• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persemaian pendahuluan (Pre-Nursery)

PENYIAPAN BAHAN TANAMAN KARET

B. MATERI PEMBELAJARAN

2. Persemaian pendahuluan (Pre-Nursery)

Persemaian bibit adalah tempat atau areal untuk kegiatan memproses benih menjadi bibit/semai yang siap ditanam di lapangan. Pre-Nursery adalah kegiatan persemaian untuk mengecambahkan benih karet sebelum bibit dipindahkan ke persemaian selanjutnya (main-nursery). Dalam persemaian pendahuluan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan diantaranya yaitu:

a. Syarat tempat persemaian

- Lahan persemaian harus datar agar populasi persatuan luas bisa banyak - Tanah yang miring menyebabkan luasan tanah menjadi berkurang karena

habis untuk dibuat teras agar tanah tidak mudah erosi

- Tanah subur, remah, gembur dan kadar bahan organiknya tinggi - Dekat dengan areal penanaman, untuk mempermudah pengangkutan

- Dekat dengan sumber air - Dekat dengan pemukiman

- Bebas dari sisa-sisa akar dan gulma - Bebas dari hama dan penyakit

b. Seleksi biji

Biji sebaiknya diseleksi terlebih dahulu sebelum dikecambahkan. Seleksi biji dilaksanakan melalui tes biji untuk memilih biji yang baik dan yang tidak baik. Cara seleksi biji dapat dilakukan dengan cara :

Pengujian daya lenting

Pengujian daya lenting dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui viabilitas dari biji karet yang akan digunakan

- Biji dijatuhkan dari ketinggian 1 meter dari lantai semen, permukaan meja atau lembaran kayu. Biji yang memantul (melenting) hingga ketinggian > 40 cm sewaktu dijatuhkan adalah biji yang baik. Sedangkan biji yang tidak memantul (menggulir ke samping dengan bunyi hampa) biasanya tidak baik untuk benih.

- Pengujian daya lenting dapat pula dilakukan menggunakan kotak kayu dengan tinggi 40 cm, dimana apabila biji karet setelah dipantulkan keluar dari kotak, secara otomatis dapat langsung terpisahkan.

Perendaman

- Biji dimasukkan ke dalam air bersih.

- Biji yang baik adalah biji yang tenggelam, sedangkan biji yang mengambang sebaiknya dipisahkan dan dibuang.

Pengambilan sampel (contoh) biji

- dari sejumlah biji yang akan dikecambahkan diambil 100 biji untuk tiap 200 liter biji dengan beberapa ulangan.

- Biji sampel kemudian dibelah dan diperiksa bagian dalamnya.

- Bila dari hasil pengamatan sampel 70 % , biji menunjukkan keadaan baik.

Uji kesegaran biji

Cara pengujian kesegaran biji

 Ambil secara acak 200 biji dari 10.000 biji.

 Pecahkan biji-biji tersebut dan belah daging bijinya (endospermnya).

 Biji yang baik adalah biji yang berwarna putih, murni, sampai kekuning-kuningan

 Belahan biji karet yang kekuning-kuningan berminyak, kuning kecoklatan sampai hitam dan/atau keriput dinilai jelek.

Jumlah biji yang berwarna putih

% Kesegaran biji = ____________________________ x 100 % Jumlah biji yang diambil secara acak

Uji daya berkecambah

Pengujian daya kecambah adalah mengecambahkan benih pada kondisi yang sesuai untuk kebutuhan perkecambahan benih tersebut, lalu menghitung presentase daya berkecambahnya.

Tujuan dari pengujian daya berkecambah adalah :

1) Memperoleh informasi nilai penanaman benih di lapangan 2) Membandingkan kualitas benih antar seed lot (kelompok benih) 3) Menduga storabilitas (daya simpan) benih

4) Memenuhi apakah nilai daya berkecambah benih telah memenuhi peraturan yang berlaku

Cara pengujian daya berkecambah

1) Ambil secara acak 200 biji dari 10.000 biji

2) Dederkan dalam kotak berisi pasir, biarkan selama 21 hari 3) Hitung jumlah biji yang berkecambah.

Jumlah biji yang berkecambah

% Daya kecambah = ____________________________ x 100 % Jumlah biji yang dikecambahkan

Tanda-tanda biji yang baik

1) Kemurnian biji minimal 98 % ; dapat diketahui dari bentuk, ukuran serta ciri khas lainnya yang berbeda bagi setiap klon.

2) Nilai keseragaman biji lebih dari 80 % ; biji yang baik memiliki kulit biji yang mengkilat dan bila dijatuhkan di atas lantai akan mental dan berbunyi nyaring.

3) Daya kecambah minimal 80 % dalam jangka waktu 21 hari.

4) Kadar air biji 32 – 45%

5) Biji berasal dari pohon sumber yang berumur lebih dari 8 tahun Tabel 1. Ukuran rata-rata biji karet

Ukuran Panjang

(cm) Lebar

(cm) Tebal

(cm) Jumlah

(butir/kg) Berat (gr/butir)

Terkecil 1,733 1,545 1,393 508 1,650

Agak kecil 1,887 1,670 1,464 434 2,064

Kecil 1,978 1,733 1,536 410 2,231

Sedang 2,060 1,794 1,626 310 2,840

Besar 2,291 1,928 1,750 287 3,300

Sumber : Indriaty Indyah S dalam Tim Penulis PS, 1991

Berdasarkan ukurannya, secara umum biji karet yg berukuran sedang memiliki daya kecambah paling baik dibandingkan dengan ukuran lainnya dan daya kecambah biji berukuran besar lebih baik daripada biji ukuran kecil. Melalui pengamatan, biji karet yang memiliki daya kecambah baik adalah yang berkulit luar mengkilap.

Sementara itu, berdasarkan daya lentingnya, biji yang dijatuhkan di ubin dan memantul berarti keadaannya cukup baik.

Cara terakhir untuk mengetahui daya kecambah biji adalah melalui pembelahan.

Pembelahan ini dilakukan dengan metode sample. Sekitar 100 biji karet dari

200 kg biji diambil secara acak dan kemudian dibelah menggunakan batu atau palu. Setelah dibelah, ada 6 (enam) kriteria daya kecambah biji karet yang bisa disimpulkan berdasarkan warna belahannya. Keenam kriteria tersebut sebagai berikut :

• Belahan biji berwarna putih dinilai sangat baik.

• Belahan biji berwarna kekuningan dinilai baik.

• Belahan biji kekuningan agak kehijauan dinilai cukup baik.

• Belahan biji kekuningan berminyak dinilai jelek.

• Belahan biji kekuningan gelap dinilai rusak.

• Belahan biji kecokelatan hingga kehitaman dinilai busuk.

Biji karet yang baik setelah dilakukan pembelahan berwarna putih, tetapi kondisi ini sangat sulit ditemukan. Akan tetapi bila ada warna kekuningan sebanyak 80%

sudah bisa disebut baik.

Perendaman dengan cara memasukkan biji-biji karet ke dalam karung plastik dan selanjutnya merendamnya dalam air bersih selama empat malam. Harus diusahakan karung terendam di dalam air seluruhnya. Karenanya, di atasnya perlu diberi beban. Setelah empat malam terendam, karung diangkat dan ditiriskan, selanjutnya biji-biji tersebut dihamparkan atau dikeringanginkan di atas anyaman bambu di dalam ruangan bersirkulasi udara baik hingga kering. Saat pengeringan di dalam ruang ini tebal hamparan sebaiknya tidak lebih dari 5 cm. Agar terlindung dari infeksi bakteri atau mikroorganisme lainnya, biji-biji tersebut disemprot menggunakan fungisida Actiodane dengan kepekatan 0,05%. Setelah disemprot dan kering, biji karet siap dikirim ke tempat pesemaian yang jaraknya relatif jauh.

Disamping syarat-syarat tersebut di atas untuk mendapatkan biji yang unggul, perlu juga diperhatikan saat pengumpulan biji yaitu antara lain :

1) Biji pungutan pertama jangan diambil, karena tidak diketahui kapan biji-biji tersebut jatuh, kemungkinan biji-biji tersebut sudah jatuh pada beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan sebelumnya, sehingga sudah tidak segar lagi.

2) Tiga atau empat baris tanaman dari pinggir sekeliling kebun bijinya jangan diambil

3) Biji dipungut setiap hari atau dua hari sekali dan

4) Hasil pungutan dua hari harus segera dikirimkan untuk segera disemaikan c. Cara penyemaian benih

1) Keluarkan biji dari pembungkusnya, tebarkan di lantai yang terlindung dari matahari langsung atau segera diangkut ketempat persemaian.

2) Sebelum disemai cucilah biji dengan air untuk membersihakan dari serbuk gergaji dan serbuk belerang karena serbuk belerang dapat merusak biji yang sudah berkecambah.

3) Untuk meningkatkan daya kecambah biji, dapat dilakukan perendaman dengan larutan KNO3 O,2 % bahan aktif selama 24 jam atau dengan air bersih selama 24 jam.

4) Biji selanjutnya didederkan pada media yang sudah disiapkan, dengan cara menekan biji ke dalam tanah, bagian yang rata mengarah ke bawah sedalam sampai ¾ bagian biji.

5) Atur arah tempat keluarnya lembaga mengarah kesatu arah.

6) Jarak tanam antar barisan sekitar 5 cm dan dalam barisan 2-3 cm atau setiap meter dapat didederkan 24 baris biji, satu barisan berisi 35 biji.

7) Bila tidak ada hujan, siram persemaian 2 kali sehari dengan menggunakan gembor.

8) Untuk mencegah biji keluar dari pasir, tutuplah permukaan bedengan dengan potongan daun lalang kering.

Gambar 8. Pengecambahan biji karet pada kotak kayu dan lahan Sumber: Ruangtani.com diakses 18/5/2017

Gambar 9. Cara mendederkan biji karet Sumber : unmura10.blogspot.co.id, diakses, 11/6/2017

 Persemaian perkecambahan harus dipelihara dengan baik agar benih dapat berkecambah dengan baik.

 Penyiraman dilakukan pagi dan sore hari agar bedengan selalu dalam keadaan lembab.

 Penyiraman dilakukan dengan menggunakan alat gembor

d. Seleksi kecambah

Umumnya benih telah berkecambah setelah 10 – 14 hari sejak disemaikan. Benih yang telah berkecambah dipindahkan dimana kondisi kecambah masih pendek, yaitu saat kecambah membentuk daun pada fase “Bayonet”. Pemindahan pada saat demikian akan mengurangi kemungkinan patahnya lembaga dan akar tunggang.