• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2. Pengujian Validitas dan Reliabilitas

Pengujian validitas instrumen dengan menggunakan software statistik dengan nilai validitas dapat dilihat pada kolim r-hitung. Jika nilai r-hitung lebih besar dari pada angka kritik (r-hitung > r-tabel) maka instrumen dikatakan valid.

Keterangan validitas dapat dilihat pada kolom keterangan.

53

4.2.1. Uji Validitas dan Reliabilitas Partispasi Pemuda

Untuk mengetahui hasil uji validitas dan reliabilitas variabel memberikan sumbangsih ide dan gagasan untuk pembangunan pertanian (X1), memotivasi dan mendorong orang untuk terlibat dan berkontribusi terhadap pembangunan pertanian (X2), dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan pertanian (X3) dapat dilihat pada Tabel 4.6.

Tabel 4.6. Hasil pengujian validitas variabel Partisipasi Pemuda Variabel Butir

Pernyataan r-hitung r-tabel Keterangan Koefisien Alpha

Sumber: Hasil Pengolahan data Primer 2015

Berdasarkan hasil uji validitas dapat disimpulkan bahwa seluruh ítem yang terdapat pada instrumen X1, X2, dan X3 dinyatakan valid, hal ini dapat dilihat dari r-hitung yang lebih besar dari r-tabel. Uji reliabilitas dilakukan untuk mengukur kepercayaan alat pengukur yang digunakan. Secara umum, suatu instrumen dikatakan dapat dipercaya jika memiliki koefisien Cronbach’s alpha > 0,6 maka kuesioner penelitian tersebut dinyatakan reliabel (Sekaran, 2003). Hasil pengujian

data menunjukkan bahwa nilai cronbach’s alpha > 0,6 (0,851-0,892). Hal ini menunjukkan bahwa data penelitian dinyatakan reliabel.

4.2.2. Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Partisipasi Pemuda dalam Pembangunan Pertanian

Hasil uji validitas dan reabilitas variabel partisipasi pemuda dalam pembangunan pertanian dapat dilihat pada Tabel 4.7.

Tabel 4.7. Hasil pengujian validitas variabel partisipasi pemuda dalam pembangunan pertanian

Variabel Butir

Pernyataan r-hitung r-tabel Keterangan Koefisien Alpha

Sumber: Hasil Pengolahan data Primer 2015

Berdasarkan hasil uji validitas dapat disimpulkan bahwa seluruh item yang terdapat di dalam instrumen yang digunakan dalam variabel “Partisipasi pemuda dalam pembangunan pertanian” dinyatakan valid, hal ini dapat dilihat bahwa r-hitung lebih besar dari pada r-tabel. Uji reliabilitas dilakukan untuk mengukur sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya. Uji reliabilitas dilakukan untuk mengukur kepercayaan alat pengukur yang digunakan. Secara umum, suatu instrumen dikatakan dapat dipercaya jika memiliki koefisien Cronbach’s alpha >

55

0,6 maka kuesioner penelitian tersebut dinyatakan reliabel (Sekaran, 2003). Hasil pengujian data menunjukkan bahwa nilai cronbach’s alpha > 0,6 (0,877). Hal ini menunjukkan bahwa data penelitian dinyatakan reliabel.

4.2.3. Partisipasi Pemuda dalam Pembangunan Pertanian

Pemuda merupakan bagian dari suatu sistem tatanan sosial (Soekanto, 1990). Pemuda berperan sebagai tenaga kerja pertanian dalam dunia pertanian sebagai peran yang harus diembannya sebagai bagian dari sistem sosial. Hal ini sesuai dengan ciri masyarakat pedesaan yang pekerjaan utama penduduknya berada pada sektor pertanian, walaupun tidak seluruh anggota masyarakat di pedesaan memiliki lahan pertanian.

Pemuda atau apapun namanya, merupakan sebuah hierarki yang mewakili suatu nomenklatur penduduk dalam suatu negara. Kelompok ini sangat penting dicermati dan diberikan perhatian khusus setidaknya karena beberapa alasan. Alasan pertama dilihat dari dimensi sosial politik dimana pemuda dipandang sebagai generasi penerus sekaligus agen pembaharuan.

Kedua, dari sudut pandang sosio-demografi dimana pemuda terait dengan aspek kualitas dalam komposisi demografis, sehingga pemuda menjadi potensi Sumber Daya Manusia terbesar bagi pembangunan bangsa di masa yang akan datang. Ketiga, dimensi sosio-psikologis dimana pemuda seringkali berbenturan dengan generasi tua ketika generasi muda ingin mencari jati diri.

Partisipasi pemuda dalam pembangunan pertanian menjadi faktor penting dalam meningkatkan sektor pertanian saat ini. Pemuda yang dianggap bagian dari pekerja dan generasi penerus menjadi faktor utama penentu sektor

ini ke depannya. Pemuda saat ini masih menganggap pekerjaan pertanian merupakan pekerjaan yang kotor dengan gaji yang kecil sehingga sangat banyak pemuda yang memilih untuk mencari lapangan pekerjaan lain di kota.

Di Kecamatan Siabu, kabupaten Mandailing Natal, partisipasi pemuda menunjukkan nilai yang tidak memuaskan. Di satu sisi masih ada pemuda yang berperan aktif dalam kegiatan pertanian, tetapi di lain sisi, masih banyak pemuda yang lebih memilih pekerjaan lain dibandingkan dengan pekerjaan pertanian, padahal dari sisi lingkungan dan lahan yang bisa diolah, kebutuhan para petani pemula seperti lahan yang ingin diolah, perlengkapan pertani an, dan peran serta pemerintah sudah cukup mendukung. Para pemuda lebih memilih pergi ke kota mencari pekerjaan lain yang dirasa lebih baik daripada bekerja di sektor pertanian di pedesaan. Padahal sektor pertanian adalah sektor yang sangat penting bagi negara Indonesia yang mendapat julukan sebagai negara Agraria. Partisipasi pemuda dalam pembangunan pertanian disajikan pada Tabel 4.8.

Tabel 4.8. Skor partisipasi pemuda dalam pembangunan pertanian

No Partisipasi Ratan Skor

1 Sumbangsih Ide Dan Gagasan Untuk Pembangunan Pertanian

2,78 2 Memotivasi dan Mendorong

Orang untuk Terlibat dan Berkontribusi Terhadap Pembangunan Pertanian

2,84

3 Terlibat dalam Kegiatan-kegiatan Pertanian

2,73 Rerata Skor Semua Aspek 2.78 Sumber : Di olah dari data primer, 2015

Interpretasi terhadap skor dari setiap variabel persepsi adalah dengan melihat skor rata-rata dan selanjutnya nilai tersebut diinterpretasikan dengan

57

beracuan pada Tabel untuk menyatakan apakah seluruh variabel berada pada daerah yang telah ditentukan pada Tabel 4.9.

Tabel 4.9. Dasar interpretasi skor item kuisioner pada variabel persepsi dalam penelitian

No Nilai skor Interpretasi

1 0< NS≤1 Berada pada daerah sangat negatif 2 1< NS≤2 Berada pada daerah negatif 3 2< NS≤3 Berada pada daerah tengah-tengah 4 3< NS≤4 Berada pada daerah positif

5 4< NS≤5 Berada pada daerah sangat positif Sumber : Arikunto, 1989

Dari skor rataan partisipasi pemuda dalam pembangunan pertanian berada pada daerah tengah-tengah. Hasil ini mengindiasikan bahwa terdapat kesepahaman bahwa sebagian responden memiliki partisipasi akan pentingnya pembangunan pertanian dan sebagian lagi tidak memiliki partisipasi akan pentingnya di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal. Di satu sisi ada pemuda yang berperan aktif dalam pembangunan pertanian di Kecamatan Siabu, tetapi di sisi lain, ada pemuda yang merasa pekerjaan sebagai petani adalah pekerjaan kotor dengan gaji yang rendah dan lebih memilih pekerjaan lain di kota sebagai pekerjaannya.

4.2.4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Pemuda dalam Pertanian

Partisipasi pemuda dalam pertanian dipengaruhi oleh beberapa faktor baik internal maupun eksternal seperti pada Tabel 4.10. berikut:

Tabel 4.10. Faktor-faktor yang mempengaruhi Partisipasi pemuda dalam pertanian

No Pernyataan Persentase

faktor

1 Meningkakan produksi pertanian 96,88%

2 Bertanggung jawab terhadap pertanian 95,83%

3 Menghimpun potensi di masyarakat untuk meningkatkan

pertanian 91,67%

4 Dikenal oleh masyarakat 89,58%

5 Menyalurkan ide dan gagasan 89,58%

6 Meningkatkan kemampuan di bidang pertanian 87,50%

7 Pertanian menjadi pilihan terakhir 85,42%

8 Penerus di sektor pertanian 83,33%

9 Pertanian menjamin masa depan 60,42%

10 Lebih memiliki motivasi dibandingkan dengan orang lain 57,29%

Sumber : Diolah dari data primer, 2015

Hasil pada Tabel memperlihatkan bahwa faktor meningkatnya produksi pertanian dan bertanggung jawab terhadap pertanian menjadi faktor utama yang mempengaruhi partisipasi pemuda dengan nilai 95-96%. Sebagian responden merasa bahwa pertanian tidak menjamin masa depan dan tidak memiliki motivasi untuk bertani yang ditunjukkan dengan nilai 57-60%. Para pemuda memilih untuk menjadi kan bidang pertanian menjadi pilihan terakhir dalam bekerja ditunjukkan dengan nilai 85,42%. Rendahnya minat para pemuda dalam bidang pertanian menjadi alasan utama rendahnya partisipasi pemuda dalam pembangunan pertanian di daerahnya, padahal masih banyak lahan pertanian yang belum di olah di daerah tersebut.

59

4.3. Pengaruh Partisipasi Pemuda dalam Sumbangsih Ide Dan Gagasan