BAB IV. KEGIATAN OPERASIONAL
C. Laboratorium
2. Kegiatan Pengujian
a. Laboratorium Karantina Tumbuhan
Laboratorium Karantina Tumbuhan melakukan pengujian deteksi dan identifikasi OPT/OPTK dan belum melakukan pengujian keamanan hayati. Selama tahun 2020 jumlah pengujian media pembawa OPT/OPTK sebanyak 732 permohonan dengan total sampel 6.078. Jumlah sampel tertinggi pada bulan Maret dan bulan Juni karena pada saat tersebut tengah berlangsung puncak kegiatan pemantauan. Secara rinci jumlah permohonan dan sampel per bulan selama tahun 2020 dijelaskan pada gambar 4. Jumlah permohonan pada tahun 2020 naik sebesar 130 % dibandingkan tahun 2019 sebanyak 564 kali. Jumlah sampel pada tahun 2020 meningkat sebesar 211% diibandingkan tahun 2019 yang mencapai 2.877 sampel.
Gambar 4.22. Diagram jumlah permohonan uji dan sampel tiap bulan di laboratorium tumbuhan tahun 2020
Pada tahun 2020, kegiatan pengujian meliputi kegiatan intersepsi 195 permohonan jumlah sampel 458, monitoring 102 permohonan jumlah sampel 120, uji banding 10 kali permohonan sebanyak 30 sampel, uji profisiensi 4 permohonan
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des 41 44 110
76
Laporan Tahunan 2020
permohonan 2 jumlah sampel 16 (Gambar 4.23). Jenis sampel yang masuk antara lain serangga, tepung industri, serangga kayu log pada kegiatan impor, bungkil kelapa sawit pada kegiatan ekspor, dan pada kegiatan antar area antara lain bawang putih, bawang bombai, kentang, kedelai, buah eks impor seperti anggur, apel, jeruk, pir, tomat. Pada tahun 2020, sampel pemantauan berupa lalat buah,larva pada jagung, batang dan daun jagung, jagung, belimbing, daun kurma, buah jambu, buah belimbing, buah jambu biji, cabe rawit, buah timun, padi, buah naga, kelapa sawit, karet, daun pisang. Sampel uji banding berupa serangga gudang, lalat buah dan slide tungau. Sampel uji profesiensi berupa biji kedelai dan slide Peronospora manshurica.
Pada sub kontrak pengujian berupa sampel sampel biakan bakteri dan sampel lalat buah untuk dilakukan sequencing pada lalat buah Bactrocera occipitalis.
Gambar 4.23. Diagram jumlah permohonan uji dan sampel berdasarkan jenis pengujian tahun 2020.
Pada kegiatan pemantauan ditemukan OPTK A2 yaitu lalat buah Bactrocera occipitalis, Peronospora manshurica. OPTK Bactrocera occipitalis berdasarkan Permentan No. 31/Permentan/KR.010/7/2018, sudah terdapat di Kalimantan. Pada bulan Oktober 2020 Laboratorium Karantina Tumbuhan menyelenggarakan uji banding Identifikasi Necrobia rufipes, Alphitobius diaperinus, dan Tribolium castaneum secara morfologi dengan peserta yaitu BKP Kelas I Balikpapan, BKP Kelas II Kendari, BKP Kelas II Palangkaraya, dan SKP Kelas I Parepare, dan semua peserta mendapat hasil
0
Intersepsi Monitoring Uji Banding Uji Profisiensi Pemantauan Sub Kontrak
195 102 10 4
77
Laporan Tahunan 2020
memuaskan. Pada tahun 2020, Laboratorium Karantina Tumbuhan BKP Kelas I Banjarmasin juga mengikuti uji banding sebanyak 8 kali yaitu dari BKP Kelas II Tarakan (Identifikasi Tungau Raoiella indica secara morfologi), BKP Kelas II Palangkaraya (Deteksi Candidatus Phytoplasma palmae pada kelapa sawit dengan metode PCR dan Nested PCR dan Identifikasi Alphitobius laevigatus secara morfologi), BKP Kelas I Jayapura (Identifikasi Lalat buah secara morfologi), SKP Kelas I Parepare (Identifikasi Hama Gudang (Sitophilus zeamais dan Tribolium castaneum) secara morfologi dan Identifikasi Lalat Buah (Bactrocera spp) secara morfologi), BKP Kelas II Tanjung Pinang (Identifikasi Lalat Buah (Bactrocera umbrosa) secara morfologi) dan BKP kelas I Kupang (Identifikasi spesies Lalat Buah dengan metode morfologi), dan semuanya mendapatkan hasil memuaskan.
Pengujian yang termasuk ruang lingkup akreditasi adalah identifikasi Fusarium solani secara morfologi dan identifikasi lalat buah Bactrocera spp., identifikasi Peronospora manshurica secara morfologi, identifikasi Tribolium castaneum secara morfologi. Jumlah pengujian untuk ruang lingkup akreditasi Fusarium solani selama tahun 2020 sebanyak 49 kali dengan rincian bungkil kelapa sawit 44 kali, biji kelapa sawit 4 kali, dan cangkang kelapa sawit 1 kali. Pada ruang lingkup lalat buah Bactrocera spp. selama tahun 2020 ada 294 permohonan pengujian dengan rincian 43 kali buah untuk rearing sebanyak 54 sampel, dan 251 kali pengujian berupa serangga sebanyak 5.274 ekor. Jumlah pengujian untuk ruang lingkup akreditasi Peronospora manshurica selama tahun 2020 sebanyak 35 terdiri atas 33 kali biji kedelai, 2 kali slide.
Pada ruang lingkup Tribolium castaneum selama tahun 2020 sebanyak 146 permohonan uji terdiri atas 125 pengujian bungkil kelapa sawit dan 19 uji tepung industri serta 13 pengujian serangga.
Gambar 4.24. Diagram jumlah pengujian pada ruang lingkup akreditasi selama tahun 2020
78
Laporan Tahunan 2020
Standar waktu layanan (Services Level Agreement) pada pengujian yang termasuk ruang lingkup akreditasi dijelaskan pada gambar 7. Selama tahun 2020 terdapat layanan yang tidak memuaskan pada pengujian Fusarium solani dan pengujian lalat buah, hal ini disebabkan karena adanya pandemi Covid-19 yang mengharuskan adanya Work From Home sehingga pengujian tidak bisa dilaksanakan sesuai waktu yang telah ditetapkan. Untuk pengujian Fusarium solani 2,04% tidak memuaskan, 81,64% memuaskan dan 16,32% sangat memuaskan, sedangkan pada pengujian lalat buah 11,56% tidak memuaskan, 21,43% memuaskan dan 67,01% sangat memuaskan.
Pada uji pengujian Tribolium castaneum 23,97% memuaskan dan 76,03% sangat memuaskan. Sedangkan pengujian Peronospora manshurica 100% sangat memuaskan. Laboratoroum Karantina Tumbuhan senantiasa berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan melaksanakan pengujian sesuai standar waktu layanan yang ditetapkan.
Gambar 4.25. Persentase capaian waktu layanan pada pengujian yang masuk dalam ruang lingkup akreditasi
b. Laboratorium Karantina Hewan
Laboratorium Karantina Hewan melakukan pengujian deteksi dan identifikasi HPHK serta melakukan pengujian keamanan hayati. Selama tahun 2020 jumlah pengujian media pembawa HPHK sebanyak 72 permohonan dengan total sampel 789.
Jumlah permohonan dan sampel tertinggi pada bulan Desember karena pada saat Fusarium solani Lalat Buah Tribolium
castaneum
Peronospora manshurica 2,04
11,56
0 0
81,64
21,43 23,97
0 16,32
67,01
76,03
100 Tidak Memuaskan Memuaskan Sangat Memuaskan
79
Laporan Tahunan 2020
tersebut tengah berlangsung puncak kegiatan monitoring. Secara rinci jumlah permohonan dan sampel per bulan selama tahun 2020 dijelaskan pada gambar 4.
Jumlah permohonan pada tahun 2020 naik sebesar 61 % dibandingkan tahun 2019 sebanyak 72 kali. Jumlah sampel pada tahun 2020 meningkat sebesar 77,4%
diibandingkan tahun 2019 yang mencapai 789 sampel.
Gambar 4.26. Diagram jumlah permohonan uji dan sampel tiap bulan di laboratorium Karantina hewan tahun 2020
Pada tahun 2020, kegiatan pengujian meliputi kegiatan intersepsi 3 permohonan jumlah sampel 98, monitoring 57 permohonan jumlah sampel 636, validasi metode/personel 8 kali permohonan sebanyak 40 sampel, uji banding 3 kali permohonan sebanyak 11 sampel, uji profisiensi 1 permohonan jumlah sampel 4 (Gambar 5). Jenis sampel yang masuk antara lain serum sapi bibit, serum sapi potong, Ulas darah sapi, Serum unggas, Daging Ayam Beku,Daging Sapi Beku, Daging Kerbau Beku, Daging Ayam Olahan, Daging Sapi Olahan,
Gambar 4.27. Diagram jumlah permohonan uji dan sampel berdasarkan jenis pengujian
tahun 2020
Jan Feb Maret April Mei Juni Juli Agust Sept Okt Nov Des
Jumlah Permohonan dan Sampel
Permohonan Sampel
80
Laporan Tahunan 2020
Pada bulan Oktober 2020, Laboratorium Karantina Hewan kembali menyelenggarakan uji banding identifikasi Trypanosoma evansi, secara morfologi yang diikuti oleh empat peserta yaitu laboratorium BKP Kelas I Balikpapan, SKP Kelas I Samarinda, BKP Kelas II Palangkaraya, dan BBKP Makassar semua peserta mendapatkan hasil memuaskan. Pada bulan Agustus 2020, Laboratorium karantina hewan mengikuti uji Profisiensi metode RBT pada serum Sapi dengan hasil memuaskan. Di bulan November mengikuti uji banding Deteksi titer antibody Newcastle Disease pada serum unggas diselenggarakan oleh BBKP Makassar dengan hasil memuaskan, Uji Banding identifikasi morfologi Trypanosoma evansi dan TPC dengan hasil yang diselenggarakan oleh BKP I Balikpapan mendapatkan hasil memuaskan.
Pengujian yang termasuk ruang lingkup akreditasi adalah uji RBT pada Sapi, Kerbau Kambing, Uji Haema Aglutinasi (HA-HI) Avian Influenza pada serum unggas dan Uji Haema Aglutinasi (HA-HI) New CastleDisease, Total Plate Count (TPC) Jumlah pengujian untuk ruang lingkup akreditasi RBT selama tahun 2020 sebanyak 337 pengujian. Pada ruang lingkup HA-HI AI selama tahun 2020 ada 87 pengujian.
Jumlah pengujian untuk ruang lingkup akreditasi HA-HI ND selama tahun 2020 sebanyak 95 pengujian. Pada ruang lingkup TPC selama tahun 2020 sebanyak 25 pengujian.
Gambar 4.28. Diagram jumlah pengujian pada ruang lingkup akreditasi selama tahun 2020
87 337 95
25
Pengujian
RBT AI ND TPC
81
Laporan Tahunan 2020
Standar waktu layanan (Services Level Agreement) pada pengujian yang termasuk ruang lingkup akreditasi dijelaskan pada gambar 7. Selama tahun 2020 tidak ada layanan yang tidak memuaskan. Semua pengujian masuk dalam kategori memuaskan dan sangat memuaskan. Untuk pengujian TPC 88% sangat memuaskan dan 12% memuaskan, sedangkan pada pengujian RBT 100 % sangat memuaskan. Pada uji HA-HI AI 80%
sangat memuaskan dan 20 % memuaskan. Pengujian HA-HI ND 83,3% sangat memuaskan dan 16,67% memuaskan. Laboratoroum Karantina Hewan senantiasa berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan melaksanakan pengujian sesuai standar waktu layanan yang ditetapkan.
Gambar 4.29. Capaian waktu layanan pada pengujian yang masuk dalam ruang lingkup akreditasi laboratorium KH
D. Seksi Pengawasan dan Penindakan
Pelaksanaan pengawasan dan penindakan perkarantinaan di Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin di lakukan oleh Seksi Pengawasan dan Penindakan,sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 22 /Permentan/OT.140/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian.
Sasaran pengawasan dan penindakan adalah melalui pembangunan kepatuhan internal, sehingga petugas karantina memiliki integritas yang tinggi dalam melaksanakan tugas, fungsi dan perannya, serta pembangunan dan pengembangan kepatuhan eksternal,sehingga pengguna jasa (stakeholders ) karantina pertanian
0 5 10 15 20 25
TPC RBT AI ND
22
18
4 5
3
1 1
SLA
Sangat Memuaskan Memuaskan Tidak Memuaskan
82
Laporan Tahunan 2020
akan senantiasa mematuhi segalan peraturan perundang undangan di bidang karantina hewan,karantina tumbuhan dan keamanan hayati.
a. Tugas dan Fungsi pengawasan dan Penindakan.
- Melaksanakan kegiatan pre-emptif,preventif dan penegakan hukum di bidang karantina hewan,karantina tumbuhan dan pengawasan keamanan hayati.
- Melakukan koordinasi dan kerjasama antar UPT anatara lain meliputi : pertukaran informasi, kerjasama operasional kegiatan intelijen, kerjasama operasional kegiatan patroli, koordinasi dalam penanganan penyidikan.
- Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait dalam rangka kegiatan pre –emptif, preventif dan penegakan hukum di bidang karantina hewan, karantina tumbuhan dan pengawasan keamanan hayati.
b. Tujuan Penyusunan
Tujuan penyusunan laporan kegiatan Seksi Pengawasan dan Penindakan tahun 2020 ini adalah sebagai pertanggung jawaban atas realisasi kegiatan selama tahun 2020 dan memberikan gambaran tentang pelaksanaan seluruh kegiatan pada unit kerja Seksi Pengawasan dan Penindakan Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin.