ANALISIS DESKRIPTIF VARIABEL PENELITIAN
Kesempatan Pendidikan dan Pelatihan
Penilaian kesempatan pendidikan dan pelatihan dapat dilihat dari materi pendidikan dan pelatihan yang diberikan, dukungan perusahaan, fasilitas, dan waktu pelaksanaan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan karyawan secara adil. Berdasarkan hasil penelitian memerlihatkan bahwa bahwa terdapat 24 karyawan perempuan yang memberikan penilaian cukup rendah dan lima karyawan perempuan yang memberikan penilaian yang rendah terhadap kesempatan pendidikan dan pelatihan. Sedangkan terdapat 11 karyawan perempuan yang memberikan penilaian cukup tinggi terhadap kesempatan pendidikan dan pelatihan. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa kesempatan pendidikan dan pelatihan di PT. Xkom cenderung berada pada kategori cukup rendah dan rendah dengan total persentase sebesar 72,5 persen. Adapun jumlah dan persentase sebaran responden memberikan penilaian terhadap kesempatan pendidikan dan pelatihan tercantum pada tabel di bawah ini:
Tabel 13 Jumlah dan persentase sebaran responden menurut kesempatan pendidikan dan pelatihan, 2013
Kategori Frekuensi Persen (%)
Tinggi 0 0.0
Cukup Tinggi 11 27.5
Cukup Rendah 24 60.0
Rendah 5 12.5
Total 40 100
Dilihat dari program pendidikan dan pelatihannya, PT. Xkom telah memberikan materi pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan karyawan. Materi pendidikan dan pelatihan yang diberikan juga telah mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan. Perusahaan juga telah memberikan kesempatan yang sama untuk semua karyawannya dalam mengikuti kegiatan
pendidikan dan pelatihan. Penetapan keikutsertaan karyawan dalam keseluruhan program pengembangan kompetensi atau pelatihan juga telah ditentukan berdasarkan kebutuhan perusahaan dan karyawan dengan memperhatikan kesetaraan gender. Hal ini terbukti dengan adanya pengakuan dari pihak luar terkait pengelolaan SDM PT. Xkom. Namun, belum adanya kebijakan dan dukungan khusus kepada karyawan perempuan, seperti kebijakan membawa anak usia batita pada saat pendidikan dan pelatihan serta fasilitas tempat penitipan anak, menyebabkan karyawan perempuan khususnya yang memiliki anak usia batita sulit untuk mengakses kesempatan pendidikan dan pelatihan tersebut. Hal ini senada dengan tanggapan salah satu karyawan perempuan yang menyatakan bahwa:
“Kalau buat program pendidikan dan pelatihan, perusahaan sudah kasih kesempatan sama buat karyawannya, materi pendidikannya juga sudah sesuai kebutuhan seluruh karyawan laki-laki dan perempuan. Tapi kalau buat izin bawa anak atau fasilitas TPA waktu pendidikan pelatihan sih belum ada“ (UM, 28 tahun).
Kesempatan Promosi
Penilaian karyawan terhadap kesempatan promosi dilihat dari kejelasan informasi terkait syarat, asas, dan prosedur promosi yang diberikan oleh perusahaan kepada seluruh karyawan tanpa membedakan jenis kelamin. Berdasarkan hasil penelitian memerlihatkan bahwa terdapat 26 karyawan perempuan yang memberikan penilaian cukup rendah dan tiga karyawan perempuan yang memberikan penilaian yang rendah terhadap kesempatan promosi. Sedangkan terdapat 10 karyawan perempuan yang memberikan penilaian cukup tinggi dan satu karyawan perempuan yang memberikan penilaian yang tinggi terhadap kesempatan promosi. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa kesempatan promosi di PT. Xkom cenderung berada pada kategori cukup rendah dan rendah dengan total persentase sebesar 72,5 persen. Adapun jumlah dan persentase sebaran responden memberikan penilaian terhadap kesempatan promosi tercantum pada tabel di bawah ini:
Tabel 14 Jumlah dan persentase sebaran responden menurut kesempatan promosi, 2013
Kategori Frekuensi Persen (%)
Tinggi 1 2.5
Cukup Tinggi 10 25.0
Cukup Rendah 26 65.0
Rendah 3 7.5
Total 40 100
Dari informasi yang didapat diketahui bahwa sistem promosi jabatan yang dilakukan perusahaan sudah menetapkan syarat promosi berdasarkan pengalaman (senioritas) dan kecakapan. Perusahaan juga telah menjelaskan uraian pekerjaan/jabatan kepada karyawan secara jelas. Namun untuk penilaian karyawannya, karyawan perempuan merasa perusahaan cenderung masih membedakan antara kemampuan perempuan dan laki-laki. Prosedur pemilihan
karyawannya juga masih dilakukan secara tertutup. Hal ini senada dengan penjelasan salah satu karyawan perempuan yang menyatakan:
“Untuk informasi jabatan yang kosong informasinya sudah jelas. Standar promosinya juga sudah sesuai lama bekerja dan kinerja karyawan. Tapi kalau penilaiannya sih emang masih tertutup.“ (UM, 28 tahun).
Motivasi Kerja
Motivasi kerja adalah suatu dorongan yang menimbulkan semangat kerja. Penilaian motivasi kerja karyawan perempuan menggunakan teori motivasi kerja McCleland yaitu dilihat dari motivasi berprestasi, berafiliasi, dan berkuasa. Motivasi Berprestasi
Motivasi berprestasi adalah dorongan seseorang untuk berbuat sungguh- sungguh apabila merasakan mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan yang dimiliki. Pengukuran dorongan berprestasi berdasarkan pada kesedian untuk menerima kebijakan dan peraturan yang berlaku, disiplin, dan inisiatif.
Berdasarkan hasil penelitian memerlihatkan bahwa terdapat 20 karyawan perempuan yang memberikan penilaian cukup tinggi dan dua karyawan perempuan yang memberikan penilaian yang tinggi terhadap motivasi berprestasi. Sedangkan terdapat 16 karyawan perempuan yang memberikan penilaian cukup rendah dan dua karyawan perempuan yang memberikan penilaian rendah terhadap motivasi berprestasi. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa motivasi berprestasi karyawan perempuan di PT. Xkom cenderung berada pada kategori cukup tinggi dan tinggi dengan total persentase sebesar 55 persen. Adapun jumlah dan persentase sebaran responden memberikan penilaian terhadap motivasi berprestasi tercantum pada tabel di bawah ini:
Tabel 15 Jumlah dan persentase sebaran responden menurut motivasi berprestasi, 2013
Kategori Frekuensi Persen (%)
Tinggi 2 5.0
Cukup Tinggi 20 50.0
Cukup Rendah 16 40.0
Rendah 2 5.0
Total 40 100
Hasil ini juga menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan perempuan telah dapat menerima kebijakan dan peraturan yang dibuat perusahaan tanpa terbebani. Mereka juga sudah menyadari tanggung jawab pekerjaannya dan berusaha datang tepat waktu ke kantor untuk memastikan pekerjaan mereka telah siap. Namun dari data lapang yang didapat juga diketahui bahwa karyawan perempuan umumnya masih sering izin pada jam kerja untuk keperluan yang bersifat pribadi. Hal ini senada dengan hasil wawancara dengan salah seorang karyawan perempuan sebagai berikut:
“Kalau saya pribadi menerima peraturan perusahaan. Karena peraturan dibuat memang tujuannya agar karyawan disiplin. Saya juga berusaha untuk melakukan tugas saya dengan sebaik-baiknya. Tapi memang jujur saya juga pernah keluar pada jam kantor. Biasanya sih kalau memang sudah mendesak banget.Misalnya, anak lagi sakit, mau nggak mau ya harus izin keluar” (EV, 49 tahun). Motivasi Berafiliasi
Motivasi berafiliasi adalah dorongan bekerja sungguh-sungguh agar dapat membina hubungan yang baik dengan atasan maupun rekan sekerja. Pengukuran dorongan berafiliasi berdasarkan pada kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja dan kemampuan bekerjasama dengan rekan sekerja.
Berdasarkan hasil penelitian memerlihatkan bahwa terdapat 34 karyawan perempuan yang memberikan penilaian cukup tinggi dan dua karyawan perempuan yang memberikan penilaian yang tinggi terhadap motivasi berafiliasi. Sedangkan terdapat empat karyawan perempuan yang memberikan penilaian cukup rendah terhadap motivasi berafiliasi. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa motivasi berafiliasi karyawan perempuan di PT. Xkom cenderung berada pada kategori cukup tinggi dan tinggi dengan total persentase sebesar 95 persen. Adapun jumlah dan persentase sebaran responden memberikan penilaian terhadap motivasi berafiliasi tercantum pada tabel di bawah ini:
Tabel 16 Jumlah dan persentase sebaran responden menurut motivasi berafiliasi, 2013
Kategori Frekuensi Persen (%)
Tinggi 4 10.0
Cukup Tinggi 34 85.0
Cukup Rendah 2 5.0
Rendah 0 0.0
Total 40 100
Hasil ini menunjukkan bahwa walaupun karyawan perempuan masih sering merasa tertekan dengan persaingan kerja di kantor tetapi secara umum mereka telah dapat bekerjasama dengan rekan sekerja dan dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian memerlihatkan karyawan perempuan lebih merasa nyaman ketika bekerja dalam kelompok dibandingkan bekerja secara individu, mereka juga bersedia untuk saling membantu dan bertukarpikiran mengenai pekerjaan. Persaingan kerja walaupun sering membuat mereka merasa tertekan tetapi tidak mempengaruhi hubungan antar karyawan. Hal ini sesuai dengan pendapat salah seorang karyawan perempuan sebagai berikut:
“Kalau saya sendiri lebih nyaman ketika bekerja dalam tim. Banyak untungnya, kerjaan jadi lebih cepat selesai dan bisa saling sharing juga masalah kerjaan. Persaingan kerja pasti ada, tapi nggak sampai bikin berantem juga” (UM, 28 tahun).
Motivasi Berkuasa
Berkuasa adalah dorongan untuk mengawasi, mengendalikan, mempengaruhi, dan bertanggung jawab atas orang lain. Dorongan berkuasa dapat dilihat dari sejauh mana perempuan bekerja berusaha untuk meningkatkan jenjang karir mereka. Peningkatan jenjang karir dapat ditunjukkan dengan seberapa besar komitmen dan loyalitas karyawan perempuan dalam melakukan pekerjaan yang dibebani kepadanya, baik pekerjaan yang memang menjadi tanggung jawabnya ataupun pekerjaan tambahan yang bukan menjadi tanggung jawabnya.
Berdasarkan hasil penelitian memerlihatkan bahwa terdapat 14 karyawan perempuan yang memberikan penilaian cukup tinggi dan satu karyawan perempuan yang memberikan penilaian yang tinggi terhadap motivasi berkuasa. Sedangkan terdapat 22 karyawan perempuan yang memberikan penilaian cukup rendah dan tiga karyawan perempuan yang memberikan penilaian rendah terhadap motivasi berkuasa. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa motivasi berkuasa karyawan perempuan di PT. Xkom cenderung berada pada kategori cukup rendah dan rendah dengan total persentase sebesar 62,5 persen. Adapun jumlah dan persentase sebaran responden memberikan penilaian terhadap motivasi berkuasa tercantum pada tabel di bawah ini:
Tabel 17 Jumlah dan persentase sebaran responden menurut motivasi berkuasa, 2013
Kategori Frekuensi Persen (%)
Tinggi 1 2.5
Cukup Tinggi 14 35.0
Cukup Rendah 22 55.0
Rendah 3 7.5
Total 40 100
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa jenjang karir yang lebih tinggi bukan menjadi tujuan utama karyawan perempuan dalam bekerja. Perempuan bekerja juga cenderung lebih memprioritaskan keluarga. Ketika mereka dihadapkan dengan pilihan antara keluarga atau pekerjaan, baik pekerjaan yang menjadi tanggung jawab pribadi maupun di luar tanggung jawab pribadi, perempuan cenderung lebih memilih menghabiskan waktu dengan keluarga. Hal ini senada dengan pendapat salah seorang karyawan perempuan sebagai berikut:
“Dijalanin pelan-pelan aja (karir) itu mah. Kalau dikasih kerjaan tambahan sebenernya nggak apa-apa, tapi kalau lagi waktu kumpul bareng suami sama anak, nggak deh. Senin sampe jumat udah kerja dari pagi sampe sore masa hari libur juga mesti kerja.Hehehe” (RIM, 29 tahun).