BAB II KAJIAN PUSTAKA
C. Kemerdekaan Beragama Dalam Wilayah Dakwah
Meskipun diakui adanya perbedaan, tidak bisa dipungkiri adanya titik-titik temu yang menghubungkan budaya islam secara universal. Salah satu titik temu itu berupa komitmen masing-masing pribadinya pada kewajiban menjalankan setiap usaha untuk menciptakan masyarakat yang sebaik-baikya di muka bumi ini. Kewajiban itu dinyatakan dalam firman Allah :
ٞةَمُأ ۡمُكنِّم نُكَتۡل َو ِِۚرَكنُمۡلٱ ِنَع َن ۡوَهۡنٌَ َو ِفو ُرۡعَمۡلٱِب َنو ُرُمۡأٌَ َو ِرٌَۡخۡلٱ ىَلِإ َنوُع ۡدٌَ
َنوُحِل ۡفُمۡلٱ ُمُه َكِئََٰٓل ْوُأَو
Terjemahnya :
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkarmerekalah orang-orang yang beruntung.30
Ma'ruf segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah;
sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.
Maksud Al-khair dalam ayat tersebut adalah kebaikan universal;
suatu nilai yang menjadi titik temu semua agama yang benar, yaitu agama Allah yang disampaikan kepada umat manusia lewat wahyu ilahi.31
Tidak ada agama yang dapat menghindari dakwah jika ia memiliki suatu kekuatan intelektual. Menolak dakwah berarti menolak kebutuhan untuk mendapatkan persetujuan orang lain terhadap apa yang diklaim sebagai kebenaran agama. Tidak menuntut persetujuan, berarti tidak serius dengan klaim itu. Jelas, inilah kasus ekstrem kesukuan, relativisme agama, etnosentrisme dan parokialisme. Dalam agama, seperti dalam bidang yang lain, “relativisme”32 merupakan pertahanan lemah terhadap
30Kementrian Agama RI, Al-Qur‟an Dan Terjemahnya, h. 63.
31 Lihat Nurcholih Madjid, Tradisi Islam, Peran dan Fungsinya Dalam Pembangunan di indonesia, (Jakarta: Paramadina, Cet. Ke-1, 1997),h.90-91.
32Relativisme dalam Kamus Besar bahasa Indonesia, h.738, adalah pandangan bahwa pengetahuan itu dibatasi.
pandangan dan klaim lain. Bahkan agama-agama suku atau etnis harus meniadakan relativisme untuk menjadikan dirinya bermamfaat bahkan di kalangan penganutnya sediri.
Urgensi dakwah semakin diperlukan tatkala manusia modern makin lupa tujuan hidupnya. Mereka hanya menjadika dunia sebagai orientasi dan tujuan, suatu yang sangat terbatas. Jauh dari yang di pesankan agama, kehidupan di kemudian hari yang kekal abadi.
Transformasi yang terjadi di dalam konsep dan praktik dakwah menunjukkan betapa pengkajian ulang terhadap konsep-konsep dasar islam melibatkan tidak hanya elite negara dan intelektual, tetapi juga massa. Perubahan tidak hanya diawali dari puncak masyarakat, sebagaimana yang biasa terjadi, tetapi juga dari bawah. Pendidikan merupakan hal yang sentral dalam seluruh konseptualisasi dakwah.
Melalui kerja para da‟i, muslim maupun non muslim memproleh suatu pemahaman tentang hidup berdasarkan islam.33
Ketika di makkah, dakwah nabi umumnya mengenai tauhid, sedang ketika di madinah mengenai poleksosbud bahkan hankam. Situasi kondisi masyarakat yang di hadapilah yang menentukan demikian. Masyarakat yang berubah menuntut dakwah yang berubah pula. Dakwah Rasulullah
33Dale F. Eickelman dan James Piscatori, Ekspresi Politik Muslim, terj. Rofik Suhud, (Bandung: Mizan, Cet. I, 1998), h. 48.
tidak terpaku satu materi dan satu metode pendekatan, tapi berubah sesuai dengan perubahan sosial.34
2. Hakikat Dakwah Islam
Kebebasan sangat dijamin dalam agama islam, termasuk kebebasan meyakini agama. Objek dakwah harus merasa bebas sama sekali dari ancaman, harus benar-benar yakin bahwa kebenaran ini hasil dari penilaiannya sendiri.35
Termaktub dalam Al-Qur‟an :
ِدَقَف ِ َللّٱِب ۢنِم ۡؤٌُ َو ِتوُغ ََٰطلٱِب ۡرُفۡكٌَ نَمَف ًَِِّۚغۡلٱ َنِم ُدۡشُّرلٱ َنٌََبَت دَق ِۖنٌِّدلٱ ًِف َهاَرۡكِإ ٓ َلَ
ٌمٌِلَع ٌعٌِمَس ُ َللّٱ َو ۡۗاَهَل َماَصِفنٱ َلَ َٰىَقۡث ُوۡلٱِة َو ۡرُعۡلٱِب َكَس ۡمَت ۡسٱ
Terjemahnya :
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam);
Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. karena itu Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghutdan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.36
Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah
34Aqib Suminto, “Dakwah dan Perubahan Sosial”, Mimbar Agama dan Budaya, no. 19TH. IX, 1990/1991.
35M. Munir, S.Ag., MA, Metode Dakwah, (Jakarta: Kencana , Cet. Ke-3, 2009), h.
31.
36Kementrian Agama RI, Al-Qur‟an Dan Terjemahnya, h. 42.
ا ًراَن َنٌِمِل ََٰظلِل اَنۡدَتۡعَأ ٓاَنِإ ِۚۡرُفۡكٌَۡلَف َءٓاَش نَمَو نِم ۡؤٌُۡلَف َءٓاَش نَمَف ۖۡمُكِّبَر نِم ُّقَحۡلِلُِقَو ۡمِهِب َطاَحَأ ُبا َرَشلٱ َسۡئِب َِۚهوُج ُوۡلٱ يِو ۡشٌَ ِل ۡهُمۡلٱَك ٖءٓاَمِب ْاوُثاَغٌُ ْاوُثٌِغَت ۡسٌَ نِإ َو ِۚاَهُقِدا َرُس
اًقَفَت ۡرُم ۡتَءٓاَس َو
Terjemahnya :
Dan Katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka Barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan Barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.37
ُّل ِضٌَ اَمَنِإَف َلَض نَم َو ۖۦِهِسۡفَنِلَف َٰىَدَت ۡهٱ ِنَمَف ِّۖقَحۡلٱِب ِساَنلِل َبََٰتِكۡلٱ َكٌَۡلَع اَنۡل َزنَأ ٓاَنِإ ٍلٌِك َوِب مِهٌَۡلَع َتنَأ ٓاَم َو ۖاَهٌَۡلَع
Terjemahnya :
Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur‟an) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk Maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat Maka Sesungguhnya Dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri, dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka.38
Jelas, “dakwah” tidak bersifat memaksa. Dakwah adalah ajakan yang tujuannya dapat tercapai hanya dengan persetujuan tampa paksaan dari objek dakwah.
37Kementrian Agama RI, Al-Qur‟an Dan Terjemahnya, h. 297.
38Kementrian Agama RI, Al-Qur‟an Dan Terjemahnya, h. 463.
Dakwah Islam merupakan ajakan untuk berpikir, berdebat dan beragumen, dan untuk menilai suatu kasus yang muncul. Dakwah islam tidak dapat disikapi dengan keacuhan kecuali oleh orang yang bodoh atau berhati dengki. Hak berfikir merupakan sifat dan milik semua manusia. Tak ada yang dapat menghindarinya.
Kemudian apa yang di upayakan adalah penilaian, maka dari hakikat sifat penilaian, tujuan dakwah tak lain adalah kepasrahan dan beralasan, bebas dan sadar dari objek dakwah terhadap kandungan dakwah. Ini berarti bahwa jika kesadaran objek dakwah dilanggar karena suatu kesalahan atau kelemahannya maka dakwah juga batal. Dakwah yang melibatkan unsur kelalaian, peningkatan emosi, atau “ekspansi psikopatik” kesadaran, tidak sah. Dakwah bukan hasil sikap atau ilusi, bukan semata penarik emosi sehingga tanggapanya lebih bersifat pura-pura dari pada penilaian. Dakwah harus merupakan penjelasan tenang kepada kesadaran, dimana akal maupun hati tidak saling mengabaikan.
Keputusannya harus berupa tindakan akal diskursif yang di dukung intuisi emosi dari nilai-nilai yang terlibat.
Keuniversalan Risalah Nabi Muhammad adalah untuk semua menusia, bahkan juga jin. Risalahnya berlaku sepanjang masa tampa batasan ruang dan waktu.39 Allah berfirman :
39Said Ali al-Qahthani, Dakwah Islam Dakwah bijak, (Jakarta: Gema Insani Press, Cet. I 1994), h. 354.
َنوُمَل ۡعٌَ َلَ ِساَنلٱ َرَث ۡكَأ َنِكََٰل َو ا ٗرٌِذَن َو ا ٗرٌِشَب ِساَنلِّل ٗةَفٓاَك َلَِإ َكََٰنۡلَس ۡرَأ ٓاَم َو
Terjemahnya :
Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.40
3. Dakwah, Pluralisme, dan Kemerdekaan Agama
Dakwah tidak bisa meniscayakan agama yang beranekaragam.
Karena ada keanekaragaman agama itu, maka ada misi dakwah. Agama yang membawa misi kebahagiaan, memungkinkan menjadi sarang konflik, tatkala tafsiran eksklusif muncul dari masing-masing agama.
Mengemukakan perang yang mengatas namakan agama. Sungguh naif.
Fenomena ini ada di depan mata kita, peristiwa Ambon, Poso, hingga serangan Amerika ke Afganistan, semua syarat dengan motif agama. Ini menandakan bahwa belum sepenuhnya makna pluralisme dipahami.
Pluralisme agama terhenti pada sebuah wacana dan dialog, tidak menyentuh esensinya.
Menurut Ahmad Gaus AF, kerusuhan sosial yang sampai menjarah rumah-rumah ibadah, dan karena itu sering disebut “kerusuhan antar agama”, sebenarnya tidak ada kaitannya dan kalaupun ada tidak bersifat lansung dengan masalah kerukunan agama.41
40Departemen Agama RI, Al-Qur‟an Dan Terjemahnya, h. 431.
41Ahmad Gaus AF, “Isu Kebebasan Beragama”, KOMPAS,Selasa, 14 juli 1998.
Rasulullah SAW. Juga mengembangkan dan memberlakukan pluralisme positif. Ketika beliau di madinah, dengan masyarakatnya yang beraneka ragam suku dan agama, ia mencanangkan Piagam Madinah (Mitsaq al-Madinah).42 Dengan perjanjian yang merupakan manifesto politik penting ini, maka rasul telah berhasil menyatukan penduduk madinah yang berbeda agama dan turunan darah untuk menghadapi Dalam Islam , ada hak-hak yang dijamin. Bahkan di antaranya hak untuk tidak beriman.45 Dalam Al-Qur‟an surah Yunus ayat 99 dinyatakan dengan jelas:
44Lihat Edi Amin, “Islam, Politik, dan Demokrasi Agama”,Pelita, 25 agustus 1997.
45Lihat Kuntowijoyo, Identitas Politik Umat Islam, (Bandung: Mizan, Cet.I 1997), h.164.
orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka Apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ?.46