• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri terbimbing diharapkan dapat menjawab permasalahan tujuan pembelajaran abad 21. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan diharapkan dapat memberikan peserta didik pengalaman nyata sehingga mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif peserta didik. Pengembangan ini menggunakan metode pengembangan ADDIE, dimana disetiap tahapannya terhubung dengan evaluasi. Kerangka konsep pada pengembangan perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri terbimbing pada mata pelajaran IPA materi Menganalisis Sumber Energi, berbagai Sumber Energi, Perubahan Bentuk Energi dalam Kehidupan sehari-hari termasuk Fotosintesis, sub materi Fotosintesis ditunjukkan seperti gambar 1

13 Gambar 1 Kerangka Konsep Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pendekatan

STEM Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa SMP Negeri 14 Malang

Tujuan pengembangan:

i. Menghasilkan perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri Terbimbing yang layak, praktis dan efektif.

ii. Perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri Terbimbing yang dapat membantu guru untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif peserta didik.

Kenyataan dilapangan (sekolah):

i. Kemampuan berpikir kritis siswa rendah

ii. Kemampuan berpikir kreatif siswa rendah

iii. Guru tidak menggunakan perangkat pembelajaran yang mendukung peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa.

Permasalahan yang dihadapi:

i. Kemampuan berpikir kritis dan kreatif adalah salah satu tujuan pembelajaran abad 21 ii. Sulitnya meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa

Perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri Terbimbing mempengaruhi kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa di SMP Negeri 14 Malang

Uji keefektifan

Layak Tidak Layak

Implementasi perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri Terbimbing Pegembangan perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri Terbimbing

Evaluasi (Uji kelayakan dan kepraktisan)

Layak Tidak Layak

Mendesain perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri Terbimbing

Evaluasi

Layak Tidak Layak

Kebutuhan guru bidang studi IPA terhadap perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri Terbimbing yang dapat digunakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa

Evaluasi

Layak Tidak Layak

14 H. Hipotesis

Berdasarkan permasalahn yang telah dipaparkan maka hipotesis penelitian ini sebagai berikut

H0 = Ada pengaruh pemberian perangkat pembelajaran Perangkat Pembelajaran Pendekatan STEM Berbasis Inquiri Terbimbing terhadap peningkatan kemampuan kritis dan kreatif siswa SMP Negeri 14 Malang

H1 = Tidak Ada pengaruh pemberian perangkat pembelajaran Perangkat Pembelajaran Pendekatan STEM Berbasis Inquiri Terbimbing terhadap peningkatan kemampuan kritis dan kreatif siswa SMP Negeri 14 Malang

METODE PENELITIAN

A. Pendekatan Dan Jenis Penelitian

Penelitian ini dilakukan meliputi dua tahap yaitu penelitian tahap 1 pengembangan dan tahap 2 penelitian quasi-eksperimen. Sebagaimana pendapat Nieveen (1999) bahwa dalam penelitian pengembangan ada tiga aspek yaitu uji valiasi, uji kepraktisan, dan uji efektifitas. Penelitian pengembangan menggunakan pedekatan model pengembangan ADDIE (Branch, 2010) yang dimodifikasi meliputi 5 kegiatan dijabarkan pada Tabel 2

Tabel 2 Langkah Mengembangkan Perangkat Pembelajaran

Pengembangan Instrumen Langkah/Kegiatan

Analisis Wawancara terhadap pendidik (Lampiran 2)

Angket kemampuan berpikir kritis dan kreatif terhadap peserta didik

Evaluasi formatif (Lampiran 3)

Desain Rancangan RPP

Rancangan LKPD Bentuk RPP Bentuk LKPD Lembar Penilaian Evaluasi formatif

Pengembangan Implementasi tahapan desain sampai menjadi produk hipotemik Evaluasi formatif

Implementasi Uji validitas Ahli Materi (Lampiran 4) Uji validitas Bahan Ajar (Lampiran 5)

Uji Validasi Ahli STEM dan Inkuiri (Lampiran 6) Uji kepraktisan (Lampiran 8 dan 9)

Uji percobaan di sekolah (Lampiran 10) Evaluasi formatif

Evaluasi Evaluasi sumatif (Sumber: Modifikasi Peneliti, 2021)

15 Penelitian ini merupakan quasi-eksperimen yang dilakukan sebagaimana Gambar 2

Gambar 2 Desain Nonequivalent Control Grup Design (Sugiyono, 2015)

B. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2021 bertempat di SMP Negeri 14 Malang.

C. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 14 Malang Kelas VII, yang terdiri dari 8 kelas dengan jumlah total peserta didik 240 orang. Adapun sampel penelitian ada 2 kelas yang dipilih secara random. Kedua sampel penelitian, 1 kelas dijadikan kelas eksperimen dan 1 lainnya menjadi kelas kontrol.

D. Teknik Sampling

Teknik Sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Purposive Sampling merupakan teknik sampling yang termasuk dalam Nonprobability Sampling. Purposive Sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2010). Sampelnya yaitu siswa kelas VII-1 dan kelas VII-2.

E. Subjek Penelitian

Subjek penelitian terdiri dari 3 validator ahli dan siswa kelas VII sebanyak 60 siswa SMP Negeri 14 Malang yang berasal dari kelas VII-1 dan kelas VII-2.

F. Variabel Penelitian

Variabel bebas pada penelitian ini adalah perangkat pembelajaran sedangkan variabel terikatnya adalah nilai posttest kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa.

Kelas 1X

Kelas 2X

P Kelas 1Y

Kelas 2Y

16 G. Jenis Data dan Sumber Data Pengembangan

Data yang dibutuhkan untuk mengembangakan perangkat pembelajaran adalah data kevalidan yang diperoleh dari hasil penilaian para validator terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan.

H. Prosedur dan Instrumen Penelitian

Prosedur penelitian terdiri dari 3 yaitu, tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyusunan data. Tahap persiapan terdiri dari analisis kebutuhan terhadap perangkat pembelajaran di SMP Negeri 14 Malang. Tahap pelaksanaan meliputi tahap pengembangan perangkat pembelajaran. Tahap penyusunan data meliputi tahap uji kelayakan, uji kepraktisan dan uji keefektifan. Tahap ini dilakukan analisis guna menghasilkan perangkat pembelajaran yang valid, praktis dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif peserta didik.

Instrumen penelitian terdiri dari instrumen wawancara dan angket pada tahap analisis, yang bertujuan untuk mengetahui kebutuhan perangkat pembelajaran terkait proses pembelajaran abad 21. Instrumen penilaian validitas oleh validator ahli yang bertujuan untuk mengetahui kevalidan dari perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Instrumen penilaian kepraktisan oleh pendidik dilakukan untuk mengetahui kepraktisan dari produk yang dikembangkan.

Instrumen tes yang dilakukan pada peserta didik bertujuan untuk mengukur kefektifan produk yang dikembangkan.

Adapun validator ahli dalam penelitian ini adalah ahli materi, ahli bahan ajar/perangkat serta ahli STEM dan inkuiri. Ahli materi yaitu Siti Mudaiyah, S.Pd guru mapel IPA SMP Negeri 14 Malang yang memiliki pengalaman dalam pengajaran IPA. Ahli bahan ajar/perangkat pembelajaran yaitu Dewi Annisa M. Si guru mapel IPA SMP Negeri 27 Malang yang begerak aktif dalam pengembangan dan inovasi bahan ajar serta perangkat pembelajaran. Ahli STEM dan inkuiri yaitu Dwi Endah Puspitosari, S.Pd guru mapel IPA SMPN 11 Malang yang begerak aktif dalam pelatihan tentang metode dan model pembelajaran.

I. Analisis Data

Teknik analisis validasi isi menggunakan rumus Aiken (1985) dengan program excel. Analisis pengaruh perangkat pembelajaran terhadap keterampilan

17 berpikir kritis dan kreatif siswa menggunakan anacova satu jalur dengan software SPSS.

1. Validitas

Validitas ini ditentukan dengan menggunakan kesepakatan para ahli. Pakar bidang studi tersebut adalah deal atau domain yang diukur untuk mengetahui tingkat validitas konten (Heri Retnowati, 2016). Hal ini disebabkan oleh pengukuran instrumen berupa tes atau angket yang dibuktikan valid apabila ahli meyakini bahwa instrumen tersebut dapat mengukur penguasaan keterampilan yang didefinisikan dalam domain yang diukur. Validitas analisis ini menggunakan rumus Aiken.

Aiken merumuskan rumus Aiken V untuk menghitung koefisien validitas isi berdasarkan hasil penilaian dari panel ahli sebanyak n orang terhadap suatu item dari segi seberapa jauh item tersebut mewakili kontrak yang diukur. Rumus yang diajukan oleh Aiken dapat dilihat di bawah ini (Azwar, 2016):

𝑉 = ∑𝑠

𝑛 (𝑐 − 1)

Keterangan :

V = Item indeks validitas

S = Skor yang diterapkan, masing-masing penilai mengurangi skor rendah dalam kategori yang digunakan (s = r – Io, → r = pilihan skor penilai dan Io = skor rendah dalam pengkategorian skor)

n = Jumlah penilai c = Jumlah kriteria / rating

Nilai koefisien berkisar antara 0 – 1 sehingga suatu item dikatakan valid apabila hasil pengujian validitas pada item/bulir pertanyaan berada pada kisaran nilai validitas isi sebesar O,34 - 1. Adapun kategori nilai kritis CVR yang ditentukan melalui batas minimum Lawshe sebagaimana Tabel 3

Tabel 3 Nilai Kritis Uji Validitas CVR

Rentang Kategori

2. Uji Kepraktisan

Uji kepraktisan dilakukan pada kelas 7.3 dengan jumlah peserta didik 15 dan 1 orang pendidik. Nilai kepraktisan yang diperoleh pada kelas 7.3, jika sangat

18 praktis maka perangkat pembelajaran akan diterapkan pada kelas eksperimen, namun jika tidak praktis maka akan dilakukan perbaikan dan uji kepraktisan kembali. Hasil penilaian dari ke limabelas peserta didik dan guru IPA ditentukan nilai rata-rata. Hasil rata-rata dikonversikan ke sistem penilaian kepraktisan instrumen menurut Akbar (2013) pada Tabel 4

Tabel 4 Sistem Penilaian Kepraktisan Instrumen Pencapaian Nilai Kategori Kepraktisan

81.00 % - 100.00 % Sangat praktis, sangat tuntas 61.00 % - 80.00 % Cukup praktis

41.01 % - 60.00 % Kurang praktis, kurang tuntas.

21.00 % - 40.00 % Tidak praktis, tidak tuntas, tidak bisa digunakan.

00.00 % - 20.00 % Sangat tidak praktis, sangat tidak tuntas, tidak bisa digunakan.

(Sumber: Akbar, 2013)

Analisis respon peserta didik dilakukan dengan menggunakan skala Likert, dimana pada setiap butir pertanyaan diberikan skor dan dihitung jumlah rata-ratanya, selanjutnya dicari persentasenya. Rata-rata skor menggunakan konversi skor sesuai Permendikbud No 81A Tahun 2013 sebagaimana Tabel 2.

Adapun skor akhir yang dikonversi dihasilkan melalui penghitungan sebagaimana rumus berikut:

Skor Diperoleh Skor Maksimal

x 4 = Skor Akhir

3. Uji Keefektifan

Uji keefektifan dilakukan apabila uji kevalitan perangkat pembelajaran dinyatakan sangat valid, dan uji kepraktisan perangkat pembelajaran dinyatakan sangat praktis.

Uji keefektifan dilakukan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan jumlah peserta didik sebanyak 60 orang. Teknis analisis data pada tahap ini menggunakan uji two-way anacova dengan Program SPSS 23.0 for Windows.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Pengembangan

Hasil dari penelitian ini berupa produk perangkat pembelajaran melalui pendekatan STEM dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar kerja peserta didik (LKPD), yang dirancang dalam seting model

19 pembelajaran inquiri, pada materi fotosintesis yang valid dan efektif untuk meningkatkan berpikir kritis dan kreatif pada Siswa SMP Negeri 14 Malang.

Perangkat pembelajaran melalui pendekatan STEM berbasis inkuiri diimplementasikan dengan menggunakan sintaks pembelajaran inquiri yaitu terdiri dari menyajikan masalah, membuat hipotesis, merancang percobaan, melakukan percobaan, menganalisis data, dan membuat kesimpulan.

Sebelum perlakuan peserta didik diberi pretest dan diobservasi untuk mengetahui tingkat berbikir kritis dan kreatif. Selama dan setelah pemberian perlakuan selesai, maka peserta didik diobservasi dengan menggunakan lembar observasi dan diberikan tes akhir (post test) serta menjaring respon pendidik dan peserta didik terhadap proses pembelajaran.

1. Analisis

Fase analisis merupakan langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti di SMP Negeri 14 Malang, diperoleh informasi bahwa: Analisis kebutuhan yang dilakukan di SMP Negeri 14 Malang meliputi; 1) sebanyak 7 peserta didik(54%) peserta didik berada pada tingkat berpikir kritis dan kreatif yang rendah; 2) Peserta didik tidak dapat menentukan suatu tindakan untuk menemukan solusi dengan keterampilan berpikir kritis dan kreatif dalam setiap kegiatan pembelajaran; 3) Proses pembelajaran daring telah menerapkan pendekatan saintifik namun belum memperlihatkan adanya peningkatan pada kemampuan berpikir kritis dan kreatif peserta didik, karena metode pengajaran yang dipilih belum tepat dan masih menempatkan pendidik sebagai sumber belajar (teacher centered). Peneliti melakukan kajian teori dan dokumen terkait pendekatan dan model pembelajaran untuk SMP sebagai kajian empiris untuk menghubungkan temuan lapang dengan teori yang ideal. Solusi yang dipilih adalah pengembangan perangkat pembelajaran yang tervalidasi dan reabilitas yang diuji oleh para ahli di lapangan.

2. Desain

Fase desain, peneliti menyiapkan rancangan RPP, LKPD, bentuk RPP, LKPD dan lembar penilaian. Hasil dari tahap desain diaiukan sebagai berikut:

a. Rancangan RPP

RPP dirancang berdasarkan pendekatan STEM dan model inquiri-terbimbing dengan menggunakan sub materi fotosintesis materi Menganalisis

20 Sumber Energi, berbagai Sumber Energi, Perubahan Bentuk Energi dalam Kehidupan sehari-hari termasuk Fotosintesis.

b. Rancangan LKPD

LKPD dirancang berdasarkan pendekatan STEM dan model inquiri-terbimbing dengan menggunakan materi fotosintesis sub materi fotosintesis materi Menganalisis Sumber Energi, berbagai Sumber Energi, Perubahan Bentuk Energi dalam Kehidupan sehari-hari termasuk Fotosintesis.

c. Bentuk RPP

RPP terdiri dari beberapa komponen yaitu: 1) identitas mata pelajaran atau tema/subtema; 2) kelas/semester; 3) materi pokok; 4) alokasi waktu; 5) tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD; 6) kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi; 7) materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi; 8) metode pembelajaran menggunakan pendekatan STEM dan model pembelajaran inquiri terbimbing; 9) media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran; 10) sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;

11) langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup yang telah diintegrasikan dengan pendekatan STEM dan model pembelajaran inquiri terbimbing; dan 12) penilaian hasil pembelajaran

.

d. Bentuk LKPD

Bentuk LKPD terdiri dari beberapa komponen yaitu: 1) cover; 2) identitas; 3) kompetensi dasar; 4) petunjuk kerja; 5) pendahuluan: 6) kegiatan inti; 7) refleksi; dan 8) penilaian.

e. Lembar penilaian

Lembar penilaian berisi teknis penilaian dan kriteria penilaian. Teknik penilaian diperoleh dengan rumus sebagai berikut: (skor diperoleh): (skor minimal)

3. Pengembangan

Fase pengembangan dilakukan berdasarkan hasil dari desain, RPP dan LKPD yang dikembangkan menggunakan google drive dan google form.

21 Penggunaan google drive dan google form diharapkan mempermudah pendidik dan peserta didik dalam penggunaannya. Tampilan RPP dan LKPD adalah sebagai Gambar 3 dan Gambar 4 tersajikan dalam lampiran 11 dan 12

Gambar 3 Tampilan Pengembangan RPP

Gambar 4 Tampilan Pengembangan LKPD

22 Tahap selanjutnya adalah uji kelayakan meliputi validasi isi dan kontruk dan uji kepraktisan. Berikut adalah penjabaran dari uji kelayakan dan uji kepraktisan.

a. Hasil Uji Kelayakan Perangkat Pembelajaran

Perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan berupa RPP dan LKPD dengan pendekatan STEM berbasis model pembelajaran inquiri terbimbing selanjutnya diujikan kelayakan meliputi validasi isi dan konstruk. Uji validasi dilakukan oleh tiga validator ahli yang terdiri dari ahli materi, ahli bahan ajar atau perangkat pembelajaran dan ahli STEM dan inkuiri terbimbing.

Validator satu yaitu Siti Mudaiyah, S.Pd yang merupakan guru IPA di SMP Negeri 14. Ahli Validator dua yaitu Dewi Annisa M. Si yang merupakan guru IPA di SMP Negeri 27 Malang. Validator tiga yaitu Dwi Endah Puspitosari, S.Pd dari SMP Negeri 11 Malang.

Adapun rangkuman hasil validasi perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis model pembelajaran inquiri terbimbing dari ketiga validator tersajikan pada Tabel 5 dan tersaji pada lampiran lampiran 4, 5 dan 6.

Tabel 5 Rangkuman Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran Pendekatan STEM Berbasis Inquiri Terbimbing

Pertanyaan ke

VALIDATOR Proses Analisis

I II III S1 S2 S3 ∑S n (c-1) CVI Kriteria

23 Lanjutan …

Pertanyaan ke

VALIDATOR Proses Analisis

I II III S1 S2 S3 ∑S n (c-1) CVI Kriteria Pertanyaan19 3 4 3 2 3 2 7 9 0.777778 Sangat Sesuai

Pertanyaan20 4 4 4 3 3 3 9 9 1 Sangat Sesuai

b. Hasil Uji Kepraktisan Perangkat Pembelajaran

Perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan berupa RPP dan LKPD dengan pendekatan STEM berbasis model pembelajaran inquiri terbimbing yang telah dinyatakan valid selanjutnya diuji kepraktisan. Uji kepraktisan dilakukan oleh pendidik dan peserta didik sebagai bentuk respon dari penggunaan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Jumlah pernyataan dalam aspek sebanyak 22 butir dengan menggunakan skala linkert.

Adapun rangkuman hasil uji kepraktisan perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis model pembelajaran inquiri terbimbing tersajikan pada Tabel 6 dan 7 tersaji pada lampiran 8 dan 9.

Tabel 6 Hasil Respon RPP Oleh Pendidik di SMP Negeri 14 Malang

Aspek Pernyataan Validator %

Format Kelengkapan RPP (memuat komponen komponen RPP, yaitu identitas, tujuan pembelajaran, materi, metode, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian)

3 75

Penulisan RPP (penomoran, jenis, dan

ukuran huruf) 4 100

Isi Kesesuaian indikator pembelajaran dengan

kompetensi dasar 4 100

Kesesuaian materi prasyarat dengan materi

yang akan diajarkan 4 100

Kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan

tahapan pendekatan investigatif 4 100

Langkah-langkah pembelajaran dijabarkan

dengan jelas 3 75

Kesesuaian perkiraan alokasi waktu dengan

kegiatan yang dilakukan 4 100

Bahasa Penggunaan bahasa sesuai dengan kaidah

bahasa Indonesia yang baik dan benar 4 100 Kemudian memahami Bahasa yang

digunakan. 3 75

Nilai Kepraktisan 3.6 90

24 Tabel 7 Hasil Respon LKPD Oleh Pendidik di SMP Negeri 14 Malang

Aspek Pernyataan Validator %

Isi

Kejelasan tujuan pembelajaran 4 100

Kemudahan memahami tujuan

pembelajaran 4 100

Penyajian

Keruntutan penyajian 4 100

Kesesuaian evaluasi dengan materi

pembelajaran 3 75

Komunikatif 4 100

Kegrafisan Kemudahan memahami gambar 4 100

Kesesuaian gambar dengan tujuan 3 75

Keefektifan

Ketertarikan gambar 4 100

Kemudahan memahami ilustrasi gambar 3 75

Kemudahan memahami perintah 4 100

Kemudahan memahami simbol-simbol

yang digunakan 4 100

Bahasa

Penggunaan bahasa sesuai dengan kaidah

bahasa Indonesia yang baik dan benar 3 75 Kemudian memahami Bahasa yang

digunakan. 3 75

Nilai Kepraktisan 3.6 90

Berdasarkan Tabel 6 dan 7 berkaitan dengan uji kepraktisan melalui respon pendidik terkait dengan format pernyataan dan diperoleh dari pendidik SMPN 14 Malang yang mengimplementasikan perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis inkuiri dalam kelas terbatas menyatakan bahwa perangkat pembelajaran sangat praktis. Perangkat pembelajaran ini dapat diimplementasikan dalam kelas yang lebih besar.

Setelah dilakukan uji kepraktisan perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis inkuiri terbimbing pada pendidik dilakukan uji kepraktisan pada peserta didik SMPN 14 Malang hasil yang diperoleh disajikan pada Tabel 8 dan 9 yang menjadi lampiran 9.

Tabel 8 Hasil Respon RPP Peserta Didik di SMP Negeri 14 Malang

Aspek Pernyataan Rata-rata %

Format Kelengkapan RPP (memuat komponen komponen RPP, yaitu identitas, tujuan pembelajaran, materi, metode, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian)

3,4 85

Penulisan RPP (penomoran, jenis, dan

ukuran huruf) 3.4 87

Isi Kesesuaian indikator pembelajaran dengan

kompetensi dasar 3.7 92

Kesesuaian materi prasyarat dengan materi

yang akan diajarkan 3.6 90

Kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan

tahapan pendekatan investigatif 3.48 87

25 Lanjutan …

Aspek Pernyataan Rata-rata %

Langkah-langkah pembelajaran dijabarkan

dengan jelas 3.2 82

Kesesuaian perkiraan alokasi waktu dengan

kegiatan yang dilakukan 3.8 95

Bahasa Penggunaan bahasa sesuai dengan kaidah

bahasa Indonesia yang baik dan benar 3.48 87 Kemudian memahami Bahasa yang

digunakan. 3.6 90

Nilai Kepraktisan 3.5 88

Tabel 9 Hasil Respon LKPD Oleh Peserta Didik di SMP Negeri 14 Malang

Aspek Pernyataan Validator %

Isi

Kejelasan tujuan pembelajaran 3.4 85

Kemudahan memahami tujuan

pembelajaran 3.4 85

Penyajian

Keruntutan penyajian 3,48 87

Kesesuaian evaluasi dengan materi

pembelajaran 3,6 90

Komunikatif 3,6 90

Kegrafisan

Kemudahan memahami gambar 3.4 85

Kesesuaian gambar dengan tujuan 3,2 82

Ketertarikan gambar 3,6 90

Kemudahan memahami ilustrasi gambar 3,6 90 Keefektifan

Kemudahan memahami perintah 3,6 90

Kemudahan memahami simbol-simbol

yang digunakan 3,4 85

Bahasa Penggunaan bahasa sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar

3,7 92

Kemudian memahami Bahasa yang digunakan.

3.6 90

Nilai Kepraktisan 3.5 88

Berdasarkan Tabel 8 dan 9 diketahui bahwa respon peserta didik di SMPN 14 Malang terhadap perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis inkuiri terbimbing, peserta didik menyatakan sangat praktis. Seluruh peserta didik yang menjadi responden uji kepraktisan memberikan nilai rata-rata 87% (sangat praktis) dengan demikian perangkat pembelajaran ini dapat diimplementasikan dalam kelas yang lebih besar.

4. Implementasi

Implementasi produk dilakukan setelah perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah dinyatakan valid dan praktis. Implementasi dilaksanakan dengan penelitian quasi eksperimen dimana kelas VII-1 kelas perlakuan dan kelas VII-2 kelas kontrol. Tujuan implementasi adalah untuk mengetahui keefektifan dari pengembangan perangkat pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis dan

26 kreatif siswa. Penerapan perangkat pembelajaran yang dikembangkan terlihat pada gambar 5 berikut.

Gambar 5 Penerapan perangkat pembelajaran di kelas

Penerapan perangkat pembelajaran dikelas dilakukan sesuai dengan sintak pada RPP yang dikembangkan yaitu 1) pengamatan, mengumpulkan dan menganalisis data; 2) Hipotesis dan ide baru; 3) Mengambil kesimpulan dan Inovasi; 4) Kreasi; 5) Nilai. Setelah dilakukan penerapan perangkat pembelajaran yang dikembangkan, barulah dilanjutkan dengan analisis keefektifan yang dijelaskan sebagai berikut:

a. Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov

Uji normalitas Kolmogorov Smirnow adalah uji beda antara data yang diuji normalitasnya dengan data normal baku. Data Uji Kolmogorov Smirnow pada uji keefektifan pengembangan perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri terbimbing pada Tabel 10

Tabel 10 Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov Kolmogorov-Smirnova Statistic Df Sig.

Residual for YBK .261 60 .662*

Berdasarkan Tabel 10 diketahui bahwa residual data keterampilan berpikir kritis dan kreatif terdistribusi normal dimana sig > 0,05 yaitu 0,662 [D(60)= 0, 261, p= 0,662]. Oleh karena data terdistribusi normal selanjutnya lakukan Uji homogenitas.

27 b. Uji homogenitas

Uji homoginitas digunakan untuk mengetahui apakah beberapa varian populasi adalah sama atau tidak dan dilakukan sebagai prasyarat. Data uji homogenitas pada uji keefektifan pengembangan perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri terbimbing yang hasilnya terlihat sebagaimana Tabel 11

Tabel 11 Uji Homogenitas

F df1 df2 Sig.

8.806 1 58 .624

Berdasarkan Tabel 11 diketahui bahwa varians data keterampilan berpikir kritis dan kreatif satu kelas dengan kelas lainnya homogen dimana sig

> 0,05 yaitu 0,624 [F(1,58)= 8,806, p= 0,624]

c. Uji linearitas

Uji linearitas digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan secara linear antara variabel dependen terhadap setiap variabel independen yang hendak diuji. Data uji linearitas pada uji keefektifan pengembangan perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri terbimbing dapat dilihat pada Gambar 6 dan Gambar 7

Gambar 6 Tabel Scatter Plot Kelas Eksperimen

28 Berdasarkan Gambar 6 pada pre-test dan post-test kelas eksperimen baik untuk berpikir kritis dan kreatif menunjukkan hasil yang linier.

Gambar 7 Tabel Scatter Plot Kelas Kontrol

Berdasarkan gambar 7 diketahui bahwa pada setiap kelas, data pre-test linear terhadap data post-test kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Hal ini berarti bahwa data keterampilan berpikir kritis dan kreatif dinyatakan normal sehingga bisa dilanjutkan dengan uji homogenitas-regresi.

d. Homogenitas-regresi kedua kelas

Homogenitas-regresi bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara covariate dengan independent variabel. Data uji homogenitas-regresi pada uji keefektifan pengembangan perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri terbimbing dapat dilihat pada Tabel 12

Tabel 12 Uji Homogenitas-Regresi Kedua Kelas

Source Corrected Model 3905.665a 2 1301.88

8

43.654 .000 .724

Intercept 1140.846 1 1140.84

6

Corrected Total 536.815 59

29 Berdasarkan Tabel 11 diketahui bahwa kemiringan regresi data pre-test

29 Berdasarkan Tabel 11 diketahui bahwa kemiringan regresi data pre-test

Dokumen terkait