• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera a) Program dan Kegiatan

B. EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN RKPD TAHUN 2013 DAN REALISASI RPJMD

12) Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera a) Program dan Kegiatan

Program dan kegiatan pada urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera yang dilaksanakan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP-KB) Kabupaten Pekalongan tahun 2013 adalah sebagai berikut :

(1) Program Keluarga Berencana, dengan kegiatan :

(a) Pengadaan Balai Penyuluh KB di kecamatan; (b) Pengadaan Komputer dan Perlengkapannya;

(c) Penyediaan Pelayanan Keluarga Berencana dan Alat Kontrasepsi Bagi Keluarga Miskin;

(d) Pembinaan Keluarga Berencana;

(e) Peningkatan Perlindungan Hak Reproduksi Individu;

(f) Operasional KIE KKB-KS Melalui MUPEN; (g) Pengadaan Alat-Alat Kedokteran Umum.

(2) Program Kesehatan Reproduksi Remaja, dengan

Kegiatan Orientasi dan Advokasi Kesehatan Reproduksi Dalam Memperkuat Dukungan dan Partisipasi Masyarakat.

(3) Program Pelayanan Kontrasepsi, dengan kegiatan :

(a) Pelayanan Konseling Keluarga Berencana;

(b) Pelayanan Pemasangan Kontrasepsi KB (Operasional Pelayanan KB IUD Implant dan Pelayanan Melalui Mitra Potensial);

(c) Pengadaan Kontrasepsi DAN Peralatan Medis; (d) Pelayanan KB Medis Operasi.

(4) Program Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Pelayanan KB / KR Yang Mandiri, dengan

kegiatan :

(a) Operasional Pembantu Pembina KB Desa (PPKBD);

(b) Pengelolaan Data dan Informasi KB-KS;

(c) Pendampingan Pendataan Keluarga dan Pemutakhiran Data Keluarga;

(d) Latihan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga.

(5) Program Promosi Kesehatan Ibu, Bayi dan Anak Melalui Kelompok Kegiatan di Masyarakat, dengan

Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Ibu, Bayi dan Anak Melalui Kelompok Kegiatan di Masyarakat.

(6) Program Pengembangan Pusat Pelayanan Informasi dan Konseling KRR, dengan Kegiatan Orientasi

Petugas PIK-KRR (Pengelola, Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya).

(7) Program Penyiapan Tenaga Pendamping Kelompok Bina Keluarga, dengan Kegiatan Pengembangan

Ketahanan Keluarga Kelompok Tribina.

(8) Program Pengembangan Model Operasional BKB-Posyandu-PAUD, dengan Kegiatan Pengembangan

Pembentukan Model Operasional BKB-Posyandu-PAUD.

b) Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan

Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dilaksanakan dengan anggaran belanja langsung (tidak termasuk belanja langsung rutin SKPD) sebesar Rp.2.055.383.200,00 dan terealisasi sebesar Rp.1.990.294.835,00 atau 96,83%.

Capaian realisasi program dan kegiatan Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terlihat dalam tabel sebagai berikut :

Tabel 2.113

Realisasi Kinerja Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Kabupaten Pekalongan Tahun 2012-2013

NO. INDIKATOR KINERJA SATUAN CAPAIAN 2012 2013

NAIK / TURUN

(%) TARGET REALISASI %

1 Rata-rata jumlah anak per keluarga Anak 2,4 2,35 2,4 102,13 -

2 Cakupan peserta KB aktif % 82,96 84 83,02 98,83 0,07

3 Unmetneed 8,14 6,9 8,07 116,96 (0,86)

4 Persentase peserta KB mandiri yang tergabung dalam UPPKS

% 35,79 86,5 81,95 94,74 128,97

5 Rasio PLKB dengan desa / kelurahan

NO. INDIKATOR KINERJA SATUAN CAPAIAN 2012 2013

NAIK / TURUN

(%) TARGET REALISASI %

6 Persentase keluarga Pra

Sejahtera / Sejahtera I % 46,16 44,91 45,03 100,27 (2,45)

7 Cakupan PUS dengan istri usia di bawah 20 tahun

% 2,10 1,87 2,10 112,30 -

8 Cakupan anggota BKB yang ber KB

% 56,10 63 77,34 122,76 37,86

Sumber : BPMPKB Kabupaten Pekalongan, 2013

(1) Pasangan usia subur di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2013 sebanyak 175.251 orang dan terbagi dalam 3 (tiga) kelompok umur yaitu kurang dari 20 tahun sebanyak 3.855 orang; usia 20 - 29 tahun sebanyak 54.451 orang dan usia 30 - 49 sebanyak 116.945 orang. Pada tahun 2013 Pemerintah Kabupaten Pekalongan berhasil mengajak PUS untuk menjadi peserta KB baru sebanyak 22.263 atau 100,12% dari PPM PB sebesar 22.236. Kebanyakan peserta baru menggunakan alat kontrasepsi suntik sebanyak 15.620, pil sebanyak 2.290, Implant sebanyak 1.971, IUD sebanyak 979, Kondom sebanyak 882, MOW sebanyak 518 dan MOP sebanyak 3;

(2) Berdasarkan hasil pendataan keluarga tahun 2013 diketahui bahwa penduduk Kabupaten Pekalongan sebanyak 942.571 orang atau 252.700 KK. Jumlah kepala keluarga dibandingkan dengan tahun 2012 (242.757) ada kenaikan sebesar 2,83%. Data strata tahapan keluarga sejahtera hasil pendataan keluarga tahun 2013 dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 2.114

Data Strata Tahapan Keluarga Sejahtera

Hasil Pendataan Keluarga Kabupaten Pekalongan Tahun 2013

NO HASIL PENTAHAPAN JUMLAH (KK) %

1 Keluarga Pra Sejahtera 54.640 21,62

2 Keluarga Sejahtera I 59.145 23,41

3 Keluarga Sejahtera II 56.753 22,46

4 Keluarga Sejahtera III 69.625 27,55

5 Keluarga Sejahtera III Plus 12.537 4,96

JUMLAH 252.700 100

Dari data tersebut diketahui bahwa keluarga miskin (Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I) di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2013 sebanyak 113.795 kepala keluarga atau 45,03%;

(3) Rata-rata jumlah anak per keluarga pada tahun 2013 sebesar 2,4 anak, sama seperti tahun 2012. Angka tersebut masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan target yang ingin dicapai pada tahun 2013 yaitu sebanyak 2,3.

13) Sosial

a) Program dan Kegiatan

Program dan kegiatan Urusan Sosial pada Tahun 2013 yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah adalah :

Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi

(1) Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT), dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial, dengan kegiatan :

(a) Bimbingan Lanjut KUBE Fakir Miskin;

(b) Bimbingan Lanjut Pemberdayaan Wanita Rawan Sosial Ekonomi.

(2) Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial, dengan kegiatan :

(a) Penanganan Masalah-Masalah Strategis yang Menyangkut Tanggap Cepat Darurat dan Kejadian Luar Biasa;

(b) Fasilitasi Pengiriman PMKS dan PSKS ke Panti dan Provinsi;

(c) Fasilitasi Bagi Penyandang Cacat dan Lansia.

(3) Program Pembinaan Anak Terlantar, dengan

Kegiatan Pelayanan Petirahan Anak Sekolah Bermasalah Sosial.

(4) Program Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial (Eks Narapidana, PSK, Narkoba dan penyakit sosial lainnya), dengan Kegiatan Penjaringan Tuna

Sosial dan Bimbingan Pencegahan HIV/AIDS.

(5) Program Pemberdayaan Kelembagaan

Kesejahteraan Sosial, dengan kegiatan :

(a) Peningkatan Kualitas SDM Kesejahteraan Sosial Masyarakat;

(b) Bimbingan Manajemen Organisasi Panti, Non Panti, PSM dan Karang Taruna.

(6) Program Pelestarian Nilai-Nilai Kepahlawanan dan Kesetiakawanan Sosial, dengan kegiatan :

(a) Pemeliharaan Rutin/Berkala TMP “Bhakti Wiratama”;

(b) Sarasehan Kepahlawanan Apel Kehormatan Renungan Suci dan Ziarah Mandurorejo.

(7) Program Perlindungan dan Jaminan Sosial, dengan

Kegiatan Fasilitasi Pelaksanaan PKH (Program Keluarga Harapan).

(8) Program Pengembangan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS), SIBI dan SIG, dengan

Kegiatan Pemutahiran Data PMKS dan PSKS.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah

(1) Program Perencanaan Pembangunan Daerah Rawan Bencana, dengan kegiatan :

(a) Penunjang Kegiatan Bantuan Dana Tak Terduga, (b) Fasilitasi Kegiatan Bantuan Daerah Rawan

Bencana.

(2) Program Pencegahan Dini dan Penanggulangan Bencana Alam, dengan kegiatan :

(a) Piket Posko Kesiapsiagaan, (b) Pengadaan Logistik Bencana

(c) Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kebencanaan,

(d) Pusat Pengendalian Operasional Penanggulangan Bencana di Kabupaten Pekalongan.

(3) Program Pencegahan dan Kesiapsiagaan, dengan

kegiatan :

(a) Penyuluhan dan Kajian Daerah Rawan Bencana, (b) Peningkatan Kemampuan dan Ketrampilan

Penanggulangan Bencana,

(c) Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana bagi Masyarakat Rentan Bencana,

(d) Pelatihan Penyelamatan, Evakuasi dan Penanganan Pengungsi.

b) Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan

Urusan Sosial dilaksanakan dengan anggaran belanja Langsung Urusan (tidak termasuk Belanja Langsung rutin SKPD) sebesar Rp.1.430.623.000,00 dan terealisasi sebesar Rp.1.282.472.700,00 atau 89,64%.

Capaian realisasi program dan kegiatan Urusan Sosial terlihat dalam tabel sebagai berikut :

Tabel 2.115

Realisasi Kinerja Urusan Sosial Kabupaten Pekalongan Tahun 2012-2013

NO INDIKATOR KINERJA SATUAN CAPAIAN 2012 TAHUN 2013

NAIK / TURUN

(%) TARGET REALISASI %

1 Panti sosial seperti panti asuhan, panti jompo dan panti rehabilitasi yang menyediakan sarana dan prasarana

pelayanan kesejahteraan

buah 11 11 11 100,00 -

2 PMKS yang memperoleh

bantuan sosial untuk

memenuhi kebutuhan dasar

% 100 97,33 100 102,74 -

3 Persentase (%) yang menerima program pemberdayaan sosial melalui kelompok usaha

bersama (KUBE) atau kelompok sosial ekonomi lainnya

% 1,52 4,18 2,96 70,81 94,74

4 Persentase (%) Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) yang menyediakan sarana dan prasarana pelayanan kesejahteraan sosial

% 0 6 0 - -

5 Persentase (%) penyandang cacat fisik, mental serta lanjut usia tidak potensial yang telah menerima jaminan sosial

% 0,87 0,51 0,55 107,84 (36,78)

6 Persentase (%) korban bencana yang telah menerima bantuan sosial selama masa tanggap darurat

NO INDIKATOR KINERJA SATUAN CAPAIAN 2012 TAHUN 2013

NAIK / TURUN

(%) TARGET REALISASI %

7 Persentase (%) korban bencana yang dievakuasi dengan

menggunakan sarana dan prasarana tanggap darurat lengkap

% 100 100 100 100,00 -

Sumber : Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pekalongan, 2013

Dari data diatas dapat diketahui capaian target pada tahun 2013 hampir semua terpenuhi, dan hanya satu yang tidak mencapai target yaitu Wahana kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat yang menyediakan sarana dan prasarana pelayanan kesejahteraan sosial dikarenakan memang belum ada sarana tersebut di Kabupaten Pekalongan.

(1) Kondisi PMKS yang ada di Kabupaten Pekalongan terbagi dalam 26 kriteria. Prioritas Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial yang mendapat penanganan dan pelayanan sosial yang paling menonjol berdasarkan Pemutahiran Data PMKS tahun 2013 adalah Keluarga Fakir Miskin (KFM) sejumlah 33.833 kk, dengan tanggungan 107.876 jiwa, Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) sebanyak 4.668 orang, Penyandang Disabilitas sebanyak 6.339 orang. Lanjut Usia Terlantar (LUT) sebanyak 2.683 orang.

Tabel 1.116 Penanganan PMKS

Kabupaten Pekalongan Tahun 2012-2013

NO JENIS PMKS KK TAHUN 2012 JIWA DILAYANI KK TAHUN 2013 JIWA DILAYANI

1 KFM 48.553 152.019 730 33.833 107.876 13.897 2 PRSE - 5.418 50 - 4.668 240 3 Penyandang Disabilitas - 6.484 155 - 6.339 127 4 LUT - 2.983 50 - 2.683 50 TOTAL 48.553 166.904 985 33.833 121.566 14.014 Sumber : Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pekalongan Tahun 2013

(2) Dalam Usaha Kesejahteraan Sosial tidak lepas dari peran para stakeholder/pemangku kepentingan /

Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial seperti Dunia Usaha, pekerja sosial profesional, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Taruna Siaga Bencana/Tagana, Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), Karang Taruna, Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3), Keluarga Pioner, Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM), Wanita Pemimpin Kesejahteraan Sosial, Penyuluh Sosial, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). PSM bekerja tanpa pamrih untuk mengupayakan penanganan terhadap PMKS di wilayah mereka berdomisili, seperti merintis usaha ekonomi produktif yang nantinya bisa menghasilkan untuk membantu para penyandang masalah dari segi keuangan seperti bantuan untuk anak yatim dan juga anak yang tidak mampu yang masih sekolah, dan meningkatkan taraf hidup keluarga yang rawan sosial ekonomi. Peran TKSK juga sangat penting dalam mendukung program dan kegiatan di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi. TKSK adalah kepanjangan tangan dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Kecamatan dimana TKSK tersebut bertugas. TKSK bekerja sama dengan Kecamatan dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk menangani segala permasalahan sosial yang ada dan mendesak di masyarakat, penanganan penyandang cacat, penanganan orang/anak/bayi terlantar, penanganan fakir miskin, penanganan lanjut usia terlantar, dan membantu dalam penanganan bencana alam yang berkoordinasi dengan BPBD.

(3) Pelaksanaan program kegiatan bidang sosial secara keseluruhan capaian kinerjanya 100%, dalam artian bahwa kegiatan dapat berjalan dan selesai seperti yang direncanakan. Pada Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT), dan

Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial, kegiatan Bimbingan Lanjut Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin (KUBE FM), pada awal diberikan bantuan oleh provinsi tahun 2009 sebanyak 73 kelompok masing-masing 10 KK, total 730 orang/kk, pada tahun 2013 sudah berkembang menjadi 100 kelompok, berlokasi di Kecamatan Petungkriyono (40 klp), Kecamatan Talun (13 klp), Kecamatan Lebakbarang (30 klp), Kecamatan Paninggaran (14 klp), Kecamatan Kajen (1 klp), Kecamatan Tirto (1 klp), Kecamatan Wiradesa (1 klp).

(4) Disamping melakukan program dan kegiatan, pembangunan urusan sosial juga dianggarkan melalui belanja bantuan sosial yang pada tahun 2013 dianggarkan sebesar Rp.10.497.779.500,00 dan direalisasikan sebesar Rp.9.243.350.000,00 atau 88,05% yang digunakan antara lain untuk bantuan kepada organisasi soail kemasyarakatan, kepemudaan, kemahasiswaan, keagamaan serta bantuan kepada masyarakat yang berkaitan dengan pemberdayaan sosial, rehabilitasi sosial, perlindungan sosial, penanggulangan kemiskinan, penanggulangan bencana dan jaminan sosial. Juga dianggarkan melalui Belanja Tidak Terduga sebesar Rp.5.750.000.000,00 dan direalisasikan sebesar Rp.3.621.082.300,00 atau 62,98% yang digunakan untuk penanganan bencana yaitu pembangunan/perbaikan sarana prasarana umum seperti jembatan, pembangunan bronjong, turap dan rehab gedung sekolah akibat bencana alam.

14) Ketenagakerjaan

a) Program dan Kegiatan

Penyelenggaraan Urusan Ketenagakerjaan tahun 2013 dilaksanakan oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan

Transmigrasi, melalui program dan kegiatan sebagai berikut :

(1) Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja, dengan kegiatan :

(a) Pengadaan Peralatan Pendidikan dan Ketrampilan bagi Pencari Kerja;

(b) Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana dan Prasarana BLK;

(c) Fasilitasi dan Pengawalan TKI Ke Luar Negeri; (d) Pelatihan Tenaga Kerja Berbasis Kompetensi; (e) Pelatihan Tenaga Kerja Berbasis Masyarakat.

(2) Program Peningkatan Kesempatan Kerja, dengan

kegiatan:Pemberian Kerja Darurat dengan Padat Karya.

(3) Program Perlindungan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan, dengan kegiatan :

(a) Fasilitasi Penyelesaian Prosedur Pemberian Perlindungan Hukum dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan;

(b) Fasilitasi LKS Tripartit dan Dewan Pengupahan Kabupaten Pekalongan.

b) Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan

Urusan Ketenagakerjaan dilaksanakan dengan anggaran Belanja Langsung urusan (tanpa Belanja Program Umum/Rutin SKPD) sebesar Rp.973.306.000,00 dan realisasi sebesar Rp.949.630.100,00 atau 97,57%.

Capaian realisasi program dan kegiatan Urusan Ketenagakerjaan disajikan dalam table sebagai berikut :

Tabel 2.117

Realisasi Kinerja Urusan Ketenagakerjaan Kabupaten Pekalongan Tahun 2012-2013

NO INDIKATOR KINERJA SATUAN CAPAIAN 2012 TAHUN 2013

NAIK / TURUN (%) TARGET REALISASI % 1 Angka sengketa pengusaha-pekerja per tahun % 2,03 0,01 2,34 23.400,00 15,27 2 Tingkat partisipasi angkatan kerja % 45,02 68,83 74,25 107,87 64,93

NO INDIKATOR KINERJA SATUAN CAPAIAN 2012 TAHUN 2013 NAIK / TURUN (%) TARGET REALISASI % 3 Pencari kerja yang ditempatkan % 18,02 6,13 39,8 649,27 120,87 4 Tingkat pengangguran terbuka % 12,94 3,98 5,6 140,70 (56,72) 5 Keselamatan dan perlindungan tenaga kerja % 20,04 24,32 20,51 84,33 2,35 6 Persentase peserta pelatihan ketrampilan bagi pencari kerja yang diterima kerja % 24,58 7 28,75 410,71 16,97 7 Rasio penduduk (angkatan kerja) yang bekerja % 77,58 80 - - (100,00) 8 Persentase kasus perselisihan yang terselesaikan % 100 100 100 100,00 - 9 Jumlah tenaga kerja yang memperoleh jaminan sosial % 40,59 39,26 40 101,88 (1,45) 10 Rasio UMK terhadap KHL % 98,3 94,9 99,41 104,75 1,13 11 Jumlah Bursa Tenaga Kerja unit 24 24 20 83,33 (16,67)

Sumber : Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pekalongan, Tahun 2013 Kondisi diatas diikuti dengan bertambahnya pencari kerja seperti tersebut dalam tabel pencari kerja yang terdaftar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pekalongan sebagai berikut :

Tabel 2.118

Jumlah Pencari Kerja Dinsosnakertrans Kabupaten Pekalongan Tahun 2012-2013

TAHUN JENIS KELAMIN L P JUMLAH

2012 2.798 3.234 6.032

2013 3.060 4.505 7.565

Sumber : Dinsosnakertrans Kabupaten Pekalongan, 2013

(1) Jumlah pencari kerja pada tahun 2013 meningkat 25,45% dibandingkan tahun 2012 dikarenakan

meningkatnya jumlah lulusan sekolah yang akan mencari pekerjaan. Sedangkan, penempatan tenaga kerja dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut :

Tabel 2.119

Jumlah Penempatan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Kabupaten Pekalongan Tahun 2012-2013

NO PROGRAM JENIS TAHUN 2012 2013 L P L P 1 AKL 764 764 562 995 2 AKAD 1.699 1.699 346 299 3 AKAN 19 19 2 240 4 LPKS - - 17 40 5 BKK - - 320 190 TOTAL 1.516 2.482 1.247 1.764 3.998 3.011

Sumber : Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pekalongan, Tahun 2013

Penempatan tenaga kerja pada tahun 2013 sebanyak 3.011 orang mengalami penurunan sebesar 24,69% dari tahun 2012 dikarenakan jumlah pencari kerja yang tidak sesuai dengan jumlah lowongan pekerjaan yang ada dan banyaknya pencari kerja yang tidak melapor ketika sudah memperoleh pekerjaan.

(2) Jumlah perusahaan yang tercatat di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pekalongan tahun 2013 dapat dilihat dalam tabel berikut :

Tabel 2.120

Jumlah perusahaan yang tercatat di

Disosnakertrans Kabupaten Pekalongan Tahun 2012-2013

NO PERUSAHAAN KLASIFIKASI

JUMLAH

PERUSAHAAN JUMLAH TENAGA KERJA 2012 2013 L 2012 P L 2013 P

1 Besar 37 27 9.223 8.154 9.223 8.154

2 Sedang/Menengah 149 168 1.814 781 1.814 781

3 Kecil 308 317 7.296 2.810 7.604 3.118

TOTAL 494 512 18.333 11.745 18.641 12.053

Sumber : Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pekalongan, Tahun 2013 Jumlah perusahaan tahun 2013 adalah 512 perusahaan bertambah 18 perusahaan dibanding tahun 2012, dengan jumlah tenaga kerja meningkat

2,05% dari tahun 2012 dengan jumlah peningkatan tenaga kerja yang terserap bertambah 616 orang.

Tabel 2.121

Jumlah Kecelakaan Kerja Yang Dilaporkan Pada

Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tahun 2012-2013

NO KASUS KECELAKAAN KERJA 2012 TAHUN 2013

1 Di Dalam Perusahaan 79 75

2 Di Luar Perusahaan 18 37

3 Meninggal Dunia 2 2

TOTAL 129 114

Sumber : Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pekalongan, Tahun 2013

(3) Kecelakaan kerja didalam perusahaan adalah kecelakaan karena kekurang hati-hatian pekerja dalam bekerja sedangkan kecelakaan yang terjadi di luar perusahaan dikarenakan kecelakaan murni pada saat pekerja sedang dalam perjalanan pulang dan pergi melalui jalan yang wajar.

Tabel 2.122

Jumlah Perselisihan Hubungan Industrial

Yang masuk Dalam Laporan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tahun 2012-2013

TAHUN JUMLAH KASUS PERSELISIHAN

YANG DAPAT DITANGANI SECARA

PROSEDURAL PENANGANAN

2012 10 10 100%

2013 12 12 100%

Sumber : Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pekalongan, Tahun 2013

(4) Perselisihan hubungan industrial yang terjadi pada tahun 2013, didominasi oleh perselisihan hak, yang disebabkan pelanggaran hak pekerja maupun pemilik perusahaan walaupun hal ini sudah diatur dalam Undang-undang, Peraturan Menteri, maupun Peraturan Daerah.

(5) Dengan meningkatnya KHL (Kebutuhan Hidup Layak), dan guna meningkatkan kesejahteraan pekerja, maka pada tahun 2013 ditetapkanlah

kenaikan UMK, seperti tecantum dalam tabel di bawah :

Tabel 2.123

Ketetapan UMK dan KHL

Kabupaten Pekalongan Tahun 2012-2013

TAHUN KETETAPAN UMK KETETAPAN KHL

PROSENTASE PERBANDINGAN UMK DENGAN KHL (%) 2012 Rp873.000,00 Rp888.978,42 98,20 2013 Rp962.000,00 Rp967.669,29 99,41

Sumber : Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pekalongan, Tahun 2013

(6) Pelaksanaan program kegiatan bidang ketenagakerjaan dapat mencapai kinerja 100%, dimana seluruh program kegiatan dapat berjalan sesuai perencanaan.

(7) Melalui Kegiatan Pemberian Kerja Darurat dengan Padat Karya, maka dapat memberikan pekerjaan bagi penganggur untuk memperoleh upah/pendapatan dari pekerjaan padat karya sebanyak 54 orang.

(8) Berdasarkan survey di 4 pasar diperoleh angka Kebutuhan Hidup Layak/KHL sebesar Rp.1.135.937,84 yang kemudian sebagai dasar Upah Minimum Kabupaten untuk Tahun 2014 yang telah ditetapkan sebesar Rp.1.145.000,00 atau sebesar 100,80% dari KHL.

(9) Melalui Kegiatan Pelatihan Tenaga Kerja berbasis Masyarakat dan Berbasis Kompetensi dapat melaksanakan berbagai pelatihan ketrampilan kepada para pencari kerja sebagai bekal dalam mencari pekerjaan dan mempersiapkan para pencari kerja sebagai tenaga kerja siap pakai di pasar kerja, seperti dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.124

Jumlah Peserta Pelatihan Tenaga Kerja di Dinsosnakertrans Tahun 2012- 2013

JUMLAH KEJURUAN JUMLAH PESERTA PELATIHAN

2012 2013 2012 2013

35 31 580 546

Sumber : Dinsosnakertans, 2013

Pelatihan Tenaga Kerja yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi tahun 2013 baik yang didanai oleh APBD Kabupaten Pekalongan maupun APBN berjumlah 31 kejuruan dengan total peserta 546 orang menurun dibandingkan jumlah pada tahun 2012 yang diikuti 580 orang dikarenakan memang jumlah pelatihan ketrampilan yang dilaksanakan baik oleh UPT BLK menurun jumlahnya

15) Koperasi dan Usaha Kecil Menengah