BAB II. KAJIAN PUSTAKA DAN TINJAUAN TEORI
C. Kepemimpinan Tranformasional Kepala Sekolah
4. Kepemimpinan Kepala Sekolah
Kepala sekolah adalah seorang pemimpin yang mempunyai tugas dan tanggung jawab membina dan mengembangkan sekolah baik berupa moral dan materiil demi mencapai kemajuan sekolah dan mencapai tujuan yang diharapkan baik oleh orang tua peserta didik, masyarakat, maupun pemerintah.
Tugas kepala sekolah tidaklah mudah semudah membalikkan telapak tangan, tetapi tugas kepala sekolah itu memerlukan perhatian, pemikiran dan berbagai kegiatan yang menyita waktu, tenaga, biaya dan aspirasi untuk mencapai tujuan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah.92
Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Sebagaimana dikemukakan dalam Pasal 12 ayat 1 PP 28 tahun 1990 bahwa: “Kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasaranan”.
Menurut Mulyasa, setiap kepala sekolah dihadapkan pada tantangan untuk melaksanakan pengembangan pendidikan secara terarah, berencana, dan berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. 93
Syaiful Sagala menjelaskan bahwa keberhasilan sekolah ditentukan oleh kemampuan kepala sekolahnya dalam melakukan pengorganisasian secara sistematis dan komitmennya terhadap perbaikan pengelolaan sekolah dalam wewenang dan tanggung jawab sebagai pemimpin.94
91Sutikno, Pemimpin Dan Gaya Kepemimpinan, Edisi Pertama Lombok: Holistica, 2014, hal. 27
92Tabrani Rusyan dan Lalan Suherlan, Profesionalisme Kepala Sekolah, Jakarta:
PT. Gilang Saputra Perkasa, 2012, hal. 13
93 E. Mulyana, Menjadi Kepala Sekolah Profesional, …hal. 25
94Syaiful Sagala, Supervisi Pembelajaran, Bandung: Alfa Beta, 2012, hal. 125
Menurut Sergiovanni dikutip oleh Syaiful Sagala ada tiga kompetensi yang harus dimiliki kepala sekolah, yaitu: (1) kompetensi teknis (technical competency) berkenaan dengan pengetahuan khusus yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai kepala sekolah, (2) kompetensi hubungan antar pribadi (interpersonal competency) yang berkenaan dengan kemampuan kepala sekolah dalam bekerjasama dengan orang lain dan memotivasi mereka agar bersungguh-sungguh dalam bekerja, dan (3) kompetensi konseptual (conceptual competency) berkenaan dengan keluasan wawasan dan konsep seorang kepala sekolah yang diperlukan dalam menganalisis dan memecahkan masalah-masalah rumit berkaitan dengan pengelolaan sekolahnya.95
Menurut Wahjosumidjo kepala sekolah pada hakikatnya adalah seorang manajer yang bertugas sebagai perencana, organisator, pemimpin, dan seorang pengendali.96
Keberadaan manajer pada suatu organisasi sangat diperlukan, sebab organisasi sebagai alat mencapai tujuan dimana di dalamnya berkembang berbagai macam pengetahuan dan menjadi tempat untuk membina dan mengembangkan sumber daya manusia.
Kepala sekolah sebagai seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah, dimana diselenggarakan proses belajar mengajar. Pengangkatan kepala sekolah seharusnya berdasarkan pada peraturan yang berlaku agar dalam pelaksanaan tugas mampu bersikap profesional.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah adalah sebagai berikut:
1) Kualifiasi umum kepala sekolah:
(a) Memiliki kualifikasi akademik S1 atau D-IV kependidikan atau non kependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi.
(b) Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusia setingi-tingginya 56 tahun.
(c) Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun menurut jenjang sekolah masing-masing.
(d) Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/C bagi PNS.
2) Kualifikasi Khusus kepala sekolah:
(a) Berstatus sebagai guru SD/MI.
95Syaiful Sagala, Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan, Bandung : Alfabeta, 2013, hal. 216
96Wahjosumidjo, Kepemimpinan Kepala Sekolah: Tinjauan Teoritik dan Permasalahan nya, … hal. 96
(b) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SD/MI.
(c) Memiiki sertifikat kepala SD/MI yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah.
Kepemimpinan kepala sekolah bisa dilihat dalam hubungannya dengan kepemimpinan pada umumnya yang dimengerti sebagai aktivitas mempengaruhi orang lain dalam mencapai tujuan bersama dalam sebuah organisasi. Seperti yang dikatakan Yukl bahwa kepemimpinan adalah: “it involves a social process whereby intentional influence is exerted by one person over other people to structure the activities and relationship in a group or organization”.97 Kepemimpinan kepala sekolah dalam dunia pendidikan memiliki karakteristik tertentu, dibandingkan dengan kepemimpinan pada umumnya.
Peran kepemimpinan kepala sekolah meliputi (1) membangun budaya sekolah dengan mengkomunikasikan nilai-nilai positif yang harus dijaga atau dikembangkan, (2) melaksanakan fungsi sebagai pemimpin pengajaran melalui pengembangan profesi guru, kurikulum dan proses pembelajaran.
Peran manajerial kepala sekolah meliputi (1) kemampuan teknis manajemen yakni perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan kepala sekolah, (2) kemampuan human yang berhubungan dengan relasi sosial seperti pengembangan rasa saling mempercayai dan kerjasama, (3) kemampuan yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi.
Peran kepala sekolah sebagai pengembangan kurikulum dan proses pembelajaran dijalankan melalui usaha peningkatan kualitas pembelajaran, supervisi, perencanaan alokasi waktu, koordinasi pelaksanaan pembelajaran dan memonitoring pelaksanaan dan kemajuan pembelajaran.
Menurut Mulyasa kepala sekolah mempunyai tujuh fungsi utama,98 yaitu:
a. Sebagai Pendidik (Educator)
Sebagai pendidik, guru adalah pelaku utama dan pengembang inti kurikulum. Oleh karena itu kepala sekolah harus memiliki keinginan dan kemauan yang besar serta menitik beratkan pada pengembangan kurikulum dan pembelajaran di sekolah. Tentunya dengan memfokuskan pada kemampuan kompetensi tenaga pendidik, selanjutnya juga berupaya memotivasi den memotivasi tenaga
97Gary Yukl, Leadership In Organization, diterjemahkan oleh Ati Cahayani;
Kepemimpinan dalam Organisasi, Jakarta: Indeks, 2015, hal. 3
98E. Mulyasa, Menjadi Kepala Sekolah Profesional, …, hal. 98
pendidik untuk menambah kompetensi mereka serta tidak puas akan hasil yang telah dicapai.
b. Sebagai Pengelola (manajer)
Sebagai pengelola, kepala sekolah mampu menjalankan pemeliharaan dan pengembangan profesi tenaga pendidik. Ia menyediakan peluang yang besar kepada tenaga pendidik dalam mengembangkan profesi mereka lewat bermacam-macam aktivitas di tingkat sekolah ataupun luar sekolah.
c. Sebagai Administrator
Sebagai pengelolaan keuangan, perannya adalah memanfaatkan pendanaan yang mencukupi sebagi usaha untk meningkatan kemampuan tanaga pendidik dibidang akademik dan non akademik.
d. Sebagai Supervisor
Sebagai seorang pengawas, kepala sekolah harus memahami guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar. Hal ini dilakukan dengan mengadakan supervisi secara rutin, saat kunjungan kelas guna melihat kegiatan belajar mengajar dan peran serta peserta didik pada kegiatan tersebut. Supervisi ini untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan guru saat melakukan kegiatan belajar mengajar serta tingkat kemampuan guru.
e. Sebagai Pemimpin (Leader)
Sebagai pemimpin, kepala sekolah mampu mengaplikasikan bermacam-macam gaya kepemimpinan. Hal ini dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan yang ada. Mulyasa memaparkan bahwa kepemimpinan berkaitan dengan kepribadian, dan kepribadian kepala sekolah sebagai pemimpin tercermin melalui sifat-sifat; jujur, percaya diri, tanggung jawab, berani mengambil resiko dan keputusan,berjiwa besar, emosi stabil, dan teladan.
f. Sebagai Inovator
Sebagai inovator, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk menjalin kerjasama yang baik dengan lingkungan, menemukan ide-ide baru, mampu menjadi panutan kepada bawahan serta mencari metode-metode pembelajaran yang baru.
g. Sebagai Motivator
Kepala sekolah berperan sebagai motivator baik kepada bawahan dan lingkungan sekitarnya. Hal ini ditularkan lewat situasi kerja, lingkungan kerja, disiplin kerja, motivasi tinggi, menyediakan berbagai sumber belajar sera memberikan penghargaan.