• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Pengumpulan Data

Dalam dokumen Oleh : ABDUL HAKIM NIM : (Halaman 111-114)

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN

H. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian kuantitatif, peneliti akan menggunakan instrumen untuk mengumpulkan data. Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur nilai variabel yang diteliti. Dengan demikian jumlah instrumen yang akan digunakan untuk penelitian akan tergantung pada jumlah variabel yang diteliti. Bila variabel penelitian lima, maka jumlah instrumen yang digunakan untuk penelitian juga lima instrumen penelitian akan digunakan untuk melakukan pengukuran dengan tujuan menghasilkan data kuantitatif yang akurat.

Penelitian mengunakan beberapa instrumen penelitian, hal ini dimaksudkan untuk mengetahui data atau informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Oleh karena itu, instrumen yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah alat untuk mengukur dan mendapatkan data yang relevan dengan masalah yang diteliti, antara lain:

daftar pedoman wawancara, angket dan dokumentasi.

Untuk memberikan gambaran ketiga bentuk instrumen di atas, maka penulis akan menguraikan secara sederhana sebagai berikut:

1) Observasi

Menurut Sutrisno Hadi dalam Sugiyono, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Dalam pengumpulan data menggunakan observasi karena penelitian berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar. Observasi atau pengamatan adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan pengindraan.12

Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi partisipasi pasif (passive partisipatory observation). Jadi dalam hal ini peneliti datang di tempat kegiatan orang yang diamati, tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Observasi ini dilakukan di SD Islam Al-Azhar 27 Cibinong Bogor.

12Bungin, Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011, hal. 115

2) Wawancara

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahulu untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil.13 Teknik wawancara yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur. Tujuan dari wawancara semi terstruktur adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat dan ide-idenya.

Metode wawancara ini digunakan untuk mengungkap tentang pengaruh penerapan program Adiwiyata dan model kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap karakter siswa SD Islam Al-Azhar 27 Cibinong Bogor.

3) Dokumentasi.

Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlaku.

Dokumentasi bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya menumental dari seseorang. Dalam penelitian in, dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data-data terkait penerapan program Adiwiyata dan model kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap karakter siswa di SD Islam Al-Azhar 27 Cibinong Bogor. Misal data-data guru, foto-foto, letak geografis, sejarah berdirinya, profil sekolah, struktur organisasi, dan arsip-arsip yang lain.

4) Kuesioner.

Kuesioner adalah sekumpulan daftar pertanyaan atau pernyataan tertulis yang diberikan kepada subjek penelitian.14 Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data mengenai penerapan program Adiwiyata dan model kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap karakter siswa.

5) Instrumen/Angket

Instrumen adalah alat yang digunakan untuk memperoleh atau mengumpulkan data dalam memecahkan suatu masalah penelitian dan juga merupakan alat yang digunakan untuk peneliti memecahkan masalah dalam sebuah penelitian.15 Instrumen pengumpulan data

13Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan; Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, …, hal. 385

14Arief Furchan, Pengantar Penelitian dalam Pendidikan, Surabaya: Usaha Nasional, 1982, hal. 289

15Ninit Alfianika, Metode Penelitian Bahasa Indonesia, Yogyakarta: Deepublish, 2016, hal. 117.

merupakan alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya.16 Sedangkan Ibnu Hadjar berpendapat bahwa instrumen merupakan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan informasi kuantitatif tentang variasi karakteristik variabel secara objektif. 17 Jadi dalam penelitian ini instrumen diartikan alat bantu yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan informasi data kuantitatif tentang variabel yang sedang diteliti.

I. Jenis Data Penelitian

Berdasarkan proses atau cara untuk mendapatkannya, data dalam penelitian ini termasuk jenis data data kontinum yaitu data dalam bentuk angka/bilangan yang diperoleh berdasarkan hasil pengukuran dengan skala Likert dan tes. Kepala Sekolah bertanggung jawab akan kemajuan sekolah yang dipimpinnya, sehingga dalam hal memajukan sekolah, kepala sekolah melakukan supervisi akademik yang dilakukan dua kali dalam setahun, semua itu dilakukan untuk mencari akar masalah yang terjadi di sekolah dan mencari formula solusi dalam menggapai kesuksesan bersama.

Setelah melakukan supervisi akademik diharapkan kepala sekolah dapat menstimulus pelaksanaan program penerapan program Adiwiyata dan model kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap karakter siswa, yang terjadi di sekolah secara riil dievaluasi untuk tujuan bersama dalam menggerakkan roda organisasi ke arah kemajuan. Maju tidaknya sebuah organisasi/sekolah tertumpu pada kepemimpinannta, jika seorang pemimpin mampu menggerakkan roda oragnisasinya dengan baik, mengarahkan pada kemajuan, maka organisasi tersebut akan bergerak maju. Namun sebaliknya, jika seorang pemimpin tidak mampu menggerakkan maju roda organisasi, maka yang akan terjadi oraganisasi tersebut akan tertinggal dan tidak dapat mengalami kemajuan para guru dan jajarannya untuk lebih melihat kemajuan yang akan dicapai. Begitupula seharusnya seorang supervisior, harus tahu secara detail apa yang telah dilakukan oleh orang yang disupervisi, temuan-temuan kecil akan sangat bermanfaat menjadi masukan untuk kemajuan oleh orang yang disupervisi.18

16Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008, hal.

52.

17Ibnu Hadjar, Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif dalam Pendidikan, Jakarta: Raja Grapindo Persada, 1996, hal.160

18Al-Imam Abul Fida Isma'il Ibnu Katsir ad-Dimasyqi, Terjemah Tafsir Ibnu Katsir.

Juz IX, Bandung: Sinar Baru al-Gensindo, 2002, hal. 209

J. Uji Coba dan Kalibrasi Instrumen Penelitian

Dalam dokumen Oleh : ABDUL HAKIM NIM : (Halaman 111-114)