• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERUMAHAN RAKYAT DAN PERMUKIMAN Peningkatan

Dalam dokumen III Tindak Lanjut Rekomendasi DPRD (Halaman 51-54)

Berdasarkan Permendagri Nomor : 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah, urusan pemerintah daerah

PERANGKAT DAERAH

4. PERUMAHAN RAKYAT DAN PERMUKIMAN Peningkatan

Kualitas penyediaan dan rehabilitasi rumah yang layak huni bagi korban bencana provinsi terlaksana.

1. Pada APBD Prov Jateng TA 2021 telah dianggarkan untuk Penanganan Rumah pasca bencana untuk Peningkatan Kualitas (PK) dan Pembangunan Baru (PB) sebanyak 141 Unit dengan rincian:

a. Pembangunan Rumah bagi Korban Bencana, sebanyak target 23 Unit Rumah

b. Rehabilitasi Rumah bagi Korban Bencana sebanyak 118 Unit Rumah

2. Pada APBD TA 2022 sudah diusulkan untuk penanganan rumah pasca bencana melalui Peningkatan Kualitas (PK) dan Pembangunan Baru (PB) sebanyak 67 Unit dengan rincian:

a. Pembangunan Rumah bagi Korban Bencana sebanyak 16 Unit.

b. Rehabilitasi Rumah bagi Korban Bencana sebanyak 51 unit.

3. Diharapkan akhir RPJMD Tahun 2023 dapat mencapai Target 892 unit.

4. Mendorong kepada Pemerintah Kabupaten/ Kota dan Pemerintah Desa untuk dapat melaksanakan kegiatan penyediaan dan rehabilitasi rumah layak huni bagi korban bencana.

● Tertanganinya Rumah Pasca Bencana bagi masyarakat miskin di Jateng melalui

peningkatan kualitas (PK) dan pembangunan bentuk JPE bagi masyarakat miskin terdampak pandemic Covid 19 yaitu dengan dilibatkan dalam Tidak Layak Huni

Untuk memenuhi target Capaian kumulatif Peningkatan jumlah penerima Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Provinsi Jawa Tengah sebesar 30% dari baseline 1.582.024 unit yaitu sebanyak 475.607 unit, ditempuh melalui:

● Tertanganinya RTLH di Provinsi Jawa Tengah dari

Disperakim

NO

REKOMENDASI DPRD ATAS LKPJ

GUBERNUR JATENG TA 2020

TINDAK LANJUT

(RTLH) di Provinsi Jawa Tengah sebesar 30% dari baseline 1.582.024 unit.

1. Pada APBD Murni Tahun 2021 sudah ditargetkan sebanyak 42.550 unit RTLH, tetapi terjadi penyesuaian anggaran, sehingga target menjadi 11.292;

2. Penanganan RTLH melalui berbagai sumber pembiayaan dari tahun 2019-2020 sebanyak 177.800 Unit. Sampai dengan status pertengahan Desember tahun 2021 Penanganan RTLH pada tahun 2021 yang berasal dari berbagai sumber pembiayaan sebanyak 52.072 Unit, terdiri dari 30.943 Unit ditangani oleh APBN, 11.154 Unit ditangani APBD Provinsi Jawa Tengah, 8.346 Unit ditangani oleh APBD Kabupaten/Kota, 1.488 Unit ditangani oleh dana CSR dan sumber-sumber pembiayaan lainnya.

Sehingga capaian kumulatif RTLH sejak tahun 2018 s.d.

pertengahan Desember Tahun 2021 (Tolong diupdate sampai dengan akhir Desember 2021) sebanyak 330.571 unit.

3. Mendorong mengintegrasikan program penanganan RTLH dari sumber pendanaan yang lain (APBN, APBD Kab/ Kota, CSR, Dana Desa, dll).

4. Mendorong peran serta swadaya dari masyarakat dalam penanganan RTLH juga stakeholder terkait (kemitraan dan kerjasama).

Rencana penangan Tahun 2022:

1. Sudah diusulkan dalam APBD Prov Jateng TA 2022 untuk penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Provinsi Jawa Tengah melalui : Program Pengembangan Perumahan Kegiatan Pendistribusian dan Serah Terima Rumah bagi Korban Bencana atau Relokasi Program Provinsi Sub Kegiatan Pelaksanaan Pembagian Rumah bagi Korban Bencana Provinsi atau Relokasi Program Provinsi, sebanyak 11.292 unit.

2. Meningkatkan usaha mendorong mengintegrasikan program penanganan RTLH dari sumber pendanaan yang lain (APBN, APBD Kab/ Kota, CSR, Dana Desa, dll) maupun dari swadaya masyarakat dan kemitraan

berbagai sumber bentuk JPE bagi masyarakat miskin terdampak pandemic Covid 19 yaitu dengan dilibatkan dalam kegiatan pembangunan dan rehab RTLH yang dilaksanakan di Provinsi Jawa Tengah yang merupakan kewenangan Provinsi tertangani 60%

Untuk menangani kawasan permukiman kumuh di Provinsi Jawa Tengah telah dianggarkan melalui Program Peningkatan Prasarana, Sarana Dan Utilitas Umum (PSU)- Kegiatan Urusan Penyelenggaraan PSU Permukiman dan Sub Kegiatan dengan rincian realisasi sebagai berikut : pada Tahun 2021 telah dilakukan penanganan kawasan permukiman kumuh seluas 379 Ha yang terdiri dari luasan kumuh <10 Ha seluas 12,89 Ha, luasan kumuh 10-15 Ha seluas 32,29 Ha dan luasan kumuh >15 Ha seluas 333,81 Ha

Berdasarkan data-data tersebut Provinsi Jawa Tengah sejak Tahun 2018-2021 telah dapat menangani kawasan permukiman kumuh seluas total 2.123,17 Ha, untuk yang luasan 10-15 Ha totalnya seluas 267,89 Ha. Berdasarkan data tersebut kinerja penanganan kawasan kumuh di

● Tertanganinya kawasan permukiman kumuh di Provinsi Jawa Tengah secara terintegrasi mulai dari pusat, provinsi dan

NO

REKOMENDASI DPRD ATAS LKPJ

GUBERNUR JATENG TA 2020

TINDAK LANJUT

TUJUAN / MASALAH YANG

DISELESAIKAN

PERANGKAT DAERAH

I II III IV V

Provinsi Jawa Tengah sangat baik, karena secara kumulatif sudah menangani sebanyak 70,66%.

Kewena ngan Penanga

nan

Luasan Kawasan

Kumuh (Ha)

Penanga nan 2021

Total Penanganan

s.d Tahun 2021

Sisa Kawasan

Kumuh 2021 (Ha)

% Capaian Kumulat

if s.d 2021 Kab/

Kota (<

10 Ha)

629,01 12,89 420,56 208,45 66,86

Provinsi (10-15 Ha)

474,66 32,29 267,90 206,77 56,44

Pusat (> 15 Ha)

1900,92 333,81 1.434,72

466,20 75,48 TOTAL 3004,59 378,99 2.123,17 881,42 70,66

Disamping itu dilakukan pula melalui :

1. Perencanaan Penyediaan PSU Permukiman, yaitu:

⮚ Melakukan integrasi penanganan kawasan permukiman kumuh antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

⮚ Melakukan koordinasi terkait pemantauan penanganan kawasan permukiman kumuh dengan Pusat dan Kabupaten/Kota.

2. Koordinasi dan Sinkronisasi dalam Rangka Penyediaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Permukiman, yaitu :

⮚ Melakukan pembinaan kepada Kabupaten/Kota pada tahapan pengajuan usulan bantuan keuangan sarana dan prasarana sesuai dengan indikator kekumuhan sehingga dapat mempercepat kinerja penanganan kawasan permukiman kumuh.

3. Penyediaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum di Permukiman untuk Menunjang Fungsi Permukiman, yaitu :

⮚ Salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam rangka pengurangan kawasan permukiman kumuh adalah dengan menyelenggarakan lomba habitat, yang memiliki hadiah lomba berupa penyediaan/perbaikan sarana dan prasarana di Kabupaten/Kota pemenang.

Rencana penanganan Tahun 2022:

Sudah diusulkan melalui 2 (dua) program yakni sebagai berikut :

1. Program Kawasan Permukiman

a. Kegiatan Penataan Kawasan Permukiman Kumuh dengan Luas 10 (Sepuluh) Ha sampai dengan di Bawah 15 (Lima belas) Ha - Sub Kegiatan Pembinaan Kelompok Swadaya Masyarakat di Permukiman Kumuh, melalui :

⮚ Melakukan integrasi penanganan kawasan permukiman kumuh antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

NO

REKOMENDASI DPRD ATAS LKPJ

GUBERNUR JATENG TA 2020

TINDAK LANJUT

TUJUAN / MASALAH YANG

DISELESAIKAN

PERANGKAT DAERAH

I II III IV V

Sub Kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Pengendalian Penataan Pemugaran/ Peremajaan/

Pemukiman Kembali Permukiman kumuh melalui :

⮚ Melakukan koordinasi terkait pemantauan penanganan kawasan permukiman kumuh dengan Pusat dan Kabupaten/Kota.

b. Kegiatan Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman Kumuh dengan Luas 10 (Sepuluh) Ha sampai dengan di Bawah 15 (Lima Belas) Ha Sub Kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Pengendalian Penyelenggaraan Pemugaran / Peremajaan/ Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh dan Rumah Tidak Layak Huni untuk Pencegahan terhadap Tumbuh dan Berkembangnya Permukiman Kumuh dengan Luas 10 (Sepuluh) Ha sampai dengan di Bawah 15 (Lima Belas) Ha

⮚ Melakukan pembinaan kepada Kabupaten/Kota pada tahapan pengajuan usulan bantuan keuangan sarana dan prasarana sesuai dengan indikator kekumuhan sehingga dapat mempercepat kinerja penanganan kawasan permukiman kumuh.

2. Program Peningkatan Prasarana, Sarana Dan Utilitas Umum (PSU) - Kegiatan Urusan Penyelenggaraan PSU Permukiman – Sub Kegiatan Penyediaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum di Permukiman untuk Menunjang Fungsi Permukiman, melalui :

 Salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam rangka pengurangan kawasan permukiman kumuh adalah dengan menyelenggarakan lomba habitat yang memiliki hadiah lomba berupa penyediaan/perbaikan sarana dan prasarana di Kabupaten/Kota pemenang.

5. KETENTERAMAN, KETERTIBAN UMUM, DAN PELINDUNGAN MASYARAKAT

Dalam dokumen III Tindak Lanjut Rekomendasi DPRD (Halaman 51-54)