• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelaksanaan Okulasi

PENYIAPAN BAHAN TANAMAN KARET

B. MATERI PEMBELAJARAN

4. Pelaksanaan Okulasi

Okulasi adalah salah satu teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan menempelkan mata tunas dari suatu tanaman kepada tanaman lain yang dapat bergabung (kompatibel) yang bertujuan untuk menyatukan sifat-sifat baik yang dimiliki oleh batang bawah dengan batang atas yang ditempelkan kepadanya.

Tanaman yang bakal ditempel disebut batang bawah yang berdiri di atas akar sendiri. Sedang mata tunas diambil dari kayu okulasi atau kayu entres disebut batang atas.

Prinsip okulasi sama yaitu penggabungan batang bawah dengan batang atas, yang berbeda adalah umur batang bawah dan batang atas yang digunakan sehingga perlu teknik tersendiri untuk mencapai keberhasilan okulasi. Bila bibit yang diokulasi ini ditumbuhkan di lapangan dikatakan tanaman okulasi, sedangkan tanaman asal biji yang di tumbuhkan di lapangan disebut tanaman semai.

Tabel 2 . Kriteria batang bawah yang dapat diokulasi

Tipe Okulasi Umur Batang

Bawah Umur Entres Jenis Mata

Hijau 3-8 bln 1- 3 bln (hijau) Daun atau sisik

Coklat 7-12 bln 6-12 bln (coklat) Daun

Sumber : Setyamidjaja, 1993

 Okulasi hijau dapat dilakukan pada tanaman semaian di polybag, sedangkan okulasi coklat dilakukan pada pembibitan batang bawah di lapangan.

 Mempunyai payung daun yang sehat.

 Tanaman dalam kondisi dorman

 Kulit tanaman tidak lengket.

 Okulasi sebaiknya dilakukan pagi hari antara jam 07.00 - 10.00 WIB, dimusim hujan kecil. Okulasi yang dilakukan pada musim kemarau atau waktu hujan lebat akan menyebabkan okulasi tidak tumbuh atau banyak mati.

a. Cara mengokulasi

1 2

3 4

5 6

Gambar 11. Langkah kerja mengokulasi karet Sumber : mampirkebun.blogspot.co.id

1) Membuat jendela okulasi pada batang bawah

- batang bawah dibersihkan dengan kain lap 10 cm dari permukaan tanah.

- Pada tinggi 7-10 cm dari permukaan tanah buat irisan sejajar dari bawah ke atas sepanjang 5-7 cm, lebar 1,5 cm atau tidak lebih dari sepertiga lingkaran batang yang dilakukan dengan pisau okulasi yang tajam pada kulit.

- Buat irisan mendatar dibagian ujung irisan tegak tadi

- Bagian kulit yang terbentuk karena irisan tadi disebut jendela.

- Jendela dibuka pada saat menempel mata.

2) Mempersiapkan mata tunas dari kayu okulasi mata tunas

Ada 4 jenis mata atau kuncup tidur (Dorman) yang dikenal pada tanaman karet dan satu mata bunga:

 Mata ketiak atau disebut juga mata prima yang ditandai adanya bekas tangkai daun

 berada pada ketiak daun, bila hendak digunakan terlebih dahulu dipangkas daunnya kira-kira 10 hari sebelum dipotong digunakan sebagai mata untuk okulasi coklat.

 Mata burung, yang ditandai adanya tangkai daun rudimenter yang digunakan untuk okulasi hijau.

 Mata sisik : mata yang terdapat dibawah kuncup daun-daun (Flush) atau pada ujung payung daun digunakan untuk okulasi mini.

 Mata bunga : terdapat pada tanaman yang sudah masuk umur berbunga tidak dapat digunakan untuk okulasi bersihkan kayu okulasi yang bakal diambil matanya

Cara pelaksanaannya :

- Sayat kayu okulasi dengan pisau yang tajam.

- Tingggalkan sedikit bagian kayunya.

- Kemudian lepaskan kayu dari kulit yag mengandung mata tunas tadi.

- Bentuklah kulit mata okulasi tersebut dengan pisau sehingga bentuknya sama dengan ukuran atau sedikit lebih kecil dengan jendela.

3) Menempel mata tunas dan membalut jendela

- Bibir Jendela atas dikuak dengan ujung gading yang terdapat pada pisau okulasi dan usahakan agar kambium tidak tersinggung.

- bibir tadi dijepit diantara gading dan ibu jari, lalu ditarik ke arah bawah hingga bibir terbuka seluruhnya.

- Perisai atau mata yang telah tersedia segera ditempelkan pada jendela terbuka tanpa mengadakan pergeseran yang dapat merusak kambium.

- Bibir jendela ditutup kembali sehingga mata/perisai berada diantara kayu dan kulit jendela tadi.

- Segera dibalut dengan pita plastik yang dimulai dari bibir bawah dan berakhir di bibir atas.

- Pembalutan dilakukan sedemikian rupa sehingga air hujan tidak dapat masuk 4) Pemeriksaan okulasi

- Pemeriksaan mata yang hidup dilakukan setelah tiga minggu penempelan mata yaitu dengan jalan membuka pembalut.

- Mata hidup bila kulit yang ditempelkan tetap dalam keadaan hijau - Okulasi tidak jadi bila kulit telah hitam atau coklat

- Pemeriksaaan diulangi 1-2 minggu kemudian

- Bila okulasi tidak jadi boleh diokulasi ulang pada bagian disebelahnya.

5) Memenggal atau penyerongan

- Jika dalam pemeriksaan okulasi ternyata berhasil, tiga hari kemudian batang bawah dipotong dengan gergaji atau golok/parang 10 cm di atas jendela/

tautan ukulasi

- Potongan dibuat miring 45 - 60 °, bagian yang tinggal di atas jendela agar air hujan tidak mengalir ke mata okulasi.

- Setelah dipotong diolesi dengan cat, TB 192 atau lilin cair supaya tidak busuk.

- Sepuluh hari setelah diserong mata okulasi mulai membengkak, tunggu okulasi bisa dipindahkan ke lapangan atau ke dalam kantong plastik yang sudah terisi media

b. Okulasi coklat (Brown Budding)

Yang dimaksud dengan okulasi coklat ialah penempelan mata okulasi yang berasal dari kayu okulasi yang coklat kepada batang bawah yang berumur 4-6 bulan.

 Untuk batang bawah bibit semaian telah berumur 9 - 18 bulan, diameter berkisar ± 2 cm diukur 10 cm di atas permukaan tanah dan tidak berada pada stadium membentuk payung, batang sudah berwarna coklat dan mempunyai 4 - 5 karangan daun

 Kayu okulasi (entres) diambil dari kebun entres, kulitnya berwarna antara hijau tua dan coklat, berdiameter 1,5 - 3 cm

Gambar 12. Batang bawah Sumber : Jambi, litbang pertanian co.id

Gambar 13 . Entres atau batang atas Sumber : agrokomplekskita.com, diakses 20/4/017

c. Okulasi hijau (Green Budding)

Disamping teknik okulasi konvensional atau okulasi coklat dikembangkan pula metoda okulasi hijau kalau dalam okulasi konvensional digunakan batang bawah yang sudah berwarna coklat maka dalam okulasi hijau digunakan mata okulasi dari

entres yang masih berwarna hijau (green budwood). Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam okulasi hijau:

1) Batang bawah

 Semaian biji klonal, berwarna hijau dengan tinggi berkisar 60 cm

 Bibit semaian batang bawah telah berumur 3-8 bulan.

 Diameter batang 1-1,5 cm (sebesar pensil)

 Kulit berada dalam stadia mudah dilepas tidak lengket atau pada stadia daun tua.

2) Batang atas atau entres

 Entres atau kayu okulasi hijau diambil dari kebun entres yang telah berumur 1-3 bulan, diameter 1-1,5 cm dan warnanya masih hijau atau telah terbentuk 1-2 payung

 Untuk memperoleh taruk-taruk hijau, pohon batang atas atau pohon entres dipangkas beberapa cm di atas karangan mata, karena pemangkasan tersebut akan tumbuh sejumlah tunas-tunas dari karangan mata yang dibiarkan tumbuh hingga 5-6 minggu. Tunas-tunas ini segera dipanen sebagai kayu okulasi hijau.

3) Cara mengokulasi

- Membuat jendela berukuran panjang 5-7 cm dan lebar 1-1,5 cm - Penyayatan dilakukan dengan pisau yang tajam dan bersih - Bersihkan pangkal batang dengan kain lap

4) Mempersiapkan mata tunas

- Tunas dipersiapkan sama seperti ukurannya mempersiapkan mata pada okulasi coklat, hanya saja yang berbeda, yaitu disesuaikan dengan lebar jendela, menempel mata dan membalut mata tunas

- Cara menempel mata pada okulasi hijau sama dengan pada okulasi coklat - Tutuplah kulit jendela, lalu balutkan dengan rafia atau pita plastik

5) Pemotongan batang bawah

- Dilakukan setelah 3 minggu diokulasi (awal musim hujan).

- Batang bawah dipotong miring 10 cm di atas tempelan

- Setelah dipotong diolesi dengan ter atau cat

- Tunggul okulasi dapat dipindahkan setelah mata membengkak, biasanya 7 - 10 hari setelah diserong,

- Bila 8 minggu setelah diserong mata tunas belum keluar okulasi tersebut dianggap mati