• Tidak ada hasil yang ditemukan

KELAUTAN DAN PERIKANAN Implementasi

Dalam dokumen III Tindak Lanjut Rekomendasi DPRD (Halaman 86-89)

No Kab/Kota Tanggal Launching 1 Banyumas 18 Januari 2019

25 KELAUTAN DAN PERIKANAN Implementasi

dalam menjaga harga komoditas dan asuransi gagal panen untuk petani serta melindungi kepentingan nelayan.

1. Implementasi dalam menjaga harga komoditas a.l.

adalah komoditas garam, yaitu dengan membangun beberapa gudang garam yang berkapasitas 1.000 – 2.000 ton. Sampai saat ini sudah ada 9 gudang garam bantuan pemerintah pusat dan daerah. Selanjutnya operasional gudang garam dikelola koperasi, dengan demikian masyarakat ikut terlibat dan diharapkan ikut menjaga harga komoditas garam.

2. Pemprov. Jateng Tahun 2021 telah memberikan program perlindungan atau asuransi kepada 20.000

● Upaya menjaga harga komoditas saat bekerja di laut;

Dinlutkan

NO

REKOMENDASI DPRD ATAS LKPJ

GUBERNUR JATENG TA 2020

TINDAK LANJUT

TUJUAN / MASALAH YANG

DISELESAIKAN

PERANGKAT DAERAH

I II III IV V

nelayan dgn premi sebesar @175.000. Nelayan Calon Penerima Bantuan Asuransi Nelayan Jawa Tengah adalah orang yang mata pencahariannya melakukan kegiatan penangkapan ikan (tidak termasuk katak/ular).

Dengan persyaratan :

a. Memiliki KTP Provinsi Jawa Tengah;

b. Nelayan kecil, nelayan tradisional, wanita nelayan dan ABK (bukan paruh waktu/sambilan)

c. Menggunakan kapal perikanan berukuran paling besar 10 (sepuluh) Gross Tonnage (GT);

d. Memiliki Kartu Nelayan Jawa Tengah/KUSUKA yang masih berlaku

e. Berusia paling rendah 17 tahun pada saat

diverifikasi dan paling tinggi 60 tahun pada tanggal 31 Desember 2021;

f. Tidak sedang mendapatkan program Asuransi dari Kementerian maupun Kabupaten/Kota;

g. Mematuhi ketentuan sebagaimana tercantum dalam Polis Asuransi.

3. Disamping itu telah melakukan inisiasi terbitnya Peraturan Daerah tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan.

Peraturan Daerah tsb akan memberikan jaminan dan kepastian hukum dalam persoalan Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, Petambak Garam, Pengolah, dan Pemasar.

● Memberikan jaminan dan kepastian hukum bagi usaha di sector perikanan dan kelautan.

Terkait asuransi gagal panen untuk petani, Tahun 2021 telah dilakukan hal-hal sbb:

1. Dialokasikan kegiatan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk Petani padi di Jawa Tengah sebesar 17.500 ha pada 29 Kabupaten di Jawa Tengah.

2. Adanya Pertemuan Sosialisasi AUTP di Tingkat Provinsi dan Kabupaten untuk mendukung pelaksanaan teknis Kegiatan AUTP do Jawa Tengah.

3. Meningkatkan Kerjasama pelaksanaan kegiatan AUTP dengan semua Kantor Cabang/Perwakilan PT Jasindo sebagai pelaksana AUTP di Jawa Tengah.

4. Mengupayakan dukungan/peran serta dengan mengalokasikan duplikasi kegiatan AUTP di masing-masing Kabupaten di Jawa Tengah. Paling tidak adanya support premi sebesar 20% untuk sharing pembayaran premi AUTP 80% dari Pusat.

Masalah gagal panen TA 2021, yang sudah diselesaikan Tahun 2020 sbb:

1. Sudah terdaftarnya sebesar 35.000 ha petani padi di Jawa Tengah pada Program AUTP Tahun 2020.

2. Sudah terselesaikannya klaim AUTP sevesar 401,96 ha dengan nilai sebesar Rp. 2.411.743.200,- bagi petani padi di Jawa Tengah karena gagal panen akibat Bencana Alam (Banjir dan Kekeringan) atau Serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Tujuan Asuransi Gagal Panen untuk Petani adalah :

 Memberikan perlindungan kepada petani jika terjadi gagal panen sebagai akibat risiko banjir,

kekeringan, dan serangan OPT.

 Mengalihkan kerugian akibat risiko banjir, kekeringan, dan serangan OPT kepada pihak lain melalui

pertanggungan asuransi.

Dinas pertanian

NO

REKOMENDASI DPRD ATAS LKPJ

GUBERNUR JATENG TA 2020

TINDAK LANJUT

Replacement AT, Perijinan/OSS, Sarpras Pelabuhan, Pemberdayaan Nelayan

1. Optimalisasi program Asuransi Nelayan

Dinas Kelautan dan Perikanan memberikan program perlindungan kepada 20.000 nelayan dengan premi sebesar @Rp.175.000. Nelayan Calon Penerima Bantuan Asuransi Nelayan Jawa Tengah adalah orang yang mata pencahariannya melakukan kegiatan penangkapan ikan (tidak termasuk katak/ular) serta menggunakan kapal perikanan berukuran paling besar 10 (sepuluh) Gross Tonnage (GT).

2. Replement Alat Tangkap

Bantuan alat penangkapan ikan ramah lingkungan diperuntukan bagi kelompok nelayan kecil dengan rincian sebagai berikut :

● Bantuan jaring gillnet untuk 13 kelompok

● Bantuan alat tangkap bubu kotak untuk 14 kelompok

● Bantuan jaring dan mesin untuk 4 kelompok

3. Dalam upaya mewujudkan perizinan yang murah cepat dan tepat, Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Jawa Tengah berkolaborasi dengan instansi terkait (DPMPTSP, KSOP, UPP) berupaya dengan :

a. Pelayanan perizinan secara online, untuk

mempermudah dalam pengurusan izin kapal (aplikasi melani gayeng – DKP Jateng, aplikasi SIAP Jateng – DPMPTSP Jateng)

b. Pembukaan gerai-gerai perizinan di beberapa lokasi pelabuhan, yang bertujuan untuk mempermudah pengurusan izin sekaligus mensosialisasikan perizinan, pada tahun 2021 sebanyak 12 kali kegiatan gerai di 9 lokasi (Cilacap (2 kali), Pati (2 kali), Rembang (2 kali), Kebumen, Pekalongan, Jepara, Tegal, Kendal, Kota Tegal)

4. Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 47 Tahun 2018, Provinsi Jawa tengah memiliki

kewenangan dalam pengelolaan 11 Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP). Dalam rangka revitalisasi dan

pengembangan sarana dan prasarana pelabuhan, maka melalui anggaran DAK 2021 dilakukan pembangunan di 5 PPP yaitu : PPP Tasikagung, PPP Klidang Lor, PPP Asemdoyong, PPP Tegalsari dan PPP Logending.

5. Pemberdayaan Nelayan di Jawa Tengah dilaksanakan melalui kegiatan diversifikasi usaha nelayan dan pemberdayaan perempuan pesisir. Pemberdayaan perempuan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan hibah peralatan usha perempuan pesisir untuk 15 kelompok

● Asuransi Nelayan memberikan jaminan perlindungan bagi nelayan pada saat bekerja dilaut dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ikut asuransi;

● Replacement Alat Tangkap ditujukan untuk penerapan penggunaan alat tangkap ramah lingkungan

● Perizinan/OSS untuk mempermudah,

Pengembangan digital signature dan integrasi SIAP Jateng dengan aplikasi pendukung perizinan lainnya, termasuk perijinan berusaha di wilayah perairan, pesisir, laut dan pelabuhan

Efisiensi dan efektifitas pelaksanaan pelayanan perizinan di Jawa Tengah yang semakin cepat dan mudah, dan murah.

DPMPTSP

NO

REKOMENDASI DPRD ATAS LKPJ

GUBERNUR JATENG TA 2020

TINDAK LANJUT

1. Luas lahan garam di Jawa Tengah adalah 6.915 Ha dengan produksi 375.074 Ton (Tahun 2020). Program integrasi lahan merupakan gagasan Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang memadukan teknologi geomembran dan ulir filter sehingga menghasilkan garam dengan kualitas yang lebih baik dan volume yang lebih besar. Upaya DKP Provinsi Jawa Tengah pada sektor pergaraman adalah :

- Penerapan teknologi dengan pemberian bantuan geoisolator kepada 12 kelompok

- Bantuan pembangunan rumah tunnel kepada 7 kelompok

- Bantuan pembangunan Gudang garam collecting point kepada 8 kelompok

2. Kawasan konservasi (KK) di Jawa Tengah sebanyak 34 lokasi. Dari 34 lokasi sebanyak 2 KK yang sudah ditetapkan oleh kementerian. Pada tahun 2019 telah dilakukan kajian pencadangan kawasan konservasi di 3 lokasi. Pada 2021 dilakukan proses penetapan 3 lokasi menjadi Kawasan Konservasi.

3. Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) ditindaklanjuti dengan Peraturan Gubernur Nomor 64 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pemberian Izin Lokasi Perairan dan Izin Pengelolaan Perairan di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

4. Sebagai bagian dari upaya konservasi Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Jawa Tengah melakukan penanaman Mangrove 369.300 batang.

5. Meningkatkan target luasan terumbu karang, upaya rehabilitasi terumbu karang, upaya konservasi terumbu karang, TKB sekaligus berfungsi sebagai rumah bagi ikan karang dan ikan konsumsi

● Terintegrasinya usaha garam rakyat dari hulu hingga hilir.

● Pengaturan ruang laut, izin dan pengelolaan ruang laut sesuai RZWP3K, ruang laut yang terintegrasi dengan tata ruang darat.

Dalam dokumen III Tindak Lanjut Rekomendasi DPRD (Halaman 86-89)