• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri terbimbing melalui tahapan pengembangan ADDIE dengan tiga aspek uji yang dilakukan yaitu uji kelayakan (validasi), uji kepraktisan, dan uji kefektifan (Neeven, 1999). Validisi yaitu suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu produk yang telah dikembangkan dengan mengacu pada beberapa aspek penilaian. Ada 2 aspek yang menjadi syarat sehingga media dikatakan kevalidan yaitu: (1) Validasi isi yaitu jika produk dikatakan dikembangkan memiliki dasar teori yang memadai; (2) Validasi konstruk yaitu jika semua komponen produk antara satu dengan yang lainnya berhubungan secara konsisten. Hasil analisis tersebut dijadikan sebagai pedoman untuk merevisi/memperbaiki kekurangan produk setelah melalui proses validasi (Fitria, 2017). Hasil validasi ahli dari ketiga validator ahli yaitu ahli materi, bahan ajar dan STEM dan Inkuiri menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri terbimbing mendapatkan nilai sebesar 1 kategori sangat sesuai.

Tingkat kevalidan media diukur dari hasil analisis sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Seperti yang dijelaskan oleh Fitria (2017) bahwa sebuah media pembelajaran dikatakan valid jika hasilnya sesuai dengan kriteria, dalam arti hasil tes memiliki kesejajaran dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Pada penelitian ini, tingkat kevalidan diukur dengan menggunakan rating scale dimana data mentah yang diperoleh dari lapangan yaitu berupa angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif.

Selain mendapatkan data berupa angka, saat validasi ada beberapa validator yang memberikan catatan. Catatan berupa tanggapan dan saran validator untuk ditindaklanjuti sebagai bahan revisi (Hudha, 2018) dalam pembuatan perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKPD yang dikembangkan. Validator ahli materi menuliskan catatan berupa saran yaitu perlu diberikan kriteria akhlak atau pendidikan karakter pada perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Validator

31 ahli bahan ajar/perangkat pembelajaran menuliskan catatan bahwa pada RPP sebaiknya dituliskan kembali kompetensi dasar dan indikator, serta RPP dan LKPD diharapkan menggunakan bahasa Indonesia dengan ejaan yang disempurnakan.

Sedangkan ahli STEM dan Inkuiri menuliskan catatan bahwa sebaiknya ditambahkan sintak dari STEM dan inkuri terbimbing, dan sintak perlu dikolaborasikan antara sintak STEM dan sintak inkuiri terbimbing.

Setelah dinyatakan layak oleh ahli materi, ahli bahan ajar dan ahli STEM dan Inkuiri maka perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri terbimbing dilakukan kepraktisan terhadap pendidik dan peserta didik.

Jumlah skor penilaian berdasarkan data uji coba kelompok besar yang melibatkan 15 siswa dengan 22 indikator adalah 87%. Mengacu pada tabel pedoman hasil konversi, kriteria media pembelajaran berbasis multimedia interaktif berbasis multimedia interaktif menurut penilaian siswa adalah sangat praktis.

Pengembangan perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri terbimbing yang telah teruji kelayakan dan kepraktisannya, selanjutnya akan di uji keefektifan terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Uji ini melibatkan dua kelas yaitu VII-1 dan VII-2 dimana kelas VII-1 adalah kelas perlakuan dan kelas VII-2 adalah kelas kontrol. Berdasarkan uji analisis spss terhadap nilai pre-test dan post-pre-test siswa diketahui bahwa terdapat pengaruh dari penggunaan perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri terbimbing.

Beberapa fakta bahwa penggunaan perangkat pembelajaran mampu berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis dan kreatif peserta didik jika dibandingkan dengan kelas kontrol. Berdasarkan alasan-alasan berikut:

Penggunaan perangkat pembelajaran mampu berpengaruh perangkat pembelajaran yang tepat dapat melatih peserta didik mengerjakan soal-soal berbasis sains, dalam penggunaanya, perangkat pembelajaran mendorong peserta didik terlibat dalam proses menemukan sebagai cara dalam mempelajari konten sains, memberikan kesempatan peserta didik untuk berpikir kritis dan kreatif serta membuat keputusan berdasarkan informasi yang diperoleh (Arvianto & Ardhana, 2020;

Mahlianurrahman, 2017)

Strategi pendidik dalam melaksanakan pembelajaran menjadi salah satu hal yang mempengaruhi kemampuan yang diperoleh siswa (Hidayah, 2019). Penelitian

32 ini melibatkan pendidik dengan melakukan pembahasan perangkat pembelajaran sebagai upaya dalam penyempurnaan perangkat pembelajaran yang dikembangkan.

Pendidik yang berperan aktif akan meningkatkan motivasi peserta didik dalam proses pembelajaran (Yuliyanti, 2014; Pantiwati, 2018)

SIMPULAN

Kesimpulan dari pengembangan perangkat pembelajaran pendekatan STEM berbasis model inkuiri terbimbing yang telah dilakukan adalah:

1. Menghasilkan perangkat pembelajaran melalui pendekatan STEM berbasis inkuiri sebagai upaya meningkatan berpikir kritis dan kreatif siswa SMP Negeri 14 Malang.

2. Validitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah 100% yang berarti sangat valid.

3. Kepraktisan perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah 87% yang berarti sangat praktis.

4. Terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa SMP Negeri Malang yang menggunakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan peserta didik yang tidak menggunakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan.

SARAN-SARAN

Saran dari pengembangan perangkat pembelajaran pendekatan STEM berbasis model inkuiri terbimbing yang telah dilakukan adalah:

1. Pemanfaatan produk pengembangan perangkat pembelajaran pendekatan STEM berbasis model inkuiri terbimbing pada mata pelajaran IPA materi Menganalisis Sumber Energi, berbagai Sumber Energi, Perubahan Bentuk Energi dalam Kehidupan Sehari-hari termasuk Fotosintesis dapat digunakan oleh pendidik dan peserta didik

2. Produk pengembangan pengembangan perangkat pembelajaran pendekatan STEM berbasis model inkuiri terbimbing pada mata pelajaran IPA materi Menganalisis Sumber Energi, berbagai Sumber Energi, Perubahan Bentuk Energi dalam Kehidupan Sehari-hari termasuk Fotosintesis dapat disebarluaskan

33 (digunakan) di semua kelas di sekolah yang bersangkutan, atau bahkan di semua sekolah menengah pertama, namun penyebaran produk pengembangan harus tetap memperhatikan dan memperhitungkan karakteristik dari peserta didik.

3. Saran pengembangan perangkat pembelajaran pendekatan STEM berbasis model inkuiri terbimbing pada mata pelajaran IPA materi Menganalisis Sumber Energi, berbagai Sumber Energi, Perubahan Bentuk Energi dalam Kehidupan Sehari-hari termasuk Fotosintesis bagi peneliti selanjutnya yaitu diharapkan dapat melanjutkan penelitian pengembangan dengan perbaikan dan lebih keluasan subjek.

REFERENSI

Abdi, A. (2014). The Effect of Inquiry-based Learning Method on Students’

Academic Achievement in Science Course. Universal Journal of Educational Research. https://doi.org/10.13189/ujer.2014.020104

Aisyiah, S., Taufina, T., & Montessori, M. (2020). Peningkatan Keterampilan Berpikir Kreatif dan Kritis Siswa Menggunakan Metode Discovery Learning

di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu.

https://doi.org/10.31004/basicedu.v4i4.454

Arnyana, I. B. P. (2006). Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran Inovatif pada pelajaran biologi terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa SMA. Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja.

Becker, K., & Park, K. (2011). Effects of integrative approaches among science , technology , engineering , and mathematics ( STEM ) subjects on students ’ learning : A preliminary meta-analysis. Journal of STEM Education.

https://doi.org/10.1037/a0019454

Beers, S. Z. (2011). 21 st Century Skills : Preparing Students for THEIR Future.

STEM: Science, Technology, Engineering, Math.

Branch, R. M. (2010). Instructional design: The ADDIE approach. In Instructional Design: The ADDIE Approach. https://doi.org/10.1007/978-0-387-09506-6 Buyung, B., & Zulyadaini, Z. (2021). Pengembangan Bahan Ajar Media

Pembelajaran Matematika Dan Teknologi Informasi Komunikasi. Jurnal

Ilmiah Universitas Batanghari Jambi.

https://doi.org/10.33087/jiubj.v21i2.1492

Chodijah, S., Fauzi, A., & Wulan, R. (2012). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Menggunakan Model Guided Inquiryyang Dilengkapi Penilaian Portofolio Pada Materi Gerak Melingkar. Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika.

Dewi, E. R. (2018). Metode Pembelajaran Modern Dan Konvensional Pada Sekolah Menengah Atas. PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, Dan Pembelajaran. https://doi.org/10.26858/pembelajar.v2i1.5442

Dharma, S., & Akib, H. (2004). Kreativitas sebagai Esensi dan Orientasi Pengembangan SDM. Manajemen Usahawan Indonesia ; Orientasi Pasar

34 Dan Performa Perusahaan.

Dugger, W. E. (2010). Evolution of STEM in the United States. 6Th Biennial International Conference on Technology Education Research.

Fitria, A. D., Mustami, M. K., & Taufiq, A. U. (2017). Pengembangan Media Gambar Berbasis Potensi Lokal Pada Pembelajaran Materi Keanekaragaman Development of Picture Media Based on Local Potency for Learning Materials Biodiversity in. AULADUNA: Jurnal Pendidikan Dasar Islam.

Florida, R., Mellander, C., & King, K. (2015). The Global Creativity Index 2015.

In Martin Prosperity Institute.

Hudha, A. M., Amin, M., Sumitro, S.B., & Akbar, S., (2018) Pengembangan Model Pembelajaran OIDDE (Orientation, Identify, Discussion, Decision, and Engage In Behaviour) dan Pengaruhnya terhadap Peningkatan Pengetahuan Bioetika, Pengambilan Keputusan Etis, dan Sikap Etis Mahasiswa Calon Guru Biologi Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. Disertasi. Kepositori UM

Johnson, C. C. (2012). Implementation of STEM Education Policy: Challenges, Progress, and Lessons Learned. School Science and Mathematics.

https://doi.org/10.1111/j.1949-8594.2011.00110.x

Kamala, I. (2019). Pembiasaan Keterampilan Berpikir Kritis Sebagai Sarana Implementasi Sikap Spiritual Dalam Pembelajaran IPA Tingkat Sekolah Dasar. Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam.

https://doi.org/10.14421/al-bidayah.v11i01.187

Kapila, V., & Iskander, M. (2014). Lessons Learned from Conducting a K-12 Project to Revitalize Achievement by using Instrumentation in Science Education. Journal of STEM Education: Innovations & Research.

Kemdikbud. (2016). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 24 Tahun 2016 Tentang Komptensi Inti dan Kompetensi Dasar. Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016.

Khairunnisa, Y., Rizkiana, F., & Apriani, H. (2019). PENGARUH PENGGUNAAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) TEMATIK

PADA MATERI FOTOSINTESIS TERHADAP MOTIVASI,

KEMANDIRIAN, DAN HASIL BELAJAR. Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains. https://doi.org/10.20527/quantum.v10i2.6423

Koksal, E. A., & Berberoglu, G. (2014). The Effect of Guided-Inquiry Instruction on 6th Grade Turkish Students’ Achievement, Science Process Skills, and Attitudes Toward Science. International Journal of Science Education.

https://doi.org/10.1080/09500693.2012.721942

Kristiani, K. D., Mayasari, T., & Kurniadi, E. (2019). Pengaruh pembelajaran STEM-PjBL terhadap keterampilan berpikir kreatif. Prosiding SNPF (Seminar Nasional Pendidikan Fisika).

Lestari, S. (2021). Pengembangan Orientasi Keterampilan Abad 21 pada Pembelajaran Fisika melalui Pembelajaran PjBL-STEAM Berbantuan Spectra-Plus. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru.

https://doi.org/10.51169/ideguru.v6i3.243

Majid, A. (2013). Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Kompetensi Guru.

In Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mufiannoor, E., Hidayat, M. T., & Soetjipto, S. (2017). MELATIHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN PEMAHAMAN KONSEP

35 DENGAN PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN.

JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains).

https://doi.org/10.26740/jpps.v5n2.p934-941

Negoro, R. A., Hidayah, H., Subali, B., & Rusilowati, A. (2018). Upaya Membangun Ketrampilan Berpikir Kritis Menggunakan Peta Konsep Untuk Mereduksi Miskonsepsi Fisika. Jurnal Pendidikan (Teori Dan Praktik).

https://doi.org/10.26740/jp.v3n1.p45-51

Nieveen, N. (1999). Prototyping to Reach Product Quality. In Design Approaches and Tools in Education and Training. https://doi.org/10.1007/978-94-011-4255-7_10

Oktapiani, N., & Hamdu, G. (2020). Desain Pembelajaran STEM berdasarkan Kemampuan 4C di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar.

https://doi.org/10.30659/pendas.7.2.99-108

Pantiwati. (2018). Daftar Isi, Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, Vol.6, No.1, Januari 2018. Jurnal Kebijakan Dan Pengembangan Pendidikan.

https://doi.org/10.22219/jkpp.v6i1.11701

Rachmawati, & Kurniawati, A. (2020). MOBILE ONLINE PADA PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA Definisi yang pertama dikembangkan oleh Ralph Tyler dalam Arikunto ( 2012 ). Jurnal Pendidikan Matematika.

Ritz, J. M., & Fan, S. C. (2015). STEM and technology education: international state-of-the-art. International Journal of Technology and Design Education.

https://doi.org/10.1007/s10798-014-9290-z

Rohaeti, E. E. (2010). Critical and Creative Mathematical Thinking of Junior High School Students. Educationist.

Rusman. (2012). Belajar dan Pembelajaran Bebasis Komputer Mengembangkan Profesionalisme Guru Abad 21. In Belajar dan Pembelajaran Bebasis Komputer Mengembangkan Profesionalisme Guru Abad 21.

Simbolon, D. H., & --, S. (2015). Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbasis Eksperimen Riil dan Laboratorium Virtual terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan.

https://doi.org/10.24832/jpnk.v21i3.192

SUWARDI, S. (2021). STEM (SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, AND MATHEMATICS) INOVASI DALAM PEMBELAJARAN VOKASI ERA MERDEKA BELAJAR ABAD 21. PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v1i1.337 Torrance, E. P. (2011). Guiding creative talent. In Guiding creative talent.

https://doi.org/10.1037/13134-000

Watkins, B. J., & Mazur, E. (2013). Retaining Students in Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) Majors. Journal of College Science Teaching.

36 Lampiran 1. Surat Keterangan selesai penelitian dari sekolah

37 Lampiran 2. Wawancara

WAWANCARA

Analisis Masalah dan Kebutuhan dalam Proses Pembelajaran Nama Sekolah : SMP Negeri 14 Malang

Nama Guru : Siti Mudaiyah, S.Pd Hari/ tanggal wawancara : 16 Nopember 2020

Tempat : Ruang Guru SMP Negeri 14 Malang

1. Bagaimana proses pembelajaran berlangsung saat ibu mengajar materi IPA khususnya fotosintesis?

Jawab : “ Kalau untuk tahun lalu pada saat saya mengajar materi IPA khususnya fotosintesis dari segi peserta didik yang kurang dalam memahami materi yang diberikan dan rasa ingin tau yang minimalis.”

2. Apa kesulitan yang dihadapi saat ibu mengajar IPA terkhusus materi fotosintesis?

Jawab : “Kalau menurut saya pribadi sih tidak ada, tapi ada beberapa materi IPA yang sangat sulit dipahami peserta didik, sehingga peserta didik menjadi kebingungan.”

3. Adakah kesulitan dari cara Ibu menyampaikan materinya?

Jawab : “Sebenarnya sampai sekarang saya juga masih mencari cara yang paling efektif untuk menyampaikan ke peserta didik. Ketika mereka menyimpulkan sendiri, kesulitannya adalah mereka tidak tahu korelasinya apa. Rata-rata peserta didik cuma ngerjain aja tapi dalam menyimpulkan sudah dibimbing masih saja susah.”

4. Menurut Ibu, bagaimana respon siswa selama proses pembelajaran berlangsung?

Jawab : “ya standar-standar saja, tapi jika murid yang bandel ya seperti itulah, dulu kan kamu pernah menjadi siswa.”

5. Apakah Ibu mengalami kesulitan dalam mengaitkan materi IPA dengan kehidupan sehari-hari?

Jawab : “tidak juga.”

6. Menurut pandangan Ibu, apa yang menyebabkan materi IPA sulit dipahami siswa?

Jawab : “Keingin tahuan siswa sangat sedikit, dan juga di sekolah ini banyak latar belakang dari keluarga yang membuat siswa jadi malas belajar, selain itu siswa tidak bisa berpikir secara kritis dan kreatif.”

7. Menurut pandangan Ibu, apakah perangkat pembelajaran yang digunakan dapat mempengaruhi kelancaran proses pembelajaran?

Jawab : “Perangkat pembelajaran yang digunakan di sekolah ini seperti RPP dan LKPD, jadi kurang lengkap materinya.”

38 8. Adakah kesulitan Ibu dalam mengelola kelas ?

Jawab : “Ya pasti ada, seperti bila saya menjelaskan banyak siswa yang tidak memerhatikan, seperti jalan-jalan dikelas, keluar-keluar kelas dll.”

9. Apakah Ibu sudah merasa cukup dengan adanya perangkat pembelajaran atau membutuhkan perangkat pembelajaran dengan penyajian yang berbeda ? Jawab : “sebenernya sih tidak cukup, saya mau ada perangkat pembnelajaran yang bisa menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa, ingin membawakan pelajaran dengan perangkat itu, dan juga siswa bisa senang belajar IPA.

10. Menurut Ibu, apabila dilakukan pengembangan perangkat pembelajaran maka apa saja kriteria perangkat yang baik ?

Jawab : “ Buat perangkat pembelajaran yang terdiri dari RPP dan LKPD yang bisa meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa, tambahakan juga kaitan perangkat pembelajaran dengan sains, teknologi, teknik dan matematika supaya bisa menambah wawasan siswa.”

Malang, Oktober 2020 Guru Mapel IPA

Siti Mudaiyah, S.Pd 19680418 200112 2 001

39 Lampiran 3. Angket Kebutuhan Peserta Didik

40 Nama sekolah : SMP Negeri 14 Malang

41

42 Lampiran 4. Hasil Uji Validator ahli Materi

43 Kesimpulan hasil :

Rata-rata : 𝟐𝟏+𝟔𝟎

𝟐𝟐 = 𝟑, 𝟔𝟖 (Karena mendekati 4 maka Sangat Valid)

44 Lampiran 5. Hasil Uji Validator ahli Bahan Ajar/Perangkat Pembelajaran

45 Kesimpulan hasil :

Rata-rata : 𝟐𝟕+𝟓𝟐

𝟐𝟐 = 𝟑, 𝟓𝟗 (Karena mendekati 4 maka Sangat Valid)

46 Lampiran 6. Hasil Uji Validator ahli STEM dan Inkuiri

47 Kesimpulan hasil :

Rata-rata : 𝟐𝟕+𝟓𝟐

𝟐𝟐 = 𝟑, 𝟓𝟗 (Karena mendekati 4 maka Sangat Valid)

48 Lampiran 7. Analisis Aiken

Pertanyaan ke

VALIDATOR Proses Analisis

I II II S1 S2 S3 ∑S n (c-1) CVI Kriteria

Pertanyaan1 4 3 4 3 2 3 8 9 0.888889 Sangat Sesuai

Pertanyaan2 4 4 4 3 3 3 9 9 1 Sangat Sesuai

Pertanyaan3 4 4 3 3 3 2 8 9 0.888889 Sangat Sesuai

Pertanyaan4 3 3 3 2 2 2 6 9 0.666667 sesuai

Pertanyaan5 4 3 4 3 2 3 8 9 0.888889 Sangat Sesuai

Pertanyaan6 4 3 4 3 2 3 8 9 0.888889 Sangat Sesuai

Pertanyaan7 3 4 4 2 3 3 8 9 0.888889 Sangat Sesuai

Pertanyaan8 4 4 3 3 3 2 8 9 0.888889 Sangat Sesuai

Pertanyaan9 3 4 3 2 3 2 7 9 0.777778 Sangat Sesuai

Pertanyaan10 4 4 4 3 3 3 9 9 1 Sangat Sesuai

Pertanyaan11 4 3 4 3 2 3 8 9 0.888889 Sangat Sesuai

Pertanyaan12 3 4 3 2 3 2 7 9 0.777778 Sangat Sesuai

Pertanyaan13 3 3 4 2 2 3 7 9 0.777778 Sangat Sesuai

Pertanyaan14 4 3 4 3 2 3 8 9 0.888889 Sangat Sesuai

Pertanyaan15 4 4 3 3 3 2 8 9 0.888889 Sangat Sesuai

49

Pertanyaan16 4 4 3 3 3 2 8 9 0.888889 Sangat Sesuai

Pertanyaan17 4 4 4 3 3 3 9 9 1 Sangat Sesuai

Pertanyaan18 3 3 4 2 2 3 7 9 0.777778 Sangat Sesuai

Pertanyaan19 3 4 3 2 3 2 7 9 0.777778 Sangat Sesuai

Pertanyaan20 4 4 4 3 3 3 9 9 1 Sangat Sesuai

Pertanyaan21 4 4 3 3 3 2 8 9 0.888889 Sangat Sesuai

Pertanyaan22 4 3 4 3 2 3 8 9 0.888889 Sangat Sesuai

Nilai 1 Sangat Sesuai

Rentang Kategori

0 – 0,33 Tidak Sesuai

0,34 - 0,67 Sesuai

0,68 – 1 Sangat Sesuai

(Aiken, 1985)

50 Lampiran 8. Hasil Uji Kepraktisan oleh Pendidik

51 Kesimpulan hasil :

Rata-rata : 𝟐𝟕+𝟓𝟐

𝟐𝟐 = 𝟑, 𝟓𝟗 (Karena mendekati 4 maka Sangat Praktis)

52 Lampiran 9. Hasil Uji Kepraktisan oleh Peserta Didik

Pertanyaan Siswa

Rata-Rata

53 Keterangan:

Pencapaian Nilai Kategori Kepraktisan 81.00 % - 100.00 % Sangat praktis, sangat tuntas 61.00 % - 80.00 % Cukup praktis

41.01 % - 60.00 % Kurang praktis, kurang tuntas.

21.00 % - 40.00 % Tidak praktis, tidak tuntas, tidak bisa digunakan.

00.00 % - 20.00 % Sangat tidak praktis, sangat tidak tuntas, tidak bisa digunakan.

54 Lampiran 10. Hasil Uji Keefektifan Kelas PerlakuaAnalisis Uji One Way

Anacova Kemampuan Berpikirr Kritis dan Kreatif Siswa 1. Uji Normalitas Komogrov Smirnov dan Shapiro Wilk

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

Residual for YBK .261 60 .662* .963 60 .882

* This is a lower bround of the true significance a. Lilliefors Significance Correction

Hipotesis Uji Normalitas H0: Data berdistribusi normal H1: Data tidak berdistribusi normal Pengambilan keputusan

Berdasarkan Probabilitas dengan syarat”

• H0 diterima jika nilai sig. > 0,05

• H1 ditolak jika nilai sig. < 0,05

Diketahui Sig. Komogrov Smirnov = 0,662 Diketahui Sig. Shapiro Wilk = 0,882 Keputusan:

Nilai Sig. > 0,005 maka H0 diterima Kesimpulan:

Data nilai kemampuan berpikir kritis dan kreatif berdistribusi normal

2. Uji Homogenitas

Levene's Test of Equality of Error Variancesa

Dependent Variable: POST-TEST kemampuan berpikir kritis dan kreatif

F df1 df2 Sig.

8.806 1 58 .624

Tests the null hypothesis that the error variance of the dependent variable is equal across groups.

a. Design: Intercept + XLS + KELAS

55 Hipotesis Uji Homogenitas

H0: Data memiliki varians yang sama (data homogen) H1: Data tidak memiliki varians yang sama (data homogen) Pengambilan Keputusan:

Berdasarkan Probabilitas Syarat:

H0 diterima jika nilai sig. > 0,05 H1 ditolak jika nilai sig.< 0,05 Diketahui Sig. = 0,624

Keputusan:

Nilai sig. = 0,623 > 0,05 maka H0 diterima Kesimpulan:

Data nilai kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa varians yang sama (data homogen)

3. Uji Homogenitas Linear

56 Disetiap kelas, data pre-test linear terhadap data post-test kemampuan berpikir kritis dan kreatif sains

4. Homogenitas-Regresi kedua kelas

Tests of Between-Subjects Effects

Dependent Variable:Posttest KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF

Source

Type III Sum

of Squares df Mean Square F Sig.

Partial Eta Squared

Corrected Model 3905.665a 2 1301.888 43.654 .000 .724

Intercept 1140.846 1 1140.846 38.254 .000 .433

Kelas 17.038 1 17.038 .571 .453 .011

XLS 293.508 1 293.508 9.842 .003 .164

Kelas * XLS 17.884 1 17.884 .60 .444 .012

Error 1491.149 57 29.823

Total 123932.000 60

Corrected Total 5396.815 59

a. R Squared = ,724 (Adjusted R Squared = ,707)

57 Hipotesis Uji Homogenitas-Regresi

H0: Data memiliki varians yang sama (data homogen) H1: Data tidak memiliki varians yang sama (data homogen) Pengambilan Keputusan:

Berdasarkan Probabilitas Syarat:

H0 diterima jika nilai sig. > 0,05 H1 ditolak jika nilai sig.< 0,05 Diketahui Sig. = 0,444

Keputusan:

Nilai sig. = 0,444 > 0,05 maka H0 diterima Kesimpulan:

Data nilai kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa varians yang sama (data homogen)

5. Uji One Way ANCOVA (Hipotesis)

Tests of Between-Subjects Effects

Dependent Variable: POST-TEST KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF

Source

Corrected Total 91643.140 59 a. R Squared = ,622 (Adjusted R Squared = ,621)

Hipotesis

H0 = Ada pengaruh pemberian perangkat pembelajaran Perangkat Pembelajaran Pendekatan STEM Berbasis Inquiri Terbimbing terhadap peningkatan kemampuan kritis dan kreatif siswa SMP Negeri 14 Malang

H1 = Tidak Ada pengaruh pemberian perangkat pembelajaran Perangkat Pembelajaran Pendekatan STEM Berbasis Inquiri Terbimbing terhadap peningkatan kemampuan kritis dan kreatif siswa SMP Negeri 14 Malang

58 Pengambilan Keputusan:

Berdasarkan Probabilitas Syarat:

H0 diterima jika nilai sig. < 0,05 H1 ditolak jika nilai sig. > 0,05 Diketahui Sig. = 0,000

Keputusan:

Nilai sig. = 0,00 > 0,05 maka H0 diterima Kesimpulan:

Hasil uji one-way ANCOVA menunjukan bahwa ada pengaruh pemberian perangkat pembelajaran terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa SMP Negeri Malang antara satu kelas dengan kelas lainnya dengan mengontrol kemampuan berpikir kritis dan kreatif awal para siswa. [F(1,597)=

818.78, p= 0,00, np2=0,587]

59 Lampiran 11. Produk RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMP Negeri 14 Malang

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Kelas/ Semester : VII / 1 (Ganjil) Alokasi Waktu : 120 Menit Materi Pokok : Energi dalam Sistem Kehidupan

Sub Materi : Fotosintesis Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat :

• Menjelaskan konsep fotosintesis.

• Menjelaskan contoh fotosintesis

Pendekatan : STEM

Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing

Media Pembelajaran : Lembar kerja peserta didik, Lembar penilaian, Laptop & infocus, Slide presentasi (ppt)

Sumber Belajar : Buku IPA Kls VII Kemdikbud, Buku lain yang menunjang, Multimedia interaktif dan Internet

Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan Ke-5 Pendahuluan (10 menit)

1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran, memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin 2. Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan

pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya serta mengajukan pertanyaan untuk mengingat dan menghubungkan dengan materi selanjutnya.

3. Menyampaikan motivasi tentang apa yang dapat diperoleh (tujuan & manfaat) dengan mempelajari materi : Fotosintesis.

4. Menjelaskan hal-hal yang akan dipelajari, kompetensi yang akan dicapai, serta metode belajar yang akan ditempuh,

Kegiatan Inti (100 Menit)

Pengamatan, Mengumpulkan dan Menganalisis Data

• Peserta didik diminta melakukan pengamatan, pengumpulan data serta menganilisis data yang ditemukan dari berbagai fenomena yang terdapat dalam lingkungan kehidupan sehari-hari.siswa yang berkaitan materi Fotosintesis.

Hipotesis dan Ide Baru

• Peserta didik membuat jawaban sementara yang berupa ide baru atau unik dari berbagai fenomena yang diamati

Mengambil Kesimpulan dan Inovasi

• Peserta didik menyimpulkan ide baru yang dibuat dan dicocokkan dengan hipotesis sehingga menghasilkan uraian-uraian inovasi yang dapat diaplikasikan

Kreasi

• Pelaksanaan semua saran dan pandangan hasil diskusi mengenai ide baru yang ingin diaplikasikan

Nilai

60

• Peserta didik mengumpulkan pandangan masyarakat terhadap produk melalui survey dan seterusnya dianalisis

Penutup (10 menit)

1. Peserta didik membuat rangkuman/simpulan pelajaran.tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.

2. Guru membuat rangkuman/simpulan pelajaran.tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.

• PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN

• Penilaian Pengetahuan; Teknik Penilaian: Tes Uraian

• Penilaian Keterampilan; Portofolio

Mengetahui, Kepala Sekolah

Drs. Sukarji, M.Pd

NIP. 19650301 198703 1 018

Malang, 4 Maret 2021 Guru Mata Pelajaran

Rimtha Zalsalina P., S.Si NIP. 19770809 201001 2 011

61 Lampiran 12. Produk LKPD

62

63

64

65

66

67

68 Lampiran 13. Instrumen Validator ahli materi

LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN RPP DAN LKPD PENDEKATAN STEM BERBASIS INQUIRI

TERBIMBING OLEH AHLI MATERI

Judul : Fotosintesis dengan Pendekatan STEM Berbasis Model Inkuiri Terbimbing

Mata Pelajaran : IPA

Kelas /semester : VII/1 Ganjil

Materi pokok : Menganalisis Sumber Energ, berbagai Sumber Energi, Perubahan Bentuk Energi dalam Kehidupan Sehari-hari termasuk

Fotosintesis.

Sub Materi : Fotosintesis

Sub Materi : Fotosintesis

Dokumen terkait