IV. IDENTIFIKASI UNSUR MODAL SOSIAL
4.1 Unsur Modal Sosial
4.1.1 Kepercayaan (Trust)
Kepercayaan menurut pandangan Fukuyama (2002) dalam Hasbullah
(2006) adalah sikap saling mempercayai di masyarakat yang memungkinkan
masyarakat tersebut saling bersatu dengan yang lain dan memberikan kontribusi
pada peningkatan modal sosial. Berbagai tindakan kolektif yang didasari atas rasa
saling mempercayai yang tinggi akan meningkatkan partisipasi dalam berbagai
ragam bentuk dan dimensi terutama dalam konteks membangun kemajuan
bersama.
Masyarakat di kedua dusun pada umumnya percaya terhadap PT. KPC.
Hal ini disebabkan selama ini perusahaan banyak memberikan bantuan kepada
masyarakat dalam bidang pemberdayaan melalui program Corporate Social
termasuk di dalamnya) yang telah dilaksanakan
No Jenis CSR Lokasi/Sasaran I Pengembangan Agribisnis
1 Pendirian Balai Pelatihan dan Percontohan Usaha Tani Konservasi (BPPUTK)
Sangatta
2 Budidaya sapi di lahan reklamasi tambang Lahan reklamasi tambang
(Dusun Kabo Jaya, Desa Swarga Bara)
II Pendidikan dan Pelatihan
1 Peningkatan kapasitas guru
a. Pelatihan Kurikulum Muatan Lokal Agribisnis b. Pelatihan Kreatifitas dan Metode Pembelajaran untuk guru SD
Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur
Kec. Sangatta Utara,
Bengalon, Rantau Pulung, Sengatta Selatan
2 Bantuan pendidikan melalui forum MSH-CSR SMP Ma’Arif, Sangatta
Utara III Peningkatan Kesehatan Masyarakat
1 Program pengendalian Tuberkolosis Kec. Sangatta Utara,
Sangatta Selatan, dan Bengalon
2 Penyuluhan kesehatan Radio Gema Warna Prima
(GWP) Sangatta Utara 3 Bakti sosial dan pengobatan masal Kec. Sangatta Utara,
Bengalon, dan Rantau Pulung
4 Program Edukasi dan Rehabilitasi Gizi
(PERGIZI) Dusun Kabo Jaya, Desa Swarga Bara dan Dusun G III, Desa Singa Gembara, Kec. Sangatta Utara; Desa Tanjung Labu,
Kec. Rantau Pulung; Desa Sangatta Selatan, Kec. Sangatta Selatan; Desa Sekerat dan Desa Sepaso Selatan Kec. Bengalon
IV Pengembangan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
1 Pewarnaan alami Dusun Kabo Jaya, Desa
Swarga Bara, Kec. Sangatta Utara
2 Pelatihan pembuatan kemasan Kec. Sangatta Utara,
Sengatta Selatan, Bengalon, dan Rantau Pulung
V Peningkatan Infrastruktur Masyarakat
1 Pembangunan sarana umum Dusun Kabo Jaya, Desa
Swarga Bara dan Dusun G III, Desa Singa Gembara, Kec. Sangatta
masyarakat Dusun Kabo Jaya kadang kadang mempercayai, sedangkan untuk
masyarakat Dusun G III tidak ada kepercayaan terhadap Pemda Kutai Timur. Hal
ini disebabkan karena program kegiatan dari pemda di masyarakat sangat sedikit
berbeda halnya dengan program kegiatan yang diberikan dari PT. KPC untuk
masyarakat di kedua dusun ini dan program tersebut tidak dikhususkan untuk
kedua dusun ini tetapi umum untuk Kabupaten Kutai Timur (Tabel 4.2). Kondisi
kepercayaan terhadap pemda perlu diperhatikan karena selepas pasca tambang
yang berperan adalah pemerintah daerah sehingga diharapkan PT. KPC dapat
menjembatani antara masyarakat dengan pemerintah daerah.
Tabel 4.2 Laporan pelaksanaan kegiatan belanja langsung Badan
Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Kutai Timur tahun
anggaran 2008
No Kegiatan Lokasi Pelaksana Kegiatan Sumber Dana
1 Pelatihan
keterampilan/praktek kerja bagi anak terlantar
Kabupaten Kutai Timur (termasuk Desa Swarga Bara dan Singa Gembara) Drs. Simon Salombe APBD II 2 Program pemberdayaan melalui bantuan biaya pengembangan tanah kas desa Kecamatan Sangatta Utara (termasuk Desa Swarga Bara dan Singa Gembara) dan Sangatta Selatan
Husrani, S.Hut. APBD II
3 Program kemiskinan melalui bantuan keuangan perbaikan perumahan penduduk miskin dan perbaikan sarana umum pedesaan lainnya Seluruh Kecamatan Kabupaten Kutai Timur (termasuk Desa Swarga Bara dan Singa Gembara) Ernawaty, SE. MSi. APBD II
4 Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Tingkat Provinsi Kaltim Tahun 2008 Kecamatan Sangatta Utara (termasuk Desa Swarga Bara dan Singa Gembara) Rudi Bawan, S.Sos, MSi. APBD II 5 P l k l b d S tt D Abd ll h APBD II
Kegiatan Dana Swarga Bara dan Singa Gembara) 6 Pelatihan SDM Lembaga Adat Sangatta, luar daerah Provinsi Kalimantan Timur (termasuk Desa Swarga Bara dan Singa Gembara)
Drs. Abdullah Djagat
APBD II
7 Gelar TTG tingkat kabupaten dan tingkat nasional
Sangatta dan Semarang (termasuk Desa Swarga Bara dan Singa Gembara) Sitti Syarifa, S.Sos. APBD II 8 Pemberian stimulant peralatan TTG Sangatta (termasuk Desa Swarga Bara dan Singa Gembara)
Subandi, S.Sos. APBD II
Sumber: Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Kutai Timur (2009)
Kepercayaan masyarakat terhadap tokoh adat dan norma adat bersifat
kadang-kadang karena peranan dari tokoh adat sudah mulai tergeserkan oleh
peranan pemerintahan desa. Harmonisasi yang terdapat dalam kehidupan
masyarakatnya yang multi-etnik mengurangi peran tokoh adat. Tokoh adat diberi
kepercayaan dalam menyelsesaikan konflik antar suku, kondisi sekarang konflik
tersebut sangat jarang terjadi hanya perselisihan biasa antar warga yang terjadi.
Apabila terjadi perselisihan antar warga diselesaikan ke kantor desa, sehingga
yang banyak berperan dalam penyelesaian konflik warga adalah Pemerintah Desa.
Namun untuk hal-hal tertentu seperti masalah pengetahuan mengenai adat istiadat
warga mempercayai terhadap tokoh masyarakat atau tokoh adatnya
masing-masing. Hal ini dibuktikan ketika melakukan wawancara kepada setiap warga
suku baik di Dusun Kabo Jaya maupun Dusun G III, semua responden
menganggap yang mengetahui segala hal tentang adat istiadat suku adalah tokoh
adatnya.
perantauan ini. Hanya yang menonjol adanya norma adat dan upacara adat, yaitu
pada Suku Toraja terutama di Dusun Kabo Jaya. Upacara adat yang masih
dilaksanakan adalah mengenai upacara kematian dan pernikahan (Lampiran
1-1.1. Suku Toraja).
Kepercayaan antar sesama warga baik di Dusun Kabo Jaya maupun Dusun
G III bersifat kadang-kadang, karena masih ada tindakan kejahatan (Tabel 4.3 dan
Tabel 4.4) di lingkungannya walaupun dengan tingkat yang rendah menurut
masyarakat, sehingga masyarakat tetap waspada terhadap sesama warganya.
Tabel 4.3 Data kriminal dari Polisi Kampung di Kabupaten Kutai Timur
No Tahun Jumlah Peristiwa Kriminal
Pencurian Perampokan Pembunuhan
1 2004 87 3
2 2005 33 4 5
3 2006 103 3 2
4 2007 74 9 4
5 2008 74 9 4
Sumber: Kantor Poresta Kabupaten Kutai Timur dalam Bappeda Kabupaten Kutai Timur dan BPS Provinsi Kalimantan Timur (2009)
Tabel 4.4 Peristiwa kejahatan dan pelanggaran di Kabupaten Kutai Timur
No Kejahatan/Pelanggaran Jenis Tahun
2004 2005 2006 2007 2008 1 Pembakaran - 1 3 1 -2 Kebakaran 7 2 10 11 10 3 Memalsukan materai/surat/merek - 4 4 4 4 4 Perzinahan 2 - 2 3 -5 Perjudian 4 5 8 3 6 6 Penculikan - - - - -7 Pembunuhan 1 5 2 4 4 8 Penganiayaan berat 23 19 3 4 13 9 Penganiayaan ringan 21 2 28 34 18 10 Pemcurian dengan pemberatan 25 22 2 14 59 11 Pencurian ringan 62 11 101 60 15
12 Pencurian dengan kekerasan 3 4 3 9 9
13 Pemerasan 2 2 3 7 5 14 Penggelapan 15 13 15 19 16 15 Penipuan 3 12 14 12 7 16 Merusak 3 2 8 5 6 17 Penadahan - - 5 2 2 18 Pemerkosaan - - 7 9 2