4.2 Kepentingan Negara Mekong
4.2.1 Kepentingan Masing-Masing Negara Mekong
- China (Hulu)
China (atau The People’s Republic of China) yang berada di hulu Mekong,
memiliki bagian sungai sekitar 21% dari aliran Mekong, memiliki kepentingan
yang besar pada energi hidro dan navigasi sungai.60 Dimana sejak tahun 1980-an,
setelah liberalisasi ekonomi secara bertahap masuk ke China, perlahan China telah
membuka ekonominya pada dunia luar, dimana kondisi ini telah memungkinkan
mereka untuk menerima bantuan asing dan investasi untuk mendorong
pembangunan ekonomi China melalui pembangunan infrastruktur daerah dan
proyek bendungan hidro.61
60 Yorth, Bunny.Op cit. Hlm 9.
61 Pittock, Jamie. 2014. Devil’s Bargain? Hydropower vs food trade-offs in the Mekong basin. In
44 Sejak tahun itu juga, hubungan politik China dan negara tepian di hilir mulai
mendingin. Seiring dengan meningkatnya proyek pembangunan bendungan di
aliran utama sungai Mekong, dimana saat ini telah dibangun 7 bendungan di aliran
utama dari 21 rencana proyek serta ribuan bendungan di anak sungai, hal ini
menyebabkan gelombang kritik hadir dari negara tetangga, karena dilakukan tanpa
pemberitahuan dan konsultasi negara tetangga, dimana negara tetangganya
menganggap terlalu agresif tanpa mempertimbangkan dampaknya pada negara hilir
dan lingkungan sungai Mekong.62 Karena memang tidak pernah ada penilaian akan
dampak lingkungan dari proyek bendungan di China, dan negara tetangga tidak
memiliki banyak power karena tidak adanya perjanjian atau kerjasama yang
mengatur sungai Mekong.63
Dengan meningkatnya jumlah bendungan, China menjadi negara dengan
pengembangan sumber energi hidro terbesar didunia, dengan total eksploitasi
sumber 378 juta kw dan kapasitas lebih dari 15.000 MW (sebanyak 30% yang telah
dieksploitasi), dan berencana menjadi cadangan energi bagi China dan negara-
negara Asia Tenggara.64 Karena memang permintaan energi tidak hanya datang dari
dalam negeri namun negara tetangga seperti Thailand, Vietnam dan negara lain.
Dan ntuk memenuhi permintaan yang terus meningkat, China juga aktif terlibat
dalam pembangunan bendungan di wilayah lain sehingga dapat membeli listrik dari
negara tersebut, dimana China telah terlibat dalam pembangunan sekitar 330
62 Ibid. Hlm 16.
63 Trandem, Ame. 2014. Is the Mekong at a Tipping Point?,In world rivers review. Interational
rivers, 29(4),pp.1-15. Hlm 14.
64 Goh, Evelyn. 2004. China in the Mekong River Basin: the regional security implications of
45 bendungan di 74 negara, terutama di Afrika dan Asia Tenggara, seperti bendungan
Kamchay (Kamboja), Mytsone (Myanmar), dan lain-lain.65
- Myanmar (Hulu)
Disisi lain Myanmar yang juga berada di hulu, yang memiliki area 3% aliran
sungai adalah negara yang diberkahi tanah yang subur, juga memiliki sumber
kelautan dan air tawar yang luas, serta simpanan mineral yang penting termasuk
minyak dan gas, namun Myanmar terlihat kurang ambisius dalam pengembangan
bendungan hidro di sungai Mekong, hal ini disebabkan fakta bahwa luas area sungai
yang sebesar 3%.66 Selain itu, masyarakat Myanmar juga banyak menolaknya,
dimana bendungan Myitsone di sungai Irrawaddy di negara bagian Kachin, menjadi
pelajaran bagi penderitaan masyarakat tepi sungai selama bertahun-tahun.67
Bersamaan dengan itu pula, Myanmar tidak tertarik untuk terlibat dengan kerjasama
dalam mengelola sumber daya sungai yaitu MRC, bersama China yang berada di
hulu.
Jika melihat kepentingan Myanmar pada sungai Mekong, Myanmar terlihat
lebih berfokus pada irigasi untuk mendukung mata pencaharian dan produksi
pertanian yang lebih intensif, hal ini terlihat dari data FAO dimana produksi beras
Myanmar mencapai 29,5 juta ton tahun 2014, meningkat dibandingkan tahun lalu
yang mencapai 28,8 juta ton, sedangkan ekspornya selama 2014-2015 1,7 juta ton
65 Internation River. 2014. China’s global role in dam building. (online,
https://www.internationalrivers.org/campaigns/china-s-global-role-in-dam-building, 1 Juli 2016).
66 ADB. Op cit. Hlm 37.
67 International River. 2015. Sustainable hydropower pitch for Bruma difficult to shallow. (online, https://www.internationalrivers.org/blogs/254, 1 Juli 2016).
46
atau US$ 645 juta.68 Dimana Myanmar menempati peringkat ketiga untuk produksi
dan ekspor terbesar dengan Thailand dan Vietnam pertama dan kedua.
Namun bukan tidak memiliki kepentingan, Myanmar memilih
mengembangkan kebijakan energy mix bersama energi matahari, angin, biomassa
dan biofuel dengan hidro menjadi sumber energi utama untuk memenuhi kebutuhan
energi dalam negeri (terutama di pedesaan) dan ekspor negara tetangga, yang
tergambar dari kebijakan energi Myanmar.69 Dimana pasar ekspor hydroelectricity
Myanmar seperti pada China dan Thailand, dengan kapasitas yang ditandatangi
sekitar 38.610 MW dengan China dan 8.360 MW dengan Thailand.70
- Laos (Hilir)
Laos sebagai negara di hilir mendapatkan bagian sungai lebih besar yaitu
25% dari aliran sungai, menjadikan air sebagai bagian penting bagi kehidupan dan
budaya mereka, walaupun tidak secara khusus menjadi tujuan nasional, namun
kesejahteraan Laos terikat dengan air, yang sebagian besar proyek utama
pembangunan nasional terealisasi melalui pengembangan sumber daya air, seperti
proyek hidropower, navigasi, perikanan, irigasi dan pasokan air bersih.71
Dengan menyadari potensi energi hidro yang besar, Laos sebagai negara
sosialis satu partai menggunakan sumber daya air untuk produksi pertanian skala
kecil dan intensif, namun kunci strategi pembangunan terletak dari
68Mizzima. 2015. Myanmar’s rice exports up 40 percent. Mizzima news. (online,
http://www.mizzima.com/business-domestic/myanmar’s-rice-exports-40-percent, 21 Juli 2016).
69 ENER, A. and DEVEL, Y. 2015. Renewable energy developments and potential in the GMS.
Asian Development Bank. Hlm 54-56.
70Khaing, Min. 2015. Myanmar’s hydropower strategy and its implication on regional
development. PPT – World Hydropower Congress 2015. (online,
https://www.hydropower.org/sites/default/files/publications-docs/Min-Khaing-Government-of- Myanmar-regional-development-World-Hydropower-Congress.pdf, 1 September).
47
mengembangkan hydropower untuk menciptakan pasokan yang lebih dan menjadi
‘battery of South East Asia’.72 Untuk mencapai tujuan tersebut, Laos terus mengembangkan energi hidro, dan saat ini ekspor listrik hidro menjadi pendapatan
utama bagi perekonomian Laos.
Walaupun demikian, rencana ini banyak mendapatkan kritik dari
masyarakat Laos, peneliti lingkungan internasional dan negara tetangga, seperti
contoh ketika rencana bendungan Xayaburi dimulai, dimana Vietnam dan Kamboja
menyarankan penundaan pembangunan karena mengkhawatirkan dampak lintas
negara dari bendungan, dan masyarakat Laos yang melakukan aksi demontrasi yang
berasal dari Laos, Kamboja, Thailand dan Vietnam pada 2012 (lihat gambar 4.2).73
Menanggapi hal tersebut, pemerintah Laos mengungkapkan rasa prihatin terhadap
perubahan yang terjadi di Mekong, dan berkomitmet untuk mengembangkan energi
terbarukan hidro yang bersih menjadi sumber kebanggaan nasional untuk Laos
keberlanjutan sumber litrik di Mekong.74
72 Meslaoui, Nicolas. 2014. Lower Mekong Dams: hegemonic globalization and the struggle to
resist. [master thesis in Aalborg University].
73 RFA. 2012. Hundreds protest Lao dam project. Radio Free Asia News. (online, http://www.rfa.org/english/news/cambodia/dam-06292012165509.html, 30 Juli 2016).
74 Parameswaran, P. 2014. Laos dam risks damaging Mekong river, igniting tensions with
Vietnam. The Diplomat. (online, http://thediplomat.com/2014/12/laos-dam-risks-damaging- mekong-river-igniting-tensions-with-vietnam/, 1 September 2016.
48
Gambar 4.2 Aksi Demontrasi menolak Pembangunan bendungan
Sumber : international rivers.
- Kamboja (Hilir)
Kamboja sebagai negara paling kecil di subregional Mekong, yang memiliki
area sungai sekitar 20% menjadikan perikanan sebagai sumber daya penting bagi
mata pencaharian masyarakat dan pendapatan perekonomian negara yang
berkontribusi sekitar 16% pada GDP Kamboja.75 Dimana perikanan paling
menonjol berasal dari Tonle Sap, dimana Tonle Sap menjadi salah satu danau
dengan perikanan air tawar paling produktif di dunia, yang juga menyediakan
sumber air untuk irigasi persawahan, dan sumber daya alam lainnya.76
Hal ini sekaligus menunjukan sungai Mekong sebagai sumber daya
potensial bagi Kamboja untuk sumber kehidupan dan memajukan negara mereka,
selaras dengan ungkapan Menteri Perhubungan Kamboja, Khy Tainglim, yang mengungkapkan bahwa “water is our oil, our mines of gold, our main natural
resource”77
.
75 Hirsch, Philip & Jensen Morck, Kurt. Op cit. Hlm 15-16. 76 Ibid. Hlm 14.
49 Selain memiliki kepentingan kuat pada sektor perikanan, Kamboja juga
memiliki kepentingan pada sektor energi melalui pembangunan bendungan hidro,
yang masih berada dalam proses pengembangan dan menarik pada investor untuk
menanamkan modal di sektor energi. Namun kepentingannya tidak sebesar pada
sektor perikanan, hal ini terlihat dari belum adanya bendungan besar di Kamboja.
Dimana dampak yang timbulkan bendungan Yali Fall Vietnam menjadi peringatan
akan penderitaan masyarakat di hilir dari gangguan ekosistem yang diciptakan.78
Selain itu, Kamboja juga menjadi salah satu negara yang banyak mengkritiki
proyek bendungan di aliran utama Mekong, karena dianggap dapat merugikan
ekosistem Tonle Sap terutama cadangan ikannya.79 Untuk memenuhi
kebutuhannya, Kamboja mengimpor listrik dari Thailand, Vietnam dan Laos.
Sebenarnya Kamboja tidak hanya menghadapi masalah proyek bendungan,
melainkan masalah lainnya, seperti overfishing yang mengancam kesehatan dan
keberlanjutan perikanan di Kamboja.80
- Thailand (Hilir)
Thailand sebagai negara hilir yang paling maju dibandingkan negara hilir
lainnya dengan area sungai sebesar 23% memiliki industrilisasi dan pertumbuhan
ekonomi yang pesat, membuat kebutuhan air mereka terus meningkat dan
78 Ratner, D., Blake. Op cit.
79 VOA. 2011. International petition calls for Thailand, Laos to cancel xayaburi dam. VOA.
(online, http://www.voanews.com/content/international-petition-calls-for-thailand-laos--to-cancel- xayaburi-dam-134744578/168243.html, 12 Juli 2016).
80 Mony, say. 2013. On Tonle Sap, collusion, corruption mean overfishing. VOA Cambodia.
(online, http://www.voacambodia.com/a/on-tonle-sap-collusion-corruption-mean-overfishing- cambodia/1791021.html, 14 September 2016).
50 kebutuhan energi-pun ikut meningkat pesat. Thailand menjadi negara pengguna air
dan listrik yang intensif di Mekong.81
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut Thailand terus mengembangkan
proyek hidropower, dimana telah dilakukan sejak tahun 1990 dan saat ini telah
dibangun 14 bendungan.82 Namun sebagai negara demokrasi dengan masyarakat
sipil yang kuat dan track record bendungan Pak Moon yang buruk telah
menyebabkan tingginya masyarakat dan kritikus yang menolak dilanjutkan
pembangunan di Thailand, namun mendorong pembangunan diluar wilayah
Thailand, terutama Laos, maka dari itu Thailand saat ini aktif terlibat dalam
pembangunan bendungan dinegara tetangganya.83 Hal ini telah menunjukan
kepentingan besar Thailand untuk memenuhi permintaan energi dalam negeri dan
kebutuhan industrilisasinya.
- Vietnam (Hilir)
Vietnam berada di akhir sungai dengan total area 8% memiliki pemukiman
yang padat dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat dan ekologi yang
sensitif dari setiap perkembangan pembangunan di hulu Mekong dan perubahan
iklim.84 Sebagai negara sosialis satu partai, pemerintah Vietnam berkomitmen pada
upaya modernisasi ekonomi, salah satunya melalui pengembangan sumber daya air
Mekong, karena Mekong memainkan peran penting dalam perencanaan
pembangunan di Vietnam, melalui irigasi pertanian dan perikanan. Selain itu, juga
untuk menghasilkan energi alternatif (hydropower) melalui pembangunan
81 International Rivers. 2014. Toward more democratic power planning in the Mekong region. In
wolrd rivers review. Interational rivers, 29(4),pp.1-15. Hlm 12.
82 Ibid.
83 Watson, Julie, E. Op cit. Hlm 43.
51 bendungan di wilayah tengah Vietnam, selain itu Vietnam juga aktif terlibat di
pembangunan bendungan negara tetangga, sehingga Vietnam dapat membeli listrik
pada negara tetangga seperti Laos, Kamboja dan China.85
Namun pembangunan bendungan Vietnam tidak sebanyak negara
tetangganya, karena kepentingan paling kuat Vietnam terletak di irigasi pertanian
dan perikanan, dimana terlihat dari tingginya penggunaan air sungai sekitar 78-94%
dari total keseluruhan air, dan menjadi sektor ekspor Vietnam utama. Selain itu,
Vietnam juga menjadi negara yang sangat mengkritiki rencana pembangunan
bendungan dan mengusulkan penundaan bendungan di hilir untuk 10 tahun
kedepan.86