BAB V KESIMPULAN, SARAN DAN KELEMAHAN
C. Kelemahan
1. Yang melakukan penelitian teman sejawat dan tidak ada
konsekuensinya, sehingga sampel kurang sungguh-sungguh dalam
melakukan kegiatan eksperimen dan belajar.
2. Cara mengatasi miskonsepsi tidak disesuaikan dengan penyebab
terjadinya miskonsepsi.
3. Kegiatan eksperimen tidak dipadukan dengan kemampuan manipulasi
matematis dan berpikir logis.
66
4. Eksperimen tidak dilakukan di dalam kelas. Eksperimen yang
dilakukan di dalam kelas, kemudian dibentuk kelompok-kelompok
DAFTAR PUSTAKA
Arbiyanti, P. Diktat Kuliah Fisika Program Studi Mekatronika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Berg, Euwe van den. 1991. Miskonsepsi Fisika dan Remidiasi. Salatiga: Penerbit Universitas Kristen Satya Wacana.
Druxes, H., Born, G dan Siemsen, F. 1986. Kompendium Didaktik Fisika. Bandung: CV Remadja Karya.
Gunawan, A. 1999. Miskonsepsi tentang Konsep Listrik Arus Searah pada Siswa Kelas I SMU di Kodya Yogyakarta. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.
Kanginan, M. 2000. Fisika 2000 1B. Jakarta: Penerbit Erlangga. Kanginan, M. 2000. Fisika SLTP 1B. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Kartika Budi, Fr.Y., 1992. Pemahaman Konsep Gaya dan Beberapa Salah Konsepsi yang Terjadi. Widya Dharma No 1 Th III. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.
Mangunwiyoto, W. 1989. Fisika untuk SMA Edisi 2 Jilid 2A. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Mangunwiyoto, W. 1989. Kitab Penuntun Fisika Edisi kedua Jilid 2A. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Sarkim, T. 2004. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau Sains (Fisika). Hand Out Kuliah Metode Pembelajaran Fisika. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.
Sarkim, T. 2004. Metode Eksperimen. Hand Out Kuliah Metode Pembelajaran Fisika. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.
Streeter, V. 1990. Mekanika Fluida Edisi 8 Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga. Streeter, V. 1991. Mekanika Fluida Edisi 8 Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga. Sukmadinata, Nana Sy. 2006. Metode Pendidikan Penelitian. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya.
Suparno, P. 1998. Miskonsepsi (Konsep Alternatif) Siswa SMU dalam Bidang Fisika. Pendidikan Sains yang Humanistik. Yogyakarta : Kanisius. 95-111.
Suparno, P. 2000. Diktat Kuliah Penelitian Pendidikan Fisika. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.
Suparno, P. 2005. Miskonsepsi dan Perubahan konsep Pendidikan Fisika. Jakarta: Penerbit PT Grasindo.
Utomo, T. dan Ruijter, K. 1985. Peningkatan dan Pengembangan Pendidikan. Jakarta: Penerbit PT Gramedia.
Wahyuli. 2005. Pembelajaran fisika tentang Fluida Bergerak Melalui proses Penemuan Pada Siswa SMA Kelas XI.
http://www.ppsupi.org/abstrakipa05.html 2005.
Wikipedia Indonesia, Ensiklopedia Bebas Berbahasa Indonesia. Eksperimen. http://id.wikipedia.org/wiki/Eksperimen.
Wilantara. 2003. Implementasi Model Belajar Konstruktivis dalam Pembelajaran Fisika untuk Mengubah Miskonsepsi Ditinjau dari Penalaran Formal Siswa.http://www.damandiri.or.id/detail.php?id=239.
Lampiran 1. Angket Mekanika Fluida
ANGKET MEKANIKA FLUIDA
Nama : ... NIM : ...
Perhatikan:
Baca pertanyaan dengan teliti.
Jawaban yang Anda berikan tidak akan mempengaruhi nilai studi Anda.
Semua pertanyaan tidak harus semuanya dijawab. Jawab pertanyaan yang materinya pernah Anda terima.
Jawablah pertanyaan pada titik-titik yang telah disediakan.
Jika Anda mengubah jawaban, jawaban yang sebelumnya jangan dihapus. Jawaban yang sebelumnya cukup dicoret satu kali saja.
Pertanyaan:
1. Apa itu tekanan fluida? ... ... ... 2. Apakah gaya dan tekanan itu sama? ... Jelaskan! ... ... ... 3. Apakah pengertian tekanan pada zat cair sama dengan pengertian tekanan pada zat padat? ... Jelaskan! ... ... ... 4. Dua benda yang massanya sama diletakkan di atas meja, benda mana yang memberikan tekanan lebih besar ke permukaan meja? ... Mengapa? ... ... ...
... 5. Mengapa orang hanya dapat menyelam pada kedalaman tertentu di bawah permukaan laut? ... ... ... 6. Jika tabung di bawah ini diisi air sampai penuh, tekanan dimana yang lebih besar?... Mengapa? ... ... ... ... ... ... B A
7. Apakah tekanan di dalam zat cair bergantung pada kedalaman?... Jika ya mengapa? ... ... ... 8. Bagaimana tekanan di empat titik pada bejana berikut : ... Mengapa?... ... ... ... Jika berbeda, tekanan di mana yang paling besar? ...
B C D
A
9. Pipa diisi dengan air raksa sampai penuh. Tutup ujung pipa yang terbuka dengan jari, balikkan dan masukkan ujung itu ke dalam bejana berisi air raksa, kemudian lepaskan jari penutup.
Menurut anda yang akan terjadi dengan tinggi permukaan air raksa di dalam pipa ... Jelaskan? ... ... ...
10.Bagaimana jika luas penampang pipa berbeda. Seperti gambar di bawah ini : Pada pipa B, air raksa lebih tinggi atau lebih rendah daripada ketinggian air raksa pada pipa A atau bahkan keting-giannya sama? ... ... Pipa A Pipa B Jelaskan! ... ... ... 11.Bagaimana jika pipa dimiringkan. Seperti gambar di bawah ini :
Pada pipa B, air raksa lebih tinggi atau lebih rendah daripada keting-gian air raksa pada pipa A atau bahkan ketinggiannya sama?... ... Pipa A Pipa B Jelaskan!... ... ... 12.Mengapa barometer tidak menggunakan air saja yang lebih mudah didapat?
... ... ... ... 13.Jelaskan mengapa kamu dapat menyedot minuman di dalam botol
menggunakan sedotan? ... ... ... ... 14.Samakah besar tekanan udara luar di dataran rendah (pantai) dengan tekanan udara luar di dataran tinggi (pengunungan)? ... Jelaskan! ...
... ... 15.Gambarkan arah tekanan fluida (air) bekerja pada gambar berikut:
Apa yang dapat anda simpulkan dari arah tekanan fluida yang telah Anda gambar? ... ... ... 16.Mengapa benda mengapung di air? ... ... ... 17.Mengapa benda melayang di air? ...
... ... 18.Mengapa benda tenggelam di air? ...
... ... 19.Apa yang terjadi jika kamu menjatuhkan uang / logam jenis lain ke dalam air? ... Mengapa? ... ... ... 20.Mengapa kapal laut dapat terapung? ... ... ... ... ... ... 21.Apa yang terjadi jika kayu dimasukkan ke dalam air? ... Jelaskan! ... ...
... 22.Apa yang terjadi jika udara dipanaskan (dilihat dari konsep mekanika fluida)? ... ... ... 23.Mengapa balon udara dapat mengudara (naik)? ... ... ... ... 24.Apakah kohesi sama dengan adhesi?... Jika tidak, apa perbedaannya?
... ... ... 25.Apakah volume dan berat fluida dapat berubah? ... Jelaskan?
... ... ... 26.Ada sebuah kertas yang dilipat seperti gambar berikut:
Letakkan kertas tersebut di atas meja kemudian pada bagian bawahnya ditiup. Apa yang akan terjadi? ... ... Mengapa demikian? ... ... ... ... 27.Ada dua buah bola tenis meja yang didekatkan satu sama lain seperti gambar
berikut. Di antara kedua bola tersebut ditiup, ke mana bola tersebut akan bergerak? ... ... ... Mengapa demikian? ...
... ... ... 28.Diameter tabung, tinggi tabung, diameter lubang, jarak antar lubang, dan
ketinggian tabung dari tanah sama. Jumlah lubang ganjil.
Tabung 1 : air dimasukkan terus ke dalam tabung secara terus-menerus. Tabung 2 : air dimasukkan ke dalam tabung sampai penuh kemudian lubang
dibuka.
Gambarkan bagaimana pancaran air dari masing-masing lubang dan berilah tanda silang pada lubang yang pacarannya paling jauh.
Tabung 1 Tabung 2
29.Dua buah lubang yang diameternya sama dan jaraknya dari tanah sama terletak pada sebuah tabung yang mempunyai diameter, tinggi tabung tertentu diletakkan pada ketinggian yang sama tetapi diberikan air dengan cara yang berbeda.
Tabung 1 : air dimasukkan terus ke dalam tabung secara terus-menerus. Tabung 2 : air dimasukkan ke dalam tabung sampai penuh kemudian lubang
dibuka.
Gambarkan bagaimana pancaran air dari masing-masing lubang?
Tabung 1 Tabung 2
30.Diameter tabung, tinggi tabung, diameter lubang, jarak antar lubang, dan ketinggian tabung dari tanah sama. Jumlah lubang genap.
Tabung 1 : air dimasukkan terus ke dalam tabung secara terus-menerus. Tabung 2 : air dimasukkan ke dalam tabung sampai penuh kemudian lubang
dibuka.
Gambarkan bagaimana pancaran air dari masing-masing lubang ?
Tabung 1 Tabung 2
Lampiran 2. Daftar Jumlah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Angkatan 2002 – 2006
DAFTAR JUMLAH MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA
ANGKATAN 2002 – 2006
No Angkatan Jumlah Mahasiswa
1 2002 31 orang 2 2003 34 orang 3 2004 48 orang 4 2005 31 orang 5 2006 24 orang Total 168 orang
Lampiran 3. Data Angket Angkatan 2002
DATA ANGKET ANGKATAN 2002 SOAL NO. NO MAHASISWA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1. 0201 M N K K K M K M N O O N N N M M O M M M M N N O N N M M K M 2. 0202 M N O N K M K K N O O N K N O K K K M K K M K O M K K M K M 3. 0203 N M K M K N K M N M K O M M O K K K M M M O M N N M N M N M 4. 0204 M O O M O K N M O O O M N M O M K M M K M O M N N M M M O M 5. 0205 M N M K K O K M M M N N M N O K K K M M M M M O N N O M K M Σ K - - 2 2 4 1 4 1 - - 1 - 1 - - 3 4 3 - 2 1 - 1 - - 1 1 - 3 -Σ M 4 1 1 2 - 2 - 4 1 2 - 1 2 2 1 2 - 2 5 3 4 2 3 - 1 2 2 5 - 5 Σ N 1 3 - 1 - 1 1 - 3 - 1 3 2 3 - - - - - - - 1 1 2 4 2 1 - 1 -Σ O - 1 2 - 1 1 - - 1 3 3 1 - - 4 - 1 - - - - 2 - 3 - - 1 - 1 -Keterangan : Σ K = Jumlah mahasiswa yang jawabannya sesuai dengan konsep.
Σ M = Jumlah mahasiswa yang masih mengalami miskonsepsi. N = Jumlah mahsiswa yang jawabannya tidak bisa diidentifikasi.
Σ
Σ O = Jumlah mahasiswa yang tidak menjawab pertanyaan.
K = Jawabannya sesuai dengan konsep. M = Masih mengalami miskonsepsi.
N = Jawabannya tidak bisa diidentifikasi. O = Tidak menjawab pertanyaan.
Lampiran 4. Data Angket Angkatan 2003
DATA ANGKET ANGKATAN 2003 SOAL NO. NO MAHASISWA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1. 0301 M N M K K K K K N N N K K N K K K K K N K N K N M N N M N M 2. 0302 O N M K K N M M M M O M N M N K K K M N M N N N M M M M M M 3. 0303 N N O K K K O K K K K N N K K K K K M K K N N N O N N O O O 4. 0304 N N M M K M M M K M N O N N M N N N M O M N M N M K K M K M 5. 0305 M N K K K M M K K K K O N K O K K K M K M K K K K K K M N M 6. 0306 N N N K K K K M O O O K O O O O N N M O M O N N M O N M K M 7. 0307 N N M K K K K K K N K O K K K K K K K K K N K K K K K M K M 8. 0308 N N N K N K N K N K N O O K O K M K M K M K K K O K M M K M 9. 0309 N N M K K M M N O M M O N M N K K K M O M N O K K K K M K M 10. 0310 M N O K K K K M O O O O O M O K K K M K O O K O N O N M N O 11. 0311 M N N M K M M M K M K N K K K K K K M K K N K K K K K M K M 12. 0312 M N M K K K K K N M M K K M M K K K M K K M N K K K K M M M 13. 0313 M K O K K M M N K K K O N K M M M K M K K M N K O O K K M K 14. 0314 M N K K K M M N N M M N K N K K N N K K M M K K M K K M K K 15. 0315 N K N K O M M M O O O O O O O K K K O O O O O O O O N M K O 16. 0316 M N M N N N N M N M O O N N O K K K M O M O M K N M O M O O 17. 0317 M K O K K K K K N M N N M N M N N N M N K N M M M K N M K M 18. 0318 M K O K K K K K N O O K K N K K K K K K K N K K K K K M K M Σ K - 4 2 15 15 9 7 8 6 4 5 4 6 6 6 14 12 14 4 10 8 2 8 10 6 10 9 1 10 2 Σ M 10 - 7 2 - 7 8 7 1 8 3 1 1 4 4 1 2 - 13 - 8 3 3 1 6 2 2 16 3 12 Σ N 7 14 4 1 2 2 2 3 7 2 4 4 7 6 2 2 4 4 - 3 - 9 5 5 2 2 6 - 3 -Σ O 1 - 5 - 1 - 1 - 4 4 6 9 4 2 6 1 - - 1 5 2 4 2 2 4 4 1 1 2 4 Keterangan : Σ K = Jumlah mahasiswa yang jawabannya sesuai dengan konsep.
Σ M = Jumlah mahasiswa yang masih mengalami miskonsepsi. N = Jumlah mahsiswa yang jawabannya tidak bisa diidentifikasi.
Σ
77
O = Jumlah mahasiswa yang tidak menjawab pertanyaan.
Σ
K = Jawabannya sesuai dengan konsep. M = Masih mengalami miskonsepsi.
N = Jawabannya tidak bisa diidentifikasi. O = Tidak menjawab pertanyaan.
Lampiran 5. Data Angket Angkatan 2004
DATA ANGKET ANGKATAN 2004
78 SOAL NO. NO MAHASISWA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1. 0401 N N N K K O K O N M O N O K O K K K M M M O O N O O O O O O 2. 0402 O N N K K K K K O O O K N K K K K K M M M N K N O K K M K M 3. 0403 O N N K K M M O M M O O K M O K K K O N K N K N N K K M K M 4. 0404 K N K K K K K K M N M N K N M K K K M K M K K K O K K M N O 5. 0405 N N O K K K M O N M O O O K O K K K M M O O O O O O O O O O 6. 0406 M K M M K N K N N M O N N M O K K K M O K N O K O N N O O O 7. 0407 M N O N K M M K M M O N K N O K K K M N M N K K N K K M M K 8. 0408 M K O K N K N M K M M N M K N K K K M N M O M N O K K O M O 9. 0409 N N N K M K M N K M O N K O N K K K M K M N K N K K K M N M 10. 0410 K N K K K O K K M N N M O O M K K K M O M N N K O N K O O O 11. 0411 N N K K K K K K K K K M K N N N N N M N M N K M M K K M N M 12. 0412 N N N K K O M O N M O O O K O K K K M M M O O N O O O O O O 13. 0413 O N N K K N O N O O O O K N M K K K M O O N N N O N N M N O 14. 0414 K K M K N K K N N M M N N N N K K K K N K N N K O K K M M M 15. 0415 N N M K K N K N O O O O O K K K K K M K N O O N O K K M K M 16. 0416 K N N K K K K K K M M O K N N K K K M M M K N K M K K M K M 17. 0417 K N N K K N K K N M M K O K K K K K M K M N K N N K K M K M 18. 0418 M K M K O O O O O O O O O O O M M M M O O O O O O O O M O O 19. 0419 M N N K K M K K M M K K O O O K K K M O M M N K O N K O O O 20. 0420 K N M K K K K K K M K K N N N K K K M N M M M N K K K M K M 21. 0421 M K M K O N O O O O O O O O O K K K M O O O O O O O O O O O 22. 0422 K N O K K K K M M M O N K M K K K K M M M O O N O O O O O O 23. 0423 M K N K K M K O O O O O M O O O O O O O O O O O O O O O O O 24. 0424 M K N K K K K M N M K N N M N K K K M O K N K K O N N O O O 25. 0425 M O M K K K K O N M M N K M O K K K M K M N N N O N M O O O 26. 0426 N N N K K O M O N M O O O K O K K K M M M O O O O O O O O O 27. 0427 O O O K K K K N M O O O K N O K K K M K M K K K N K O M M O
SOAL NO. NO NIM 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 28. 0428 N N K K K K K K K M M N M N N K K K M K M N O K M M N O O O 29. 0429 N N N K K N K O N M N N O O O K K K M O M N O O O O O M N M 30. 0430 M K O K O K N K N K K O M K M K K K M O M N O N O O N M O O 31. 0431 M N K N M K K K K O O O K K M K K N M K M N N K N K K O O O 32. 0432 M K O K N K K M N M M N N N O K K K M K M O N K O N N M O O 33. 0433 M O N M N K K O O O O N O O O K K K M M O N N O O O O O O O 34. 0434 O N N K K N N M M M O O O M N K K K M M K N K N M O N M K M 35. 0435 M K M K K M K M N O O N N N N K K K M K O O K K M N N O O O Σ K 7 10 5 31 26 18 23 12 7 2 5 4 11 10 4 32 32 31 1 10 5 3 11 13 2 14 15 - 7 1 Σ M 14 2 - 8 2 5 6 6 8 21 8 2 4 6 5 1 1 1 32 9 22 2 2 1 5 1 1 18 4 11 Σ N 9 22 15 2 4 7 3 6 13 2 2 15 7 11 10 1 1 2 - 6 1 18 9 14 5 8 8 - 5 - Σ O 5 3 7 - 3 5 3 11 7 10 20 14 13 8 16 1 1 1 2 10 7 12 13 7 23 12 11 17 19 23 Keterangan : Σ K = Jumlah mahasiswa yang jawabannya sesuai dengan konsep.
Σ M = Jumlah mahasiswa yang masih mengalami miskonsepsi. N = Jumlah mahsiswa yang jawabannya tidak bisa diidentifikasi.
Σ
Σ O = Jumlah mahasiswa yang tidak menjawab pertanyaan.
K = Jawabannya sesuai dengan konsep. M = Masih mengalami miskonsepsi.
N = Jawabannya tidak bisa diidentifikasi. O = Tidak menjawab pertanyaan.
Lampiran 6. Data Angket Angkatan 2005
DATA ANGKET ANGKATAN 2005 SOAL NO. NO MAHASISWA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1. 0501 M N N M K M K M O O O O N N N K K K K N M N K K N N N M N N 2. 0502 M K O K K M M M N K K O M N K K K K M N M K N K O N N M O O 3. 0503 M K O K K M M M N M O O M K N K K K M O M K K K O N O M O O 4. 0504 O O O M O M O M O O O N K N O K K K M M O O O O O O O O O O 5. 0505 O N N M N N N N O O O O N N O M K M N O M O N N O M O M M M 6. 0506 O N M K K M K M N M O N M N O K K K M K N N M N O K O M O M 7. 0507 K K N K N M K K N O O O M K O K K K M K M M K K N N N M M M 8. 0508 N K M K K K K K N N O N K K M K K K M K K K K K N K K M M M 9. 0509 N N O K K K M K K O O K N N O K K K O M M O O N O N N M K M 10. 0510 M N N K K K K M M M M O N M O K K K N K K K K O K K K M K M 11. 0511 O O O K M M O K N O O O K K M K K K M K O M K N K K K M O O 12. 0512 O K M K K K N K M K N N K N M K K K M K M M M M O K O N N M 13. 0513 O N O M K N N M M O O O M N O O O O M N N O O N O O O O N M 14. 0514 M N O K K K O K N K K N N K K K K K M O K N N N O N N O O O 15. 0515 O N O K O M K O N M O O O M O K K K M K M O O N O M M M O O 16. 0516 N K K K K K K K O M M N K M O K K K M K K K K K N K K M K M Σ K 1 6 1 12 11 6 7 7 1 3 2 1 5 5 2 14 15 14 1 8 4 5 7 6 2 6 4 - 3 -Σ M 5 - 3 4 1 8 3 7 3 5 2 - 5 3 3 1 - 1 12 2 8 3 2 1 - 2 1 12 3 9 Σ N 3 8 4 - 2 2 3 1 8 1 1 6 5 8 2 - - - 2 3 2 3 3 7 4 6 5 1 3 1 Σ O 7 2 8 - 2 - 3 1 4 7 11 9 1 - 9 1 1 1 1 3 2 5 4 2 10 2 6 3 7 6 Keterangan : Σ K = Jumlah mahasiswa yang jawabannya sesuai dengan konsep.
Σ M = Jumlah mahasiswa yang masih mengalami miskonsepsi. N = Jumlah mahsiswa yang jawabannya tidak bisa diidentifikasi.
Σ
Σ O = Jumlah mahasiswa yang tidak menjawab pertanyaan.
K = Jawabannya sesuai dengan konsep. M = Masih mengalami miskonsepsi.
N = Jawabannya tidak bisa diidentifikasi. O = Tidak menjawab pertanyaan.
Lampiran 7. Data Angket Angkatan 2006
DATA ANGKET ANGKATAN 2006 SOAL NO. NO NIM 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1. 0601 M N N K K M K O O M N O M N K K K K M K M N K N M K K M O M 2. 0602 K N M K K K K K K K N O O K O K K K M O M K K N O K K M O O 3. 0603 M N M M N N K M M N N O M N M M M M K M M M N O M M M M K M 4. 0604 N N N K K M K N K K M K K K K K K K M K M N K K K K K M M M 5. 0605 M N K K K K M O M M K O K M M K K M M N K K K N N K K M K O 6. 0606 O O O O K M K O O O O O O K O M K N M N K O N O O M O M N M Σ K 1 - 1 4 5 2 5 1 2 2 1 1 2 3 2 4 5 3 1 2 2 2 4 1 1 4 4 6 2 4 Σ M 3 - 2 1 - 3 1 1 2 2 1 - 2 1 2 2 1 2 5 1 4 1 - - 2 2 1 - 1 -Σ N 1 5 2 - 1 1 - 1 - 1 3 - - 2 - - - 1 - 2 - 2 2 3 1 - - - 1 -Σ O 1 1 1 1 - - - 3 2 1 1 5 2 - 2 - - - - 1 - 1 - 2 2 - 1 - 2 2 Keterangan : Σ K = Jumlah mahasiswa yang jawabannya sesuai dengan konsep.
Σ M = Jumlah mahasiswa yang masih mengalami miskonsepsi. N = Jumlah mahsiswa yang jawabannya tidak bisa diidentifikasi.
Σ
Σ O = Jumlah mahasiswa yang tidak menjawab pertanyaan.
K = Jawabannya sesuai dengan konsep. M = Masih mengalami miskonsepsi.
N = Jawabannya tidak bisa diidentifikasi. O = Tidak menjawab pertanyaan.
Lampiran 8. Data Angket Tanpa NIM
DATA ANGKET TANPA NIM SOAL NO. NO MAHASISWA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1. 0001 N N M K M N M M O M O N K M N K K K M K M N O O O O O O O O 2. 0002 O K O K K K K K O O O N O M O K K K M K M K K M O K N O O O 3. 0003 M N N K K M K K M M M O O O N K K K M O M N N K O K K M K M 4. 0004 K N M K K M M K K M K K N N N K K K M K M M N K O K K O O O 5. 0005 M N O K M N N K N O O O N N O N M O M O M N K O N K K O O O 6. 0006 K N M K K N N O M M M M M M M K K K M K M M N N K M M M M M 7. 0007 M N N M M K M O N M M O O M O M M K M K M O N N O M M O O O 8. 0008 O O O M M K M O M O O O O K M K K K M N M O M O M N O M K M 9. 0009 O O O K K K M O N O O O O N O K K K M N M O M N O O O O O O 10. 0010 O N N M O M K O O M O O N M O K K K O O O O O N O N N O O O 11. 0011 O O O K K K M O O O O O N O O K K N M M M O M N M N O O O O 12. 0012 N N O K K N K O O M O O N M O K K K M N M O N N M N N M O M 13. 0013 N N O K K N K O O O O O N M O K K K M N M O N N M N N M O O Σ K 2 1 - 10 8 5 5 4 1 - 1 1 1 1 - 11 11 11 - 5 - 1 2 2 1 4 3 - 2 -Σ M 3 - 3 3 4 3 6 1 3 7 3 1 1 7 2 1 2 - 12 1 12 2 3 1 4 2 2 5 1 4 Σ N 3 9 3 - - 5 2 - 3 - - 2 6 3 3 1 - 1 - 4 - 3 6 7 1 5 4 - - -Σ O 5 3 7 - 1 - - 8 6 6 9 9 5 2 8 - - 1 1 3 1 7 2 3 7 2 4 8 10 9
Keterangan : Σ K = Jumlah mahasiswa yang jawabannya sesuai dengan konsep. Σ M = Jumlah mahasiswa yang masih mengalami miskonsepsi.
N = Jumlah mahsiswa yang jawabannya tidak bisa diidentifikasi.
Σ
Σ O = Jumlah mahasiswa yang tidak menjawab pertanyaan.
K = Jawabannya sesuai dengan konsep. M = Masih mengalami miskonsepsi.
N = Jawabannya tidak bisa diidentifikasi. O = Tidak menjawab pertanyaan.
Lampiran 9. Rekapitulasi Data Angket
REKAPITULASI DATA ANGKET SOAL NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 2002 - - 2 2 4 1 4 1 - - 1 - 1 - - 3 4 3 - 2 1 - 1 - - 1 1 - 3 -2003 - 4 2 15 15 9 7 8 6 4 5 4 6 6 6 14 12 14 4 10 8 2 8 10 6 10 9 1 10 2 2004 7 10 5 31 26 18 23 12 7 2 5 4 11 10 4 32 32 31 1 10 5 3 11 13 2 14 15 - 7 1 2005 1 6 1 12 11 6 7 7 1 3 2 1 5 5 2 14 15 14 1 8 4 5 7 6 2 6 4 - 3 -2006 1 - 1 4 5 2 5 1 2 2 1 1 2 3 2 4 5 3 1 2 2 2 4 1 1 4 4 6 2 4 ΣK Tanpa NIM 2 1 - 10 8 5 5 4 1 - 1 1 1 1 - 11 11 11 - 5 - 1 2 2 1 4 3 - 2 -Total 11 21 11 74 69 41 51 33 17 11 15 11 26 25 14 78 79 76 7 37 20 13 33 32 12 39 36 7 27 7 2002 4 1 1 2 - 2 - 4 1 2 - 1 2 2 1 2 - 2 5 3 4 2 3 - 1 2 2 5 - 5 2003 10 - 7 2 - 7 8 7 1 8 3 1 1 4 4 1 2 - 13 - 8 3 3 1 6 2 2 16 3 12 2004 14 - 8 2 2 5 6 6 8 21 8 2 4 6 5 1 1 1 32 9 22 2 2 1 5 1 1 18 4 11 2005 5 - 3 4 1 8 3 7 3 5 2 - 5 3 3 1 - 1 12 2 8 3 2 1 - 2 1 12 3 9 2006 3 - 2 1 - 3 1 1 2 2 1 - 2 1 2 2 1 2 5 1 4 1 - - 2 2 1 - 1 -ΣM Tanpa NIM 3 - 3 3 4 3 6 1 3 7 3 1 1 7 2 1 2 - 12 1 12 2 3 1 4 2 2 5 1 4 Total 39 1 24 14 7 28 24 26 18 45 17 5 15 23 17 8 6 6 79 16 58 13 13 4 18 11 9 56 12 41 2002 1 3 - 1 - 1 1 - 3 - 1 3 2 3 - - - - - - - 1 1 2 4 2 1 - 1 -2003 7 14 4 1 2 2 2 3 7 2 4 4 7 6 2 2 4 4 - 3 - 9 5 5 2 2 6 - 3 -2004 9 22 15 2 4 7 3 6 13 2 2 15 7 11 10 1 1 2 - 6 1 18 9 14 5 8 8 - 5 -2005 3 8 4 - 2 2 3 1 8 1 1 6 5 8 2 - - - 2 3 2 3 3 7 4 6 5 1 3 1 2006 1 5 2 - 1 1 - 1 - 1 3 - - 2 - - - 1 - 2 - 2 2 3 1 - - - 1 -ΣN Tanpa NIM 3 9 3 - - 5 2 - 3 - - 2 6 3 3 1 - 1 - 4 - 3 6 7 1 5 4 - - -Total 24 61 28 4 9 18 11 11 34 6 11 30 27 33 17 4 5 8 2 18 3 36 26 38 17 23 24 1 13 1
SOAL NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 2002 - 1 2 - 1 1 - - 1 3 3 1 - - 4 - 1 - - - - 2 - 3 - - 1 - 1 -2003 1 - 5 - 1 - 1 - 4 4 6 9 4 2 6 1 - - 1 5 2 4 2 2 4 4 1 1 2 4 2004 5 3 7 - 3 5 3 11 7 10 20 14 13 8 16 1 1 1 2 10 7 12 13 7 23 12 11 17 19 23 2005 7 2 8 - 2 - 3 1 4 7 11 9 1 - 9 1 1 1 1 3 2 5 4 2 10 2 6 3 7 6 2006 1 1 1 1 - - - 3 2 1 1 5 2 - 2 - - - - 1 - 1 - 2 2 - 1 - 2 2 ΣO Tanpa NIM 5 3 7 - 1 - - 8 6 6 9 9 5 2 8 - - 1 1 3 1 7 2 3 7 2 4 8 10 9 Total 19 10 30 1 8 6 7 23 24 31 50 47 25 12 45 3 3 3 5 22 12 31 21 19 46 20 24 29 41 44
Keterangan : Σ K = Jumlah mahasiswa yang jawabannya sesuai dengan konsep. Σ M = Jumlah mahasiswa yang masih mengalami miskonsepsi.
N = Jumlah mahsiswa yang jawabannya tidak bisa diidentifikasi.
Σ
Lampiran 10. Rekapitulasi Data Angket Setiap Mahasiswa Angkatan 2002
REKAPITULASI DATA ANGKET SETIAP MAHASISWA ANGKATAN 2002
JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA
No Mahasiswa K M N O 1 0201 5 12 9 4 2 0202 13 7 5 5 3 0203 7 13 7 3 4 0204 3 14 4 9 5 0205 7 13 6 4 35 59 31 25
Keterangan : K = Jawabannya sesuai dengan konsep. M = Masih mengalami miskonsepsi.
N = Jawabannya tidak bisa diidentifikasi. O = Tidak menjawab pertanyaan.
Lampiran 11. Rekapitulasi Data Angket Setiap Mahasiswa Angkatan 2003
REKAPITULASI DATA ANGKET SETIAP MAHASISWA ANGKATAN 2003
JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA No Mahasiswa K M N O 1 0301 14 5 11 0 2 0302 5 15 8 2 3 0303 14 1 9 6 4 0304 5 13 10 2 5 0305 18 7 3 2 6 0306 6 6 8 10 7 0307 22 3 4 1 8 0308 13 6 7 4 9 0309 10 10 6 4 10 0310 9 5 4 12 11 0311 17 9 4 0 12 0312 16 11 3 0 13 0313 14 9 3 4 14 0314 14 9 7 0 15 0315 6 4 3 17 16 0316 4 9 9 8 17 0317 9 10 10 1 18 0318 21 3 3 3 217 135 112 76
Keterangan : K = Jawabannya sesuai dengan konsep. M = Masih mengalami miskonsepsi.
N = Jawabannya tidak bisa diidentifikasi. O = Tidak menjawab pertanyaan.
Lampiran 12. Rekapitulasi Data Angket Setiap Mahasiswa Angkatan 2004
REKAPITULASI DATA ANGKET SETIAP MAHASISWA ANGKATAN 2004
JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA
No Mahasiswa K M N O 1 0401 7 4 6 13 2 0402 15 5 5 5 3 0403 11 7 6 6 4 0404 17 6 5 2 5 0405 7 4 3 16 6 0406 8 6 8 8 7 0407 11 9 7 3 8 0408 10 9 6 5 9 0409 12 7 9 2 10 0410 11 5 6 8 11 0411 13 7 10 0 12 0412 6 5 5 14 13 0413 6 3 11 10 14 0414 13 6 10 1 15 0415 12 4 6 8 16 0416 16 8 5 1 17 0417 16 6 7 1 18 0418 2 7 0 21 19 0419 11 7 4 8 20 0420 16 8 6 0 21 0421 5 3 1 21 22 0422 10 7 3 10 23 0423 4 3 1 22 24 0424 12 5 8 5 25 0425 9 8 6 7 26 0426 6 5 4 15 27 0427 13 5 3 9 28 0428 12 7 7 4 29 0429 6 5 9 10 30 0430 10 6 5 9 31 0431 13 5 6 6 32 0432 9 7 8 6 33 0433 5 4 5 16 34 0434 8 9 8 5 35 0435 10 6 7 7 352 208 206 284
Keterangan : K = Jawabannya sesuai dengan konsep. M = Masih mengalami miskonsepsi.
N = Jawabannya tidak bisa diidentifikasi. O = Tidak menjawab pertanyaan.
Lampiran 13. Rekapitulasi Data Angket Setiap Mahasiswa Angkatan 2005
REKAPITULASI DATA ANGKET SETIAP MAHASISWA ANGKATAN 2005
JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA
No Mahasiswa K M N O 1 0501 8 6 12 4 2 0502 11 8 6 5 3 0503 10 9 3 8 4 0504 4 5 2 19 5 0505 1 8 11 10 6 0506 8 9 7 6 7 0507 12 8 6 4 8 0508 18 6 5 1 9 0509 10 5 7 8 10 0510 15 8 4 3 11 0511 12 6 2 10 12 0512 12 9 6 3 13 0513 1 6 8 15 14 0514 12 2 9 7 15 0515 6 8 3 13 16 0516 19 6 3 2 159 109 94 118
Keterangan : K = Jawabannya sesuai dengan konsep. M = Masih mengalami miskonsepsi.
N = Jawabannya tidak bisa diidentifikasi. O = Tidak menjawab pertanyaan.
Lampiran 14. Rekapitulasi Data Angket Setiap Mahasiswa Angkatan 2006
REKAPITULASI DATA ANGKET SETIAP MAHASISWA ANGKATAN 2006
JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA No Mahasiswa K M N O 1 0601 11 9 6 4 2 0602 16 4 3 7 3 0603 3 18 7 2 4 0604 18 7 5 0 5 0605 14 9 4 3 6 0606 5 6 4 15 67 53 29 31
Keterangan : K = Jawabannya sesuai dengan konsep. M = Masih mengalami miskonsepsi.
N = Jawabannya tidak bisa diidentifikasi. O = Tidak menjawab pertanyaan.
Lampiran 15. Rekapitulasi Data Angket Setiap Mahasiswa Tanpa NIM
REKAPITULASI DATA ANGKET SETIAP MAHASISWA TANPA NIM
JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA No Mahasiswa K M N O 1 0001 6 8 6 10 2 0002 13 4 2 11 3 0003 11 9 5 5 4 0004 14 7 5 4 5 0005 5 5 9 11 6 0006 8 16 5 1 7 0007 3 13 5 9 8 0008 6 12 1 11 9 0009 6 4 4 16 10 0010 4 4 6 16 11 0011 5 6 4 15 12 0012 6 7 9 8 13 0013 6 5 9 10 93 100 70 127
Keterangan : K = Jawabannya sesuai dengan konsep. M = Masih mengalami miskonsepsi.
N = Jawabannya tidak bisa diidentifikasi. O = Tidak menjawab pertanyaan.
Kode 1 – 7 adalah mahasiswa tanpa identitas pada pengisian angket tanggal 8 Agustus 2007.
Kode 8 – 13 adalah mahasiswa tanpa indentitas pada pengisian angket tanggal 6 Februari 2008.
Lampiran 16. Rincian Miskonsepsi
RINCIAN MISKONSEPSI No.
Soal
Miskonsepsi Jumlah
1 Tekanan fluida adalah tekanan yang diberikan oleh zat cair terhadap permukaan di mana zat cair berada.
Tekanan fluida adalah tekanan akibat zat cair pada suatu medium.
Tekanan fluida adalah gaya tekan pada air.
Tekanan fluida adalah tekanan pada zat cair.
Tekanan fluida adalah semacam dorongan yang dilakukan oleh zat cair.
Tekanan fluida adalah berat yang menekan dalam suatu permukaan cairan tertentu.
Tekanan fluida adalah tekanan yang terjadi pada zat cair yang mana terbesar di tempat kecepatan fluidanya adalah terkecil.
Tekanan fluida adalah tekanan yang disebabkan karena adanya aliran.
Tekanan fluida adalah gaya persatuan luas pada kedalaman h di dalam zat cair.
Tekanan fluida adalah gaya ke atas yang dimiliki fluida.
Tekanan fluida adalah gaya yang dimiliki oleh suatu fluida.
Tekanan fluida adalah besarnya gaya yang menekan per satuan luasan permukaan pada suatu benda.
Tekanan fluida adalah gaya yang diberikan oleh fluida terhadap beban / benda lain. Contoh : wadah.
Tekanan fluida adalah gaya yang diberikan fluida tergantung pada fluida yang ditempatinya.
1 1 1 26 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1
2 Gaya dan tekanan itu sama. 1
3 Tekanan pada zat cair sama dengan tekanan pada zat padat karena gaya tersebut menekan pada luasan yang sama.
Tekanan pada zat cair sama dengan tekanan pada zat padat, hanya beda mediumnya.
Tekanan pada zat cair dan tekanan pada zat padat sama-sama membutuhkan gaya.
Tekanan pada zat cair dan tekanan pada zat padat sama-sama gaya per satuan luas.
Tekanan pada zat cair sama dengan tekanan pada zat padat, sama-sama menekan pada benda.
Tekanan pada zat cair sama dengan tekanan pada zat padat.
Tekanan pada zat cair dan tekanan pada zat padat sama-sama gaya per satuan waktu.
Tekanan pada zat padat, ketinggian hanya berpengaruh sedikit. Sedangkan pada tekanan zat cair, sangat dipengaruhi oleh ketinggian.
Tekanan pada zat cair dengan zat padat berbeda karena zat cair mengikut wadahnya bila diberikan tekanan.
4 3 6 1 6 1 1 1
4 Tekanan yang diberikan benda B lebih besar karena luas penampang benda B lebih besar dari benda A.
Tekanan yang diberikan benda A dan B sama besar karena gaya tekan berbanding lurus dengan massa.
Tekanan yang diberikan benda A lebih besar karena tekanan sama dengan gaya.
Benda B memberikan tekanan lebih besar ke permukaan meja karena benda B lebih panjang saat berada di atas permukaan meja sehingga tekanan yang diberikan lebih besar dari A.
Tekanan yang diberikan benda A lebih besar karena benda A lebih tinggi.
Tekanan yang diberikan A lebih besar karena tekanan yang diberikan F = v/a lebih besar.
7 1 1 1 2 1
5 Orang hanya dapat menyelam pada kedalaman tertentu karena gaya apung (tekanan fluida) lebih besar dari berat orang menyelam.
Pada kedalaman tertentu di dalam air, orang tidak dapat mengatasi gaya Archimedes karena gaya ke atas lebih besar, maka orang
1
tidak akan dapat menyelam.
Orang hanya dapat menyelam pada kedalaman tertentu karena semakin dalam tekanannya semakin kecil.
Orang hanya dapat menyelam pada kedalaman tertentu karena orang memiliki massa jenis yang terbatas.
Orang hanya dapat menyelam pada kedalaman tertentu karena ada tekanan ke bawah yang merupakan berat dari penyelam tersebut.
Orang hanya dapat menyelam pada kedalaman tertentu karena semakin dalam, tekanan udara dalam air semakin besar.
1
1
1
1
6 Tekanan di B lebih besar karena dipengaruhi oleh ketinggiannya.
PA > PB maka ρghA > ρghB.
Tekanan di B lebih besar daripada tekanan di A karena gaya berat yang terbesar berada pada B mengingat P = F/A, F semakin besar maka P semakin besar.
Tekanan di B lebih besar daripada tekanan di A karena massa zat cair yang menekan di B lebih banyak bila dibandingkan di A.
Tekanan di A dan B sama besar karena tekanan pada fluida yang tidak mengalir adalah sama.
Tekanan di A lebih besar daripada tekanan di B.
Tekanan di B paling besar karena pada A hanya mendapat tekanan dari udara, sedangkan pada B mendapat tekanan dari udara dan air.
Tekanan di A lebih besar daripada di B karena A kedalamannya lebih tinggi sehingga akan memberikan gaya yang lebih besar.
Tekanan di A lebih besar daripada di B karena tekanan air
dipengaruhi oleh ketinggian. A lebih tinggi dari B. Semakin tinggi air, maka tekanan semakin besar.
Tekanan di A lebih besar daripada di B karena air yang keluar pada lubang A lebih besar daripada B.
Tekanan di A dan B sama besar karena luas penampang pada dua bagian itu sama.
1 1 4 11 1 1 3 1 3 1 1
Tekanan pada zat cair bergantung pada kedalaman karena semakin dalam, berarti luas benda / sistem makin besar sehingga tekanan makin besar.
Tekanan pada zat cair bergantung kedalaman karena semakin dalam maka massa zat cair yang menekan semakin besar sehingga tekanan semakin besar.
Tekanan pada zat cair bergantung kedalaman karena semakin dalam, volume air di atasnya suatu benda akan semakin besar.
Tekanan pada zat cair bergantung kedalaman karena semakin dalam suatu benda terbenam dalam air, gaya apung semakin besar.
Tekanan pada zat cair bergantung kedalaman karena semakin tinggi kedalaman zat cair semakin besar gaya yang diberikan.
Tekanan pada zat cair bergantung pada kedalaman karena tekanan yang disebabkan oleh zat cair pada kedalaman tertentu disebabkan oleh berat kolom zat cair di atasnya.
Tekanan pada zat cair bergantung kedalaman karena semakin dalam, kandungan udaranya besar.
1 8 2 4 1 2 3
8 Tekanan yang paling besar di B dan C sebab dipengaruhi oleh udara luar bejana.
Tekanan di titik BC > AB < CD.
Tekanan di empat titik berbeda-beda. Tekanan di B paling besar karena luas permukaan B lebih besar.
Tekanan di empat titik sama besar karena pada permukaan cairan yang sama.
Tekanan di empat titik berbeda-beda. Tekanan di A paling besar karena luas penampang A paling kecil.
Tekanan di empat titik berbeda-beda. Tekanan di B paling besar karena jika volume tidak sama, maka massa tidak sama sehingga F nya juga tidak sama.
Tekanan di empat titik sama besar karena tidak ada tekanan dari luar.
Tekanan di titik A paling besar karena volume dan luas mempengaruhi. 1 1 3 1 6 2 1 1
Tekanan di empat titik sama besar karena tekanan di mana-mana itu sama.
Tekanan di empat titik berbeda. Kedalamannya sama tetapi massanya berbeda. Tekanan di C paling besar karena massa / volumenya paling besar.
Tekanan di empat titik berbeda karena luas penampang keempat titik berbeda sehingga massanya berbeda. Padahal massa dan luas penampang mempengaruhi tekanan. Sehingga tekanan di titik B paling besar.
Tekanan paling besar di titik B.
Tekanan di empat titik berbeda-beda karena luas permukaan dan dasar bejana berbeda. Tekanan di B paling besar karena luas permukaan B lebih besar dari pada luas dasarnya (letak titik B).
Tekanan di empat titik berbeda.
Tekanan di semua titik berbeda karena titik-titik berbeda selalu ada yang datar dan lancip. Tekanan di titik B paling besar karena dekat dengan tekanan yang rata.
3 1 2 1 1 1 1
9 Permukaan air raksa akan naik karena massa jenis air raksa lebih besar dari massa jenis air.
Tinggi air raksa akan tetap karena adanya tekanan.
Tinggi air raksa tetap karena tekanan air raksa pada ujung pipa sama dengan tekanan udara luar.
Akan ada kolom udara di dalam pipa.
Tinggi air raksa tetap karena tekanan yang diberikan oleh masing-masing permukaan yang bersentuhan sama.
Air raksa akan turun ke bejana memenuhi bejana karena sifat zat cair permukaan selalu sama.
Tinggi air raksa tetap penuh karena ketika air raksa dimasukkan, air raksa di dalam bejana masuk ke ke pipa dan pipa masuk ke bejana. Mereka saling menekan dan tidak ada udara pada bejana, yang mempengaruhi hanya tekanan udara luar.
Air raksa pada pipa akan merosot ke bawah mengakibatkan rongga udara yang bertekanan sama dengan tekanan atmosfer.
Tinggi air raksa akan tetap.
1 2 2 5 1 1 1 1 2
Tinggi air raksa tetap karena gaya yang bekerja pada bejana dan tabung sama.
Air raksa akan naik karena mendapat tekanan dari air.
1
1
10 Ketinggian air raksa pada pipa B lebih rendah dari pipa A karena volume air raksa dipengaruhi oleh luas penampang dan tinggi penampang.
Ketinggian air raksa pada pipa A lebih tinggi dari pipa B.
Ketinggian air raksa pada pipa B lebih rendah dari pipa A karena luas dari pipa berbeda.
Ketinggian air raksa pada pipa A lebih tinggi dari pipa B karena diameter pipa A lebih kecil dari diameter pipa B.
Ketinggian air raksa pada pipa B lebih rendah dari pipa A karena luas penampang pipa B lebih besar dari luas penampang pipa A.
Ketinggian air raksa pada pipa B lebih tinggi dari A karena mendapat tekanan.
Ketinggian air raksa pada pipa B lebih tinggi karena luas penampangnya lebih besar, sedangkan volume raksa yang turun harus sama.
Air raksa pada pipa B lebih rendah dari pipa A karena semakin luas penampang pipa, tekanannya lebih kecil sehingga tingginya juga rendah.
Ketinggian air raksa sama karena ketinggian air raksa pada bidang yang sama akan sama tinggi.
Ketinggian air raksa di pipa B lebih tinggi karena P = F/A. Jadi pipa yang luasan yang lebih besar akan memiliki tekanan yang kecil.
Ketinggian air raksa di pipa A lebih tinggi daripada pipa B karena tekanan itu berbanding terbalik dengan luas (P = F/A).
Ketinggian air raksa di pipa A dan pipa B sama karena zat cair permukaannya selalu sama.
Ketinggian air raksa pada pipa B lebih rendah daripada pipa A. Semakin kecil luas penampang maka akan semakin cepat naiknya air raksa.
Ketinggian air raksa tidak sama, bila V raksa di kedua tabung
5 7 3 1 12 1 1 3 1 2 3 1 1 1
sama, volume B > volume A, maka h di B < h di A.
Ketinggian air raksa pada pipa B lebih tinggi daripada pipa A.
Ketinggian air raksa pada pipa B naik lebih rendah karena udara