• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

C. Kerangka Penelitian

Dari hasil analisa penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti lain serta penjabaran teori mengenai masing-masing variabel, maka dapat dirumuskan suatu kerangka penelitian sebagai berikut :

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual Religiusitas Pengetahuan Nasabah Pendapatan Nasabah Kualitas Pelayanan Keputusan Konsumen Untuk menabung di Bank Syariah X1 X2 X3 X4 Y

72 D. Hipotesis Penelitian

Hipotesis merupakan jawaban sementara yang kebenarannya masih harus di uji, atau rangkuman kesimpulan teoritis yang diperoleh dari tinjauan pustaka (Martono, 2011:71). Sedangkan menurut Good dan Scates dalam Tika, hipotesis adalah sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta ataupun kondisi yang diamati dan digunakan sebagai petunjuk langkah selanjutnya.

Berdasarkan tinjauan dan kajian terhadap penelitian dahulu yang relevan, maka hipotesis yang akan diujikan kebenarannya secara empiris adalah:

1. Pengaruh Religiusitas terhadap keputusan nasabah menabung di Perbankan Syariah

Menurut Nourcholis Majid, agama bukanlah sekedar tindakan-tindakan ritual seperti shalat dan membaca do’a. Agama lebih dari itu, yaitu keseluruhan tingkah laku manusia yang terpuji, yang dilakukan demi memperoleh ridla atau perkenan Allah (Sahlan, 2012:42). Menurut Anshori dalam Ghufron & Risnawita (2010:168) agama menunjuk pada aspek-aspek formal yang berkaitan dengan aturan dan kewajiban, sedangkan religiusitas menunjuk pada aspek agama yang telah dihayati oleh seseorang dalam hati. Ghufron &

73

Risnawita menegaskan lebih lanjut, bahwa religiusitas merupakan tingkat keterikatan individu terhadap agamanya. Apabila individu telah menghayati dan menginternalisasikan ajaran agamanya, maka ajaran agama akan berpengaruh dalam segala tindakan dan pandangan hidupnya. Herbert Spencer, sosiolog dari Inggris dalam bukunya, “Principles of Sociologi” berpendapat bahwa faktor utama dalam agama adalah iman akan adanya kekuasaan tak terbatas, atau kekuasaan yang tidak bisa digambarkan batas waktu atau tempatnya.

Pengaruh religiusitas terhadap keputusan nasabah menabung didukung Penelitian yang dilakukan oleh Efendi (2009) dan Firmansyah (2008) menunjukkan bahwa faktor syariah mempengaruhi secara signifikan terhadap pengambilan keputusan nasabah pada Bank Muamalat Malang. Safi’i (2011) menyatakan bahwa religiusitas merupakan slah satu faktor yang mempengaruhi kecendurungan atau preferensi nasabah.

Hal yang menarik dalam penelitian mengenai minat menabung nasabah adalah penelitian yang dilakukan oleh Yayan Fauzi (2010) yang dilakukan di bank di Yogyakarta yang menyatakan bahwa secara parsial religiusitas tidak berpengaruh terhadap minat menabung. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut,

H1 = Religiusitas berpengaruh terhadap keputusan nasabah menabung di perbankan syariah

74

2. Pengaruh pengetahuan nasabah terhadap keputusan nasabah menabung di Perbankan syariah

Pengetahuan konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk dan jasa, serta pengetahuan lainnya yang terkait dengan produk dan jasa tersebut dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen. Menurut Sihombing (1999) membagi pengetahuan menjadi 3 jenis pengetahuan produk yaitu :

a. Pengetahuan tentang atribut produk atau jasa yaitu Pengetahuan konsumen berdasarkan pada seperangkat karakteristik atau ciri (atribut) suatu produk/jasa.

b. Pengetahuan tentang manfaat produk yaitu pengetahuan tentang manfaat yang diterima konsumen baik itu manfaat fungsional maupun manfaat psikososial pada saat atau ketika akan mengkonsumsi produk/jasa

c. Pengetahuan tentang nilai kepuasan produk yaitu Pengetahuan tentang nilai pribadi yang dapat dipenuhi/dipuaskan oleh suatu produk/jasa Lembaga keuangan syariah mendorong untuk lebih berorientasi kepada konsumen atau nasabah. Untuk mendukung upaya tersebut diperlukan pengetahuan mengenai konsumen terutama perilakunya. Setidaknya ada dua alasan mengapa perilaku konsumen perlu dipahami. Pertama, dengan

75

memahami konsumen akan menuntun pemasar kepada kebijakan pemasaran yang tepat dan efisien. Kedua, diharapkan dengan berorientasi kepada konsumen, pemasar dapat melakukan strategi yang baik dalam mensiasati kelebihan penawaran dari pada permintaan di dunia bisnis. Pengaruh Pengetahuan terhadap keputusan nasabah menabung didukung oleh Penelitian yang dilakukan oleh Kurniawan (2017), Maski (2010), Yuliawan (2011) dan Audytra (2015) menyimpulkan bahwa pengetahuan nasabah berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menabung nasabah.

Akan tetapi penelitian yang dilakukan oleh Abimantra (2013) menyimpulkan bahwa pengetahuan nasabah berpengaruh positif terhadap keputusan nasabah menabung tetapi tidak signifikan.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut,

H3 = Pengetahuan berpengaruh terhadap keputusan nasabah menabung di Perbankan syariah

3. Pengaruh Pendapatan terhadap keputusan nasabah menabung di perbankan syariah

Pendapatan konsumen adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Fakta fundamental mengenai perilaku menabung bahwa menabung sangat

76

bergantung pada penghasilan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya oleh Keynes (2005) memberikan rumus total income atau penghasilan adalah jumlah dari konsumsi dan tabungan, atau diformulasikan: Y = C + S. Dimana Y merupakan symbol dari total penghasilan, C merupakan symbol dari konsumsi, S merupakan symbol dari saving atau tabungan.

Collins (1991) dalam penelitianya berjudul Saving behavior in 10 development countries, menunjukan bahwa meningkatnya standar hidup merupakan alasan mengapa jumlah tabungan meningkat.penghasilan riil di beberapa Negara telah meningkat secara drastic, salah satunya yaitu Korea. Seseorang dengan usia yang lebih tua cenderung mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi, sehingga mempengaruhi perilaku mereka dalam menabung. Cronqvist and siegel (2010) dalam penelitiannya berjudul The origins of saving behavior, juga menemukan fakta bahwa “perilaku menabung berkorelasi dengan beberapa variable salah satunya yaitu income growth (pertumbuhan penghasilan)”. Didukung dengan Penelitian yang dilakukan oleh Maisur (2015) pendapatan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap nasabah menabung. Sedangakan penelitian oleh Supriyanto (2012) dan Pratama (2016) yang menyimpulkan bahwa pendapatan nasabah berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan nasabah menabung.

77

Sedangakan penelitian yang dilkaukan oleh Masruroh (2015) dan Fatmawati (2015) menyimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang positif dan signifikan pendapatan nasabah dengan minat menabung nasabah pada bank syariah

Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut,

H3 = Pendapatan berpengaruh terhadap keputusan nasabah menabung di perbankan syariah.

4. Pengaruh Kualitas Layanan terhadap keputusan nasabah menabung di perbankan syariah

Penelitian yang dilakukan oleh Safi’i (2011) menyatakan bahwa service merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kecenderungan atau preferensi nasabah. Ariani (2007) menyimpulkan bahwa variabel pelayanan merupakan variabel utama yang memberikan kontribusi paling besar dalam hubungannya dengan hasil pesepsi masyarakat umum terhadap bank syariah di medan.

Penelitian yang sejalan dengan penelitian tersebut adalah penelitian yang dilakukan oleh Efendi (2009) yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif antara pelayanan yang baik terhadap keputusan menjadi nasabah di perbankan syariah. Begitu juga dengan Fauzi (2010) secara parsial pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadp minat menabung nasabah. Shofia (2014) menyatakan bahwa pelayanan program FAEDAH (Fasilitas Serba

78

Mudah) Tabungan BRI Syariah mempunyai pengaruh yang positif dan signifiakn terhadap minat menabung nasabah.

Penelitian yang dilakukan oleh Pulungan (2009) yang dilakukan disalah satu bank di Medan yang menyatakan bahwa faktor pelayanan tidak berpengaruh terhadap keputusan nasabah.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut,

H4 = Kualitas Layanan berpengaruh terhadap keputusan nasabah menabung di perbankan syariah.

Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Tabel 2.2 Hipotesis Penelitian

H1 Religiusitas berpengaruh terhadap keputusan nasabah menabung di perbankan syariah

H2 Pendapatan berpengaruh terhadap keputusan nasabah menabung di perbankan syariah.

H3 Pengetahuan berpengaruh terhadap keputusan nasabah menabung di Perbankan syariah

H4 Kualitas Layanan berpengaruh terhadap keputusan nasabah menabung di perbankan syariah

79 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Dokumen terkait