SYARAT TUMBUH KELAPA SAWIT
2. Kesesuaian iklim untuk budidaya kelapa sawit
Iklim adalah faktor terpenting bagi pertumbuhan kelapa sawit. Unsur-unsur iklim yang harus dipertimbangkan dalam budidaya kelapa sawit adalah curah hujan, suhu, tinggi tempat, dan penyinaran matahari.
a. Curah hujan
Untuk pertumbuhan yang optimum kelapa sawit membutuhkan curah hujan 2.000 – 3.000 mm per tahun, walaupun dengan curah hujan pada kisaran 1.500 – 4.000 mm per tahun juga dapat ditolerir. Curah hujan yang baik adalah tidak merata sepanjang tahun, akan lebih baik bila memiliki hari-hari hujan pada musim kemarau untuk memenuhi kebutuhan air bagi pertumbuhan tanaman. Jumlah hari hujan tidak lebih dari 180 hari per tahun. Masalah yang timbul pada daerah yang memiliki curah hujan merata sepanjang tahun adalah menurunnya produktivitas kelapa sawit, karena pertumbuhan generatif kurang baik, sementara pertumbuhan vegetatif lebih dominan. Akibatnya bunga kurang terbentuk, sehingga buah yang terbentuk lebih sedikit.
Contoh keadaan curah hujan yang baik adalah di daerah Sumatera Utara. Di daerah ini curah hujannya berkisar 2.000 – 4.000 mm per tahun. Tetapi ketika musim kemarau (sekitar bulan juni – september), masih terjadi hujan yang dapat memberikan air bagi pertumbuhan kelapa sawit. Daerah pulau Jawa bagian timur, kurang cocok untuk dikembangkan kelapa sawit, karena adanya kondisi yang tegas antara musim kemarau (bisa mencapai 4 – 5 bulan) dan musim penghujan. Pada musim kemarau, dapat terjadi tidak adanya turun hujan selama musim kemarau.
Sehingga tidak tersedia air bagi tanaman kelapa sawit yang dibutuhkan untuk kegiatan pertumbuhan generatif.
b. Suhu dan Tinggi Tempat
Suhu udara yang optimum untuk pertumbuhan kelapa sawit adalah rata-rata dikisaran 280 C. Karena tinggi tempat mempengaruhi suhu udara, maka dengan suhu demikian tinggi tempat yang optimum tempat pertumbuhan kelapa sawit adalah 0 – 500 meter di atas permukaan laut (dpl)
c. Penyinaran Matahari
Tanaman kelapa sawit membutuhkan banyak sinar matahari untuk pertumbuhan yang optimum. Intensitas penyinaran matahari yang baik adalah 5 – 7 jam per hari. Penyinaran matahari berpengaruh pada pertumbuhan, tingkat asimilasi, pembentukan bunga (sex ratio), dan produksi buah. Beberapa efek negatif dari kurangnya penyinaran matahari adalah:
- Pertumbuhan tanaman lambat karena tingkat asimilasi rendah,
- Pada tanaman dewasa (Tanaman Menghasilkan/TM) pertumbuhan bunga betina berkurang,
- Menurunnya produktivitas tanaman kelapa sawit.
3. Kesesuaian lahan untuk budidaya kelapa sawit a. Jenis Tanah
Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik pada jenis tanah latosol, podsolik merah kuning, dan aluvial (di daerah tanah gambut, dataran pantai, dan
muara sungai). Sifat-sifat fisika dan kimia yang harus dipenuhi untuk pertumbuhan optimum tanaman kelapa sawit adalah:
- Drainase baik pada tanah yang permukaan air tanah cukup dalam, atau untuk menghidari tanah-tanah yang berdrainase jelek dengan permukaan air tanah yang dangkal.
- Solum cukup dalam, tidak berbatu agar perkembangan akar tidak terganggu.
- Reaksi tanah masam dengan pH antara 4 – 6.
Tanah-tanah yang dihindari untuk pertanaman kelapa sawit adalah:
- Tanah yang mengandung banyak pasir (misalnya daerah pantai).
- Tanah gambut yang tebal, yang menyebabkan akar tidak dapat mencapai lapisan tanah mineral sehingga mudah tumbang atau pertumbuhannya miring.
Contoh di daerah Sumatera Utara dan Aceh, tanah-tanah podsolik merah kuning yang terbaik untuk pertumbuhan kelapa sawit. Demikian juga di daerah Lampung dan Jawa Barat bagian barat. Tanah jenis Podsolik kuning kurang cocok, karena kurang unsur hara terutama fosfat. Tanaman yang tumbuh di tanah jenis ini akan mengalami defisiensi magnesium (Mg).
b. Kelas Kesesuaian Lahan
Kelas kesesuaian lahan ditetapkan berdasarkan jumlah dan intensitas faktor pembatas dari karakteristik lahan. Kelas kesesuaian lahan terdiri dari :
- Sangat Sesuai (S1) - Sesuai (S2)
- Agak Sesuai (S3)
- Tidak Sesuai Bersyarat (N1) - Tidak Sesuai Permanen (N2)
Kelas kesesuaian lahan aktual dinilai dari karakteristik lahan yang ada di lapangan, sementara itu kelas kesesuaian lahan potensial dinilai dari kemungkinan perbaikan dari faktor pembatasnya.
Penanaman kelapa sawit di lahan gambut harus memenuhi kriteria berikut untuk menjamin kelestarian fungsi lahan gambut, yaitu:
- Diusahakan hanya pada lahan masyarakat dan kawasan budidaya, - Ketebalan lahan gambut kurang dari tiga (3) meter,
- Substatum tanah mineral di bawah gambut bukan pasir kuarsa dan bukan tanah sulfat masam,
- Tingkat kematangan gambut saprik (matang) atau hemik (setengah matang), - Tingkat kesuburan tanah gambut dalam kategori eutropik, yaitu tingkat
kesuburan gambut dimana kandungan unsur hara makro dan mikro cukup.
Berikut disajikan Kriteria kesesuaian lahan mineral secara umum untuk tanaman kelapa sawit.
Tabel 5. Kriteria kesesuaian lahan mineral secara umum untuk tanaman kelapa sawit
No Karakteristik Lahan Simbol Intensitas Faktor Pembatas
Tanpa (0) Ringan (1) Sedang (2) Berat (3) 1. Curah Hujan (mm) H 1.750 – 3.000 1.500 – 1.750 1.250 – 1.500 < 1.250
2. Bulan Kering K <1 1 - 2 2 - 3 >3
3. Ketinggian di Atas
Permukaan Laut L 0 - 200 200 - 300 300 - 400 >400
4. Bentuk wilayah
kemiringan lereng (%) W Datar –
Berombak < 8 Berombak – Bergelombang 8 - 15
5. Batuan Permukaan dan di dalam tanah (%
Volume)
B <3 3 – 15 15 - 40 >40
6. Kedalaman Efektif (cm) S >100 100 - 75 75 - 50 <50
7. Tekstur Tanah T Lempung
berdebu, lempung liat berpasir, lempung liat berdebu, lempung berliat
Liat, Liat berpasir, lempung berpasir, lempung
Pasir berlempung, Debu
Liat berat, Pasir
8. Kelas Drainase D Baik, sedang Agak
terhambat, agak cepat
Cepat,
terhambat Sangat cepat, sangat terhambat, tergenang
9. pH tanah A 5,0 – 6,0 4,0 – 5,0
6,0 – 6,5 3,5 – 4,0
6,5 – 7,0 <3,5
>7,0 Sumber : PPKS (2008)
C. Rangkuman
Kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik dan berproduksi tinggi di daerah tropis, yaitu pada 130 lintang utara dan 120 lintang selatan. Kesesuaian iklim untuk tanaman kelapa sawit adalah: Curah hujan 2.000 – 3.000 mm per tahun, suhu rata-rata 280, tinggi tempat 0 – 500 meter dpl, dan penyinaran matahari 5 – 7 jam per hari. Kesesuaian lahan adalah: jenis tanah latosol, podsolik merah kuning, dan aluvial. Sifat fisik dan kimia tanah yang diperlukan adalah drainase baik, solum dalam, dan pH 4 – 6. Kesesuaian lahan untuk tanaman kelapa sawit ditentukan oleh karakteristik lahan, yaitu curah hujan, bulan kering, ketinggian tempat, kemiringan tempat, batuan permukaan, kedalaman efektif, tekstur tanah, kelas drainase, dan pH Tanah.
D. Soal Latihan
Anda sudah mempelajari kegiatan Bab 11, supaya lebih mendalami pemahaman anda, silahkan kerjakan latihan di bawah ini.
1. Jelaskan kesesuaian kawasan untuk budidaya tanaman kelapa sawit ! 2. Jelaskan kesesuaian iklim untuk budidaya tanaman kelapa sawit ! 3. Jelaskan kesesuaian lahan untuk budidaya tanaman kelapa sawit ! E. Tugas Praktikum
Lakukan praktikum kesesuaian lahan di lapangan praktek ! F. Sumber Informasi dan Referensi
Kementerian Pertanian. 2014. Pedoman Budidaya Kelapa Sawit yang Baik.
Direktorat Jenderal Perkebunan. Jakarta.
Lubis, Rustam Effendi dan Agus Widanarko. 2011. Kelapa Sawit. PT. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Pahan, Iyun. Kelapa Sawit. 2007. Kelapa Sawit: Manajemen Agribisnis dari Hulu Hingga Hilir. Penebar Swadaya. Jakarta.