• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera

Dalam dokumen BAB II GAMBARAN UMUM KABUPATEN BIREUEN (Halaman 84-89)

D. Daerah Rawan Longsor dan Gerak Tanah

2.3. Aspek Pelayanan Umum

2.3.1. Fokus Layanan Urusan Wajib 1. Pendidikan

2.3.1.10 Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera

Upaya peningkatan kesejahteraan rakyat di Indonesia selama ini terus dilakukan pemerintah melalui berbagai bidang, diantaranya adalah melalui pelaksanaan program keluarga berencana, dengan maksud selain mengendalikan laju pertambahan jumlah penduduk juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Gambaran kondisi kualitas hidup masyarakat dan keberhasilan pelaksanaan program pembangunan bidang keluarga berencana di Kabupaten Bireuen selama ini dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.30

Capaian Program KB dan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Bireuen Tahun 2007-2011

Sumber : BPMPKS Kab. Bireun, 2013

Tingkat capaian keberhasilan program keluarga berencana di Kabupaten Bireuen selama ini dinilai relatif cukup menggembirakan, dimana terlihat kecenderungan peningkatan jumlah akseptor KB selama periode antara tahun 2007-2011. Data tercatat pada tahun 2011 yang lalu, menunjukkan bahwa sebanyak 86 persen dari pasangan usia subur (PUS) di Kabupaten Bireuen merupakan akseptor KB. Di sisi lain, jumlah keluarga yang tergolong kategori keluarga pra sejahtera dan sejahtera I di Kabupaten Bireuen selama ini juga menunjukkan kecenderungan mengalami penurunan, dimana pada tahun 2007 tercatat jumlah keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I adalah sebesar 70,4 persen dari total jumlah kepala keluarga yang ada di Kabupaten Bireuen, sementara pada tahun 2011 jumlah keluarga pra sejahtera dan sejahtera I di

Kabupaten Bireuen telah turun menjadi sebanyak 61,2 persen dari total jumlah kepala keluarga (KK) secara keseluruhan. Namun demikian kiranya tentu masih terus diperlukan upaya-upaya peningkatan kualitas kehidupan masyarakat yang lebih baik dimasa mendatang, agar jumlah keluarga pra sejahtera dan sejahtera I dapat terus diminimalisir dari waktu ke waktu. Hal ini menjadi penting dalam kaitan serta hubungannya dengan upaya peningkatan kualitas SDM daerah ini, dimana taraf kesejahteraan keluarga dinilai sangat menentukan kaulitas pendidikan dan kesehatan masyarakat itu sendiri.

2.3.1.11 Sosial

Terkait dengan upaya penanganan berbagai permasalahan pembangunan di bidang sosial, suatu daerah kiranya perlu memiliki berbagai sarana untuk menampung masyarakat penyandang berbagai masalah sosial yang ada. Adapun keberadaan sarana sosial di Kabupaten Bireuen saat ini meliputi :

- Panti Asuhan : 9 unit - Panti Jompo : 1 unit

Sementara itu, jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang tercatat pada tahun 2011 adalah sebanyak 2.566 orang. Ke depan kiranya juga perlu diperhatikan upaya penanganan dan peningkatan fungsi dan peran dari keberadaan panti jompo dan panti asuhan maupun panti sosial lain yang ada, terutama yang ada di bawah pengelolaan pemerintah daerah, agar supaya dapat lebih meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitasnya, sehingga wujud upaya penanganan masalah sosial di daerah ini akan dinilai lebih meningkat dan semakin baik hendaknya.

2.3.1.12 Ketenagakerjaan

Pengangguran, ketersediaan lapangan kerja serta kualitas SDM tenaga kerja merupakan salah satu permasalahan klasik bidang ketenagakerjaan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bireuen dalam hal ini. Peran penting sumber daya manusia/tenaga kerja dalam proses produksi dan perekonomian secara lebih luas, menjadikannya harus dapat lebih kreatif dan inovatif agar

mampu mengaktualisasikan potensi diri, adaptif terhadap teknologi baru, serta memanfaatkan peluang sumberdaya ekonomi lainnya secara lebih optimal.

Semakin banyak tenaga kerja berkualitas tentu akan berkontribusi secara positif terhadap kinerja ekonomi daerah. Untuk itu, kualitas SDM suatu daerah perlu terus ditingkatkan agar nantinya daerah tersebut dapat memiliki SDM tenaga kerja yang berdaya saing tinggi dan mampu merespon perubahan.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk angkatan kerja adalah setiap penduduk berumur 15 tahun ke atas dan selama seminggu yang lalu mempunyai pekerjaan, baik bekerja maupun sementara tidak bekerja karena suatu sebab, misalnya menunggu panen, sedang cuti, dan sedang menunggu pekerjaan berikutnya. Di samping itu, penduduk yang tidak mempunyai pekerjaan tetapi sedang mencari pekerjaan ataupun mengharapkan akan mendapat pekerjaan, juga termasuk dalam kategori angkatan kerja dimaksud dalam hal ini.

Berdasarkan data pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bireuen, pada tahun 2011 jumlah penduduk yang tergolong angkatan kerja di Kabupaten Bireuen adalah sebanyak 175.977 orang atau 44,2 persen dari total jumlah penduduk. Sementara pada tahun 2008, jumlah angkatan kerja tercatat sebanyak 155.733 orang atau 41,6 persen dari total jumlah penduduk.

Selama kurun waktu antara tahun 2007-2011 tersebut terlihat angka pertumbuhan jumlah angkatan kerja di Kabupaten Bireuen terus meningkat, dengan besaran rata-rata yang mencapai 1 persen setiap tahunnya.

Secara umum dalam kurun waktu antara tahun 2008 – 2011, belum terlihat peningkatan rasio jumlah penduduk bekerja dengan jumlah angkatan kerja di daerah ini. Pada tahun 2011 tercatat jumlah penduduk bekerja sebanyak 162.517 orang, sementara jumlah angkatan kerja 175.977 orang. Hal tersebut berarti bahwa persentase penduduk yang bekerja di Kabupaten Bireuen tahun 2011 adalah sebesar 92,4 persen. Kondisi capaian dengan besaran yang hampir sama terlihat pada tahun 2008, dimana dengan jumlah penduduk bekerja sebanyak 144.013 orang serta jumlah angkatan kerja 155.733 orang, maka persentase

penduduk yang bekerja di Kabupaten Bireuen tahun 2008 adalah sebesar 92,5 persen.

Selain itu, tren data yang ada menunjukkan bahwa jumlah atau tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Biereuen selama ini belum mengalami perubahan yang berarti. Pada tahun 2008, angka jumlah pengangguran terbuka tercatat sebanyak 11.720 orang atau 7,53 persen dari total jumlah angkatan kerja saat itu, yaitu sebanyak 155.733 orang. Bahkan pada tahun 2011, secara absolut angka jumlah pengangguran di daerah ini terlihat mengalami peningkatan, yaitu sebanyak 13.460 orang. Namun dengan jumlah angkatan kerja sebanyak 175.977 orang di tahun yang sama, maka besaran angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Bireuen tahun 2011 mengalami sedikit peningkatan menjadi sebesar 7,65 persen. Meskipun demikian, tetap diperlukan perhatian serius dari pemerintah daerah Kabupaten Bireuen, dimana nantinya dalam konsep perencanaan program pembangunan jangka menengah perlu mengakomodir bentuk-bentuk program maupun kegiatan yang mampu mendorong penciptaan dan perluasan lapangan kerja, yang nantinya diharapkan dapat menampung jumlah angkatan kerja serta memberi kesempatan kerja bagi masyarakat secara lebih luas, sekaligus mampu menurunkan angka pengangguran di daerah ini.

Gambar 2.15

Tren Ketenagakerjaan Kabupaten Bireuen Tahun 2008-2011

Sumber : Dinsosnakertrans Kab. Bireun, 2013

Selanjutnya tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK), pada tahun 2008 tercatat sebesar 61,07 persen. Angka tersebut terus mengalami peningkatan setiap tahunnya meskipun dengan besaran yang tipis, menjadi sebesar 62,75 persen di tahun 2011. Gambaran terkait dengan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Bireun selama beberapa tahun terakhir dapat dilihat pada tampilan berikut ini.

Gambar 2.16

Tren TPAK dan TPT Kabupaten Bireuen Tahun 2008-2011

Su

Sumber : Dinsosnakertrans Kab. Bireun, 2013

Grafik diatas kiranya dapat memberikan gambaran kondisi ketenagakerjaan maupun tingkat pengangguran di daerah ini. Namun demikian bila dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di provinsi Aceh, angka pengangguran Kabupaten Bireuen tersebut masih tergolong lebih kecil atau rendah. Oleh karena itu, peran optimalisasi sumberdaya ekonomi guna mendorong peningkatan investasi di daerah ini ke depan merupakan suatu hal yang perlu terus dilakukan, sehingga dapat semakin meningkatkan daya serap tenaga kerja yang ada di daerah ini. Dari hal tersebut kiranya akan semakin meningkatkan daya serap tenaga kerja dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat daerah ini memperoleh pekerjaan yang layak. Kondisi tersebut tentunya akan berimplikasi secara positif terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bireuen dimasa mendatang.

Dalam dokumen BAB II GAMBARAN UMUM KABUPATEN BIREUEN (Halaman 84-89)

Dokumen terkait