BAB II. LANDASAN TEORI
12. Kemampuan yang perlu dikembangkan dalam Metode Pembelajaran Kooperatif. 31
Dalam pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), memilih
tujuan dan cara penilaian dalam proses pembelajaran merupakan hal yang penting.
Cara penilaiannya antara lain melalui tes dan observasi, sedangkan tujuan-tujuan
yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran sering dikenal dengan taksonomi
tujuan instruksional menurut Bloom. Menurut Djiwandono dalam bukunya
Education Observation pada tahun 1956 yang sudah mampu mengubah pandangan
pendidikan dalam pelaksanaannya. Taksonomi Bloom merujuk pada taksonomi yang
dibuat untuk tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan ini diklasifikasikan sebagai
berikut :
1. Ranah Kognitif
Mendengar kata kognitif, yang terfikirkan pertama kali adalah mengenai
pemahaman. Benar saja, berikut ini merupakan kemampuan yang terkandung dalam
ranah kognitif dalam buku Psikologi Pendidikan menurut Djiwandono (2006:
210-213).
a. Pengetahuan
Antara lain meliputi hal-hal yang dipelajari oleh siswa di kelas baik tentang
pengertian, prinsip, hukum-hukum, unsur dan bahkan rumus yang mampu disimpan
oleh siswa di dalam memorinya sehingga sewaktu-waktu mereka gunakan mereka
masih bisa mengingat lagi apa yang telah mereka pelajari tersebut karena semua hal
tersebut telah disimpan dalam memori mereka. Contoh penggunaannya di
pembelajaran fisika untuk kelas VII pada materi Suhu adalah “Siswa dapat
menjelaskan dengan bahasa sendiri pengertian dari suhu”.
b. Pemahaman
Meliputi kemampuan untuk memahami maksud dari mata pelajaran yang
apakan siswa benar-benar paham akan apa yang mereka pelajari termasuk memahami
kegunaan dari mereka belajar mengenai materi di suatu mata pelajaran tertentu.
c. Penerapan
Meliputi kemampuan untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang
mereka hadapi dikehidupan yang sesungguhnya. Seperti penggunaan konsep atau
prinsip dalam mencari penyelesaian dari suatu permasalahan. Misalnya dalam
kehidupan sehari-hari, “Siswa mampu menafsirkan suhu dalam Celsius disuatu
daerah yang menggunakan suhu dengan derajat Fachrenheit”.
d. Analisa
Meliputi kemampuan dalam memilah dan mengelompokkan suatu bahan ke
dalam bahan yang lebih sederhana sehingga strukturnya dapat dimengerti oleh
siswanya. Contoh tujuan yang akan dicapai dalam suatu proses pembelajaran, “ Siswa
mampu menganalisis peristiwa-peristiwa berdasarkan macam perubahan wujud zat”
e.Sintesis
Meliputi kemampuan untuk meletakkan bagian bersama-sama ke dalam bentuk keseluruhan yang baru. Bagian-bagian ini dihubungkan satu sama lain sehingga tercipta suatu bentuk baru. Misalnya, suatu perencanaan dari suatu proyek (proposal penelitian). Hasil belajar dalam klasifikasi sintesis ini adalah penekanan pada kreativitas, dengan penekanan utama pada rumusan pola-pola baru atau struktur (Djiwandono, 2006:213).
f. Evaluasi
Meliputi kemampuan untuk memberi penilaian untuk suatu objek tertentu
berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan sebelumnya. Contohnya “Siswa mampu
membuktikan terjadinya gaya kohesi atau adhesi dalam suatu cairan melalui kegiatan
praktikum”.
2. Ranah Afektif
Afektif meliputi pembentukan nilai-nilai karakter yang ingin terbentuk
melalui proses pembelajaran di kelas. Semua guru yang membuat rencana
pelaksanaan pembelajaran pasti akan memikirkan kegiatan apa yang akan mampu
membentuk karakter siswa sehingga siswa-siswi mampu menjadi penerus bangsa
yang berkarakter. Berikut ini merupakan kemampuan yang diklasifikasikan dalam
ranah afektif dalam buku Psikologi Pendidikan menurut Djiwandono (2006:
213-215).
a. Penerimaan
Segala bentuk sikap siswa yang cenderung terbuka dalam menerima segala
proses dalam belajar baik menerima materi maupun menerima keberagaman dalam
kelompok. Misalnya siswa mampu menunjukkan macam perubahan wujud zat, siswa
mampu melakukan belajar dalam kelompok dengan berbagai perbedaan di dalam
b. Pemahaman
Siswa ikut berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran maksudnya siswa
ikut terlibat aktif dalam proses belajar mengajar di kelas dan kegiatan di lingkungan
sekolah.
c. Penilaian
Meliputi kemampuan untuk memberikan penilaian yang tepat pada dirinya
dan penilaian terhadap hal lain.
d. Organisasi
Meliputi kemampuan menyelesaikan permasalahan dalam kelompok dan
membawa bersama-sama perbedaan nilai-nilai dalam kelompok.
e. Pembentukan Pola Hidup
Meliputi kemampuan untuk menghayati nilai-nilai kehidupan sehingga
mampu untuk dijadikan pegangan baik untuk kehidupannya dimasa kini maupun di
masa mendatang.
3. Ranah Psikomotorik
Ranah ini berisikan tentang kemampuan yang dilihat dari perilaku-perilaku
siswa, kemampuan di ranah psikomotorik ini lebih menekankan pada proses belajar
siswa yang ditunjukkan dari keterampilan-keterampilan yang dikembangkan siswa
selama kegiatan belajar berlangsung. Bagian dibawah ini dirangkum dari buku
a. Persepsi
Meliputi kemampuan untuk membedakan dua stimulasi dan memilih mana
yang lebih tepat. Misalnya siswa mampu membedakan antara kecepatan dan
percepatan.
b. Kesiapan
Meliputi kemampuan untuk mempersiapkan dirinya saat akan mengikuti
suatu kegiatan, kemampuan ini meliputi kesiapan secara mental dan jasmani.
c. Gerakan terbimbing
Kemampuan untuk melakukan suatu rangkaian tindakan sesuai dengan yang
sudah dicontohkan misalnya siswa mampu mengikuti langkah percobaan dengan
baik.
d. Gerakan yang terbiasa
Kemampuan untuk melakukan suatu rangkaian tindakan tanpa ada instruksi
lagi sehingga tindakan tersebut sudah menjadi kebiasaan.
e. Gerakan kompleks
Meliputi kemampuan siswa untuk melakukan suatu keterampilan yang
terdiri atas beberapa komponen dengan sesuai, tepat dan efisien.
f. Penyesuaian pola gerakan
Meliputi kemampuan untuk membuat perubahan dan menyesuaikan pola gerak-gerik dengan kondisi setempat atau dengan persyaratan khusus yang berlaku
g. Kreativitas
Kemampuan untuk menciptakan suatu hal yang baru atas inisiatif sendiri.
Belajar di sekolah bukan lagi hanya untuk mendapat nilai yang bagus dalam
pelajaran fisika, matematika, kimia dan pelajaran lain tetapi siswa sekolah juga untuk
mempelajari nilai karakter yang kini sudah dimasukkan dalam penyusunan rencana
pelaksanaan pembelajaran yang sirancang oleh guru. Dari penjelasan sebelumnya
telah dijelaskan bahwa kemampuan siswa meliputi kemampuan ranah kognitif, afektif
dan psikomotor. Untuk ranah kognitif, penilaian diberikan untuk mengetahui
pemahaman siswa, ranah afektif akan menilai siswa mengenai sikap dan nilai-nilai
karakter yang dmiliki siswa, sedangkan untuk ranah psikomotor lebih menekankan
pada proses belajar siswa. Jadi seorang guru dalam mengajar siswanya bukan hanya
diharapkan mampu membantu siswa untuk mendapat nilai bagus, tetapi juga
membentuk sikap dan karakter siswa serta mampu membantu siswa agar melakukan
proses belajar dengan baik dan benar.
13.Peran Guru dalam Metode Pembelajaran Kooperatif
Dalam metode pembelajaran kooperatif keaktifan siswa dibentuk melalui
bimbingan dari guru. Peran guru sangat penting dalam kegiatan pembelajaran,
sebelumnya guru merancang pelaksanaan pembelajaran untuk siswanya guru
biasanya memikirkan aktivitas seperti apa yang akan dilakukan siswanya di kelas,
selain materi yang akan disampaika untuk siswanya guru juga mempersiapkan
pelaksanaan pembelajaran di kelas. Melalui perencanaan yang jelas diharapkan
aktivitas belajar siwa mampu berjalan dengan baik (Isjoni, 2008: 158).
Melihat dari penjelasan yang disampaikan diatas, peranan guru dalam
pembelajaran kooperatif sangatlah penting mulai dari merancang pembelajaran untuk
siswa yang sesuai dengan materi yang disampaikan hingga melakukan pendampingan
selama proses belajar mengajar berlangsung.