• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Budaya Mutu Sekolah SMP Ar Rohmah Islamic Boarding School Pesantren Hidayatullah

Pelaksana Proyek

B. Paparan Data Penelitian

1. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Budaya Mutu Sekolah SMP Ar Rohmah Islamic Boarding School Pesantren Hidayatullah

Malang

Kepala sekolah merupakan pemimpin (leader) di sebuah lembaga yang dia pimpin. Pemimpin merupakan orang yang memanusiakan bawahannya, memotivasi bawahannya untuk selalu bergerak, dan mencapai apa yang telah disepakati bersama.

Berkaitan dengan hal ini, peneliti melakukan wawancara dengan kepala sekolah bahwa:

“Sebagai kepala sekolah, saya memberikan kebebasan, keleluasaan, dan kewenangan kepada para bawahan saya untuk melakukan apa yang mereka ingin lakukan untuk kemajuan sekolah yang tetap pada visi dan misi sekolah ini yang begitu mulia dalam membangun peradaban Islam.”[Kps]217

Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara dengan Waka Kurikulum bahwa: “Gayanya demokratis menurut saya. Beliau selaku kepala sekolah memberikan kebebasan kepada kami sebagai wakilnya di sekolah, untuk

217 Hasil wawancara dengan Kepala Sekolah Bapak Syarif Hidayatullah, M. Pd. I., tanggal 10 Oktober 2017. Jam 08.55 WIB.

110 melakukan inovasi-inovasi dalam mengembangkan sekolah. Tak lupa, beliau harus mengacu kepada visi misi yang ingin dicapai. Kalau untuk mengembangkan sekolah, memajukan sekolah beliau lebih demokratis yang mana selalu menampung saran dan masukan dari bawahannya.”[Wk]218

Diperkuat juga dengan hasil wawancara dengan Waka Kesiswaan bahwa: “Dalam memimpin, beliau selalu memberikan kenyamanan kepada kami sebagai bawahannya. Menyerahkan sepenuhnya kepada kami dalam melaksanakan tugas masing-masing, tetap bernilai kemajuan sekolah, tetap sesuai visi sekolah, dan tetap untuk kebaikan sekolah.”[Wk]219

Hal ini diperkuat lagi dengan hasil wawancara dengan Guru Bahasa Indonesia bahwa:

“Memberikan kebebasan untuk guru dalam mengembangkan kemampuan guru masing-masing tidak saklek begitu saja, masih ada kelonggaran.Demokrasi sekali dalam hal memajukan sekolah dalam segala aspek dan merujuk pada tantangan ke depannya yang telah dicoveri pada visi dan misi sekolah ini.”[Gp]220

Hal ini diperkuat lagi dengan hasil wawancara dengan Guru Tahfidz bahwa: “Tidak terlalu memaksa (otoriter) cuma kadang-kadang ada juga, namun tetap lebih banyak menerima apa yang disampaikan dan keinginan bawahannya. Beliau lebih manusiawi, yang berarti demokrasi dalam hal-hal yang membuat lembaga/sekolah ini menjadi lebih maju. Beliau juga sering melakukan inovasi agar semuanya berjalan baik, nyaman untuk atasan dan lebih nyaman buat para bawahannya.”[Gp]221

Hal ini diperkuat lagi dengan hasil wawancara dengan Guru Agama bahwa: “Setiap kebijakan yang beliau berikan, setiap aturan yang beliau berikan, memberikan keleluasaan kepada kami sebagai guru disini. Selalu menerima saran dan kritikan untuk kebaikan sekolah.”[Gp]222

Selain itu, pada pukul 08.00 pagi waktu rapat dewan guru, “saya menghadiri dan melihat langsung kepala sekolah memimpin rapat dengan bijaksana, beliau menyampaikan apa yang disampaikan, setelah itu satu per satu guru memberikan tanggapan terhadap pernyataan Bapak kepala sekolah. Dengan baik, kepala sekolah menanggapinya dengan kedewasaan, memberikan kebebasan namun tetap sesuai

218 Hasil wawancara dengan Waka Kurikulum Bapak Zaky, S. Sos. I., tanggal 10 Oktober 2017. Jam 10.56 WIB.

219 Hasil wawancara dengan Waka Kesiswaan Bapak Badrus Salam, S. Pd., tanggal 10 Oktober 2017. Jam 14.05WIB.

220 Hasil wawancara dengan Guru Bahasa Indonesia Bapak Achmad Fauzan, S. Pd, tanggal 10 Oktober 2017. Jam 12.50 WIB.

221 Hasil wawancara dengan Guru Tahfidz Bapak Suhendri, S. Pd, tanggal 11 Oktober 2017. Jam 08.20 WIB.

222 Hasil wawancara dengan Guru Tahfidz Bapak Roni Siswanto, S. Pd. I., tanggal 11 Oktober 2017. Jam 10.50 WIB.

111 dengan jalannya tujuan sekolah, dan dengan tetap menghargai setiap tanggapan dari bawahannya para guru yang menghadiri rapat.”223

Kepala sekolah merupakan seorang pemimpin yang harus bertanggungjawab atas kepemimpinannya wajib melaksanakannya dengan amanah dan maksimal. Oleh karena itu, diharapkan sekolah harus pandai dalam mengajak para bawahannya untuk selalu berkembang dan mengembangkan budaya mutu sekolah, agar selalu menjadi sekolah yang terbaik (the best school) ke depannya.

Seorang pemimpin dikatakan demokrasi, selalu berusaha menstimulasi anggota-anggotanya agar bekerja secara kooperatif untuk mencapai tujuan bersama. Dalam tindakan dan usaha-usahanya, ia selalu berpangkal pada kepentingan dan kebutuhan kelompoknya, dan mempertimbangkan kesanggupan serta kemampuan kelompoknya. Dalam melaksanakan tugasnya, ia mau menerima dan bahkan mengharapkan pendapat dan saran-saran dari kelompoknya.

Kepala sekolah ialah seorang pemimpin yang dikatakan visioner itu bila kepemimpinan yang kerja pokoknya difokuskan pada rekayasa masa depan yang penuh tantangan. Yang mana kemampuan pemimpin menciptakan, merumuskan, mengomunikasikan atau mensosialisasikan, mentransfomasikan, dan mengimplementasikan pemikiran-pemikiran ideal yang berasal dari dirinya atau sebagai hasil interaksi sosial di antara anggota organisasi dan stakeholders yang diyakini sebagai cita-cita organisasi di masa depan yang harus diraih atau diwujudkan melalui komitmen semua personel.

Pada era desentralisasi ini berbagai tantangan dan ancaman datang silih berganti, sehingga memerlukan keteguhan sikap dan kecerdasan menangkap peluang dan merancang masa depan. Seorang pemimpin diharapkan memiliki komitmen kualitas dan selalu memperbaharuinya sesuai dengan tuntutan stakeholders. Ditinjau dari gaya kepemimpinan maka tergolong kepemimpinan dengan model of effective

leadership. Model ini mendukung asumsi bahwa pemimpin yang efektif adalah

pemimpin yang mampu menangani aspek sekolah dan manusia secara bersama-sama.

Adapun kepemimpinan visioner (model of visionary leadership) merupakan kepemimpinan yang dapat mengorganisasi suatu lembaga menjadi peluang untuk mencapai tujuan bersama di sekolah. Kepemimpinan visioner ini memiliki

112 kemampuan menciptakan dan mengartikulasikan visi ke depan yang menarik, kredibel, dan nyata dalam organisasi atau unit organisasi. Kepemimpinana visioner juga mengelola unit pendidikan yang konsisten, kreatif, dan terus-menerus untuk merespon peluang-peluang masa depan. Hal ini dapat diasumsikan pemimpin sekolah mempengaruhi guru atau pegawai untuk memiliki kesadaran dan motivasi tinggi dalam meningkatkan kualitas diri dalam berkarya dan belajar studi lanjut yang didasarkan pada visi bersama di sekolah.

Berdasarkan pernyataan di atas, bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah SMP Ar Rohmah Islamic Boarding School Pesantren Hidayatullah Malang dalam mengembangkan budaya mutu sekolah ialah demokrasi visioner berdasarkan nilai-nilai visi dan misi sekolah. Yang berarti bahwa kepala sekolah memberikan kebebasan, kemudahan, dan kepercayaan kepada para bawahannya dalam menjalankan tugas dan perannya serta selalu memberikan inspirasi dan motivasi agar selalu berkreasi secara maksimal yang tetap bertindak sesuai visi dan misi sekolah dalam mengembangkan budaya mutunya.

2. Langkah-Langkah Strategis Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Budaya