• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kerangka Berpikir

Keberhasilan pelaksanaan pelatihan dapat ditunjukan dari manfaat yang diperoleh peserta pelatihan setelah mengikuti pelatihan. Harapan peserta pelatihan dapat diperoleh pada pelatihan dan dapat diaplikasikan dalam kehidupannya sesuai bidangnya masing-masing. Peranan fasilitator menurut Nitisemito (1982) sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu pelatihan. Arif (1997) mengemukakan bahwa peran utama pelatih (fasilitator) adalah memperlancar atau memberikan kemudahan agar setiap peserta pelatihan merupakan sumber yang efektif bagi yang lain. Tujuan seorang fasilitator menurut Cain dan Comings (1977) adalah: (1) memaksimalkan partisipasi peserta pelatihan; (2) membantu peserta pelatihan melihat seluruh masalahnya dalam proses pengambilan suatu keputusan; dan (3) memberikan keahlian teknis yang dibutuhkan peserta pelatihan dalam memproduksi bahan ajar. Menurut Susilowati (1989) agar menjadi fasilitator yang baik, maka seseorang harus: (1) mengetahui alasan mengapa ide- ide baru yang diterapkan dapat berhasil, (2) terampil/dapat menjawab pertanyaan- pertanyaan peserta, (3) dapat memotivasi peserta melalui praktek lapangan dan sarana belajar.

Keberhasilan pelaksanaan pelatihan sangat dipengaruhi oleh keberhasilan fasilitator dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Fasilitator akan mampu melaksanakan tugas pembelajaran jika mempunyai kompetensi yang memadai sesuai dengan materi yang diajarkan meliputi seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh fasilitator dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Tugas keprofesionalan fasilitator adalah mendidik, mengajar dan melatih peserta pelatihan. Kompetensi yang harus dimiliki oleh fasilitator meliputi kompetensi (1) pengelolaan pembelajaran, (2) kepribadian, (3) sosial, dan (4) substantif. Kompetensi dalam pengelolaan pembelajaran adalah kemampuan dalam merencanakan, menyusun, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Kompetensi kepribadian adalah kemampuan mengenai tingkah laku dalam melaksanakan tugas jabatannya yang dapat diamati dan dijadikan teladan bagi peserta pelatihan. Kompetensi sosial

adalah kemampuan dalam melakukan hubungan dengan lingkungan kerjanya. Kompetensi substantif adalah kemampuan di bidang keilmuan dan keterampilan dalam mata diklat yang diajarkan.

Kompetensi fasilitator harus tetap dipelihara, dikembangkan dan ditingkatkan. Peningkatan kompetensi menurut Sheal (2003) dilandasi oleh beberapa faktor seperti (1) kecepatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, (2) tuntutan tugas yang harus dilaksanakan fasilitator, (3) kurangnya keterampilan-keterampilan langsung dan keterampilan-keteranpilan jangka panjang dalam pelaksanaan tugas, (4) perubahan-perubahan terhadap harapan- harapan pemangku kepentingan (stakeholders) saat ini dan masa yang akan datang, (5) komposisi angkatan kerja, dan (6) kompetensi dan tekanan pasar demi peningkatan kualitas produk maupun jasa. Oleh karena itu kompetensi fasilitator harus terus ditingkatkan dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut. Peningkatan kompetensi fasilitator dibatasi pada pendidikan formal, pelatihan, kegiatan pertemuan ilmiah, magang industri, dan pemanfaatan sumber belajar.

Peningkatan kompetensi fasilitator perlu didukung oleh lingkungan kerja baik fisik maupun non fisik. Dalam kaitannya dengan peningkatan kompetensi fasilitator maka lingkungan kerja yang mendukung peningkatan kompetensi tersebut dibatasi pada ketersediaan program pengembangan kompetensi, sistem penghargaan, supervisi dan evaluasi, ketersediaan kegiatan pelatihan, sarana dan prasarana, dan peluang pengembangan karir. Lingkungan kerja disamping berkaitan dengan kompetensi fasilitator juga berkaitan dengan kinerja fasilitator.

Peningkatan kompetensi fasilitator selain terkait dengan lingkungan kerja juga terkait dengan motivasi dan karakteristik individu fasilitator. Motivasi fasilitator adalah unsur-unsur yang mendorong atau menggerakan fasilitator meningkatkan kompetensi dan kinerjanya yaitu meningkatkan karir, meningkatkan pendapatan, melaksanakan tugas, meningkatkan ilmu pengetahuan dan pengalamam, dan dorongan pengamalan ilmu. Motivasi dapat berasal dari dalam diri fasilitator maupun dari luar diri fasilitator. Motivasi fasilitator pelatihan dalam meningkatkan kompetensi dan kinerja fasilitator dalam penelitian ini meliputi memperluas hubungan kerja, mengembangkan kemampuan bidang ilmu, dan melaksanakan tugas pembelajaran.

Peningkatan kompetensi dilakukan melalui pendidikan formal, pelatihan, kegiatan pertemuan ilmiah, magang industri, dan pemanfaatan sumber belajar dengan didukung oleh lingkungan kerja, motivasi dan karakteristik individu. Semakin besar dan positif dukungan faktor-faktor tersebut maka kompetensi fasilitator semakin meningkat, selanjutnya akan meningkatkan kinerja fasilitator dan pada akhirnya kompetensi dan kinerja fasilitator diharapkan akan meningkatkan kinerja alumni pelatihan.

Kinerja fasilitator dalam penelitian ini meliputi kualitas dan kuantitas pelaksanaan pembelajaran. Kuantitas pelaksanaan pembelajaran berkaitan dengan mutu yang diukur dari hasil penilaian alumni pelatihan pada akhir kegiatan penilaian. Sedangkan kuantitas pelaksanaan pembelajaran adalah banyaknya pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh fasilitator yang diukur dari jumlah kegiatan dan jumlah jam mengajar. Selanjutnya kinerja fasilitator dikonfirmasikan kepada alumni pelatihan sebagai pembanding kinerja menurut persepsi fasilitator sendiri. Kinerja alumni pelatihan dalam penelitian ini dibatasi pada tingkat pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dimiliki setelah melaksanakan pelatihan dan penerapannya dalam pekerjaan atau kegiatan usaha alumni pelatihan.

Berdasarkan pada penjelasan pengaruh antar faktor di atas yaitu karakteristik individu, keterlibatan dalam proses belajar, lingkungan kerja dan motivasi terhadap kompetensi dan kinerja fasilitator pelatihan, maka kerangka berpikir disajikan pada Gambar 2.

Gambar 2. Kerangka Berpikir Analisis Kompetensi dan Kinerja Fasilitator Pelatihan (sebagai Model Hipotetis Penelitian)

X11. Umur

X12. Pendidikan formal X13. Pengalaman kerja

X14. Jabatan dan golongan ruang

Keterlibatan dalam Proses Belajar (X2)

X21. Mengikuti pelatihan

X22. Berpartisipasi dalam kegiatan ilmiah

X23. Mengikuti magang industri X24. Melaksanakan unit produksi X25. Memanfaatkan sumber

belajar

Lingkungan Kerja (X3) X31. Sistem pemberian

penghargaan

X32. Sistem evaluasi pelaksanaan tugas pembelajaran

X33. Ketersediaan sarana/ prasarana

X34. Sistem pengembangan karir X35. Sistem pelaksanaan kegiatan

pelatihan

Kompetensi Fasilitator Pelatihan (Y1) Y11. Penguasaan Substansi Materi

 Menguasai keilmuan

 Menguasai keterampilan praktik Y12. Perencanaan Pembelajaran

 Menyusun rencana pembelajaran

 Menyusun modul pembelajaran

 Menyusun evaluasi pembelajaran

 Menyusun bahan presentasi Y13. Pelaksanaan Pembelajaran

 Menerapkan pembelajaran orang dewasa

 Menggunakan metode pembelajaran

 Melakukan komunikasi efektif dengan peserta

 Memotivasi semangat belajar Y14. Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran

 Melaksanakan dan menganalisis hasil pre test

 Melaksanakan dan menggunakan hasil post test

 Melaksanakan penilaian hasil praktik

Y15. Kerjasama

 Membina hubungan dan kerjasama dengan sesama fasilitator

 Melaksanakan kerjasama dengan panitia pelatihan

 Komitmen dalam melaksanakan tugas

Kinerja Fasilitator Pelatihan (Y2)

Y21. Menyusun perangkat pembelajaran Y22. Melaksanakan

pembelajaran Y23. Menggunakan metode

pelatihan

Y24. Melakukan komuni kasi efektif dengan peserta pelatihan Y25. Memotivasi semangat

belajar

Y26. Komitmen dalam menjalankan tugas Motivasi Fasilitator (X4)

X41. Memperluas hubungan kerja X42. Mengembangkan kemampuan

bidang ilmu X43. Melaksanakan tugas

pembelajaran

Kinerja Alumni Pelatihan X521. Pengetahuan

X522. Keterampilan X523. Sikap X524. Kemanfaatan

Terhadap Kinerja Fasilitator Pelatihan (X5.1) X511. Menyusun perangkat pembelajaran X512. Melaksanakan pembelajaran X513. Menggunakan metode pelatihan X514. Melakukan komunikasi efektif dengan peserta pelatihan X515. Memotivasi semangat belajar X516. Komitmen dalam menjalankan tugas Meningkatkan Kesejahteraan Alumni Pelatihan

Hipotesis Umum

Karakteristik, keterlibatan dalam proses belajar, lingkungan kerja, dan motivasi berpengaruh terhadap kompetensi fasilitator pelatihan, dan secara langsung dan tidak langsung berpengaruh terhadap kinerja fasilitator pelatihan.

Hipotesis Kerja

(1) Kompetensi fasilitator pelatihan dipengaruhi secara positif dan nyata oleh karakteristik, keterlibatan dalam proses belajar, lingkungan kerja, dan motivasi fasilitator pelatihan.

(2) Kinerja fasilitator pelatihan dipengaruhi secara positif dan nyata oleh karakteristik, keterlibatan dalam proses belajar, lingkungan kerja, motivasi, dan kompetensi fasilitator pelatihan.

Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian ini adalah explanatory research, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan dan pengaruh antar peubah-peubah penelitian melalui pengujian hipotesis. Peubah dalam penelitian ini adalah: karakteristik fasilitator, keterlibatan fasilitator dalam proses belajar, lingkungan kerja fasilitator, motivasi fasilitator, kompetensi fasilitator, kinerja fasilitator dan kinerja alumni pelatihan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan didukung oleh informasi deskriptif kualitatif untuk melengkapi data yang tidak dapat diungkap melalui pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan menggunakan kuesioner melalui survei sebagai metode pengumpulan data, sedangkan informasi kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam (indepth

interview) baik secara individu maupun kelompok.

Populasi dan Sampel

Populasi penelitian ini adalah fasilitator P4TK Pertanian Cianjur sebanyak 121 orang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode sensus, yaitu seluruh populasi digunakan sebagai sumber data atau responden.

Responden lainnya adalah alumni pelatihan yang pernah mengikuti pelatihan minimal satu tahun sebelum penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi persepsi alumni pelatihan terhadap kinerja fasilitator dan kinerja alumni pelatihan dalam menerapkan hasil pelatihan dilingkungan kerjanya masing- masing. Pemilihan responden alumni pelatihan dilakukan menggunakan metode

non probability sampling dengan teknik judgmental sampling. Menurut Istijanto (2010), judgmental sampling merupakan teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu. Pertimbangan yang digunakan peneliti adalah alumni pelatihan merupakan peserta pelatihan yang mengikuti pelatihan di P4TK Pertanian minimum satu tahun terakhir dan untuk menilai kompetensi fasilitator yang pernah mengajar pada pelatihan yang diikuti. Peneliti menetapkan pelatihan-

sejumlah alumni pelatihan pada pelatihan terpilih tersebut secara sengaja dengan mempertimbangkan kedekatan lokasi dan kemudahan melakukan komunikasi. Berdasarkan pada pertimbangan tersebut ditetapkan responden alumni pelatihan sebanyak 117 orang yang berdomisili di Bandung (19 orang), Ciamis (5 orang), Cianjur (48 orang), Garut (9 orang), Subang (11 orang), Sukabumi (16 orang), dan luar Jawa yaitu Tapanuli Selatan, Siak, Pontianak, Enrekang, Muaro Jambi, Betung Barat, Murung Raya, Muna, Tarakan masing-masing 1 orang. Pengisian kuesioner untuk responden luar Jawa dilakukan melalui telpon dan kuesioner dikirim melalui email.

Data dan Instrumentasi Data

Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dengan: (1) teknik survei menggunakan instrumen terhadap sampel penelitian; dan (2) menggunakan wawancara mendalam dengan beberapa respoden. Data primer yang dikumpulkan adalah: (1) karakteristik fasilitator yaitu umur, pendidikan formal, pengalaman kerja, dan jabatan dan golongan; (2) keterlibatan fasilitator dalam proses belajar yaitu: pelatihan, kegiatan ilmiah, magang industri, unit produksi, dan pemanfaatan sumber belajar; (3) lingkungan kerja fasilitator yaitu: sistem pemberian penghargaan, sistem evaluasi, ketersediaan sarana dan prasarana, sistem pengembangan karir, dan sistem pelaksanaan kegiatan pelatihan; (4) motivasi fasilitator yaitu: memperluas hubungan kerja, mengembangkan kemampuan bidang ilmu, dan melaksanakan tugas pembelajaran; (5) kompetensi fasilitator yaitu: penguasaan substansi materi, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan evaluasi pembelajaran, dan kerjasama; (6) persepsi alumni pelatihan terhadap kinerja fasilitator yaitu menyusun perangkat pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menggunakan metode pelatihan, melakukan komunikasi efektif dengan alumni pelatihan, memotivasi semangat belajar, dan komitmen dalam menjalankan tugas; (7) kinerja fasilitator yaitu: yaitu menyusun perangkat pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menggunakan metode pelatihan, melakukan

komitmen dalam menjalankan tugas; (8) kinerja alumni pelatihan yaitu: pengetahuan, keterampilan, sikap, dan kemanfaatan.

Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui hasil-hasil penelitian yang sudah ada dan kajian pustaka yang relevan dengan penelitian, serta data yang telah dimiliki oleh P4TK Pertanian Cianjur.

Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di P4TK Pertanian Cianjur untuk mengumpulkan data dan informasi tentang fasilitator pelatihan. Sedangkan yang berkaitan dengan alumni pelatihan penelitian dilakukan di Bandung, Ciamis, Cianjur, Garut, Subang, Sukabumi, dan luar Jawa yaitu Tapanuli Selatan, Siak, Pontianak, Enrekang, Muaro Jambi, Betung Barat, Murung Raya, Muna, Tarakan. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki jumlah alumni pelatihan sesuai dengan pertimbangan yang ditetapkan peneliti.

Penelitian dilakukan selama empat bulan mulai bulan April sampai dengan Juli 2011.

Peubah, Definisi Operasional, Indikator, Parameter dan Pengukuran

Peubah penelitian diperoleh melalui pengukuran terhadap nilai-nilai peubah penelitian. Peubah merupakan suatu konsep atau karakteristik yang mempunyai nilai. Konsep merupakan abstraksi mengenai suatu fenomena, dirumuskan berdasarkan generalisasi dari sejumlah karakteristik, keadaan, kelompok, atau individu tertentu. Agar konsep-konsep dapat diteliti secara empiris, maka konsep dioperasionalkan menjadi peubah. Peubah-peubah penelitian dikembangkan berdasarkan parameter-parameternya ke dalam bentuk pertanyaan dan pernyataan sehingga menjadi suatu instrumen penelitian. Instrumen dikembangkan dalam bentuk kuesioner yang berisi pertanyaan dan pernyataan tertutup dan terbuka.

Kuesioner dikembangkan menggunakan skala likert, masing-masing peubah yang terdiri atas beberapa parameter dikembangkan dalam bentuk pernyataan dengan empat pilihan kesesuaian dengan persepsi responden.

hubungan antar peubah. Hubungan peubah tersebut ditunjukkan pada Gambar 2 yang terdiri dari lima peubah bebas dan dua peubah terikat, sebagai berikut: (1) Karakteristik fasilitator (X1)

(2) Keterlibatan fasilitator dalam proses belajar (X2) (3) Lingkungan kerja fasilitator (X3)

(4) Motivasi fasilitator (X4)

(5) Persepsi alumni pelatihan terhadap kinerja fasilitator dan kinerja alumni pelatihan (X5)

(6) Kompetensi fasilitator (Y1) (7) Kinerja fasilitator (Y2)

Definisi operasional menurut Singarimbun dan Effendi (1989) adalah unsur penelitian yang memberitahukan cara mengukur suatu peubah. Sedangkan menurut Black dan Champion (1992), definisi operasional merupakan kuantifikasi dari definisi nominal. Definisi operasional dan pengukuran terhadap kedelapan peubah dalam penelitian ini adalah :

(1) Karakteristik fasilitator (X1) adalah sifat-sifat atau ciri-ciri spesifik yang melekat pada diri fasilitator yang dapat berpotensi menjadi pendorong atau penghambat dalam upaya meningkatkan kompetensi dan kinerja fasilitator. Aspek-aspek karakteristik fasilitator selanjutnya dirumuskan kedalam definisi operasional, indikator, parameter dan pengukurannya seperti pada Tabel 2.

(2) Keterlibatan dalam proses belajar (X2), yaitu upaya-upaya untuk meningkatkan kompetensi fasilitator pelatihan yang berkaitan dengan tugas mendidik, mengajar dan melatih yaitu kompetensi pengelolaan pembelajaran, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi substantif. Aspek-aspek keterlibatan dalam proses belajar selanjutnya dirumuskan kedalam definisi operasional, indikator, parameter dan pengukurannya seperti pada Tabel 3.

dan Pengukuran Karakteristik Fasilitator

Peubah Definisi Operasional Indikator Parameter dan Pengukuran X1. Karakteristik

fasilitator

Ciri-ciri spesifik yang melekat pada diri fasilitator, dibatasi pada: umur, jenjang pendidikan formal, bidang keahlian, pengalaman kerja sebagai fasilitator Fasilitator memiliki ciri-ciri spesifik sesuai dengan sub- sub indikatornya Ciri-ciri spesifik fasilitator dirinci berdasarkan sub-sub indikator seperti di bawah ini.

X1.1 Umur Usia fasilitator sampai penelitian dilakukan

Jumlah tahun Jumlah tahun sampai penelitian dilakukan X1.2 Pendidikan

formal

Jenjang pendidikan formal yang diikuti fasilitator 1)Jenjang pendidikan formal Jenjang pendidikan formal fasilitator: S1, S2, S3 2)Jurusan/program studi yang ditempuh Jurusan/program studi yang ditempuh pada setiap jenjang pendidikan S1, S2, S3 X1.3 Bidang keahlian Keahlian khusus yang dimiliki sebagai fasilitator 1)Jenis bidang keahlian

- Jenis bidang keahlian yang dimiliki fasilitator

- Tingkat kesesuaian jurusan/program studi yang ditempuh dengan jenis bidang keahlian Diklasifikasi: tidak sesuai, kurang sesuai, sesuai, sangat sesuai 2)Materi pelatihan

yang diajarkan

Materi pelatihan yang diajarkan dihubungkan dengan bidang keahlian dan jurusan/program studi (dibuat dalam tabel)

Diklasifikasi: tidak sesuai, kurang sesuai, sesuai, sangat sesuai X1.4 Pengalaman kerja Lamanya menjadi PNS dan fasilitator Jumlah tahun lamanya menjadi PNS dan fasilitator

- Jumlah tahun lamanya menjadi PNS sampai menjadi responden - Jumlah tahun lamanya

menjadi fasilitator sampai menjadi responden X1.5 Jabatan dan golongan ruang Jabatan dan golongan ruang terakhir hingga saat ini

Jenjang jabatan dan golongan ruang

Tingkat jabatan dan golongan ruang

Keterlibatan Fasilitator dalam Proses Belajar

Peubah Definisi Operasional Indikator Parameter dan Pengukuran X2. Keterlibatan

fasilitator dalam proses belajar

Proses belajar untuk meningkatkan kom petensi fasilitator, dibatasi pada: pela tihan, kegiatan ilmi ah, magang, unit pro duksi, dan peman faatan sumber belajar Keikutsertaan fasilitator dalam kegiatan belajar untuk meningkatkan kompetensi sesuai bidang keahliannya Proses keterlibatan belajar untuk meningkatkan kompetensi fasilitator dirinci berdasarkan sub- sub indikator seperti di bawah ini. X2.1 Mengikuti pelatihan Keikutsertaan fasilitator dalam kegiatan pelatihan yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi Tingkat keikutsertaan fasilitator dalam pelatihan/ penataran dalam 3 tahun terakhir Keikutsertaan fasilitator dalam pelatihan/ penataran: -Keterampilan teknis -Kependidikan -Manajerial -Motivasi -Kepemimpinan Diklasifikasi: tidak pernah,1 kali, 2 kali, 3 kali atau lebih X2.2 Berpartisipasi dalam kegiatan ilmiah Peranserta fasilitator dalam kegiatan ilmiah, seperti seminar, workshop, diskusi ilmiah, ujicoba Tingkat keikutsertaan fasilitator dalam kegiatan ilmiah dalam 3 tahun terakhir Keikutsertaan fasilitator dalam kegiatan ilmiah: -Seminar tingkat P4TK

Pertanian dan nasional -Workshop tingkat

P4TK Pertanian dan nasional

-Ujicoba

-Menulis karya ilmiah Diklasifikasi: tidak pernah,1 kali, 2 kali, 3 kali atau lebih X2.3 Mengikuti magang industri Keikutsertaan fasilitator dalam kegiatan magang yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi Tingkat keikutsertaan fasilitator dalam magang industri dalam 3 tahun terakhir Keikutsertaan fasilitator dalam kegiatan magang industri:

-Perusahaan lokal -Perusahaan nasional Diklasifikasi: tidak pernah,1 kali, 2 kali, 3 kali atau lebih X2.4 Melaksanakan unit produksi Keikutsertaan fasilitator dalam kegiatan unit produksi sesuai bidang keahliannya Tingkat keikutsertaan fasilitator dalam kegiatan unit produksi dalam 3 tahun terakhir Keikutsertaan fasilitator dalam kegiatan unit produksi program P4TK Pertanian dan bukan program P4TK Pertanian

Diklasifikasi: tidak pernah,1 kali, 2 kali, 3 kali atau lebih

Peubah Definisi Operasional Indikator Parameter dan Pengukuran X2.5 Pemanfaatan sumber belajar Kemauan fasilitator dalam memanfaat kan data dan informasi dari berbagai sumber belajar Tingkat pemanfaat an sumber belajar perpustakaan, internet, majalah/ buletin, koran/ tabloid, dan buku literatur/referensi dalam 1 tahun terakhir Pemanfaatan sumber belajar berupa perpustakaan, internet, majalah/buletin, koran/ tabloid, dan buku literatur/ referensi Diklasifikasi: tidak pernah, 1-3 kali, 4-6 kali, lebih dari 6 kali

(3) Lingkungan kerja (X3), yaitu lingkungan fisik maupun non fisik yang mempengaruhi kompetensi dan kinerja fasilitator pelatihan dalam melaksanakan kegiatan pelatihan. Dalam penelitian ini dibatasi pada sistem pemberian penghargaan, sistem evaluasi, ketersediaan sarana dan prasarana, sistem pengembangan karir, dan sistem pelaksanaan kegiatan pelatihan. Aspek-aspek lingkungan kerja fasilitator selanjutnya dirumuskan kedalam definisi operasional, indikator, parameter dan pengukurannya seperti pada Tabel 4.

(4) Motivasi (X4), yaitu faktor-faktor yang mendorong atau menggerakan fasilitator pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dan kinerjanya, dibatasi pada: memperluas hubungan kerja, mengembangkan kemampuan bidang ilmu, dan melaksanakan tugas pembelajaran. Aspek-aspek motivasi fasilitator selanjutnya dirumuskan kedalam definisi operasional, indikator, parameter dan pengukurannya seperti pada Tabel 5.

(5) Persepsi alumni pelatihan terhadap kinerja fasilitator dan kinerja alumni pelatihan (X5). Persepsi alumni pelatihan terhadap kinerja fasilitator yaitu penilaian alumni pelatihan terhadap kinerja fasilitator yang berkaitan dengan kualitas pelaksanaan pembelajaran. Sedangkan kinerja alumni pelatihan yaitu hasil atau tingkat keberhasilan alumni pelatihan dalam menguasai pengetahuan, keterampilan, dan sikap serta menerapkannya dalam bidang pekerjaannya melalui evaluasi diri. Aspek-aspek persepsi alumni pelatihan terhadap kinerja fasilitator dan kinerja alumni pelatihan selanjutnya dirumuskan kedalam definisi operasional, indikator, parameter dan pengukurannya seperti pada Tabel 6.

dan Pengukuran Lingkungan Kerja Fasilitator

Peubah Definisi Operasional Indikator Parameter dan Pengukuran X3. Lingkungan

kerja fasilitator

Lingkungan fisik dan non fisik yang mempengaruhi fasilitator dalam menjalankan tugas nya, dibatasi pada: sistem pemberian penghargaan; sistem evaluasi tugas meng ajar; ketersediaan dan kondisi sarana/ prasarana; sistem pengembangan karir; dan sistem pelaksanaan kegiatan pelatihan Sistem pemberian penghargaan; sistem evaluasi tugas pembelajaran; ketersediaan sarana/prasarana; peluang pengembangan karir; dan pelaksanaan kegiatan pelatihan

Lingkungan fisik dan non fisik fasilitator dirinci berdasarkan sub- sub indikator seperti di bawah ini.

X3.1 Sistem pemberian penghargaan

Tata cara pemberian penghargaan berdasarkan kinerja berupa materi dan non materi

1) Kompensasi materi

-Sistem honor mengajar yang saat ini berlaku -Besarnya honor

mengajar yang diterima

Diklasifikasi: tidak setuju, kurang setuju, setuju, sangat setuju 2) Kompensasi non

materi

-Kegunaan surat keterangan

melaksanakan tugas mengajar dari Kepala P4TK Pertanian -Ketepatan waktu penerimaan surat keterangan melaksanakan tugas mengajar

-Kegunaan surat tugas mengajar dari Kepala P4TK Pertanian -Ketepatan waktu

penerimaan surat tugas mengajar

Diklasifikasi: tidak setuju, kurang setuju, setuju, sangat setuju X3.2 Sistem evaluasi pelaksanaan tugas pembelajaran Penilaian kualitas mengajar fasilitator oleh peserta pelatihan

1) Hasil penilaian -Fasilitator

mendapatkan hasil penilaian oleh peserta pelatihan

-Memperoleh umpan balik hasil penilaian Diklasifikasi: tidak setuju, kurang setuju, setuju, sangat setuju

Peubah Definisi Operasional Indikator Parameter dan Pengukuran 2) Penggunaan

hasil penilaian

- Memotivasi fasilitator untuk mengajar lebih baik - Memperbaiki kinerja fasilitator dalam mengajar - Kemajuan pembelajaran Diklasifikasi: tidak setuju, kurang setuju, setuju, sangat setuju X3.3 Ketersediaan sarana/ prasarana Kuantitas dan kualitas sarana/ prasarana untuk kegiatan pelatihan 1) Kuantitas sarana/prasarana untuk kegiatan pembelajaran - Kuantitas sarana/ prasarana pembelajar an teori meliputi: ruang kelas, peralatan kelas (papan tulis, penghapus, spidol), media pembelajaran (tape recorder, televisi, LCD) - Kuantitas sarana/ prasarana pembelajar an praktik meliputi: ruang/tempat praktik (laboratorium, bengkel, bangsal, dapur, lahan, kolam, kandang), peralatan praktik, bahan praktik - Kuantitas ruang baca

dan koleksi buku perpustakaan - Kuantitas komputer Diklasifikasi: tidak memadai, kurang memadai, memadai, sangat memadai 2) Kualitas sarana/ prasarana untuk kegiatan pembelajaran

- Kualitas sarana/ prasa rana pembelajaran teori meliputi: ruang kelas, peralatan kelas (papan tulis, pengha pus, spidol), media pembelajaran (tape recorder, televisi, LCD) - Kualitas sarana/ prasa

rana pembelajaran praktik meliputi: ruang /tempat praktik (labora torium, beng kel, bangsal, dapur, lahan, kolam, kandang), peralatan praktik, bahan praktik

Peubah Definisi Operasional Indikator Parameter dan Pengukuran 3) -Kualitas perpustakaan

Diklasifikasi: kurang, cukup, baik, sangat baik -Ketersediaan jaringan

internet

Diklasifikasi: sangat lambat, lambat, cepat, sangat cepat X3.4 Sistem pengembangan karir Tata cara pengembangan karir bagi fasilitator berbasis kinerja 1) Ketersediaan aturan pengembangan karir -Ketentuan pengembangan karir berbasis kinerja Diklasifikasi: tidak setuju, kurang setuju, setuju, sangat setuju 2) Peluang pengembangan karir -Informasi pengembangan karir -Pembinaan pengembangan karir -Keterbukaan kesempatan mengembangkan karir Diklasifikasi: tidak setuju, kurang setuju, setuju, sangat setuju X3.5 Sistem

Pelaksanaan kegiatan pelatihan

Tata cara penugasan dan pelayanan mengajar oleh fasilitator 1) Penugasan mengajar -Kesempatan tugas mengajar berdasarkan kompetensi -Persyaratan tugas mengajar berdasarkan kompetensi Diklasifikasi: tidak setuju, kurang setuju, setuju, sangat setuju 2) Pelayanan

kegiatan mengajar

-Kebutuhan sarana/ prasarana tepat jumlah -Kebutuhan ATK tepat

jumlah dan waktu -Kebutuhan bahan

praktik tepat jumlah dan waktu

Diklasifikasi: tidak setuju, kurang setuju, setuju, sangat setuju

dan Pengukuran Motivasi Fasilitator

Peubah Definisi Operasional Indikator Parameter dan Pengukuran X4. Motivasi Fasilitator Faktor-faktor yang menggerakkan atau mendorong seseorang kompeten dan berkinerja seba gai fasilitator, diba tasi: memperluas hubungan kerja; mengembangkan kemampuan bidang ilmu; dan melaksana kan tugas

pembelajaran

Memiliki dorongan untuk mengembang kan kemampuan bidang ilmunya dan

Dokumen terkait