta, Tiara Wacana Yogya.

DePorter, Bobbi, dan Hernarki, M. (1999, 2002). Quantum Learning, Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan Bandung: Kaifa.

DePorter, Bobbi. dkk (2001). Quantum Teaching orchestracting student succes (Mempraktekkan Quantum Teaching Di ruang-ruang Kelas), Bandung: Kaifa.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1997), Pengelolaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam Pendidikan Sistem Ganda, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.

Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.(1993). Kurikulum 1994 Pendidikan dasar (landasan dan Pengembangan,(Keputusan Menteri Pendidikan damn Kebudayaan RI No 660/U/1993) Tentang Kurikulum Pendidikan Dasar,

Joice & Weil.M (1980), Model Of Theaching, Engelwood Cliffs, NewJersey, Prentice Hall Inc.

Joni Raka.T (1990), Cara Belajar Siswa Aktif CBSA, Artikulasi, Konseptual, Jabaran Operasional, dan Verivikasi Empirik, Pusat Penelitian IKIP Malang

Kagan, Spencer. (1994). Cooperative Learning: Kagan Cooperative Learning. California.

San Juan Capistrano.

Locust, C. (1998). dalam http://www.acaciart.com/stories/archieves.html

Lyman, Frank. (1981). Cooperative Learning: Think-Pair-Share dalam http://www.eazhull. org.uk/nlc/think,_pair,_share.htm

Meier, Dave.(2003). Learning Accelerated Handbook (terj). Panduan Kreatif dan efektif Merancang Program Pendidikan dan Pelatihan, Bandung, Kaifa-PT Mizan Pustaka.

Muchtar, Imam; Suhanto, Ign; Djoko Lesmono, A (2010). Kamus menjadi Guru Profesional, FKIP-Universitas Jember.

Slavin, Robert E. (1990). Cooperative Learning: Theory, Research, and Practice. New Jersey. Prentice Hall Inc.

Suparlan, Dasim Budimansyah, Danny Meirawan (2008), PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan, Bandung, Genesindo.

Suparno, Paul dkk. (ed. 1999), Pendidikan Dasar demokratis, Suatu usulan untuk Reformasi Pendidikan Dasar di Indonesia, Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma.

Widharyanto, B dkk ed. (2003). Student Active Learning, Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Model-model Pengembangan Pembelajaran PKn-SD 38 Glosarium:

Analisis nilai, model pembelajaran dan sebagai pendekatan: merupakan model pembelajaran yang menekankan pada esensi kompleksitas pemikiran tertinggi dalam pendidikan moral PKn.

Kerja sama, (Cooperative Learning), sebagai model dalam Strategi Pembelajaran:

merupakan Bentuk pendekatan yang menekankan kepada proses kerja sama dalam suatu kelompok yang dapat terdiri dari 3 sampai 5 orang siswa

Model: pola (contoh, acuan, ragam, dan sebagainya) dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan.

Model-model pembelajaran: Kerangka konseptual yang dipergunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan atau pembelajaran.

Pendekatan pembelajaran (by teaching style): salah satu cara yang dipergunakan untuk mengatasi keberagaman siswa dalam pengelolaan peserta didik.

Pendekatan tematik: merupakan strategi pembelajaran dengan pengembangan materi pokok yang bertitik tolak dari sebuah tema.

Permainan/games, model pembelajaran: model/metode pembelajaran permainan/games dapat dilaksanakan dan menjadi efektif, bermakna, dan tetap menyenangkan apabila dikembangkan dengan prinsip-prinsip. (Mier, Dave, 2000, the accelerated Learning: 205 Mier menyebutnya sebagai metode pembelajaran).

Portofolio: kumpulan hasil karya seseorang siswa yang terseleksi sesuai dengan kepentingannya

Strategi pembelajaran: pola pembelajaran dari proses kegiatan belajar mengajar

Talking Stick, model pembelajaran: model pembelajaran dengan mengaktifkan peserta didik melalui permainan.

Think-Pair-Share, sebagai pendekatan pembelajaran: untuk melatih peserta didik menguasai materi pembelajaran dengan bertukar pikiran dengan kelompok lain.

Model-model Pengembangan Pembelajaran PKn-SD 39 Umpan Balik :

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir materi unit ini. Bandingkan jawaban Anda dengan Kunci jawaban yang tersedia untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi subunit ini. Interpretasi tingkat penguasaan yang Anda capai adalah dengan rumus:

Jumlah soal benar

________________ X 100%

Jumlah soal

Jawaban Anda 90 % - 100 % sesuai dengan kunci jawaban = baik sekali Jawaban Anda 80 % - 89 % sesuai dengan kunci jawaban = baik Jawaban Anda 70 % - 79 % sesuai dengan kunci jawaban = cukup Jawaban Anda < 70 % yang sesuai dengan kunci jawaban = kurang

Apabila tingkat penguasaan Anda mencapai 80 % ke atas, berarti Anda telah mencapai kompetensi yang diharapkan pada subunit ini dengan baik. Anda dapat meneruskan dengan materi subunit selanjutnya. Namun sebaliknya, apabila tingkat penguasaan Anda terhadap materi ini masih di bawah 80 %, Anda perlu mengulang kembali materi subunit ini, terutama bagian yang belum Anda kuasai

Model-model Pengembangan Pembelajaran PKn-SD 40 Kunci Jawaban Formatif:

1. a 2. b 3. b 4. a 5. d 6. a 7. c 8. a 9. a 10. a

Pengembangan Perangkat Penilaian PKn-SD 41

Unit 3

PENGEMBANGAN PERANGKAT PENILAIAN MATA PELAJARAN

Dalam dokumen PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SD (Halaman 35-46)

Dokumen terkait