Perilaku konsumen restoran seafood Golden Prawn mengarah pada pemahaman mengenai karakteristik proses pengambilan keputusan untuk makan di restoran seafood. Konsumen restoran seafood Golden Prawn telah melalui setiap tahap proses keputusan pembelian, yakni pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, pembelian, dan hasil. Proses keputusan pembelian akan memberikan informasi mengenai tipe pengambilan keputusan konsumen untuk makan di restoran seafood Golden Prawn.
Berdasarkan parameter proses keputusan pembelian konsumen, maka dapat disimpulkan bahwa karakteristik perilaku pembelian konsumen restoran seafood Golden Prawn dalam memilih restoran seafood adalah tipe konsumen terencana. Konsumen restoran seafood Golden Prawn mengenali kebutuhan makan di restoran seafood sebagai kebutuhan sekunder dengan manfaat khusus, seperti keakraban antar teman dan keluarga. Untuk itu, dalam pemenuhan kebutuhan diperlukan banyak informasi mengenai alternatif restoran seafood dan atribut yang mengikutinya (Tabel 7).
Informasi tersebut digunakan untuk menetapkan kriteria dalam menilai restoran seafood yang akan menjadi pilihannya. Kriteria yang paling menonjol akan menjadi keputusan mengenai restoran seafood yang akan dikunjungi.
Konsumen restoran seafood Golden Prawn cenderung menetapkan keputusan pembelian yang cermat dan tepat untuk memenuhi kebutuhannya. Karena, umumnya konsumen tidak ingin rugi atas biaya yang dikeluarkan untuk mengonsumsi seafood di restoran seafood Golden Prawn. Kepuasan menjadi sangat penting atas proses keputusan pembelian yang dilalui oleh konsumen.
Kepuasan konsumen terhadap restoran seafood Golden Prawn sebagai restoran seafood pilihan konsumen merupakan salah satu indikator dari loyalitas konsumen. Dengan demikian, restoran dapat mempertahankan dan meningkatkan kepuasan konsumen untuk membentuk loyalitas konsumen.
Tabel 7. Karakteristik Perilaku Proses Keputusan Pembelian Konsumen Restoran Seafood Golden Prawn
Variabel Indikator Parameter Hasil
Pengenalan Kebutuhan
Frekuensi Konsumen untuk Makan di Restoran
Seafood 4 s/d 6 kali
Keterlibatan tinggi Alasan Konsumen Tertarik untuk Makan di
Restoran Seafood
Mencari menu yang khas Manfaat yang Diperoleh Konsumen Makan di
Restoran Seafood
Keakraban antar keluarga/rekan
Pencarian Informasi
Sumber Informasi Alternatif Restoran Seafood Teman atau kenalan
Pencarian informasi diperluas Hal Penting yang Perlu Diketahui dari Sumber
Informasi Rasa
Cara Konsumen Memutuskan untuk Datang dan Melakukan Pembelian di Restoran Seafood
Pembelian di Restoran Seafood Golden Prawn Hari libur Waktu Konsumen Memutuskan Pembelian di
Restoran Seafood Golden Prawn Malam hari
Hasil
Pembelian Ulang di Restoran Seafood Golden Prawn
Konsumen restoran seafood Golden Prawn telah mengenali kebutuhannya yakni makan di restoran seafood. Hal tersebut dilihat dari beberapa indikasi,
seperti frekuensi makan di restoran seafood yang dilakukan konsumen sebanyak empat sampai enam kali dalam tiga bulan. Frekuensi tersebut menyatakan bahwa makan di restoran seafood bukan merupakan kebutuhan rutin, tetapi sifatnya sebagai kebutuhan berkala. Keberadaan restoran seafood yang tersebar di Kota Batam menjadi salah satu alasan konsumen memiliki frekuensi sebanyak empat sampai enam kali dalam tiga bulan makan di restoran seafood.
Indikasi lainnya adalah alasan konsumen tertarik untuk makan di restoran seafood, yakni mencari menu yang khas. Hal tersebut menggambarkan bahwa konsumen mengenali kebutuhan makan di restoran seafood karena tertarik menu yang khas dari restoran seafood. Selain itu, indikasi dari manfaat yang diharapkan konsumen adalah keakraban antar keluarga atau rekan. Konsep restoran seafood umumnya sebagai restoran keluarga membuat konsumen merasakan manfaat tersendiri. Selain itu, mayoritas konsumen telah menikah membuat sebagian besar konsumen ingin mendapatkan manfaat keakraban bersama keluarga atau teman.
Berdasarkan indikasi-indikasi tersebut maka kebutuhan konsumen restoran seafood Golden Prawn untuk makan di restoran seafood adalah pemenuhan kebutuhan sekunder.
Kebutuhan konsumen untuk makan di restoran seafood bukan termasuk kebutuhan primer, seperti kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan, tetapi kebutuhan sekunder atau motif. Hal tersebut dikarenakan kebutuhan makan di restoran seafood muncul sebagai reaksi konsumen terhadap lingkungan dan budayanya. Kebutuhan sekunder biasanya bersifat psikologis karena berasal dari sikap subjektif konsumen serta lingkungan konsumen. Konsumen restoran seafood Golden Prawn memiliki motif yang ingin dicapai, yakni keakraban antar keluarga dan rekan, bukan karena faktor kebiasaan.
Pengenalan kebutuhan tersebut dikenali melalui keterlibatan tinggi, dimana konsumen diprakarsai oleh aktivasi motif yang sentral terhadap dirinya.
Motif sentral tersebut berasal dari tujuan pemenuhan kebutuhan konsumen.
Pengenalan kebutuhan konsumen restoran seafood Golden Prawn dirangsang ketika konsumen ingin merasakan suasana keakraban baik bersama teman dan keluarga di suatu tempat makan, sehingga konsumen akan melakukan proses selanjutnya untuk mewujudkan keinginan konsumen tersebut.
6.1.2. Pencarian Informasi
Informasi yang memberi alternatif restoran seafood didapat oleh konsumen melalui teman atau kenalan. Konsumen restoran seafood Golden Prawn umumnya memiliki tingkat pendidikan yang baik. Konsumen yang memiliki tingkat pendidikan memadai akan mencari informasi yang banyak mengenai restoran seafood yang ada. Hal yang ditanyakan dari sumber informasi adalah rasa dari restoran seafood yang direkomendasikan. Konsumen biasanya mendapatkan rekomendasi dari teman atau keluarga yang telah berpengalaman terhadap alternatif restoran seafood yang ditawarkan. Cara promosi tersebut lebih efektif karena pengalaman konsumen merupakan bukti tersurat dari restoran. Konsumen tidak hanya mendapat informasi melalui rekomendasi teman atau kenalan, tetapi juga melalui promosi. Namun, promosi tersebut tidak membuat konsumen langsung bertindak pada tahap pembelian, tetapi promosi tersebut dijadikan masukan untuk proses evaluasi.
Berdasarkan indikasi tersebut, konsumen restoran seafood Golden Prawn memiliki motivasi yang kuat dalam mencari informasi. Konsumen tidak berhenti pada pencarian internal tetapi melanjutkan proses pencarian eksternal dimana informasi didapat dari teman atau kenalan. Pencarian eksternal tidak hanya mengetahui nama restoran, tetapi juga menanyakan informasi atribut yang ditawarkan restoran, yakni rasa. Konsumen restoran seafood Golden Prawn sebagai konsumen dengan pendapatan menengah ke atas mengutamakan rasa dalam mencari alternatif restoran seafood. Berbeda dengan pencarian informasi pasif yang hanya menerima promosi dari pemasar, konsumen restoran seafood Golden Prawn lebih selektif dalam penerimaan informasi promosi. Informasi tersebut diolah sehingga menghasilkan beberapa alternatif restoran seafood yang akan dievaluasi selanjutnya pada proses evaluasi alternatif.
6.1.3. Evaluasi Alternatif
Banyaknya alternatif pilihan restoran seafood yang didapat melalui pencarian informasi membuat konsumen restoran seafood Golden Prawn memilki pertimbangan-pertimbangan awal ketika konsumen akan mengunjungi restoran seafood pilihannya. Konsumen restoran seafood Golden Prawn mayoritas berusia
produktif dimana konsumen telah memiliki kemampuan untuk memutuskan pilihan restoran seafood sesuai dengan kriteria yang diinginkan konsumen. Hal-hal yang menjadi pertimbangan awal konsumen sebelum mengunjungi restoran seafood adalah adanya rasa makanan yang khas di restoran seafood tersebut.
Namun, konsumen memiliki pertimbangan khusus untuk memutuskan pembelian di restoran seafood Golden Prawn diantara restoran seafood lainnya yang memiliki rasa yang khas, yakni konsep life seafood.
Indikasi tersebut menggambarkan bahwa konsumen restoran seafood Golden Prawn cermat dalam melakukan evaluasi alternatif restoran seafood.
Konsumen memiliki kriteria evaluasi untuk mengevaluasi alternatif restoran seafood dari pencarian informasi. Kriteria evaluasi yang krusial dijadikan dasar dalam penentuan restoran seafood yang akan dikunjungi. Konsumen restoran seafood Golden Prawn menjadikan cita rasa makanan yang khas sebagai kriteria evaluasi. Namun, cita rasa makanan dari bahan baku yang segar merupakan pertimbangan utama konsumen dalam memutuskan restoran seafood Golden Prawn sebagai pilihan konsumen. Konsumen beranggapan bahwa seafood yang segar dapat mengimbangi atribut restoran lainnya yang kurang sesuai di mata konsumen restoran seafood Golden Prawn.
6.1.4. Pembelian
Jenis pembelian yang dilakukan konsumen restoran seafood Golden Prawn termasuk pada jenis pembelian terencana. Umumnya konsumen dengan jenis pembelian terencana telah menentukan pilihan restoran seafood Golden Prawn jauh sebelum proses pembelian dilakukan. Restoran seafood Golden Prawn sebagai restoran keluarga membuat konsumen melakukan perundingan terlebih dahulu dengan anggota keluarga, terutama konsumen luar daerah atau negeri yang sedang melakukan wisata atau kunjungan ke Kota Batam. Konsumen yang notabene wisatawan baik asing ataupun domestik tentu telah merencanakan tujuan wisata kuliner.
Konsumen dipengaruhi diri sendiri untuk melakukan kunjungan dan pembelian di restoran seafood Golden Prawn. Hal tersebut dikarenakan konsumen yang datang di restoran seafood Golden Prawn paling banyak bertindak sebagai
pemegang keputusan. Pemegang keputusan pembelian berada di tangan kepala keluarga untuk konsumen yang datang bersama anggota keluarga. Konsumen restoran seafood sebagian besar berjenis kelamin laki-laki memiliki andil dalam keputusan pembelian di restoran seafood Golden Prawn, sedangkan konsumen yang datang atas ajakan teman, pihak yang mempengaruhi pembelian adalah pihak yang menawarkan ajakan. Keputusan untuk bersedia membeli atau tidak biasanya bergantung pada pihak yang akan membayar biaya tagihan.
Waktu kunjungan konsumen untuk melakukan pembelian di restoran seafood Golden Prawn yang paling dominan adalah saat hari libur. Manfaat keakraban antar anggota keluarga dan rekan membuat konsumen melakukan pembelian di retoran secara beramai-ramai, bukan seorang diri, sehingga hari ideal yang dapat digunakan adalah hari libur. Selain itu, umumnya konsumen melakukan pembelian atas dasar pencarian menu yang khas atau dapat dikatakan sebagai wahana untuk melakukan wisata kuliner. Wisata kuliner erat kaitannya dengan suasana santai dan menikmati wisata tersebut, sehingga konsumen akan memilih hari libur agar tidak ada gangguan dari pekerjaan.
Konsumen melakukan pembelian di restoran seafood Golden Prawn paling banyak pada malam hari. Konsumen melakukan pembelian pada waktu tersebut dikarenakan konsumen melakukan pembelian setelah melakukan aktivitas lainnya.
Menurut konsumen, aktivitas ditutup dengan acara makan bersama keluarga atau rekan di restoran seafood Golden Prawn akan menambah manfaat dari makan di restoran seafood, yakni keakraban antar anggota keluarga dan rekan.
Berdasarkan indikasi tersebut, pembelian konsumen restoran seafood Golden Prawn termasuk pembelian terencana. Konsumen menyesuaikan kondisi kunjungan konsumen ke restoran seafood Golden Prawn dengan manfaat yang didapatkan oleh konsumen. Konsumen ingin mendapatkan keakraban antar keluarga dan teman setelah melakukan pembelian. Untuk itu, konsumen akan membuat keputusan pembelian yang tepat agar kebutuhan konsumen terpenuhi.
6.1.5. Hasil
Konsumen tidak berhenti pada proses pembelian, tetapi konsumen akan melakukan proses evaluasi terhadap konsumsi yang telah dilakukannya.
Berdasarkan kepuasan secara umum, konsumen restoran seafood Golden Prawn
merasa puas setelah melakukan pembelian di restoran seafood Golden Prawn.
Selain itu, konsumen restoran seafood Golden Prawn juga bersedia melakukan pembelian ulang di restoran seafood Golden Prawn. Konsumen merasakan kebutuhannya tercapai setelah melakukan pembelian di restoran seafood Golden Prawn. Menurut konsumen, hingga saat ini sebagian besar mutu produk dan pelayanan restoran memiliki kinerja yang baik sehingga konsumen merasa puas dan akan melakukan pembelian ulang di restoran seafood Golden Prawn.
Berdasarkan indikasi tersebut, konsumen restoran seafood Golden Prawn menganggap kepuasan konsumen merupakan hal yang penting setelah konsumen melakukan pembelian. Konsumen yang umumnya memiliki tingkat pendidikan yang baik tentu mempunyai rasionalitas tinggi dimana kepuasan menjadi suatu hal yang harus diterima setelah konsumen mengeluarkan sejumlah sumberdaya untuk makan di restoran seafood Golden Prawn. Salah satu hasil dari kepuasan konsumen adalah loyalitas konsumen. Dengan demikian, loyalitas tersebut akan mengantarkan konsumen untuk melakukan pembelian ulang pada restoran seafood Golden Prawn.