• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Persepsi

B. Pengertian Wisata

3. Kesiapan Masyarakat Lokal

Terjemahnya:

“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahramnya.” (HR. Bukhari, no. 5233). 21

Kurangnya pemahaman dan persepsi-persepsi masyarakat tentang wisata syariah yang terkadang salah mengartikan wisata syariah tersebut bisa saja berpengaruh terhadap minat berkunjung para wisatawan, ada dua kemungkinan yang akan berpengaruh dengan kurangnya pemahaman wisata syariah membuat mereka semakin berminat untuk mengetahui bagaimana wisata syariah atau akan sebaliknya.

3. Kesiapan Masyarakat Lokal

Kesiapan atau readiness menurut Jamies Dreaver dalam Slameto adalah Preparedness to respond or react. Kesiapan adalah kesediaan untuk memberi respon atau bereaksi. Kesiapan merupakan segenap sifat atau kekuatan yang membuat seseorang dapat bereaksi dengan cara tertentu. Kesiapan adalah keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respon atau jawaban dengan cara tertentu terhadap suatu situasi.” Kemampuan dan kesediaan ini merupakan gambaran dari sikap mental yang banyak dipengaruhi oleh faktor

21 Az-Zabidi, Imam. 2018. Mukhtasar Shahih Bukhari. Indoenesia : Ummul Quro. h71

pengalaman yang diperoleh dari hasil belajar dan kematangan maturity. Akan tetapi kematangan yang dijelaskan oleh Slameto bukanlah suatu kondisi fisik.

Kesiapan dapat dituangkan dalam prinsip-prinsip kesiapan meliputi : a. Semua aspek perkembangan berinteraksi.

b. Pengalaman seseorang mempengaruhi pertumbuhan fisiologi individu.

c. Pengalaman-pengalaman mempunyai efek komulatif dalam perkembangan fungsi kepribadian individu, baik jasmani maupun rohani.

d. Kesiapan dasar untuk kegiatan tertentu terbentuk pada diri sesorang merupakan masa perkembangan pribadinya.

Kesiapan seseorang dipengaruhi beberapa faktor internal, di antarnya faktor usia, sikap mental, pola pikir, wawasan, pengetahuan dan pengalaman-pengalaman yang diperoleh dari hasil proses belajar, baik di sekolah maupun masyarakat. Selain itu faktor-faktor eksternal diantaranya lingkungan dan kultur yang meliputi latar belakang ekonomi, sosial budaya, keluarga, dan lingkungan juga cenderung dapat mempengaruhi kesiapan seseorang.

Jadi, kesiapan merupakan suatu keadaan yang mendorong seseorang secara keseluruhan untuk melakukan reaksi (pekerjaan) secara fisik, mental, pengetahuan maupun denagn keterampilan. Dalam hal ini yang mempengaruhi kesiapan seseorang adalah kematangan, perkembangan, keterampilan berpikir dan adanya motif.

Kesiapan menurut kamus psikologi adalah “tingkat perkembangan dari kematangan atau kedewasaan yang menguntungkan untuk mempraktekkan

23

sesuatu.”22 Menurut Slameto “kesiapan adalah keseluruhan kondisi seseorang atau individu yang membuatnya siap untuk memberikan respon atau jawaban di dalam cara tertentu terhadap suatu situasi dan kondisi yang dihadapi”.23 Dalyono juga mengartikan „kesiapan adalah kemampuan yang cukup baik fisik maupun mental.

Kesiapan fisik berarti tenaga yang cukup dan kesehatan yang baik, sementara kesiapan mental berarti memiliki minat dan motivasi yang cukup untuk melakukan suatu kegiatan”.24 Menurut Oemar Hamalik “kesiapan adalah tingkatan atau keadaan yang harus dicapai dalam proses perkembangan perorangan pada tingkatan pertumbuhan mental, fisik, sosial dan emosional”.25

Berdasarkan beberapa pengertian di atas peneliti dapat menyimpulkan mengenai pengertian kesiapan. Kesiapan adalah keseluruh kondisi seseorang atau individu untuk menanggapi dan mempraktekkan suatu kegiatan yang mana sikap tersebut memuat mental, keterampilan dan sikap yang harus dimiliki dan dipersiapkan sebelum melakukan tindakan tertentu.

Pengertian masyarakat dalam suatu perkembangan daerah, masyarakat bisa dibagi menjadi dua bagian yaitu masyarakat maju dan masyarakat sederhana.

Masyarakat maju adalah masyarakat yang memiliki pola pikir untuk kehidupan yang akan dicapainya dengan kebersamaan meskipun berbeda golongan.

Sedangkan masyarakat sederhana adalah sekumpulan masyarakat yang

22 Chaplin, J.P. 2006. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. h 419 23

Slameto, 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta.h25

24 Dalyono, M. 2005. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.hlm. 52

25 Hamalik, Oemar. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Sinar Grafika hlm. 94

mempunyai pola pikir yang primitif, yang hanya membedakan antara laki-laki dan perempuan saja.

Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama.

Masyarakat yang sesungguhnya adalah sekumpulan orang yang telah memiliki hukum adat, norma-norma dan berbagai peraturan yang siap untuk ditaati. Pada hakekatnya, versi terjemahan apapun yang dipakai, ternyata rujukan berpijaknya bertemu pada pemahaman konseptual yang sama.

Masyarakat mempunyai arti sekumpulan orang yang terdiri dari berbagai kalangan dan tinggal didalam satu wilayah, kalangan bisa terdiri dari kalangan orang mampu hingga orang yang tidak mampu. Seperti; sekolah, keluarga, perkumpulan, Negara semua adalah masyarakat. Masyarakat Sipil (Civil Society), banyak diterjemahkan dengan berbagai macam makna. Civil Society sebagai wilayah-wilayah kehidupan sosial yang terorganisasi dan bercirikan, antara lain;

kesukarelaan (voluntary), kesewasembadaan (self generating), dan keswadayaan (self supporting), kemandirian tinggi berhadapan dengan negara, dan keterikatan dengan norma-norma atau nilai-nilai hukum yang diikuti oleh warganya.

Pada dasarnya istilah manapun yang dipakai tidak menjadi soal sepanjang kita memiliki perspektif, sudut pandang dan pemahaman konseptual yang sama menurut makna istilah yang digunakan. Dalam ilmu sosiologi kita kita mengenal ada dua macam masyarakat, yaitu masyarakat paguyuban dan masyarakat petambayan. Masyarakat paguyuban terdapat hubungan pribadi antara

anggota-25

anggota yang menimbulkan suatu ikatan batin antara mereka. Kalau pada masyarakat patambayan terdapat hubungan pamrih antara anggota-anggotanya.

Unsur-unsur suatu masyarakat:

a. Harus ada perkumpulan manusia dan harus banyak

b. Telah bertempat tinggal dalam waktu lama disuatu daerah tertentu.

c. Adanya aturan atau undang-undang yang mengatur masyarakat untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.

Masyarakat setempat atau masyarakat lokal adalah penduduk Indonesia yang sebagian besar tinggal di pedesaan dan berada di sekitar kawasan hutan, umumnya memiliki pengalaman hidup dan kearifan tradisional dalam mengelola sumberdaya alam sekaligus dalam mendefenisikan kearifan tradisional sebagai pengetahuan kebudayaan yang dimiliki suatu masyarakat tertentu yang mencakup sejumlah pegetahuan kebudayaan yang berkenaan model-model pemnafaatan dan pengelolaaan sumberdaya alam secara lestari.26

Dokumen terkait