• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Prasyarat Analisis Statistik Inferensial

Dalam dokumen Oleh : ABDUL HAKIM NIM : (Halaman 180-188)

BAB IV. TEMUAN HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Uji Prasyarat Analisis Statistik Inferensial

Teknik analisis yang dipergunakan untuk menguji hopotesis-hipotesis tentang pengaruh penerapan program sekolah adiwiyata (X1), dan model kepemimpinan transformasional kepala sekolah (X2), terhadap karakter siswa (Y), baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama adalah menggunakan uji t parsial dan uji F simultan dalam analisis regresi linear berganda.

Untuk dapat menggunakan uji t parsial dan uji F simultan dalam analisis regresi linear berganda tersebut di atas, maka diperlukan terpenuhinya tiga persyaratan analisis yaitu 1) analisis normalitas distribusi galat taksiran, yaitu galat taksiran (error) ketiga variabel harus berdistribusi normal, 2) analisis linieritas persamaan regresi (Y atas X1 dan X2, ) secara sendiri-sendiri maupun secara simultan/bersama-sama, yaitu persamaan regresi harus linier, dan 3) analisis homogenitas varians yakni varians kelompok ketiga variabel harus homogen. Sedangkan uji independensi kedua

variabel bebas tidak dilakukan, karena kedua variabel bebas tersebut telah independen.

Berdasarkan uraian di atas, maka sebelum pengujian hipotesis dilakukan terlebih dahulu pengujian persyaratan analisis sebagaimana dimaksud di atas, yakni sebagai berikut:

1. Uji Normalitas Distribusi Galat Taksiran/Uji Kenormalan

Adapun uji normalitas distribusi galat taksiran ketiga variabel penelitian adalah sebagai berikut ini:

a. Pengaruh Penerapan Program Sekolah Adiwiyata (X1) Terhadap Karakter siswa (Y).

Ho: Galat taksiran karakter siswa (Y) atas penerapan program sekolah adiwiyata (X1)adalah berdistribusi normal

Hi: Galat taksiran karakter siswa (Y) atas penerapan program sekolah adiwiyata (X1)adalah berdistribusi tidak normal

Tabel 4.12

Uji Normalitas Galat Taksiran Y atas X1

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 88

Normal Parametersa,b Mean ,0000000

Std. Deviation 11,61747837

Most Extreme Differences Absolute ,140

Positive ,097

Negative -,140

Test Statistic ,140

Asymp. Sig. (2-tailed) ,071c

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

Dari tabel 4.12 di atas, maka galat taksiran untuk persamaan regresi Ŷ atas X1 menunjukkan Asymp. Sig (2-tailed) adalah 0,071 > 0,05 (5%) atau Zhitung 0,140 dan Ztabel pada taraf kepercayaan/ signifikansi α = 0,05 adalah 1,645. (Zhitung 0,140 < Ztabel 1,645), yang berarti Ho diterima dan H1 ditolak. Dengan demikian dapat diinterpretasikan/ditafsirkan bahwa persyaratan normalitas distribusi galat taksiran Ŷ atas X1 terpenuhi dengan kata lain galat taksiran persamaan regresi Ŷ atas X1 adalah berdistribusi normal.

b. Pengaruh Model Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah (X2) Terhadap Karakter Siswa (Y)

Ho: Galat taksiran karakter siswa (Y) atas model kepemimpinan transformasional kepala sekolah (X2)adalah normal

Hi: Galat taksiran karakter siswa (Y) atas model kepemimpinan transformasional kepala sekolah (X2)adalah tidak normal

Tabel 4.13

Uji Normalitas Galat Taksiran Y atas X2

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 88

Normal Parametersa,b Mean ,0000000

Std. Deviation 11,59643606

Most Extreme Differences

Absolute ,070

Positive ,054

Negative -,070

Test Statistic ,070

Asymp. Sig. (2-tailed) ,200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

Dari tabel 4.13 di atas, maka galat taksiran untuk persamaan regresi Ŷ atas X2 menunjukkan Asymp. Sig (2-tailed) = 0,200 > 0,05 (5%) atau Zhitung 0,070 dan Ztabel pada taraf kepercayaan/ signifikansi α = 0,05 adalah 1,645 (Zhitung 0,070 < Ztabel 1,645), yang berarti Ho diterima dan H1 ditolak. Dengan demikian dapat diinterpretasikan/

ditafsirkan bahwa persyaratan normalitas distribusi galat taksiran Ŷ atas X2 terpenuhi dengan kata lain galat taksiran persamaan regresi Ŷ atas X2 adalah berdistribusi normal

Adapun rekapitulasi hasil uji normalitas galat taksiran, adalah sebagai berikut:

Tabel 4.14

Rekapitulasi Hasil Uji Normalitas Galat Taksiran

Galat Taksiran

Nilai PSig

α Zhit Ztab Kesimpulan

Ŷ – X1 0,071

0,05

0,140 1,64

5

Galat taksiran berasal dari populasi berdistibusi normal

Ŷ – X2 0,200 0,070

Galat taksiran berasal dari populasi berdistibusi normal

Kriteria: Galat taksiran berasal dari populasi berdistribusi normal jika:

Nilai Psig > 0,05 atau Zhitung < Ztabel

2. Uji Linieritas Persamaan Regresi

Adapun uji linieritas persamaan regresi variabel terikat (Y) atas kedua variabel bebas (X1 dan X2) adalah sebagai berikut ini:

a. Pengaruh Penerapan Program Sekolah Adiwiyata (X1) Terhadap Karakter Siswa (Y).

Ho:Y = A+BX1, artinya regresi karakter siswa (Y) atas penerapan program sekolah adiwiyata (X1) adalah linier.

Hi:Y ≠ A+BX1, artinya regresi karakter siswa (Y) atas penerapan program sekolah adiwiyata (X1) adalah adalah tidak linier.

Tabel 4.15 ANOVA (Y atas X1)

ANOVA Table Sum of

Squares df Mean

Square F Sig.

Karakter siswa

* penerapan program sekolah adiwiyata

Between Groups

(Combined) 6463,005 37 174,676 1,322 ,177 Linearity 1327,430 1 1327,430 10,046 ,003 Deviation

from Linearity

5135,575 36 142,655 1,080 ,396

Within Groups 6606,450 50 132,129

Total 13069,455 87

Dari tabel 4.15 di atas, maka untuk persamaan regresi Y atas X1 menunjukkan nilai P Sig = 0,396

>

0,05 (5%) atau Fhitung = 1,080 dan Ftabel dengan dk pembilang 36 dan dk penyebut 50 dan pada taraf kepercayaan (signifikansi) α = 0,05.adalah 1,660 (Fhitung 1,080

< Ftabel 1,660), yang berarti Ho diterima dan H1 ditolak. Dengan demikian, maka dapat diinterpretasikan/ ditafsirkan bahwa persyaratan linearitas model persamaan regresi Ŷ atas X1 adalah terpenuhi, atau dengan kata lain model persamaan regresi Ŷ atas X1 adalah linear

b. Pengaruh Model Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah (X2) Terhadap Karakter Siswa (Y).

Ho:Y = A+BX1, artinya regresi karakter siswa (Y) atas model kepemimpinan transformasional kepala sekolah (X2) adalah linier.

Hi:Y ≠ A+BX1, artinya regresi karakter siswa (Y) atas model kepemimpinan transformasional kepala sekolah (X2) adalah tidak linier

.

Tabel 4.16 Linearity 1369,927 1 1369,92

7 dan Ftabel dengan dk pembilang 36 dan dk penyebut 50 dan pada taraf kepercayaan (signifikansi) α = 0,05.adalah 1,660 (Fhitung 1,159 <

Ftabel 1,660), yang berarti Ho diterima dan H1 ditolak. Dengan demikian, maka dapat diinterpretasikan/ ditafsirkan bahwa persyaratan linearitas model persamaan regresi Ŷ atas X2 adalah terpenuhi, atau dengan kata lain model persamaan regresi Ŷ atas X2 adalah linear.

Tabel 4.17

Rekapitulasi Hasil Uji Linearitas Persamaan Regresi Y atas X1, X2

Persamaan

3. Uji Asumsi Heteroskedastisitas Regresi

Dalam suatu model regresi sedehana dan ganda, perlu diuji asumsi heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah jika tidak terjadi heteroskedastisitas (kesamaan varians dari residual pada satu pengamatan ke pengamatan lainnya) atau dengan kata lain model regresi yang baik bila varians dari pengamatan ke pengamatan lainnya homogen.

a. Uji Asumsi Heteroskedastisitas Regresi Karakter Siswa (Y) Atas Penerapan program sekolah adiwiyata (X1).

Gambar 4.7

Heteroskedastisitas (Y-X1)

Berdasarkan gambar 4.7 di atas, ternyata titik-titik menyebar di atas dan bawah titik nol pada sumbu Y, dan tidak membuat pola tertentu.

Dengan demikian, dapat diinterpretasikan atau ditafsirkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas atau dengan kata lain varian kelompok karakter

Ŷatas X2 0,311 1,159 1,660

Persamaan regresi adalah linear

Kriteria: Persamaan regresi linear jika nilai P Sig > 0,05 (5%) atau Fhitung < Ftabel

siswa (Y) atas penerapan program sekolah adiwiyata (X1) adalah homogen.

b. Uji Asumsi Heteroskedastisitas Regresi Karakter Siswa (Y) Atas Model Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah (X2).

Gambar 4.8

Heteroskedastisitas (Y-X2)

Berdasarkan gambar 4.8 di atas, ternyata titik-titik menyebar di atas dan bawah titik nol pada sumbu Y, dan tidak membuat pola tertentu.

Dengan demikian, dapat diinterpretasikan atau ditafsirkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas atau dengan kata lain varian kelompok karakter siswa (Y) atas model kepemimpinan transformasional kepala sekolah (X2) adalah homogen.

Tabel 4.18

Rekapitulasi Hasil Uji Homogenitas Varian Y atas X1, dan X2

Varian Kelompok

Asumsi

Heteroskedastisitas Penyebaran Titik Kesimpulan Y-X1 Tidak terjadi

Heteroskedastisitas

titik-titik

menyebar di atas

Varian kelompok

dan bawah titik nol pada sumbu Y

homogen

Y-X2

Tidak terjadi Heteroskedastisitas

titik-titik

menyebar di atas dan bawah titik nol pada sumbu Y

Varian kelompok homogen Kriteria: Varian kelompok dapat dikatakan homogen, jika titik-titik

menyebar di atas dan bawah titik nol pada sumbu Y dan tidak membuat pola tertentu.

Dalam dokumen Oleh : ABDUL HAKIM NIM : (Halaman 180-188)