Berdasarkan identifikasi penyuluh agama bahwa tugas penyuluh agama adalah membimbing, mengarahkan, yang bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat untuk menjadi lebih baik dan berakhlak mulia. Terdapat sifat-sifat penyuluh agama dalam mengatasi persoalan di masyarakat,
yaitu preventif, kuratif dan development (pengembangan). Berikut sifat dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan penyuluh Agama di kecamatan Jagakarsa dalam menanggulangi perilaku menyimpang remaja, yaitu:
1. Preventif
Upaya kegiatan penyuluh agama yang bersifat preventif (pencegahan) sebelum terjadinya masalah perilaku menyimpang remaja meliputi: Bimbingan Penyuluhan Agama, Perayaan Hari Besar Islam (PHBI), Penyuluhan di Majlis Ta’lim, dan Pengajian Al-Qur’an. a) Bimbingan dan Penyuluhan agama
Penyuluhan agama yang selama ini adalah tergolong orang luar (baik aparat pemerintah atau aktivis), karena itu dalam menjalankan kegiatannya seringkali tidak mengacu pada kepentingan masyarakat penerima manfaatnya, melainkan lebih mementingkan visi dan misi pemerintahannya. Sasaran penyuluh agama islam adalah kelompok-kelompok masyarakat islam yang terdiri dari berbagai latar belakang sosial, budaya, pendidikan,dan ciri pengembangan kontemporer yang ditemukan didalamnya. Termasuk kelompok sasaran itu adalah masyarakat yang belum menganut salah satu agama yang belum diakui di Indonesia.1
1
Kementrian Agama RI, Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fngsional Penyuluh Agama, (Kantor Kementrian Agama, BIdang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf. Tahun 2015), h. 19
Kegiatan bimbingan agama yang dilakukan penyuluh agama untuk menanggulangi perilaku menyimpang remaja yang dilakukan bapak H. Suwita, S.Ag.M.pd menggunakan pendekatan psikologi agama karena menurutnya masalah yang dihadapi remaja sangat banyak termasuk masalah pemahaman agama dan psikologi agama kemudian program program yang dipadukan dengan pelajaran mereka seperti pelajaran umum dengan agama. Teknik yang dilakukan bisa menggunakan ceramah dan menggunakan buku pedoman agar lebih mudah dalam melakukan bimbingan. Materi yang disampaikan lebih memfokuskan ke akidah remaja, akhlak dan fiqh. Materi yang dibawakan seperti hubungan diluar nikah, bahayanya narkoba, dan penyuluhan HIV aids,2
Selanjutnya kegiatan bimbingan agama yang dilakukan oleh bapak Drs. H. Marta Kamaluddin Jamal dalam menanggulagi perilaku menyimpang remaja melakukan metode ceramah, demonstrasi tanya jawab, simulasi dan berbagai macam cara lainnya. Teknik yang digunakan sesuai dengan ajaran Al Qur’an dan sunnah Nabi. Dalam melakukan penyuluhan pedoman kitab juga diperlukan seperti kitab tasawuff, Fathul ghorib, dan ihya ulumuddin.
2
Wawancara pribadi dengan H. Suwita selaku Penyuluh Agama Fungsional di KUA Kecamatan Jagakarsa 9 september 2018 pukul 14.30 wib
Menurutnya hal yang terpenting menanamkan iman dan taqwa, ilmu dan amal yaitu keterampilan, dengan iman menjadi terarah dengan ilmu jadi mudah dengan seni menjadi indah dengan wanita menjadi gairah,3 dan kegiatan bimbingan penyuluhan agama dalam menanggulangi perilaku menyimpang yang dilakukan oleh bapak Faturrahman S.Sos.I melakukan tatap muka, ceramah himbauan media sosial dan media tulis. Media yang digunakan dalam bimbingan penyuluhan adalah media elektronik, dan proyektor. Materi yang disampaikan tidak lepas dari kitab maulid, fiqih dan hal umum yang ada di masyarakat, dalam melakukan bimbingan yang perlu diperhatikan adalah akhlak remaja ketika dibimbing, karena dengan akhlak yang baik ilmu yang disampaikan bisa dikerjakan di kehidupan sehari.4
b) Perayaan Hari Besar Islam (PHBI)
Perayaan hari besar merupakan perayaan yang baik untuk dilaksanakan bagi ummat Islam, perayaan hari besar Islam bisa dilaksanakan di tempat yang luas seperti lapangan, dan aula besar. Manfaat mengadakan hari besar Islam menciptakan semangat ukhwah, kedermawanan remaja mulai terpupuk. Pergaulan
3
Wawancara pribadi dengan H. Marta Kamaluddin Jamal selaku Penyuluh Agama Fungsional di KUA Kecamatan Jagakarsa 9 september 2018 pukul 15.40 wib
4
Wawancara pribadi dengan Bapak Faturrahman selaku Penyuluh Agama Honorer di Kecamatan Jagakarsa 21 september 2018 pukul 16.00 wib
yang kaku menjadi cair. Dalam penyelenggara kegiatan seperti maulid Nabi, perayaan hari besar Islam Maulid Nabi mengajarkan bagaimanakah untuk meneladani Nabi Muhammad sallalahu alaihi wasallama sebagai uswatun hasanah.
Perayaan hari besar Islam yang dilakukan penyuluh agama untuk menanggulangi perilaku menyimpang remaja yang dilakukan bapak Faturrahman menjadikan remaja karena dapat membentuk kepribadian yang mandiri, keberadaan lingkungan dalam organisasi yang dibentuk akan mampu mempengaruhi perkembangan emosi seseorang, di mana lingkungan yang baik akan mampu menciptakan kondisi emosi yang baik pula. Dengan adanya aturan yang baik, maka seseorang akan dapat bergaul dan menghadapi orang-orang dengan tipikal yang berbeda-beda, dan Dapat menumbuhkan disiplin, belajar untuk bernegosiasi dengan baik, dan memiliki kemampuan untuk merubah suatu hal menjadi lebih baik.5
Sarana dan prasarana yang di gunakan berupa proyektor, mic, sound, dan panggung, waktu terlaksanannya acara ini membutuhkan waktu lama, karena mencangkup khalayak banyak, sehingga waktu yang terpakai cukup lama. Dan menurut penyuluh
5
Wawancara pribadi dengan Bapak Faturrahman selaku Penyuluh Agama Honorer di Kecamatan Jagakarsa 21 september 2018 pukul 16.00 wib
agama Honorer bapak Abdul Ghoni S.Pd.I6 mengadakan perayaan hari besar islam remaja efektif dan harus dilakukan. Seperti halnya di kecamatan Jagakarsa, setiap bulannya diadakan pengajian akbar khusus remaja yang dinamakan majlis kampoeng, dimajlis ini mengajarkan anak remaja berbagai macam pelajaran seperti ilmu fiqh, akhlak dan tauhid yang bisa mengarahkan remaja memiliki akhlakul karimah.
c) Penyuluhan Majlis Ta’lim
Kegiatan majlis ta’lim di Kecamatan Jagakarsa mencangkup di 6 kelurahan, diantaranya : Kelurahan Cipedak, Jagakarsa, Ciganjur, Serengseng Sawah, Lenteng Agung dan Tanjung Barat. Jenis kegiatan majlis ta’lim yang dilakukan oleh bapak H. Suwita adalah bekerja sama dengan DKM dan majlis ta’lim Masjid di setiap kelurahan dalam menanggulangi kenakalan remaja, Karena Penyuluh Agama berkewajiban membina delapan majlis ta’lim di kecamatan jagakarsa setiap orangnya untuk laporan ke kementrian Agama, lalu penyuluh Agama honorer tiga majlis ta’lim, dan belum termasuk mereka membuat binaan masing-masing dan itulah yang bisa membantu mengurangi perilaku menyimpang remaja. Menurut data yang tercatat di KUA terdapat 324 majlis ta’lim yang didalamnya terdapat majlis ta’lim khusus remaja.
6
Wawancara pribadi dengan Bapak Abdul Ghoni selaku Penyuluh Agama Honorer di Kecamatan Jagakarsa 29 september 2018 pukul 17.00 wib
Perilaku menyimpang tidak bisa semata-mata dapat berkurang apabila hanya penyuluh Agama saja yang melakukan. Maka perlu adanya dukungan sosial dari belah pihak yang terkait. Adapun yang dimaksud dengan melibatkan DKM masjid adalah membuat pengajian khusus remaja di setiap kelurahan, membuat majlis-majlis ta’lim remaja merutinkan kegiatan tersebut, dan di setiap kelurahan berbeda-beda ada yang mengadakan selama seminggu sekali bahkan lebih, dan satu bulan sekali khusus remaja saja, dalam kajian keagamaan remaja di dalamnya mengkaji pelajaran islam seperti ilmu fiqh, hadits Nabi dan yang berhubungan dengan akhlak tasawuf, dan metode tamziy.7
d) Pengajian Al Qur’an.
Pengajian Al Qur’an Al Qur’an khusus remaja mampu mengubah remaja menjadi lebih baik lagi, karena dengan membaca Al Qur’an menjadikan suasana sekitar menjadi lebih damai, khususnya ketika anak remaja sedang bergaul, akhlak mereka menjadi terarah dan mendapatkan pahala serta kebaikan dari sang Pencipta, dan pengajian Al Qur’an menjadikan remaja menjadi pribadi yang berkualitas, karena Al Qur’an tidak hanya untuk dibaca saja, melainkan juga untuk diamalkan dan diajarkan. Dan apabila anak
7
Wawancara pribadi dengan H. Suwita selaku Penyuluh Agama Fungsional di KUA Kecamatan Jagakarsa 9 september 2018 pukul 14.30 wib
remaja mampu melakukannya, maka dia termasuk kedalam manusia terbaik.
Pengajian Al Qur’an yang dilakukan untuk menanggulangi perilaku menyimpang oleh bapak Ahmad Hidayatullah, SHI, pengajian Al Qur’an khusus remaja mampu menyembuhkan dari penyakit hati, membaca Al Qur’an dengan hati yang ikhlas dapat menghalau dan menyembuhkan panyakit hati yang mencangkup iri, dengki, senang membicarakan keburukan dan rasa dendam, karena mengamalkan apa yang ada di Al Qur’an adalah kewajiban bagi semua orang. karena bakat ust Hidayatullah adalah menguasai jenis-jenis irama dalam bacaam Al Qur’an. Pengajian Al Qur’an ini sudah berjalan dari tahun 2003 dan dilaksanakan di kediaman ust hidayatullah.
Sebelumnya Program ini program individu hanya saja sebagai penyuluh agama dari kementrian memiliki Program juga ada pemberantasan buta Al-Qur’an dan saat ini dia sudah samapai ke tahap pengembangan, karena kementrian menganjurkan untuk para penyuluh agama membina dan mengajar anak-anak untuk bisa baca Al-quran sampai bisa ke tingkat nasional.
Kegiatan pengajian Al Qur’an ini juga di dukung oleh Lembaga pengembangan tilawatil qur’an jadi penanggulangan dalam menangani perilaku menyimpang remaja agar bisa berjalan efektif,
adapaun visi kemetrian Agama juga mengarah untuk membentuk masyarakat agamis karena itulah kegiatan Al Qur’an ini bisa terus berjalan dengan baik. Hingga saat ini dia sudah mengajak anak remaja untuk mengikuti beberape jenis lomba seni baca qur’an diantaranya diadakan di adakan di al azhar, lomba binaan ala qur’an remaja, lomba MTQ sekecamatan jagakarsa, adapun jumlah remaja yang telah di bina sejak 2003 hingga saat ini mencapai 200 orang dan yang sudah tingkat nasional ada 3 orang.8
2. Kuratif
Upaya kegiatan penyuluh agama yang bersifat kuratif (penyelesaian) setelah terjadinya masalah perilaku menyimpang remaja meliputi: Kunjungan Keluarga, dan Kordinasi dengan tokoh Agama, orang tua dan masyarakat.
a) Kunjungan Keluarga (home visit)
Kunjungan keluarga atau perorangan merupakan salah satu kegiatan yang mampu mengurangi masalah dan persoalan di masyarakat karena kunjungan keluarga atau penyuluhan perorangan mampu mengubah remaja secara perlahan, karena di dalam melakukan komunikasi dua arah kepada anak remaja dan langsung bertatap muka, sehingga anak remaja akan langsung bercerita masalah yang dialami
8
Wawancara pribadi dengan Bapak Hidayatullah selaku Penyuluh Agama Honorer di Kecamatan Jagakarsa 10 Oktober 2018 pukul 17.30 wib
sehingga penyuluh mampu membantu persoalan, kunjungan keluarga atau penyuluhan perorangan menanamkan kepada mereka pengetahuan tentang ibadah lebih mudah yang bertujuan untuk membentuk perilaku yang baik pada remaja, yang berlandaskan aqidah Islam serta ketauhidan kepada sang Pencipta. Mengajarkan mereka bergaul yang baik dengan teman dan mempunyai akhlak yang baik.
Kegiatan kunjungan keluarga (perorangan) dalam menanggulangi perilaku menyimpang remaja oleh bapak H. Marta adalah melakukan guidance and counseling yang mengarah khusus remaja, karena mereka perlu di suluh dan di bimbing tentang ajaran-ajaran keislaman di kediaman mereka secara langsung, melakukan home fisit yang dimana para penyuluh mendatangi rumah-rumah mereka untuk melakukan mediasi dan penyuluhan agama islam secara internal yang di dalamnya mengkaji tentang ibadah seperti praktek sholat, adab yang baik kepada orang tua dan ilmu-ilmu lainya.9
b) Kordinasi Dengan Orang Tua, Tokoh Agama dan Masyarakat.
Melakukan koordinasi atau dukungan dari masyarakat, orang tua, tokoh agama sangat membantu
9 Wawancara pribadi dengan H. Marta Kamaluddin Jamal selaku Penyuluh Agama Fungsional di KUA Kecamatan Jagakarsa 9 september 2018 pukul 15.40 wib
mengurangi perilaku menyimpang remaja, kordinasi dengan tokoh agama dan masyarakat dalam menanggulangi perilaku penyimpang remaja membangun sikap disiplin, hidup tertib dapat membantu idividu untuk membantu kedisiplinan dalam diri yang akan sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan kordinasi dengan para orang tua, tokoh agama, dan masyarakat oleh menurut Ahmadiyau Tajuddinisyuja’i S.Th.I bahwa dengan adanya kordinasi dengan tokoh agama dan masyarakat dalam menanggulangi perilaku penyimpang remaja menciptakan timbulnya semangat kerjasama, dikarenakan mau tidak mau masyarakat di ajak untuk ikut serta dalam setiap hal yang berkaitan dengan persoalan di masyarakat dan berkaitan dengan orang banyak, oleh karena itu tentu tidak bisa terselesaikan hanya pada satu orang saja, tetapi dibutuhkan kerjasama dari orang lain, dan menciptakan keteraturan dalam hidup di masyarakat. Keteraturan dalam hidup ini nantinya dapat membantu menciptakan harmonisasi dalam hidup agar segala sesuatu dapat berjalan dengan lancar.10
10
Wawancara pribadi dengan Bapak Ahmadiyau selaku Penyuluh Agama Fungsional di KUA Kecamatan Jagakarsa 10 september 2018 pukul 13.30 wib
3. Development (Pengembangan)
Upaya kegiatan penyuluh agama yang bersifat development (pengembangan) sebuah pengembangan penyuluh agama yang dilakukan dalam menangani masalah perilaku menyimpang remaja meliputi: Rekreasi remaja, dan Hadroh remaja.
a) Rekreasi Remaja
Rekreasi perlu dilakukan untuk semua orang, karena dengan rekreasi membangun relasi dengan orang-orang baru, walaupun ada orang baru yang belum dikenal, pada saat itu sedang ada interaksi langsung yang melatih kemampuan remaja agar muncul rasa sosial di jiwa mereka, rekreasi remaja membuat remaja semakin erat hubunganya dengan teman-teman, dengan rekreasi remaja meningkatkan kualitas hubungan dengan teman dan sahabat dan rekreasi remaja sekaligus membuat waktu yang berkualitas, dibanding harus melakukan kegiatan yang tidak jelas saat liburan, anak remaja lebih baik rekreasi ke suatu tempat yang di sarankan oleh penyuluh agama dan melakukan kegiatan positif seperti kajian keagamaan, sholat malam bersama dan mempelajari Al Qur’an.
Kegitan rekreasi dalam menanggulangi perilaku menyimpang remaja menurut bapak A. Nasrullah adalah salah satu sifat kuratif, mengadakan pengajian remaja di luar daerah, tempat kegiatan ini di ciapea
Bogor, kegaiatan ini dilaksakan tiga bulan sekali, dan mengajak anak remaja mulai dari kelurahan sampai ke kecamatan Jagakarsa, disana anak remaja di bina dan di suluh tentang materi keagamaan, seperti kajian tauhid, kajian akhlak, dan sebagainya. Materi yang disampaikan hampir sama seperti kajian di majlis ta’lim lainnya, hanya yang membedakan adalah lokasi dan tempat dalam melaksanakan kajian, menurutnya ini menjadi efektif karena di sambung dengan tababuur alam, tranportasi sebagai penunjang adalah menggunakan mobil pribadi yang berjumlah hampir tiga puluh sampai lma puluh remaja.
Adapun tujuan melakukan rekreasi untuk remaja adalah bermanfaat kesehatan mental yang dapat menyalurkan agresivitas, memberi kesempatan berekspresi secara kreatif, serta dapat mengurangi ketegangan yang timbul akibat kegiatan sehari-hari, perbaikan status soial dimana Kegiatan rekreasi itu dapat memberikan kesempatan untuk mengenal teman-teman sebaya, meningkatkan keterampilan sosial, dan memperoleh pemahaman sosial serta evaluasi diri dimana Kegiatan rekreasi itu dapat memberikan kesempatan untuk membandingkan minat diantara teman sebaya dan memperoleh kesempatan untuk membandingkan keterampilan diantara teman sebaya.11
11
Wawancara pribadi dengan A. Nasrullah selaku Penyuluh Agama Fungsional di KUA Kecamatan Jagakarsa 9 september 2018 pukul 13.30 wib
b) Hadroh Remaja
Hadoh remaja bertujuan untuk lebih mengingat sang Pencipta dan lebih banyak bersholawat kepada Nabi, karena seni hadroh mengajarkan remaja untuk selalu menyebut asma Allah dan melafadzkanNya, kegiatan hadroh bertujuan untuk selalu menyebut dan mengagungkan nama-nama Allah dan Sholawat Nabi yang bertujuan agar hati anak remaja slalu mengingat Allah dan RasulNya dan menjadi media syiar melalui syair, karena bermain hadroh sama halnya dengan berdakwah melalui lirik sholawat dan lagu Islami.
Kegiatan hadroh remaja dalam menanggulangi perilaku menyimpang menurut ibu Arini sangat berpengaruh karena Karena hadroh merupakan kegiatan yang identik dilakukan oleh remaja, semakin banyak yang aktif semakin baik dan lingkungan menjadi lebih maju dari sebelumnya. Khususnya dari segi seni dan keagamaan karena Kesenian Hadrah sangat jarang dilakukan oleh generasi muda akibat pergeseran budaya, Padahal dari segi manfaat kesenian hadrah lebih bermanfaat dan berpahala bagi agama, karena apabila dikupas lebih dalam syair-syair yang dilantunkan oleh kesenian hadrah ini berisikan makna yang selalu menjunjung kebesaran Nabi Muhammad SAW maupun keagungan Allah subhanahu wata’ala. Selain itu, dalam kegiatan hadrah juga senantiasa mengajarkan dan
menanamkan nilai-nilai kepada setiap anggotanya dengan menggunakan metode yang berasaskan pada ajaran agama Islam, yaitu agar memiliki sikap sabar, selalu ingat (dzikir), dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta dianjurkan untuk selalu melakukan amal kesalehan dengan prinsip
amarma’ruf nahi mungkar,dan secara tidak langsung
seni hadroh ini adalah cara berdakwah wali songo yang di dalamnya mengajak kita untuk taat kepada sang kholik. 12
12
Wawancara pribadi dengan Ibu Arini selaku Penyuluh Agama Fungsional di KUA Kecamatan Jagakarsa 10 september 2018 pukul 14.00 wib
79
A. Analisa Kegiatan Penyuluhan Agama Dalam