Bab 5. Hasil Penelitian dan Pembahasan
5.2 Pembahasan
5.2.2 Kesiapan Remaja Putri menghadapi Menarche
Hasil distribusi frekuensi kesiapan remaja putri menghadapi menarche menunjukkan bahwa kesiapan siswi dalam menghadapi menarche dalam kategori siap sebanyak 49 responden (76,6%) dan kategori tidak siap sebanyak 15 responden (23,4%). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahawa kesiapan yang dimiliki oleh sisi remaja SMP Swasta Nurul „Ilmi Padangsidimpuan dalam kategori siap.
Kesiapan remaja dalam menghadapi menarche itu adalah keadaan yang menunjukkan bahwa seseorang sudah siap baik siap pada keadaan fisik maupun psikologi untuk mempersiapkan segala kemungkinan yaitu dengan datangnya menstruasi pertama kali bagi seorang remaja putri (Proverawati & Misaroh, 2009).
5.2.2.1 Kesiapan fisik remaja putri menghadapi menarche
Menurut Dianawati (2003), dikatakan siap menghadapi menarche apabila telah siap secara fisik yaitu ia telah mempersiapkan dirinya apabila mengalami menarche. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 87,5% atau n = 56 remaja putri
siap secara fisik menghadapi menarche, hal ini dapat diartikan bahwa remaja putri telah mengetahui dan memahami apa saja yang harus disiapkan apabila mengalami menstruasi pertama (menarche). Bentuk perilaku kesiapan fisik remaja putri ini dapat ditunjukkan dengan cara remaja putri menggunakan dan mengganti pembalut ketika mengalami menstruasi pertama (menarche) dan remaja putri juga lebih menjaga kebersihan organ reproduksinya selama menstruasi. Pengetahuan yang baik tentang menarche akan mempengaruhi kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche, hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Indriyani (2008) Hubungan pengetahuan dan sikap murid SD kelas 6 dengan kesiapan menghadapi menarche di Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo, didapatkan hasil p value = 0,000 sehingga dapat dikatakan bahwa kedua variabel independen tersebut memiliki hubungan bermakna dengan kesiapan menghadapi menarche.
5.2.2.2 Kesiapan psikologi remaja putri menghadapi menarche
Menurut Nuraini (2003) menyatakan bahwa siap secara psikologis apabila ia menganggap menstruasi adalah hal yang normal dan merupakan awal dari proses kedewasaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,9% atau n = 39 remaja putri siap secara psikologi menghadapi menarche, hal ini dapat diartikan bahwa remaja putri memahami, menghargai dan menerima adanya menstruasi
pertama (menarche) sebagai tanda kedewasaan seorang wanita. Bentuk perilaku kesiapan psikologi remaja putri ini dapat ditunjukkan dengan cara remaja putri bahagia saat mengalami menstruasi pertama (menarche) karena menganggap dirinya telah menjadi wanita dewasa, sedangkan remaja putri yang tidak siap secara psikologi akan merasa kurang percaya diri dengan perubahan yang terrjadi setelah menstruasi, menganggap menstruasi pertama (menarche) suatu hal yang buruk dan membuat dirinya kotor. Hal ini sejalan dengan pendapat yang dinyatakan oleh Ayu Putu (2013) bahwa Remaja putri yang kurang pengetahuan dan informasi mengenai menstruasi mengatakan menarche merupakan pengalaman yang sangat buruk dan membuat remaja putri panik, takut, traumatis dan malu. Berbagai macam kondisi tersebut menunjukkan bahwa banyak remaja putri yang kurang mempunyai kesiapan dalam menghadapi menarche, karena mereka tidak memiliki pengetahuan dan pemahaman untuk mempersiapkan dirinya masing – masing. Diperkuat oleh teori Suryani (2010), bahwa remaja yang belum siap menghadapi menarche akan timbul keinginan untuk menolak proses fisiologis. Mereka akan merasa haid sebagai suatu yang kejam dan mengancam bisa berlanjut ke arah negatif sedangkan remaja yang telah siap menghadapi menarche mereka akan senang dan bangga karena mereka menganggap dirinya
sudah dewasa secara biologis.
5.2.3 Hubungan Dukungan Keluarga tentang Menstruasi dengan Kesiapan Remaja Putri menghadapi Menarche
Berdasarkan analisa data menggunakan uji Koefisien Korelasi Spearman ditolak ( ,
hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara variabel dukungan keluarga dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,920 menunjukkan korelasi positif dengan kategori sangat kuat.
Dukungan keluarga sangat berpengaruh dalam kesiapan remaja putri menghadapi suatu keadaan seperti datangnya menstruasi pertama. Bila anak tidak diberikan dukungan keluarga baik dukungan emosional, penilaian, instrumental maupun informasional akan berpengaruh terhadap kesiapan remaja putri tersebut dalam menghadapi menarche. Sejalan dengan penelitian Kharunia Khazani (2015) keluarga mempunyai peranan besar dalam memberikan dukungan pada remaja saat akan menghadapi menstruasi pertama. Oleh karena itu keluarga diharapkan dapat memberikan dukungan sehingga remaja merasa nyaman dan tidak takut untuk mengalami perkembangan terutama pada remaja putri yaitu dengan datangnya menstruasi pertama (menarche).
Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan Ali (2009) bahwa peran dan dukungan keluarga sangat penting bagi anggota keluarga yang sedang mengalami masalah kesehatan. Keluarga atau orang tua diharapkan mampu memberikan pengalaman kepada anak dalam berbagi bidang kehidupan sehingga anak memiliki informasi yang banyak dalam menghadapi menarche.
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
1. Sebagian besar siswi remaja SMP Swasta Nurul „Ilmi Padangsidimpuan mendapatkan dukungan keluarga yaitu sebesar 64,1 %.
2. Sebagian besar siswi remaja SMP Swasta Nurul „Ilmi Padangsidimpuan siap dalam menghadapi menarche yaitu 76,6 %.
3. Ada hubungan antara dukungan keluarga tentang menstruasi dengan kesiapan remaja menghadapi menarche di SMP Swasta Nurul „Ilmi Padangsidimpuan dengan = 0,920.
6.2 Saran
1. Bagi siswi dapat menggali dan mencari informasi lebih mendalam tentang kesehatan reproduksi khususnya tentang menarche sehingga lebih siap dalam menghadapi menarche.
2. Diharapkan guru di SMP Swasta Nurul „Ilmi Padangsidimpuan dapat bekerjasama dengan pihak puskesmas untuk mengadakan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi khususnya tentang menarche sedini mungkin sehingga siswi akan lebih memahami dan lebih siap dalam menghadapi menarche.
3. Keluarga diharapkan dapat memberikan dukungan dalam bentuk emosional, penilaian, instrumental dan informasional secara lebih
terbuka dan benar kepada putrinya serta tidak menganggap informasi kesehatan reproduksi khususnya menarche sebagai sesuatu yang tabu.
4. Bagi peneliti atau penelitian selanjutnya diharapkan melakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai sub variabel dari dukungan keluarga yang meliputi emosional, penilaian, instrumental dan informasional lebih detail lagi, agar dapat mengetahui sub variabel dukungan mana yang lebih berpengaruh terhadap kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche, begitu juga dengan sub variabel dari kesiapan remaja putri yang meliputi kesiapan fisik dan kesiapan psikologi.
Achjar, K. A. (2010). Aplikasi Praktis Asuhan Keperawatan Keluarga. Jakarta:
Sagung Seto.
Ali, Mohammad, & Mohammad Asrori. (2004). Psikologi Remaja:
Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Bumi Aksara.
Ali, Z. (2009). Pengantar Keperawatan Keluarga. Jakarta: EGC.
Anurogo, D. (2002). Segala Sesuatu tentang Nyeri Haid. Retrieved May 5, 2017, from http://www.kabarindonesia.com
Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: Rineka Cipta.
Ashriati. (2006). Hubungan antara Dukungan Sosial Orang Tua dengan Kepercayaan diri Remaja Penyandang Cacat Fisik pada SLB – D YPAC Semarang. Skripsi. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung.
Ayu Putu. (2013). Hubungan antara Peran Orang Tua dalam Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja dengan Kesiapan Remaja menghadapi menarche pada siswi kelas VII di SMP N 1 Bergas. Retrieved January 7, 2018, from http://perpusnwu.web.id/karyailmiah/dokuments/3294.docx Ayu, Khairani. (2011). Hubungan antara Komunitas Ibu – Anak dengan Kesiapan
Menghadapi Menstruasi Pertama (Menarche). Skripsi. Semarang : Universitas Diponegoro.
Cunningham. (2012). Obstetri Williams. Jakarta: Kedokteran EGC.
Collins, Jane. (2011). Ensiklopedia Kesehatan Anak. Jakarta: EGC.
Dariyo, Agoes. (2004). Psikologi Perkembangan Remaja. Bogor: Ghalia Indonesia.
Depdikbud. (2003). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Dianawati. (2003). Pendidikan Seks untuk Remaja. Jakarta: Kawan Pustaka.
Fajri, Ayu & Maya Khairani. (2011). Hubungan Antara Komunikasi Ibu-Anak dengan Kesiapan Menghadapi Menstruasi Pertama (Menarche) pada
Siswi SMP Muhammadiyah Banda Aceh. Retrieved May 5, 2017,from http://id.portalgaruda.org
Friedman, Marilyn M. (1998). Keperawatan Keluarga: Teori & Praktik. Jakarta:
EGC.
Friedman, Marilyn M. (2010). Buku Ajar Keperawatan Keluarga: Teori &
Praktik. Jakarta: EGC.
Hani, Ratu Ummu. (2014). Hubungan Dukungan Suami terhadap Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Primipara di Wilayah Kerja Puskesmas Pisangan. Skripsi. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.
Hidayah, Nurul. (2015). Hubungan antara Kelekatan Aman Anak terhadap Ibu dengan Kesiapan Remaja Putri Prapubertas menghadapi Menstruasi Pertama (Menarche). Skripsi. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.
Hidayat, A. Aziz Alimul. (2007). Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika.
_____________________. (2010). Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika.
_____________________. (2014). Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis Data: Contoh Aplikasi Studi Kasus Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika.
Indriyani. (2008). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Murid SD kelas VI dengan Kesiapan Menghadapi Menarche di Kecamatan Kota Barat Kota
Gorontalo. Retrieved January 7, 2018, from
http://isjd.pdii.lipi.go.id/index.php/Search.html?act=tampil&id=10629 Khazani, Karunia. (2015). Hubungan Dukungan Keluarga dengan kesiapan
menghadapi Menarche pada Siswi SD Negeri Tlogoadi Sleman. Skripsi.
Yogyakarta: Sekolah Ilmu Tinggi Kesehatan Aisyiah.
Kusmiran, Eny. (2011). Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta:
Salemba Medika.
Mitayani, & Wiwi Sartika. (2010). Buku Saku Ilmu Gizi. Jakarta: Trans Info Media.
Notoadmodjo, S. (2012). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nuraini, Siti. (2003). Penelitian Kesiapan Remaja Putri Sekolah dasar dalam Menghadapi Menarche Dini Studi Kualitatif pada Siswa SD Islam Al-Azhar 14 Semarang. Skripsi. Semarang : FKM UNDIP.
Nursalam. (2016). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis Edisi 4. Jakarta: Salemba Medika.
Nursalam & Kurniawati, D. (2009). Asuhan Keperawatan Pada Pasien Terinfeksi.
Jakarta: Salemba Medika
Prawirohardjo, Sarwono. (2008). Ilmu Kandungan Edisi 2. Jakarta: Bina Pustaka.
___________________ . (2010). Ilmu Kebidanan Edisi 4. Jakarta: Bina Pustaka.
Proverawati & Misaroh. (2009). Menarche Menstruasi Pertama Penuh Makna.
Jakarta: Mulia Medika
Rositah, Intan. (2015). Hubungan Dukungan Ibu dengan Kecemasan Remaja dalam menghadapi Menarche di RW 05 Kelurahan Kelapa Dua Jakarta Barat. Skripsi. Jakarta. Universitas Esa Unggul.
Santrock. (2003). Adolescence: Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga.
Sarwono, Sarlito W. (1997). Psikologi Remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sarwono, Prairohardjo. (2008). Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Saryono & Waluyo Sejati. (2009). Sindrom Premenstruasi. Yogyakarta: Nuha
Medika.
Setiadi. (2008). Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Siregar, Syofian. (2013). Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif.
Jakarta: Bumi Aksara
Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya Edisi Revisi.
Jakarta: Rineka Cipta.
Smet, B. (1994). Psikologi Kesehatan. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Soetjiningsih. (2010). Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Jakarta:
Sagung Seto.
Sudijono, Anas. (2015). Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Suryani, Eko & Hesty Widyasih. (2010). Psikologi Ibu dan Anak. Yogyakarta:
Fitramaya.
Tamher, Sayuti. (2009). Pengkajian Keperawatan pada Individu, Keluarga dan Komunitas. Jakarta: Trans Info Media.
Tjokronegoro, Arjatmo & Hendra Utama. (1999). Metodologi Penelitian Bidang Kedokteran. Jakarta: FKUI.
Utami, S. (2008). Hubungan Antara Dukungan Sosial (Ibu) Dengan Kecemasan Menghadapi Menarche Pada Remaja Putri Prapubertas. Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia.
http://psychology.uii.ac.id/images/stories/jadwalkuliah/naskahpublikasi-04320265.pdf
WHO. (2017). Adolescent health. Retrieved May 5, 2017, from http://www.who.int
Wiknjosastro. (2006). IlmuKebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.
JADWAL TENTATIF PENELITIAN
NO Aktifitas Penelitian 2017 2018
Apr Mei Jun Jul Agust Sept Okt Nov Des Jan
1 Pengajuan judul penelitian 2 Menyusun BAB 1
3 Menyusun BAB 2 4 Menyusun BAB 3 5 Menyusun BAB 4
6 Menyerahkan proposal penelitian 7 Mengajukan sidang proposal 8 Ujian sidang proposal 9 Revisi proposal penelitian 10 Uju etik penelitian
Uji reliabilitas instrumen Analisis hasil uji reliabilitas 11 Pengumpulan data responden 12 Analisis Data
13 Penyusunan laporan 14 Sidang akhir penelitian
Lampiran 2
LEMBAR PENJELASAN Assalamu‟alaikum wr.wb,
Saya Dedi Satriawan Siregar, mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan S1 Ilmu Keperawatan di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara, saat ini sedang menjalankan penelitian yang berjudul, “Hubungan Dukungan Keluarga tentang Menstruasi dengan Kesiapan Remaja Putri Menghadapi Menarche di SMP Swasta Nurul „Ilmi Padangsidimpuan”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga tentang menstruasi dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche di SMP Swasta Nurul „Ilmi Padangsidimpuan. Adapun manfaatnya yaitu sebagai masukan untuk menambah bahan pustaka serta meningkatkan pengetahuan bagi mahasiswa dan pembaca pada umumnya tentang kesiapan menghadapi menarche. Oleh karena itu, saya mengharapkan Saudara/i untuk ikut berpartisipasi dalam penelitian ini. Saya mengharapkan kerja sama yang baik dan jawaban yang sebenar-benarnya dari Saudara/i.
Informasi yang Saudara/I berikan akan digunakan hanya untuk kepentingan penelitian ini dan tidak akan disebar luaskan ataupun digunakan untuk tujuan yang merugikan Saudari sebagai responden. Identitas Saudari akan dirahasiakan dan tidak akan dipublikasikan dalam bentuk apapun. Kerahasiaan data Saudari akan dijamin sepenuhnya. Jika selama menjalankan penelitian ini
terdapat hal yang kurang dipahami atau terdapat keluhan, silahkan menghubungi saya, Dedi Satriawan Siregar (085270519622).
Demikian informasi ini saya sampaikan. Atas perhatian dan kesediaan Saudara/I untuk menjadi responden dalam penelitian ini, saya ucapkan terimakasih.
Medan, September 2017 Peneliti
Dedi Satriawan Siregar
Lampiran 3
LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN (INFORMED CONSENT)
Dengan menandatangani lembar ini, saya : Nama :
Usia :
Alamat :
Setelah mendapatkan penjelasan penelitian tentang “Hubungan Dukungan Keluarga tentang Menstruasi dengan Kesiapan Remaja Putri menghadapi Menarche di SMP Swasta Nurul „Ilmi Padangsidimpuan“ dengan ini menyatakan BERSEDIA/TIDAK BERSEDIA untuk ikut serta berpartisipasi dengan menjadi objek penelitian.
Padangsidimpuan, September 2017 Yang menyatakan,
( )
Lampiran 4
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TENTANG MENSTRUASI DENGAN KESIAPAN REMAJA PUTRI MENGHADAPI MENARCHE DI
SMP SWASTA NURUL ‘ILMI PADANGSIDIMPUAN
Hari / Tanggal : Pendidikan Orang tua : Petunjuk pengisian kuesioner mengalami masalah yang berhubungan dengan menstruasi
2 Keluarga mau meluangkan waktu saat saya butuh
3 Keluarga meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita ataupun keluhan – keluhan yang ingin disampaikan oleh saya tentang menstruasi
4 Keluarga memberikan rasa nyaman saat saya akan menghadapi menarche b. Dukungan Penilaian
5 Keluarga menerima perubahan sikap dan tingkah laku saya
II. Kesiapan Remaja Putri
membesarkan hati dan memuji saya dalam menghadapi menstruasi
7 Keluarga memberikan motivasi agar tidak cemas menghadapi menstruasi 8 Keluarga memberikan dorongan
kepada saya untuk tetap tenang dalam menghadapi menstruasi
c. Dukungan Instrumental
9 Keluarga merawat saya ketika saya sakit
10 Keluarga memberikan penghiburan saat saya mengalami kesedihan
11 Keluarga menjaga perasaan saya dan berusaha menyenangkan hati saya 12 Keluarga mendampingi saya ketika
sedang sakit pada bagian bawah perut d. Dukungan Informasional
13 Keluarga memberikan informasi tentang masalah yang muncul pada awal menstruasi
14 Keluarga memberikan informasi tentang cara menggunakan pembalut 15 Keluarga memberikan informasi
tentang bagaimana cara mengatasi ketika perut sakit
16 Keluarga memberikan informasi tentang perubahan yang dialami
No Pertanyaan Ya Tidak
a. Kesiapan Fisik
1 Menarche merupakan menstruasi yang terjadi pertama kali pada wanita
2 Saya akan menggunakan pembalut ketika mengalami menstruasi pertama (menarche)
3 Kebersihan organ reproduksi (vagina) harus lebih dijaga selama menstruasi
4 Saya akan mengganti pembalut minimal 3 – 4 kali sehari ketika menstruasi
5 Nanti setelah mengalami menstruasi pertama (menarche) saya menjadi remaja putri yang dewasa b. Kesiapan Psikologi
6 Menstruasi pertama (menarche) membuat saya menjadi kotor
7 Saya bahagia saat mengalami menstruasi pertama (menarche) karena saya akan menjadi wanita dewasa
8 Saya merasa kurang percaya diri dengan perubahan yang akan terjadi setelah menstruasi pertama
9 Menstruasi pertama (menarche) adalah suatu hal yang buruk dan merupakan tanda penyakit tertentu 10 Saya tidak mau menjadi lebih sensitif saat
mengalami menstruasi pertama (menarche)
Lampiran 5
Lampiran 6
No. Usia Usia Menarche Agama Suku Tinggal Dengan Pekerjaan Orangtua Pendidikan Orangtua
1 12 12 Islam Batak Orangtua Wiraswasta SMA
40 13 12 Islam Batak Orangtua Wiraswasta SMA
Lampiran 7
36 1 1 0 0 1 0 0 0 3 2 2 0 0 1 0 1 12
Lampiran 8
37 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 8
Lampiran 9
Std. Deviation 10,063 1,453
Variance 101,256 2,110
Range 41 6
Minimum 6 4
Maximum 47 10
Sum 1803 434
Dukungan_Keluarga
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
Mendukung 36 56,3 56,3 56,3
Tidak Mendukung 28 43,8 43,8 100,0
Total 64 100,0 100,0
Dukungan Penilaian
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Item Statistics
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
Siap 49 76,6 76,6 76,6
Tidak Siap 15 23,4 23,4 100,0
Total 64 100,0 100,0
Kesiapan Fisik
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Item Statistics
Correlation Coefficient 1,000 ,920**
Sig. (2-tailed) . ,000
N 64 64
Kesiapan Remaja
Correlation Coefficient ,920** 1,000
Sig. (2-tailed) ,000 .
N 64 64
Lampiran 10
TAKSASI DANA
Keterangan dana yang telah dipakai dan diperlukan untuk pembiayaan kegiatan mulai dari proses pembuatan proposal sampai dengan pembuatan skripsi.
1. Pembuatan Proposal Dana yang telah dipakai :
a. Photocopy bahan : Rp. 50.000,-
b. Internet : Rp. 50.000,-
c. Kertas A4 80 gram : Rp. 30.000,-
d. Perbanyak proposal : Rp. 50.000,-
e. Konsumsi Dosen Penguji dan Pembimbing : Rp. 200.000,-
f. Dana tak terduga : Rp. 100.000,-
2. Pembuatan Skripsi Dana yang diperlukan :
a. Perbaikan proposal : Rp. 50.000,-
b. Peralatan instrument penelitian : Rp. 200.000,-
c. Kertas A4 80 gram : Rp. 30.000,-
d. Konsumsi Dosen Penguji dan Pembimbing : Rp. 200.000,-
e. Dana tak terduga : Rp. 100.000,-
Total dana : Rp. 1.060.000,-
Lampiran 11
Lampiran 12
Lampiran 13
Lampiran 14
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Dedi Satriawan Siregar
NIM : 111101064
Tempat, Tanggal Lahir : Pudun julu, 29 April 1993
Agama : Islam
Alamat : Jl. Cinta Karya No. 21c Medan Polonia Jenis Kelamin : Laki – laki
Alamat Email : [email protected]
Riwayat Pendidikan : 1. SDN 200512 Salambue (1999 – 2005) 2. SMP Swasta Nurul „Ilmi (2005 – 2008) 3. SMA Swasta Nurul „Ilmi (2008 – 2011) Riwayat Organisasi :
1. Anggota Divisi Danus Forkis Rufaidah F.Kep USU 2012 – 2013 2. Anggota Divisi Pendidikan PEMA F.Kep USU 2013 – 2014
3. Anggota Divisi Tanggap Bencana BSMI SUMUT 2017 – Sekarang