No Kab/Kota Tanggal Launching 1 Banyumas 18 Januari 2019
26. PARIWISATA Meningkatkan
target luas lahan penanaman dan
26. PARIWISATA Meningkatkan sekitar DTW melalui pelatihan
1. Melakukan kerjasama Travel Corridor dengan 10 Provinsi MPU (Mitra Praja Utama), meliputi Provinsi (Jawa Timur, Jawa Barat, DIY, DKI, Lampung, NTB, Bali, Banten, Nusa Tenggara Timur) dalam bentuk promosi bersama serta paket wisata bersama.
Pada saat pandemi covid-19 ini dilaksanakan dalam bentuk “Travel Coridor”
2. Untuk pengembangan Desa Wisata telah dilakukan kerja sama dengan Perguruan Tinggi dan pihak perusahaan yang memiliki program CSR, baik BRI, Bank Jateng dan PT. Industri Jamu dsb, serta memberikan bantuan sarana prasarana protokol kesehatan di DTW melalui Gerakan BISA (Bersih Indah Sehat dan Aman)
3. Pembinaan kepada 13 pelaku Usaha Pariwisata melalui Pelatihan dan Edukasi Usaha Pariwisata dan Pengawasan Sertifikasi Usaha Pariwisata yang meliputi bidang usaha :
a. Daya tarik wisata;
b. Kawasan pariwisata;
c. Jasa transportasi wisata;
d. Jasa perjalanan wisata;
● Pengembangan kawasan pariwisata mll kemitraan dgn Provinsi anggota MPU (Mitra Praja Utama),
NO
REKOMENDASI DPRD ATAS LKPJ
GUBERNUR JATENG TA 2020
TINDAK LANJUT lembaga dan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.
e. Jasa makanan dan minuman;
f. Penyediaan akomodasi;
g. Penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi;
h. Penyelenggaraan pertemua, perjalanan insentif, konferensi dan pameran;
i. Jasa informasi pariwisata;
j. Jasa konsultan pariwisata;
k. Jasa pramuwisata;
l. Wisata tirta m. SPA
4. Bermitra dengan pelaku pariwisata untuk peningkatan kualitas SDM,
5. Bekerjasama dengan CSR membentuk Sekretariat Khusus yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Sekretaris Daerah Jateng Nomor : 468/0015249 tentang Sekretariat dan Kelompok Kerja Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan di Jawa Tengah
6. Melakukan pembinaan kepada pengelola Usaha Pariwisata dan sosialisasi terkait standar usaha pariwisata, serta Pengawasan di 35 Kabupaten/Kota melalui Online Single Submission (OSS) dan Sertifikasi Usaha Pariwisata.
Gerakan BISA (Bersih Indah Sehat dan Aman)
● Pembinaan promosi di media sosial, serta mengundang influencer yang bertaraf nasional &
internasional untuk berkunjung dan menikmati paket
Beberapa kegiatan telah dilakukan diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Fasilitasi event pariwisata
2. Mengembangkan TIC berbasis digital yang mengakomodir 3 bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin
3. Pembuatan Buku Panduan Wisata dan leaflet Jawa Tengah dengan Bahasa Indonesia, Inggris, Jepang dan Rusia.
4. Promosi melalui media sosial ( Instagram) dalam 3 bahasa; Indonesia, Inggris dan Mandarin.
5. Promosi melalui website dalam 2 bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
6. Promosi melalui 4 platform media sosial ( Instagram, Twitter, Facebook dan Youtube) dalam bahasa Indonesia dan Inggris
7. Pembuatan konten di media sosial baik berupa foto maupun video untuk meningkatkan kualitas promosi.
8. Pelaksanaan kegiatan Jateng on the Spot di 6 Destinasi Pariwisata Provinsi (DPP) dengan mengundang Biro Perjalanan Wisata, travel writer, blogger, influencer dari dalam maupun luar provinsi secara langsung dengan melakukan kunjungan ke DTW di Jawa Tengah untuk mengenalkan dan menginformasikan potensi wisata Jawa Tengah.
peningkatan
NO
REKOMENDASI DPRD ATAS LKPJ
GUBERNUR JATENG TA 2020
TINDAK LANJUT
TUJUAN / MASALAH YANG
DISELESAIKAN
PERANGKAT DAERAH
I II III IV V
paket wisata (familirizaton trip) sehingga mereka dapat
menginformasikan potensi wisata Jawa Tengah.
9. Kegiatan Business to Business, yang bertujuan untuk memperluas pasar wisata potensial dengan mengenalkan serta mempromosikan secara aktif DTW unggulan Jawa Tengah kepada calon wisatawan di pasar potensial yang merupakan target market dari pariwisata Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi wadah pelaku usaha pariwisata Jawa Tengah untuk mempromosikan dan menjual potensi pariwisata unggulan Jawa Tengah kepada pelaku usaha pariwisata pasar potensial.
potensi wisata Jawa Tengah ke pasar potensial
Diskominfo telah mengupayakan beragam channel dan strategi conten utk mempromosikan potensi yg ada di Jawa Tengah, termasuk dalam bidang pariwisata.
Bentuk kegiatan antara lain dengan menyebarkan flyer audio visual pada medsos, kerjasama dengan pelaku seni untuk membuat konten budaya jAteng sebagai potensi wisata, maupun pembuatan content Jateng in Hystori yg menampilkan beragam tempat potensi sejarah dan pariwisata jateng. Selain itu pmberitaan dan penyebaran informasi juga disampaikan melalui media konvensional televisi, radio dan surat kabar seperti pada saat Borobudur pasca adaptasi kebiasaan baru untuk tingkatkan pariwisata.
Penyebaran informasi budaya dan potensi pariwisata lebih luas, menarik dan massif
Diskominfo
NO
REKOMENDASI DPRD ATAS LKPJ
GUBERNUR JATENG TA 2020
TINDAK LANJUT stakeholder untuk berkontribusi aktif Jawa Tengah yang berdaya saing; dan memberikan bantuan peralatan serta perlengkapan protokol kesehatan bagi DTW potensial dan berkembang di Jawa Tengah.
1. Bekerjasama dengan CSR dengan membentuk secretariat khusus yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Sekretaris Daerah Jateng Nomor : 468/0015249 tentang Sekretariat dan Kelompok Kerja Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan di Jawa Tengah
Juga bekerjasama dengan Perguruan Tinggi dan pihak perusahaan yang memiliki program CSR, baik BRI, Bank Jateng dan PT. Industri Jamu dsb, serta memberikan bantuan sarana prasarana protokol kesehatan di DTW melalui Gerakan BISA (Bersih Indah Sehat dan Aman) 2. Kerjasama dengan 10 Provinsi MPU (Mitra Praja Utama),
meliputi Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, DIY, DKI, Lampung, NTB, Bali, Banten, Nusa Tenggara Timur.
Pada tahun 2021 berkenaan dengan COVID-19 dilaksanakan dalam bentuk "Travel Corridor",
3. Bermitra dengan pelaku pariwisata untuk peningkatan kualitas SDM, melakukan pembinaan pada pengelola Usaha Pariwisata dan sosialisasi terkait standar usaha pariwisata dan serta Pengawasan di 35 Kabupaten/Kota melalui Online Single Submission (OSS) dan Sertifikasi Usaha Pariwisata
4. melakukan pembinaan kepada 13 Usaha Pariwisata melalui Pelatihan dan Edukasi Usaha Pariwisata dan Pengawasan Sertifikasi Usaha Pariwisata yang meliputi bidang usaha : Daya tarik wisata; Kawasan pariwisata;
Jasa transportasi wisata; Jasa perjalanan wisata; Jasa makanan dan minuman; Penyediaan akomodasi;
Penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi;
Penyelenggaraan pertemua, perjalanan insentif, konferensi dan pameran; Jasa informasi pariwisata;
Jasa konsultan pariwisata; Jasa pramuwisata, Wisata tirta dan SPA.
Meningkatkan pengembangan
Pengembangan Desa Wisata
Untuk meningkatkan produksi dan produktifitas komoditas pertanian dan perkebunan dan semakin berkurangnya luas lahan pertanian maka dilakukan telah dilakukan melalui ekstensifikasi atau perluasan areal tanam dengan memanfaatkan lahan-lahan marginal, serta intensifikasi pertanian yaitu dengan penggunaan benih bermutu (berlabel), menerapkan pengelolaan tanaman terpadu atau teknik budidaya pada komoditas pertanian dan perkebunan, memanfaatkan dan mengoptimalkan lahan-lahan marginal seperti lahan kering, dan lahan Perhutani baik secara monokultur ataupun tumpangsari, serta memfasilitasi sarana pasca panen.
Meningkatkan