• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESADARAN TERHADAP ALAM DI PERANCIS DAN INGGRIS

yang berlumut, groto yang tidak beraturan, dan air yang jatuh dengan semua gaya yang mengesankan dari keasliannya dalam menghadirkan alam, lebih lanjut akan lebih menarik dan hadir dengan keindahan melebihi kebun-kebun para pangeran.

Pernyataan pikiran yang dilakukan Ashley Cooper secara khusus menarik didalam mengekspresikan perubahan cara pikirnya, yang berpegang teguh kepada perbendaharaan batu-batu kasar dan gaya-gaya yang keasliannya mengesankan, hal yang bertentangan dengan sikap sebelumnya yang membenci alam dan yang berkaitan dengan alam. Kemudian dalam tulisan yang sama dia menjelaskan bahwa alam sebagai sesuatu yang dicintai, sesuatu yang indah dan semuanya merupakan hal yang hebat.

Esei yang ditulis Ashley Cooper memberikan kejelasan bahwa pergerakan filosofi dimulai di Perancis , kemudian diterima dan berkembang di inggris, dimana kondisi-kondisi obyektif menjadi lebih menyenangkan dalam bentuk-bentuk arsitektur lansekap. Joseph Addison pada tahun 1712 menulis eseinya yang terkenal dalam The Spectator:

Bangsa Cina tertawa melihat kebun-kebun kita (Eropa) yang disusun dalam bentuk yang teratur dengan garis-garis, karena mereka mengatakan bahwa setiap orang dapat meletakan pohon dalam pola berbaris dan seragam. Mereka mempertemukan kecerdasan di pepohonan dan di alam, oleh karenanya selalu menyembunyikan seni mereka.

…pohon-pohon kita tumbuh berbentuk pola kerucut dan piramid. Kita melihat bekas guntingan pada setiap tumbuhan dan semak-semak. Saya tidak tahu jika saya sendirian dalam opini saya. Tapi bagi saya, saya ingin melihat pohon pada setiap kesuburan dan penyebaran cabang-cabang dan tangkainya, kemudian tidak akan bisa dipotong dalam bentuk pola matematik, tetapi fancy bahwa kebun buah-buahan yang berbunga terlihat tidak terhingga akan lebih menyenangkan dibandingkan dengan labirin-labirin kecil parterre secara umum.

Mengapa daerah yang luas tidak diubah menjadi bagian taman dan kebun-kebun dan manusia dapat membuat lansekap yang indah menurut dirinya sendiri?

Gambar 217: 

Lansekap air pada potongan sutera dari Dinasti Ming. Ini dapat menjadi ilustrasi dari  deskripsi Marco Polo tentang masyarakat Hang Chow bersenang‐senang dan berperahu  di  danau.  Sir  William  Temple  pada  tahun  1685  membahas  kebun  informal  Cina,  dia  mengatakan:  Siapapun  yang  mengobservasi  pekerjaan  gaun  India  terbaik  atau  lukisan  dari  Timur  jauh  atau  lukisan  terbaik  mereka  pada  layar  atau  porselen  akan  mendapatkan keindahan yang sama. (Sumber: Oldham, 1980) 

Gambar 218: 

Di  sini  diperoleh  desain  pemandangan  kebun  dengan  dekorasi  batu  besar  yang  tidak  beraturan,  bentuk  pohon  yang  informal  dan  teralis  tumbuh‐tumbuhan  dan  sekelompok  pohon  pisang  berdaun  lebar pada salah satu sudutnya. (Sumber: Oldham, 1980)

Gambar 219: 

Greeting  the  Spring  oleh  Wu  Pin  (1573  –  1620).  Bagian  handscroll  dari  Dinasti  Ming  ini  memiliki  elemen informal lansekap kebun yang berada di danau. Rumah‐rumah, halaman dan paviliun sangat  indah berintegrasi dengan lansekap pegunungan dan air. (Sumber: Oldham, 1980)

Gambar 220:

Return  from  a  stroll  in  Spring,  oleh  Tai  Chin,  Awal  Kekaisaran  Ming.  Pola  jalan  yang  disesuaikan  dengan  keadaan alam dan pohon‐pohon informal.  

(Sumber: Oldham, 1980)

Alexander Pope, 15 tahun lebih muda dari Joseph Addison, membuat terobosan estetika. Tidak hanya dalam tulisan dan puisi-puisinya, dia juga mengekspresikan dukungannya kepada teori-teori baru. Dia juga secara aktual membangun kebun informal transisi di Twickenham dengan dibantu teman-temannya. Dia berkolaborasi dengan William Kent, seorang landscape gardener profesional di inggris yang pertama sekali mengadopsi gaya alami, pada pekerjaan untuk Lord Burlington di Chiswick. Chiswick menjadi kebun transisional pertama.

Mengapa pergerakan natural baru yang dibangun di Perancis berdampak kecil sekali pada lansekap di sana dan ketika menyeberang ke Inggris, hal tersebut memberikan kebangkitan kepada revolusi yang tidak tertandingi dalam sejarah? Jawabannya terbagi atas kondisi obyektif yang eksis di dua negara tersebut. Louis XIV di Perancis, walaupun memberikan kemegahan tetapi masyarakatnya mengalami kemunduran sosial yang parah. Sehingga seperti yang sering terjadi dalam sejarah peradaban manusia, pergerakan baru akan mengembangkan semua karakteristik penting dari pemikiran dan filosofi bentuk-bentuk lama, akan akan tidak berkembang jika tatanan sosial komunitasnya tidak berubah. Hal ini baru terjadi di Perancis pada abad ke-18. Berbeda dengan Inggris yang berhasil menumbangkan kaum monarki feodal. Walaupun kemudian bentuk republik dan restorasi tidak berlangsung lama, tetapi secara langsung James II berusaha keras untuk menghadirkan parlemen yang demokratik. Dia kemudian digantikan oleh William of Orange, seorang raja yang otokrat.

Dengan revolusi, Inggris melihat bahwa Florence telah setingkat lebih maju dan telah mendirikan demokrasi kapitalis pertama di dunia. Filosofi natural yang dibangun di Perancis termasuk konsep Confucian tentang penguraian dan pendidikan golongan penguasa, langsung disesuaikan dengan iklim sosial dan administrasi di Inggris pada waktu itu. Beberapa pemikiran rural-based yang mencari bentuk-bentuk baru untuk mengekspresikan cara hidup baru, lansekap formal menjadi tidak sesuai.

Walupun hal tersebut tumbuh dari wilayah persemakmuran, namun pergerakan ini memiliki banyak karakteristik anti demokrasi, seperti enclosure pada lahan umum.

Gambar 221: 

Listening  to  the  Wind  in  the  Pines,  oleh  Ma  Lin. 

Lukisan  ini  mengilustrasikan  keindahan  yang  kemudian  diikuti  di  English  School  of  Landscape  Gardening  pada  awal  abad  ke‐18.  (Sumber: 

Oldham, 1980) 

Enclosure ini kemudian memberikan kebangkitan kepada park movement dan sangat menarik untuk diperhatikan bahwa negara persemakmuranlah yang pertama sekali mendirikan kebun untuk publik. Ketika pada tahun 1649, parlemen menyetujui undang-undang yang mempersembahkan Richmond Green Park kepada Kota London dan kebun tersebut dibuka dan dapat digunakan oleh publik.

Tentu saja pergerakan ini tidak mendapat pengakuan pada saat itu, dan banyak terjadi perdebatan dengan masalah estetika.

Hingga park movement dibawa ke koloni-koloni Inggris pada pertengahan abad ke-19, ketika Andrew Jackson Downing dan Frederick Law Olmstead mengakuinya secara antusias.

Disamping kondisi obyektif sejarah tersebut, ada kenyataan lain bahwa Inggris memberikan tempat untuk tumbuh suburnya perkembangan sekolah lansekap pertamanan yang bersifat natural. Walaupun bertentangan dengan iklim di Inggris pada abad ke-16, tetapi pendekatan romantis baru pada muncul pada setiap penjuru negeri. Beberapa abad sebelumnya, Troubador

Gambar 222: 

Denah  kebun‐kebun  di  Chiswick,  merupakan  kedudukan  dari  Earl  of  Burlington.  Dia  sangat  antusias  terhadap  ide‐ide    baru  dan  naturalis  yang  datang dari Perancis dan mencoba untuk menerapkannya di Chiswick. Aslinya  adalah kebun tradisional, garis‐garis lengkung terlihat sangat ekstrim. Cascade,  danau  dan  pulau‐pulau  menjadi  bagian  terbaik  pada  komposisi  tersebut. 

(Sumber: Mann, 1993) 

Gambar 223:

View  awal    kebun  Chiswick  (1736)  didesain  oleh  William  Kent,  seorang  desainer  lansekap  pertama  di  Inggris,  bekerja  sama  dengan  Alexander  Pope.  Chiswick,  seperti  kebun  Pope  di  Twickenham,  merupakan  transisi  dari  elemen  formal  dan  informal. (Sumber: Berrall, 1966). 

bangsa Moor dari Spanyol telah mengekspresikan literary movement. Hal ini kemudian menyeberangi Pyreness menuju Perancis dan kemudian ke inggris yang menciptakan aliran harfiah kuat yang terpendam, ditunjukan dengan kecintaan terhadap wilayah-wilayah alam, khususnya ketika wilayah tersebut telah ditundukan oleh manusia.

Selama abad ke-16 dan 17, bangsa Inggris juga memperoleh manfaat dari perubahan sejarah yang dibawa oleh ekspedisi laut, ilmu pengetahuan dan literatur dari Renaisans. Walaupun Francis Bacon dalam bukunya Novum Organum tidak menyadari sumber-sumber yang datang dari Timur dan memandangnya sebagai sesuatu yang tidak jelas dan hina untuk dipertimbangkan.

Aspek lain dari natural movement di Perancis adalah antusiasme yang berkembang di sana untuk melukis lansekap asli sebagai subyeknya. Hingga saat ini di Perancis dan Inggris lansekap diakui sebagai latar belakang tema-tema utama lukisan, biasanya terdapat pada subyek-subyek religius, drama klasik, keinginan manusia atau lukisan potret. Kemudian pelukis-pelukis seperti Nicholas Poussin dan Claude Lorraine menjadi sangat tertarik kepada keindahan lansekap pepohonan, sungai dan danau atau gunung-gunung dan batu-batuan. Mengikuti ahli lukis dari Belanda dan Italia, mereka membuat subyek lukisan ini dan menempatkan manusia sebagai elemen sekunder. Dalam lukisan Claude Lorraine, elemen manusia bahkan sering dihilangkan.

Para seniman ini ikut membantu dalam menetapkan dasar pergerakan desain lansekap kebun dimasa berikutnya.

Gambar 224: 

Castle Howard, lukisan Hendrik de Cort (1742‐1816). Ide desain lansekap informal  baru dimulai untuk menggantikan bentuk formal. (Sumber: Oldham, 1980) 

Gambar 225: 

St. John on Patmos, oleh Nicholas Paoussin, salah satu pelukis terkenal  yang  mempengaruhi  English  School  of  Landscape  Design  pada  abad  ke‐

18. (Sumber: Berrall, 1966). 

8.3. AJARAN INGGRIS PADA KEBUN-KEBUN LANSEKAP