Variabel bebas pada penelitian ini adalah perangkat pembelajaran sedangkan variabel terikatnya adalah nilai posttest kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa.
Kelas 1X
Kelas 2X
P Kelas 1Y
Kelas 2Y
16 G. Jenis Data dan Sumber Data Pengembangan
Data yang dibutuhkan untuk mengembangakan perangkat pembelajaran adalah data kevalidan yang diperoleh dari hasil penilaian para validator terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan.
H. Prosedur dan Instrumen Penelitian
Prosedur penelitian terdiri dari 3 yaitu, tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyusunan data. Tahap persiapan terdiri dari analisis kebutuhan terhadap perangkat pembelajaran di SMP Negeri 14 Malang. Tahap pelaksanaan meliputi tahap pengembangan perangkat pembelajaran. Tahap penyusunan data meliputi tahap uji kelayakan, uji kepraktisan dan uji keefektifan. Tahap ini dilakukan analisis guna menghasilkan perangkat pembelajaran yang valid, praktis dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif peserta didik.
Instrumen penelitian terdiri dari instrumen wawancara dan angket pada tahap analisis, yang bertujuan untuk mengetahui kebutuhan perangkat pembelajaran terkait proses pembelajaran abad 21. Instrumen penilaian validitas oleh validator ahli yang bertujuan untuk mengetahui kevalidan dari perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Instrumen penilaian kepraktisan oleh pendidik dilakukan untuk mengetahui kepraktisan dari produk yang dikembangkan.
Instrumen tes yang dilakukan pada peserta didik bertujuan untuk mengukur kefektifan produk yang dikembangkan.
Adapun validator ahli dalam penelitian ini adalah ahli materi, ahli bahan ajar/perangkat serta ahli STEM dan inkuiri. Ahli materi yaitu Siti Mudaiyah, S.Pd guru mapel IPA SMP Negeri 14 Malang yang memiliki pengalaman dalam pengajaran IPA. Ahli bahan ajar/perangkat pembelajaran yaitu Dewi Annisa M. Si guru mapel IPA SMP Negeri 27 Malang yang begerak aktif dalam pengembangan dan inovasi bahan ajar serta perangkat pembelajaran. Ahli STEM dan inkuiri yaitu Dwi Endah Puspitosari, S.Pd guru mapel IPA SMPN 11 Malang yang begerak aktif dalam pelatihan tentang metode dan model pembelajaran.
I. Analisis Data
Teknik analisis validasi isi menggunakan rumus Aiken (1985) dengan program excel. Analisis pengaruh perangkat pembelajaran terhadap keterampilan
17 berpikir kritis dan kreatif siswa menggunakan anacova satu jalur dengan software SPSS.
1. Validitas
Validitas ini ditentukan dengan menggunakan kesepakatan para ahli. Pakar bidang studi tersebut adalah deal atau domain yang diukur untuk mengetahui tingkat validitas konten (Heri Retnowati, 2016). Hal ini disebabkan oleh pengukuran instrumen berupa tes atau angket yang dibuktikan valid apabila ahli meyakini bahwa instrumen tersebut dapat mengukur penguasaan keterampilan yang didefinisikan dalam domain yang diukur. Validitas analisis ini menggunakan rumus Aiken.
Aiken merumuskan rumus Aiken V untuk menghitung koefisien validitas isi berdasarkan hasil penilaian dari panel ahli sebanyak n orang terhadap suatu item dari segi seberapa jauh item tersebut mewakili kontrak yang diukur. Rumus yang diajukan oleh Aiken dapat dilihat di bawah ini (Azwar, 2016):
𝑉 = ∑𝑠
𝑛 (𝑐 − 1)
Keterangan :
V = Item indeks validitas
S = Skor yang diterapkan, masing-masing penilai mengurangi skor rendah dalam kategori yang digunakan (s = r – Io, → r = pilihan skor penilai dan Io = skor rendah dalam pengkategorian skor)
n = Jumlah penilai c = Jumlah kriteria / rating
Nilai koefisien berkisar antara 0 – 1 sehingga suatu item dikatakan valid apabila hasil pengujian validitas pada item/bulir pertanyaan berada pada kisaran nilai validitas isi sebesar O,34 - 1. Adapun kategori nilai kritis CVR yang ditentukan melalui batas minimum Lawshe sebagaimana Tabel 3
Tabel 3 Nilai Kritis Uji Validitas CVR
Rentang Kategori
2. Uji Kepraktisan
Uji kepraktisan dilakukan pada kelas 7.3 dengan jumlah peserta didik 15 dan 1 orang pendidik. Nilai kepraktisan yang diperoleh pada kelas 7.3, jika sangat
18 praktis maka perangkat pembelajaran akan diterapkan pada kelas eksperimen, namun jika tidak praktis maka akan dilakukan perbaikan dan uji kepraktisan kembali. Hasil penilaian dari ke limabelas peserta didik dan guru IPA ditentukan nilai rata-rata. Hasil rata-rata dikonversikan ke sistem penilaian kepraktisan instrumen menurut Akbar (2013) pada Tabel 4
Tabel 4 Sistem Penilaian Kepraktisan Instrumen Pencapaian Nilai Kategori Kepraktisan
81.00 % - 100.00 % Sangat praktis, sangat tuntas 61.00 % - 80.00 % Cukup praktis
41.01 % - 60.00 % Kurang praktis, kurang tuntas.
21.00 % - 40.00 % Tidak praktis, tidak tuntas, tidak bisa digunakan.
00.00 % - 20.00 % Sangat tidak praktis, sangat tidak tuntas, tidak bisa digunakan.
(Sumber: Akbar, 2013)
Analisis respon peserta didik dilakukan dengan menggunakan skala Likert, dimana pada setiap butir pertanyaan diberikan skor dan dihitung jumlah rata-ratanya, selanjutnya dicari persentasenya. Rata-rata skor menggunakan konversi skor sesuai Permendikbud No 81A Tahun 2013 sebagaimana Tabel 2.
Adapun skor akhir yang dikonversi dihasilkan melalui penghitungan sebagaimana rumus berikut:
Skor Diperoleh Skor Maksimal
x 4 = Skor Akhir
3. Uji Keefektifan
Uji keefektifan dilakukan apabila uji kevalitan perangkat pembelajaran dinyatakan sangat valid, dan uji kepraktisan perangkat pembelajaran dinyatakan sangat praktis.
Uji keefektifan dilakukan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan jumlah peserta didik sebanyak 60 orang. Teknis analisis data pada tahap ini menggunakan uji two-way anacova dengan Program SPSS 23.0 for Windows.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Pengembangan
Hasil dari penelitian ini berupa produk perangkat pembelajaran melalui pendekatan STEM dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar kerja peserta didik (LKPD), yang dirancang dalam seting model
19 pembelajaran inquiri, pada materi fotosintesis yang valid dan efektif untuk meningkatkan berpikir kritis dan kreatif pada Siswa SMP Negeri 14 Malang.
Perangkat pembelajaran melalui pendekatan STEM berbasis inkuiri diimplementasikan dengan menggunakan sintaks pembelajaran inquiri yaitu terdiri dari menyajikan masalah, membuat hipotesis, merancang percobaan, melakukan percobaan, menganalisis data, dan membuat kesimpulan.
Sebelum perlakuan peserta didik diberi pretest dan diobservasi untuk mengetahui tingkat berbikir kritis dan kreatif. Selama dan setelah pemberian perlakuan selesai, maka peserta didik diobservasi dengan menggunakan lembar observasi dan diberikan tes akhir (post test) serta menjaring respon pendidik dan peserta didik terhadap proses pembelajaran.
1. Analisis
Fase analisis merupakan langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti di SMP Negeri 14 Malang, diperoleh informasi bahwa: Analisis kebutuhan yang dilakukan di SMP Negeri 14 Malang meliputi; 1) sebanyak 7 peserta didik(54%) peserta didik berada pada tingkat berpikir kritis dan kreatif yang rendah; 2) Peserta didik tidak dapat menentukan suatu tindakan untuk menemukan solusi dengan keterampilan berpikir kritis dan kreatif dalam setiap kegiatan pembelajaran; 3) Proses pembelajaran daring telah menerapkan pendekatan saintifik namun belum memperlihatkan adanya peningkatan pada kemampuan berpikir kritis dan kreatif peserta didik, karena metode pengajaran yang dipilih belum tepat dan masih menempatkan pendidik sebagai sumber belajar (teacher centered). Peneliti melakukan kajian teori dan dokumen terkait pendekatan dan model pembelajaran untuk SMP sebagai kajian empiris untuk menghubungkan temuan lapang dengan teori yang ideal. Solusi yang dipilih adalah pengembangan perangkat pembelajaran yang tervalidasi dan reabilitas yang diuji oleh para ahli di lapangan.
2. Desain
Fase desain, peneliti menyiapkan rancangan RPP, LKPD, bentuk RPP, LKPD dan lembar penilaian. Hasil dari tahap desain diaiukan sebagai berikut:
a. Rancangan RPP
RPP dirancang berdasarkan pendekatan STEM dan model inquiri-terbimbing dengan menggunakan sub materi fotosintesis materi Menganalisis
20 Sumber Energi, berbagai Sumber Energi, Perubahan Bentuk Energi dalam Kehidupan sehari-hari termasuk Fotosintesis.
b. Rancangan LKPD
LKPD dirancang berdasarkan pendekatan STEM dan model inquiri-terbimbing dengan menggunakan materi fotosintesis sub materi fotosintesis materi Menganalisis Sumber Energi, berbagai Sumber Energi, Perubahan Bentuk Energi dalam Kehidupan sehari-hari termasuk Fotosintesis.
c. Bentuk RPP
RPP terdiri dari beberapa komponen yaitu: 1) identitas mata pelajaran atau tema/subtema; 2) kelas/semester; 3) materi pokok; 4) alokasi waktu; 5) tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD; 6) kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi; 7) materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi; 8) metode pembelajaran menggunakan pendekatan STEM dan model pembelajaran inquiri terbimbing; 9) media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran; 10) sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;
11) langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup yang telah diintegrasikan dengan pendekatan STEM dan model pembelajaran inquiri terbimbing; dan 12) penilaian hasil pembelajaran
.
d. Bentuk LKPD
Bentuk LKPD terdiri dari beberapa komponen yaitu: 1) cover; 2) identitas; 3) kompetensi dasar; 4) petunjuk kerja; 5) pendahuluan: 6) kegiatan inti; 7) refleksi; dan 8) penilaian.
e. Lembar penilaian
Lembar penilaian berisi teknis penilaian dan kriteria penilaian. Teknik penilaian diperoleh dengan rumus sebagai berikut: (skor diperoleh): (skor minimal)
3. Pengembangan
Fase pengembangan dilakukan berdasarkan hasil dari desain, RPP dan LKPD yang dikembangkan menggunakan google drive dan google form.
21 Penggunaan google drive dan google form diharapkan mempermudah pendidik dan peserta didik dalam penggunaannya. Tampilan RPP dan LKPD adalah sebagai Gambar 3 dan Gambar 4 tersajikan dalam lampiran 11 dan 12
Gambar 3 Tampilan Pengembangan RPP
Gambar 4 Tampilan Pengembangan LKPD
22 Tahap selanjutnya adalah uji kelayakan meliputi validasi isi dan kontruk dan uji kepraktisan. Berikut adalah penjabaran dari uji kelayakan dan uji kepraktisan.
a. Hasil Uji Kelayakan Perangkat Pembelajaran
Perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan berupa RPP dan LKPD dengan pendekatan STEM berbasis model pembelajaran inquiri terbimbing selanjutnya diujikan kelayakan meliputi validasi isi dan konstruk. Uji validasi dilakukan oleh tiga validator ahli yang terdiri dari ahli materi, ahli bahan ajar atau perangkat pembelajaran dan ahli STEM dan inkuiri terbimbing.
Validator satu yaitu Siti Mudaiyah, S.Pd yang merupakan guru IPA di SMP Negeri 14. Ahli Validator dua yaitu Dewi Annisa M. Si yang merupakan guru IPA di SMP Negeri 27 Malang. Validator tiga yaitu Dwi Endah Puspitosari, S.Pd dari SMP Negeri 11 Malang.
Adapun rangkuman hasil validasi perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis model pembelajaran inquiri terbimbing dari ketiga validator tersajikan pada Tabel 5 dan tersaji pada lampiran lampiran 4, 5 dan 6.
Tabel 5 Rangkuman Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran Pendekatan STEM Berbasis Inquiri Terbimbing
Pertanyaan ke
VALIDATOR Proses Analisis
I II III S1 S2 S3 ∑S n (c-1) CVI Kriteria
23 Lanjutan …
Pertanyaan ke
VALIDATOR Proses Analisis
I II III S1 S2 S3 ∑S n (c-1) CVI Kriteria Pertanyaan19 3 4 3 2 3 2 7 9 0.777778 Sangat Sesuai
Pertanyaan20 4 4 4 3 3 3 9 9 1 Sangat Sesuai
b. Hasil Uji Kepraktisan Perangkat Pembelajaran
Perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan berupa RPP dan LKPD dengan pendekatan STEM berbasis model pembelajaran inquiri terbimbing yang telah dinyatakan valid selanjutnya diuji kepraktisan. Uji kepraktisan dilakukan oleh pendidik dan peserta didik sebagai bentuk respon dari penggunaan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Jumlah pernyataan dalam aspek sebanyak 22 butir dengan menggunakan skala linkert.
Adapun rangkuman hasil uji kepraktisan perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis model pembelajaran inquiri terbimbing tersajikan pada Tabel 6 dan 7 tersaji pada lampiran 8 dan 9.
Tabel 6 Hasil Respon RPP Oleh Pendidik di SMP Negeri 14 Malang
Aspek Pernyataan Validator %
Format Kelengkapan RPP (memuat komponen komponen RPP, yaitu identitas, tujuan pembelajaran, materi, metode, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian)
3 75
Penulisan RPP (penomoran, jenis, dan
ukuran huruf) 4 100
Isi Kesesuaian indikator pembelajaran dengan
kompetensi dasar 4 100
Kesesuaian materi prasyarat dengan materi
yang akan diajarkan 4 100
Kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan
tahapan pendekatan investigatif 4 100
Langkah-langkah pembelajaran dijabarkan
dengan jelas 3 75
Kesesuaian perkiraan alokasi waktu dengan
kegiatan yang dilakukan 4 100
Bahasa Penggunaan bahasa sesuai dengan kaidah
bahasa Indonesia yang baik dan benar 4 100 Kemudian memahami Bahasa yang
digunakan. 3 75
Nilai Kepraktisan 3.6 90
24 Tabel 7 Hasil Respon LKPD Oleh Pendidik di SMP Negeri 14 Malang
Aspek Pernyataan Validator %
Isi
Kejelasan tujuan pembelajaran 4 100
Kemudahan memahami tujuan
pembelajaran 4 100
Penyajian
Keruntutan penyajian 4 100
Kesesuaian evaluasi dengan materi
pembelajaran 3 75
Komunikatif 4 100
Kegrafisan Kemudahan memahami gambar 4 100
Kesesuaian gambar dengan tujuan 3 75
Keefektifan
Ketertarikan gambar 4 100
Kemudahan memahami ilustrasi gambar 3 75
Kemudahan memahami perintah 4 100
Kemudahan memahami simbol-simbol
yang digunakan 4 100
Bahasa
Penggunaan bahasa sesuai dengan kaidah
bahasa Indonesia yang baik dan benar 3 75 Kemudian memahami Bahasa yang
digunakan. 3 75
Nilai Kepraktisan 3.6 90
Berdasarkan Tabel 6 dan 7 berkaitan dengan uji kepraktisan melalui respon pendidik terkait dengan format pernyataan dan diperoleh dari pendidik SMPN 14 Malang yang mengimplementasikan perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis inkuiri dalam kelas terbatas menyatakan bahwa perangkat pembelajaran sangat praktis. Perangkat pembelajaran ini dapat diimplementasikan dalam kelas yang lebih besar.
Setelah dilakukan uji kepraktisan perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis inkuiri terbimbing pada pendidik dilakukan uji kepraktisan pada peserta didik SMPN 14 Malang hasil yang diperoleh disajikan pada Tabel 8 dan 9 yang menjadi lampiran 9.
Tabel 8 Hasil Respon RPP Peserta Didik di SMP Negeri 14 Malang
Aspek Pernyataan Rata-rata %
Format Kelengkapan RPP (memuat komponen komponen RPP, yaitu identitas, tujuan pembelajaran, materi, metode, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian)
3,4 85
Penulisan RPP (penomoran, jenis, dan
ukuran huruf) 3.4 87
Isi Kesesuaian indikator pembelajaran dengan
kompetensi dasar 3.7 92
Kesesuaian materi prasyarat dengan materi
yang akan diajarkan 3.6 90
Kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan
tahapan pendekatan investigatif 3.48 87
25 Lanjutan …
Aspek Pernyataan Rata-rata %
Langkah-langkah pembelajaran dijabarkan
dengan jelas 3.2 82
Kesesuaian perkiraan alokasi waktu dengan
kegiatan yang dilakukan 3.8 95
Bahasa Penggunaan bahasa sesuai dengan kaidah
bahasa Indonesia yang baik dan benar 3.48 87 Kemudian memahami Bahasa yang
digunakan. 3.6 90
Nilai Kepraktisan 3.5 88
Tabel 9 Hasil Respon LKPD Oleh Peserta Didik di SMP Negeri 14 Malang
Aspek Pernyataan Validator %
Isi
Kejelasan tujuan pembelajaran 3.4 85
Kemudahan memahami tujuan
pembelajaran 3.4 85
Penyajian
Keruntutan penyajian 3,48 87
Kesesuaian evaluasi dengan materi
pembelajaran 3,6 90
Komunikatif 3,6 90
Kegrafisan
Kemudahan memahami gambar 3.4 85
Kesesuaian gambar dengan tujuan 3,2 82
Ketertarikan gambar 3,6 90
Kemudahan memahami ilustrasi gambar 3,6 90 Keefektifan
Kemudahan memahami perintah 3,6 90
Kemudahan memahami simbol-simbol
yang digunakan 3,4 85
Bahasa Penggunaan bahasa sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar
3,7 92
Kemudian memahami Bahasa yang digunakan.
3.6 90
Nilai Kepraktisan 3.5 88
Berdasarkan Tabel 8 dan 9 diketahui bahwa respon peserta didik di SMPN 14 Malang terhadap perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis inkuiri terbimbing, peserta didik menyatakan sangat praktis. Seluruh peserta didik yang menjadi responden uji kepraktisan memberikan nilai rata-rata 87% (sangat praktis) dengan demikian perangkat pembelajaran ini dapat diimplementasikan dalam kelas yang lebih besar.
4. Implementasi
Implementasi produk dilakukan setelah perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah dinyatakan valid dan praktis. Implementasi dilaksanakan dengan penelitian quasi eksperimen dimana kelas VII-1 kelas perlakuan dan kelas VII-2 kelas kontrol. Tujuan implementasi adalah untuk mengetahui keefektifan dari pengembangan perangkat pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis dan
26 kreatif siswa. Penerapan perangkat pembelajaran yang dikembangkan terlihat pada gambar 5 berikut.
Gambar 5 Penerapan perangkat pembelajaran di kelas
Penerapan perangkat pembelajaran dikelas dilakukan sesuai dengan sintak pada RPP yang dikembangkan yaitu 1) pengamatan, mengumpulkan dan menganalisis data; 2) Hipotesis dan ide baru; 3) Mengambil kesimpulan dan Inovasi; 4) Kreasi; 5) Nilai. Setelah dilakukan penerapan perangkat pembelajaran yang dikembangkan, barulah dilanjutkan dengan analisis keefektifan yang dijelaskan sebagai berikut:
a. Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov
Uji normalitas Kolmogorov Smirnow adalah uji beda antara data yang diuji normalitasnya dengan data normal baku. Data Uji Kolmogorov Smirnow pada uji keefektifan pengembangan perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri terbimbing pada Tabel 10
Tabel 10 Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov Kolmogorov-Smirnova Statistic Df Sig.
Residual for YBK .261 60 .662*
Berdasarkan Tabel 10 diketahui bahwa residual data keterampilan berpikir kritis dan kreatif terdistribusi normal dimana sig > 0,05 yaitu 0,662 [D(60)= 0, 261, p= 0,662]. Oleh karena data terdistribusi normal selanjutnya lakukan Uji homogenitas.
27 b. Uji homogenitas
Uji homoginitas digunakan untuk mengetahui apakah beberapa varian populasi adalah sama atau tidak dan dilakukan sebagai prasyarat. Data uji homogenitas pada uji keefektifan pengembangan perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri terbimbing yang hasilnya terlihat sebagaimana Tabel 11
Tabel 11 Uji Homogenitas
F df1 df2 Sig.
8.806 1 58 .624
Berdasarkan Tabel 11 diketahui bahwa varians data keterampilan berpikir kritis dan kreatif satu kelas dengan kelas lainnya homogen dimana sig
> 0,05 yaitu 0,624 [F(1,58)= 8,806, p= 0,624]
c. Uji linearitas
Uji linearitas digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan secara linear antara variabel dependen terhadap setiap variabel independen yang hendak diuji. Data uji linearitas pada uji keefektifan pengembangan perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri terbimbing dapat dilihat pada Gambar 6 dan Gambar 7
Gambar 6 Tabel Scatter Plot Kelas Eksperimen
28 Berdasarkan Gambar 6 pada pre-test dan post-test kelas eksperimen baik untuk berpikir kritis dan kreatif menunjukkan hasil yang linier.
Gambar 7 Tabel Scatter Plot Kelas Kontrol
Berdasarkan gambar 7 diketahui bahwa pada setiap kelas, data pre-test linear terhadap data post-test kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Hal ini berarti bahwa data keterampilan berpikir kritis dan kreatif dinyatakan normal sehingga bisa dilanjutkan dengan uji homogenitas-regresi.
d. Homogenitas-regresi kedua kelas
Homogenitas-regresi bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara covariate dengan independent variabel. Data uji homogenitas-regresi pada uji keefektifan pengembangan perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri terbimbing dapat dilihat pada Tabel 12
Tabel 12 Uji Homogenitas-Regresi Kedua Kelas
Source Corrected Model 3905.665a 2 1301.88
8
43.654 .000 .724
Intercept 1140.846 1 1140.84
6
Corrected Total 536.815 59
29 Berdasarkan Tabel 11 diketahui bahwa kemiringan regresi data pre-test dengan data post-test kemampuan berpikir kritis dan kreatif sains antara satu kelas dengan kelas lainnya bersifat homogen dimana sig > 0,05 yaitu 0,444 (F(1,57=0,60, p=0,444).
e. Uji one way ancova (hipotesis)
Uji one way ancova adalah teknik analisis yang berguna untuk meningkatkan presisi sebuah percobaan karena didalamnya dilakukan pengaturan terhadap pengaruh peubah bebas lain yang tidak terkontrol. Data uji one way ancova pada uji keefektifan pengembangan perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri terbimbing dapat dilihat pada Tabel 13
Tabel 13 Uji One Way Ancova
Source
Corrected Total 9143.140 59
Berdasarkan Tabel 4 diketahui bahwa ada pengaruh pemberian perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis inkuiri terbimbing terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa SMP Negeri 14 Malang antara satu kelas dengan kelas lainnya dengan mengontrol keterampilan berpikir kritis dan kreatif para siswa dimana sig > 0,05 yaitu 0,00 [F(1,57)=
818.78, p= 0,00, np2=0,587]
5. Evaluasi
Evaluasi dalam model pengembangan ADDIE dilakukan hampir disetiap tahap. Evaluasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah evaluasi formatif pada setiap tahapan pengembangan, hal ini di lakukan untuk mengetahui kelayakan dan kepraktikan dari perangkat yang dikembangkan. Pada ini peneliti melakukan evaluasi produk pengembangan yang meliputi validasi ahli, dan uji kepraktisan.
Uji validasi ahli dilakukan sebanyak 2 kali, dengan hasil data lebih tinggi uji validasi kedua dari pada uji validasi pertama. Peningkatan hasil uji validasi
30 menunjukkan pada peneliti melakukan perbaikan sesuai dengan saran dari validator. Uji coba kedua lebih baik dibanding dengan uji coba pertama menunjukan bahwa perangkat yang dikembangkan mengalami perbaikan (Astuti, dkk. 2015).
B. Pembahasan
Pengembangan perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri terbimbing melalui tahapan pengembangan ADDIE dengan tiga aspek uji yang dilakukan yaitu uji kelayakan (validasi), uji kepraktisan, dan uji kefektifan (Neeven, 1999). Validisi yaitu suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu produk yang telah dikembangkan dengan mengacu pada beberapa aspek penilaian. Ada 2 aspek yang menjadi syarat sehingga media dikatakan kevalidan yaitu: (1) Validasi isi yaitu jika produk dikatakan dikembangkan memiliki dasar teori yang memadai; (2) Validasi konstruk yaitu jika semua komponen produk antara satu dengan yang lainnya berhubungan secara konsisten. Hasil analisis tersebut dijadikan sebagai pedoman untuk merevisi/memperbaiki kekurangan produk setelah melalui proses validasi (Fitria, 2017). Hasil validasi ahli dari ketiga validator ahli yaitu ahli materi, bahan ajar dan STEM dan Inkuiri menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri terbimbing mendapatkan nilai sebesar 1 kategori sangat sesuai.
Tingkat kevalidan media diukur dari hasil analisis sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Seperti yang dijelaskan oleh Fitria (2017) bahwa sebuah media pembelajaran dikatakan valid jika hasilnya sesuai dengan kriteria, dalam arti hasil tes memiliki kesejajaran dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Pada penelitian ini, tingkat kevalidan diukur dengan menggunakan rating scale dimana data mentah yang diperoleh dari lapangan yaitu berupa angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif.
Selain mendapatkan data berupa angka, saat validasi ada beberapa validator yang memberikan catatan. Catatan berupa tanggapan dan saran validator untuk ditindaklanjuti sebagai bahan revisi (Hudha, 2018) dalam pembuatan perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKPD yang dikembangkan. Validator ahli materi menuliskan catatan berupa saran yaitu perlu diberikan kriteria akhlak atau pendidikan karakter pada perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Validator
31 ahli bahan ajar/perangkat pembelajaran menuliskan catatan bahwa pada RPP sebaiknya dituliskan kembali kompetensi dasar dan indikator, serta RPP dan LKPD diharapkan menggunakan bahasa Indonesia dengan ejaan yang disempurnakan.
Sedangkan ahli STEM dan Inkuiri menuliskan catatan bahwa sebaiknya ditambahkan sintak dari STEM dan inkuri terbimbing, dan sintak perlu dikolaborasikan antara sintak STEM dan sintak inkuiri terbimbing.
Setelah dinyatakan layak oleh ahli materi, ahli bahan ajar dan ahli STEM dan Inkuiri maka perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM berbasis Inkuiri terbimbing dilakukan kepraktisan terhadap pendidik dan peserta didik.
Jumlah skor penilaian berdasarkan data uji coba kelompok besar yang melibatkan 15 siswa dengan 22 indikator adalah 87%. Mengacu pada tabel pedoman hasil konversi, kriteria media pembelajaran berbasis multimedia interaktif berbasis multimedia interaktif menurut penilaian siswa adalah sangat praktis.
Jumlah skor penilaian berdasarkan data uji coba kelompok besar yang melibatkan 15 siswa dengan 22 indikator adalah 87%. Mengacu pada tabel pedoman hasil konversi, kriteria media pembelajaran berbasis multimedia interaktif berbasis multimedia interaktif menurut penilaian siswa adalah sangat praktis.