• Tidak ada hasil yang ditemukan

8. Citizen Control

2.2.5. Partisipasi Pemuda dalam Pembangunan Bidang Pertanian

Kebanyakan pemuda beranggapan bahwa kelestarian pertanian merupakan tanggung jawab para petani saja, Padahal melestarikan pertanian merupakan tanggung jawab kita semua, terutama para generasi muda. Mereka kurang berminat untuk terjun kepertanian karena mereka beranggapan bahwa pertanian berhubungan dengan kemiskinan. Padahal jika dikaji lebih dalam lagi petanian itu sangatlah penting. Pertanian merupakan sektor utama dalam kehidupan kita. Tanpa pertanian tidak mungkin akan terwujud suatu kehidupan.

Disinilah peran pemuda sangat dibutuhkan. Pemuda merupakan penerus cita-cita bangsa, maka sangat berperan penting dalam pembangunan pertanian.

Mereka dapat memanfaatkan peluang yang sudah ada di suatu daerah serta mengembangkan potensi yang ada pada diri mereka. Selain itu generasi muda juga mempunyai inovasi-inovasi baru untuk mengembangkan pertanian. Tidak hanya itu saja, di era yang modern ini tentunya para generasi muda mempunyai banyak informasi mengenai kemajuan zaman sehingga dapat membangun pertanian yang semakin baik. Pada dasarnya pemuda merupakan sektor utama kemajuan suatu bangsa. Jadi sudah seharusnya para pemuda berperan aktif dalam pembangunan pertanian karena pertanian merupakan hal yanga sangat penting dalam kehidupan.

17

Selain lahan yang terus menyempit dan infrastruktur pertanian yang rusak, di Indonesia juga punya masalah serius dalam perkara sumber daya manusia. Di Jawa tengah 40% petani berusia diatas 50 tahun. Usia yang tidak lagi produktif untuk melakukan pekerjaan-pekarjaan di bidang pertanian ini tentu saja menuntut adanya regenerasi sehingga bisa menjamin tetap bergulirnya aktivitas pertanian yang merupakan sumber utama penghidupan sebagian besar rakyat Indonesia, terutama di Jawa barat.

Generasi muda yang seharusnya menjadi generasi penerus sangat jarang yang memilih pertanian sebagai mata pencaharian mereka. Di daerah pedesaan, kaum muda yang umumnya lahir dan dibesarkan di keluarga petani, sebagian besar enggan untuk melanjutkan profesi orang tua mereka untuk menjadi petani.

Mereka lebih memilih pekerjaan ‘non tanah’ sebagai sumber penghidupan.

Misalnya menjadi buruh pabrik, kuli bangunan, atau tukang ojek. Sebagian dari mereka tergoda untuk pergi mengadu nasib di kota-kota besar seperti Jakarta. Hal ini bisa dilihat diantaranya dari fenomena urbanisasi tahunan pasca lebaran.

Puluhan ribu orang dari desa berbondong-bondong ke kota Jakarta. Di kota, mereka biasanya bekerja di sektor informal seperti pedagang kaki lima, pembantu rumah tangga, menjadi buruh bangunan, adapula yang terpaksa menjadi pengamen jalanan.

Peran pemuda dalam pengembangan pertanian sangat berpengaruh sekali dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat desa yang sebagaian pekerjaannya sebagai petani. Peran pemuda juga sangat berpengaruh dalam penyebaran informasi bagi para petani. Selain itu pemuda juga harus dibekali cara-cara

pertanian yang baik dan benar, sehingga sewaktu-waktu mereka dibutuhkan, mereka telah siap.

Untuk meningkatkan peran pemuda dalam perkembangan pertanian dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1. Peningkatan sumber daya manusia terutama pemuda dalam peran aktif di sektor pertanian.

2. Merubah pola fikir tentang petani itu kasar dan identik dengan kemiskinan dengan tanpa petani kita tidak bisa makan.

3. Peningkatan taraf hidup masyarakat desa sehingga dapat bersaing dengan masyarakatkota.

4. Mengembangkan system pertanian masyarakat desa dengan teknologi modern.

5. Pemuda yang harus lebih aktif dan selektif dalam memilih jurusan di Universitas.

6. Mengembangkan akses informasi tentang pertanian.

7. Pemuda harus bisa lebih giat dalam peningkatan pertanianIndonesia.

8. Pemuda juga harus sadar bahwa kita tidak bisa hidup tanpa adanya petani.

2.3. Pemuda

Dalam kosakata bahasa Indonesia, pemuda juga dikenal dengan sebutan generasi muda dan kaum muda. Seringkali terminologi pemuda, generasi muda, atau kaum muda memiliki pengertian yang beragam. Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan

19

sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun masa datang. Sebagai calon generasi penerus yang akan menggantikan generasi sebelumnya. World Health Organization menyebut sebagai ‘young people’ dengan batas usia 10-24 tahun, sedangkan usia 10-19 tahu disebut ‘adolescenea’ atau remaja. International Youth Year yang diselenggarakan tahun 1985, mendefinisikan penduduk berusia 15-24 tahun sebagai kelompok pemuda (Masdiana, 2008).

Penjabaran lebih luas tentang definisi pemuda terdapat dalam Undang- Undang Nomor 40 Tahun 2009 Pasal 1 butir (1) yaitu:

Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun.

Bila melihat pada sejarah perjalanan bangsa Indonesia, kiprah kaum muda selalu mengikuti setiap tapak-tapak penting sejarah. Pemuda selalu menjadi kekuatan utama dalam proses modernisasi dan perubahan, dan biasanya pula pemuda jenis ini adalah pemuda yang terdidik. Mereka mempunyai kelebihan dalam pemikiran ilmiah, selain semangat mudanya, sifat kritisnya, kematangan logikanya dan ‘kebersihan’-nya dari noda orde masanya. Angkatan 1908, Angkatan 1928, Angkatan 1945, Angkatan 1966, Angkatan 1974 dan Angkatan 1998 adalah sebutan bagi para pemuda di zamannya yang melakukan pembaharuan. Angkatan 1908 dan Angkatan 1928 merupakan angkatan pemuda yang melakukan pencerahan kepada rakyat atas penindasan kolonialisme.

Angkatan 1908 mendapat ispirasi dari asiatic reveil (kebangkitan bangsa-bangsa Asia) akibat kemenangan Jepang terhadap Rusia pada tahun 1904-1905, sehingga mulai tumbuh kesadaran sebagai bangsa (Masdiana, 2008)

2.4. Pembangunan

Pembangunan adalah pergeseran dari suatu kondisi nasional yang satu menuju kondisi nasional yang lain, yang dipandang lebih baik dan lebih berharga (Tjokrowinoto, 1995). Disamping itu pembangunan juga merupakan proses multi dimensional yang menyangkut perubahan-perubahan yang penting dalam suatu struktur, sistem sosial ekonomi, sikap masyarakat dan lembagalembaga nasional dan akselerasi pertumbuhan ekonomi, pengangguran kesenjangan dan pemberantasan kemiskinan absolut (Todaro, 1977). Pengertian tersebut mengisyaratkan bahwa pembangunan berarti proses menuju perubahanperubahan yang dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat itu sendiri.

Dalam pengertian pembangunan para ahli memberikan berbagai macam definisi tentang pembangunan, namun secara umum ada suatu kesepakatan bahwa pembangunan merupakan proses untuk melakukan perubahan. Siagian (1994) memberikan pengertian tentang bagaimana pembangunan sebagai “suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan yang berencana dan dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa, negara dan pemerintah, menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa ( Nation building)”. Adapun Ginanjar Kartasasmita (1997) memberikan pengertian yang lebih sederhana tentang pembangunan yaitu:

“suatu proses perubahan ke arah yang lebih baik melalui upaya yang dilakukan secara terencana”.

Pembangunan nasional merupakan sarana yang penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bahwa pada hakekatnya pembangunan nasional itu adalah pembangunan manusia seutuhnya yaitu untuk membangun kesejahteraan masyarakat Indonesia seluruhnya, sedangkan tujuan pembangunan

21

nasional adalah untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tentram dan damai (Hartono, 2009).

Ruang lingkup pembangunan nasional sangat luas, maka pelaksanaannya harus secara berencana, menyeluruh, bertahap dan berlanjut. Pada tiap-tiap tahap diaharapkan dicapai keselarasan dalam kemajuan lahiriah dan batiniah yang merata mencakup seluruh rakyat, dengan kadar keadilan sosial yang meningkat, dengan demikian pembangunan adalah suatu proses yang berjalan terus menerus (Salim, 1991). Untuk mencapai hasil yang maksimal, maka pembangunan nasional harus dilaksanakan bersama oleh masyarakat dan pemerintah.

Masyarakat adalah pelaksana utama pembangunan sedangkan pemerintah berkewajiban untuk mengarahkan, membimbing dan menciptakan suasana yang menunjang, saling mengisi dan saling melengkapi dalam satu kesatuan langkah menuju tercapainya tujuan pembangunan nasional.