HASIL DAN PEMBAHASAN
4.11 Kendala yang Dihadapi dalam Peningkatan Pertanian di Kecamatan Siabu Siabu
Berdasarkan hasil pengamatan, terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh pemuda dalam partisipasinya meningkatkan hasil pertanian di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, yaitu:
1. Pemuda yang memberikan penyuluhan berasal dari daerah lain sehingga terdapat ketidak cocokan bahasa dalam penyampaian dan menyebabkan pesan-pesan yang disampaikan dalam penyuluhan tidak diterima dengan baik.
87
2. Tidak adanya inovasi terbaru yang ditawarkan oleh pemuda, yang menjanjikan akan meningkatkan hasil panen sehingga masyarakat kurang berminat untuk menerapkan inovasi yang ditawarkan oleh pemuda.
3. Tidak adanya bukti nyata bahwa inovasi yang ditawarkan oleh pemuda telah berhasil meningkatkan hasil panen dalam pertanian, sehingga masyarakat kurang percaya terhadap inovasi yang ditawarkan.
4. Budaya masyarakat Mandailing yang enggan menerima masukan dari orang yang lebih muda dari segi umur, sehingga penyampaian dan ajakan oleh pemuda sering diabaikan.
5. Penyuluhan yang dilakukan monoton sehingga membosankan yang menyebabkan masyarakat kurang tertarik mengikuti penyuluhan tersebut.
6. Karakteristik masyarakat di Kecamatan Siabu yang miliki letak geografis yang jauh dari kota, enggan menerima perubahan-perubahan dan lebih cenderung mengikuti kebiasaan.
7. Masyarakat kurang terbuka dalam menyampaikan masalah yang dihadapi dalam proses pertanian yang dilakukannya sehingga penyuluh menjadi kesulitan dalam memberikan solusi yang tepat.
5.1. Kesimpulan
1. Sumbangsih ide dan gagasan untuk pembangunan pertanian (X1) memiliki pengaruh positif signifikan terhadap partisipasi pemuda dalam pertanian, sedangkan memotivasi dan mendorong orang untuk terlibat dan berkontribusi terhadap pembangunan pertanian (X2), dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan pertanian (X3) tidak memberikan pengaruh yang signifikan.
2. Faktor yang mempengaruhi partisipasi pemuda dalam pembangunan pertanian adalah tanggung jawab pemuda terhadap produksi pertanian (95% -96%), Menghimpun potensi masyarakat (91,6%), ingin di kenal masyarakt (89,58%), ingin menyalurkan ide dan gagasan di bidang pertanian (89,58%), ingin menjadi penerus di sektor pertanian (83,33%), dan ingin meningkatkan kemampuan di bidang pertanian (85,42%), sedangkan faktor yang menghambat partisipasi pemuda dalam pembangunan pertanian adalah sektor pertanian menjadi pilihan terakhir dikalangan pemuda (85,42%), pertanian tidak menjamin masa depan (60,42%), dan motivasi yang kurang untuk terlibat dalam pembangunan pertanian (57,29%).
3. Partisipasi pemuda dalam pembangunan pertanian di Kabupaten Ma ndailing Natal, Kecamatan Siabu, berada pada wilayah tengah, artinya sebahagian pemuda berpendapat bahwa pembangunan pertanian di Kabupaten Mandailing Natal, Kecamatan Siabu di pandang penting dan masih perlu di tingkatkan.
89
5.2. Saran
1. Perlunya partisipasi pemerintah dalam meningkatkan minat para pemuda dengan menciptakan kondisi sektor pertanian yang kondusif dan dinamis agar tumbuh dan berkembang pemuda-pemuda yang berperan aktif dalam kegiatan pertanian tanpa ditakuti rasa gengsi atau ketidak yakinan akan masa depan.
2. Perlu adanya komunitas-komunitas pemuda yang bergerak di bidang pertanian yang dibina oleh pemerintah sehingga kegiatan pertanian pemuda lebih terorganisir dan mudah diawasi dan diarahkan ke arah pertanian berkelanjutan agar generasi penerus pendapatkan tempat terbaik untuk melanjutkan estafet di sektor pertanian.
3. Menjalin hubungan kerjasama antara Dinas Pertanian dengan Dinas Pendidikan khususnya dalam peningkatan sumber daya manusia bidang pertanian dan muatan lokal dalam pendidikan dalam kajian pertanian dengan melibatkan tenaga ahli Dinas Pertanian dalam kegiatan belajar mengajar.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 2009. EXECUTIVE SUMMARY Background Study dalam Rangka Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 – 2014 Bidang Pemuda. Direktorat Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Jakarta
Chandra, D. 2004. Persepsi Pemuda Desa Terhadap Pekerjaan di Sektor Pertanian dan Minat Bekerja di Kota (Kasus Pemuda Desa Jambudipa, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat).
Skripsi. Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Fitriani, A. P. 2012. Kedudukan dan Peranan Pemuda dalam Rangka Memantapkan Ketahanan Nasional Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan dikaitkan dengan Tanggung Jawab Warga Negara dalam Mempertahankan Negara. Skripsi. Fakultas Hukum, Universitas Pakuan Bogor.
Hariadi, S.S., dan Witjaksono, R. 2012. Arah Pendidikan Penyuluhan Pertanian dan Sosiologi di Masa Depan. Pertemuan Nasional Pendidikan Sosiologi dan Penyuluhan Pertanian Indonesia, Jatinangor, 25-26 Januari 2012
Hartono, S. 2009. Tinjauan Yuridis Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin Di Kabupaten Sukoharjo. Skripsi. Fakultas Hukum, Universitas Muhammadiyah Surakarta
Iqbal, M. Dan T. Sudaryanto. 2008. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility) dalam Prespektif Kebijakan Pembangunan Pertanian. Analisis Kebijakan Pertanian, Volume 6 No. 2, Juni 2008: 155-173.
Kartasasmita, G. 1997. Administrasi Pembangunan. LP3ES: Jakarta
Masdiana, E. 2008. Peran Generasi Muda dalam Ketahanan Nasional.
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Jakarta.
Purnamasari, I. 2008. Studi Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan Pembangunan di Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi. Tesis.
Universitas Diponegoro
Raya, A.B., dan Subejo. 2010. Opini Masyarakt Terhadap Citra Komoditas Pangan Lokal (Studi Kasus Opini Pemuda Pedesaan Yogyakarta dan Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM). Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian, Volume 6, Nomor 2: 116-141.
Rini, P., dan Czafrani, S. 2010. Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal oleh Pemuda dalam Rangka Menjawab Tantangan Ekonomi Global. Jurnal UI untuk Bangsa Seri Sosial dan Humaiora, Volume 1:12-24 Salim, E. 1991. Pembangunan Berwawasan Lingkungan. Mediyatama: Jakarta
91
Saparyati, D.I. 2008. Kajian Peran Pendidikan Terhadap Pembangunan Pertanian di Kabupaten Demak. Tesis. Magister Teknik Pembangunan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro
Sastropoetro, S. 1998. Partisipasi, Komunikasi Dan Persuasi Dan Disiplin Dalam Pembangunan Nasional. Bandung: Alumni
Siagian, S. P. 1944. Administrasi Pembangunan. Gunung Agung: Jakarta
Suhendra, E.S. 2004. Analisis Struktur Sektor Pertanian Indonesia: Analisis Model Input-Output. Jurnal Ekonomi dan Bisnis No. 2, Jilid 9, Tahun 2004:
55-65.
Sumaryo, G.S., Effendi, I., Listiana, I., dan Yanfika, H. 2012. Kendala Pengembangan Pendidikan Penyuluhan di Perguruan Tinggi. Pertemuan Nasional Pendidikan Sosiologi dan Penyuluhan Pertanian Indonesia, Jatinangor, 25-26 Januari 2012
Tarigan, H. 2004. Representasi Pemuda Pedesaan Mengenai Pekerjaan Pertanian: Studi Kasus pada Komunitas Perkebunan Teh Rakyat di Jawa Barat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian.
Tjokrowinoto, B. 1995. Manajemen Pembangunan. Gunung Agung: Jakarta Todaro, M. 1977. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Erlangga: Jakarta Iskandar, S., Mahmud, A., dan Muslim. 2010. Karakteristik dan Akar Masalah
Kemiskinan Kasus pada 4 Tipologi Desa di Kabupaten Sumbawa. Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 11, No. 1: 122-134
Novianto, A. 2013. “Masa Depan Pemuda di Pertanian”. Lampung Post, 6 Desember 2013.
Cahyono, S. dan Tjokropandojo, D.S. 2013. Peran Keselamatan Petani dalam Mendukung Keberlanjutan Pertanian Sebagai Basis Pengembangan Ekonomi Lokal. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota. Volume 2 No 1:
15-23
Slamet, Y. 1993. Pembangunan Masyarakat Berwawasan Partisipasi. Sebelas Maret University Press. Surakarta.
Moeljarto. 1997. Politik Pembangunan Sebuah Analisis Konsep, Arah, dan Strategi,. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Partisipasi Pemuda dalam Pembangunan Pertanian
di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara IDENTITAS SAMPEL
Nama :
Alamat :
Usia :
Jenis Kelamin : Pria/Wanita
Status Pendidikan : SD/SMP/SMA/Diploma/Sarjana/Magister/
lainnya………
Pekerjaan Saat Ini : Pelajar/Petani/Pegawai Swasta/Pegawai Negeri/Wiraswasta/
Lainnya……….
Pendapatan PerBulan : < Rp. 250.000
Rp. 250.000 – Rp. 750.000 Rp. 750.000 – Rp. 1.500.000 Rp. 1.500.000 – Rp. 2.500.000
> Rp. 2.500.000
Lingkungan :
Kelurahan/Desa :
Kecamatan :
PARTISIPASI PEMUDA TERHADAP PEMBANGUNAN PERTANIAN (Y)