• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesimpulan

Dalam dokumen Dinamika Tata Pemerintahan Daerah Dalam (Halaman 119-138)

Sementara LSM/NGO advokasi politik (KOPEL) dan asosiasi profesi perencana (IAP) lebih memilih posisi sebagai penengah (policy brokers) agar para pihak segera menemukan konsensus untuk legalisasi Ranperda RTRW. Semakin ketatnya kontestasi gagasan dan kepentingan juga disebabkan pengaruh kondisi internal dan eksternal. Kondisi internal yang turut memberi pengaruh besar dalam proses-proses penetapan dan pengesahan kebijakan yakni pendekatan teknokrasi yang dipilih dalam menyusun rencana serta lemahnya kapasitas legislasi institusi DPRD Kota Makassar. Sementara pada pengaruh eksternal datang dari situasi politik Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Tahun 2013 serta perubahan konstelasi pembangunan pesisir pasca terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 122 Tahun 2012 Tentang Reklamasi Di wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil.

Konfigurasi koalisi advokasi aktor ditandai dengan keha- diran kelompok-kelompok, yang kemudian dikonstruksikan menjadi kelompok dengan basis kepentingan berbeda-beda berdasarkan beliefs system masing-masing. Kelompok yang memiliki ide yang sama beraliansi (pro) untuk melawan kelompok yang menentang idenya (kontra). Untuk meningkatkan daya pengaruh kepada proses formulasi kebijakan, berbagai kelompok dengan kepentingan yang sama bergabung ke dalam koalisi- koalisi. Dalam proses formulasi kebijakan, koalisi advokasi mengkompromikan aktor-aktor dari semua subsystem kebijakan.

Advokasi koalisi terdiri dari aktor dari berbagai institusi yang sama-sama memiliki seperangkat keyakinan kebijakan. a). Kelompok Pro Pengesahan RTRW terdiri dari “kelompok eksekutif” dan jajarannya, yang terdiri dari kelembagaan BAPPEDA, Staf Ahli Pemerintah Kota, Konsultan Perencana, & Dinas Tarkim Provinsi Sulsel serta di dukung oleh representasi sektor swasta yakni Kamar Dagang Dan industri (KADIN), b). Kelompok Kontra Pengesahan RTRW terdiri dari DPRD Kota

Makassar, yang dengan pertimbangan berbeda, bersama barisan LSM/NGO advokasi lingkungan yakni Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dan Forum Studi Energi dan Lingkungan (FOSIL). c). Kelompok Penengah (policy brokers), terdiri dari LSM/NGO advokasi politik yakni Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) dan asosisasi profesi Ikatan Ahli Perencana (IAP). Kelompok ini senantiasa mengingatkan perlunya percepatan pengesahan Ranperda RTRW Kota Makassar.

Pembelajaran kebijakan (policy learning) dalam proses formulasi kebijakan RTRW Kota Makassar 2015-2034 ini terdapat pada dinamika keterlibatan (engagement) para pihak dalam mempengaruhi proses kebijakan tersebut, baik pada koalisi pendukung (pro), koalisi penentang (kontra) maupun kelompok penengah (policy brokers). Sekalipun kontroversi ini sekarang bukan lagi menjadi isu yang aktual, namun dinamika yang berlangsung di dalamnya dapat menjadi inspirasi untuk mengkaji kasus-kasus lain dengan konteks yang serupa dengan situasi ini. Pembelajaran kebijakan yang memungkinkan terjadinya proses enrichment (pengayaan) terkait dengan dinamika, kontestasi dan konflik para pihak (stakeholders) dalam proses formulasi kebijakan penataan ruang kota.

Terkait dengan kesimpulan kajian ini, maka terdapat beberapa hal yang dapat disarankan oleh penulis: Pertama, interaksi dinamis yang berujung pada kebuntuan (deadlock)

dalam relasi ekskutif dan legislatif harus segera diakhiri, dengan fokus pada pembahasan Ranperda. Kepentingan-kepentingan politik kepartaian yang bersifat pragmatis, seperti momentum Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Pemilihan Walikota (Pilwalkot), tidak boleh menjadi alasan untuk menunda-nunda proses pembahasan Ranperda RTRW ke tingkat yang lebih lanjut. DPRD Kota Makassar memang perlu mengkritisi pasal-pasal krusial, terutama pada pengaturan tentang pembangunan ruang pesisir. Kondisi eksisting pembangunan ruang pesisir yang kini

di warnai aktivitas penimbunan laut (reklamasi) oleh kalangan investor “kakap” terus berlangsung intensif, massif dan legal, dengan memanfaatkan status quo pengaturan tata ruang.

Kedua, kompleksitas formulasi kebijakan RTRW yang

mengandaikan kehadiran stake-holders di luar negara, memung- kinkan terjadinya konsolidasi kekuatan kelompok-kelompok masyarakat sipil, yang terorganisir sehingga penyatuan isu yang terkait dengan tata ruang dapat membawa pengaruh yang lebih bermakna dalam upaya mendorong percepatan pengesahan Ranperda RTRW Kota Makassar.

Terakhir, demi mendorong terjadinya aktivitas kolektif

terkait dengan aktivitas formulasi kebijakan sebagai praktek pembelajaran kebijakan (policy learning), maka seluruh stake-

holders diharapkan dapat membangun diskursus publik untuk

pengembangan opini dan isu kebijakan tata ruang agar isu publik yang memiliki nilai strategis seperti ini tidak menjadi hak eksklusif pihak-pihak tertentu.[]

A

Abustam 55 A constructive attitude 44 Advocacy Coalition Framework (ACF) 6, 33, 97 Advokasi 7, 8, 18, 28, 30, 31, 32, 34, 37, 51, 76, 78, 83, 97, 98, 104, 107, 114, 117, 118 Amerika Serikat 17, 54 argumentative turn 109 A structured provision of information 45 autoritarian 9

B

Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) 63, 67, 111 Badan Legislasi 73, 74, 75, 88 BAKOSURTANAL 69 BAPPEDA 8, 16, 20, 50, 61, 67,

INDEX

68, 69, 72, 75, 86, 87, 98, 99, 100, 110, 111, 115, 118 basic belief 34 beliefs 19, 51, 62, 67, 117, 118 Biringkanaya Timur 55 Biringkanaya Utara 55 Bound conflict 44 Bungin 19, 20

C

California 17 case study 19

Cassels New Latin Dictionary 23

civic engagement 62, 70

civil society organization (CSO) 10

claiming 114

collective learning 39 comprehensive 12, 19

D

Das Sein 59 Das Sollen 59 data collection 20 data display 20 data reduction 20 Daya 59 decision makers 25 Desember 16, 77 Deutsch 38

Dinas Tata Ruang & Permukiman 8, 65, 100 DPRD 8, 16, 49, 51, 56, 70, 71, 72, 73, 74, 75, 76, 77, 78, 79, 80, 81, 82, 83, 84, 87, 88, 89, 90, 91, 92, 99, 100, 101, 102, 103, 104, 105, 107, 111, 114, 116, 118, 119 drawing 20 Dunn 23, 25

E

elitism 26 equity 11, 13 Experiencing mutual dependence 44

F

fair 13 Feed Back 43 Fitria 38, 39, 40 Fort Rotterdam 74

Forum Studi Energi dan Lingkungan (FOSIL) 16, 119 forward thinking 11 Friedmann 40

G

goals 24, 112

good urban governance 10, 58 good urban management 11 governance 5, 10, 11, 46, 58, 84 government 5, 10, 25, 65 Gowa 71, 75

gradual and incremental change 30 grass-roots 105, 115 guiding values 24

H

Harian Cakrawala 16 HB. Amiruddin Maula 57 H.M. Daeng Patompo 53, 54, 56 holistik 11, 73

I

Ikatan Ahli Perencana (IAP) 8, 16, 51, 77, 107, 114, 119 Ilham Arief Sirajuddin 57 illstructured problem 25 Ilmu Adminsitrasi Publik 18 ilmu sosial 24 indepth interview 19 Indonesia 2, 12, 14, 16, 55, 63, 71, 77, 82, 106, 116, 119 infleksibilitas 39 Inggris 23

interactive model 20

Involvement of all relevant parties 45 iron triangle 34, 50 Ir. Sutami 54 issue 25, 40, 46 ITB 54

J

Jancy Raib 57 Jenknis-Smith 29

K

KADIN 8, 16, 50, 65, 77, 101, 116, 117, 118 Kemendagri 75 Kementerian PU 69 key informan 19

Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) 8, 16, 51, 106, 119 Komunikasi 2, 43 Kotamadya 54, 55, 56

L

leading sector 72, 98, 110 Lisdiyono 13 local resources 9, 58

M

Makassar 5, 6, 7, 8, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 50, 51, 53, 55, 57, 58, 59, 60, 61, 62, 64, 65, 66, 67, 68, 69, 70, 71, 72, 73, 74, 75, 76, 77, 78, 79, 80, 81, 82, 83, 84, 85, 86, 87, 88, 89, 90, 91, 94, 98, 99, 100, 101, 102, 103, 104, 105, 106, 107, 109, 110, 111, 115, 116, 117, 118, 119, 120 Malik B. Masry 57 Mamminasata 58, 65, 100 Manggala 59 Manurung 17, 28, 29, 31, 33, 34, 35, 36, 37 Mariso 55 Maros 71, 75 Marxism 26 master plan 53, 54, 56, 85 Miles dan Huberman 20 mistrust 39 models 24 moderately structured problem 25 Mr. Anderson 54 Muluk 10 Mustopadidjaja 24

N

Nevada 17 NGO 51, 65, 66, 69, 76, 78, 83, 107, 111, 114, 117, 118, 119 November 16, 66, 67, 86 Nugroho 23, 25

O

objectives 24, 40

orde baru 5, 9

P

panacea 9 Panakukkang 55 Pansus 79, 80, 81, 82, 83, 91, 92 paradigm 24 Parsons 39, 40 Partai Demokrat 74 Partai Golkar 74 planning theory 38 pluralism 26

Policy-oriented learning (POL) 40

power approachhes to policy making 25

principles 24 progress report 20

public choise approach 26 Putra 10, 24, 25, 29

R

Ranperda 8, 49, 72, 73, 74, 75, 76, 78, 79, 80, 81, 82, 83, 85, 88, 89, 90, 91, 92, 94, 99, 100, 101, 102, 103, 104, 105, 106, 107, 111, 112, 116, 117, 118, 119, 120 rational comprehensive planning 12 recall 103 Reklamasi 82, 91, 92, 118

Rencana Induk Kota (RIK) 54, 56

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 5, 15, 60, 63, 72, 76, 82, 90, 98, 99, 109, 110 Rencana Umum Tata Ruang

Kota (RURTK) 56 rigid 24, 29

ruang terbuka hijau (RTH) 15, 66

S

Sabatier 17, 34, 35, 36, 37, 39, 40, 41, 43, 45 self-contained 39 self-oriented 39 self relience 10 self-sealing 39 Setiawan 12, 13, 48 Singgle-Loop Learning 39 stakeholders 5, 13, 17, 18, 27, 38, 40, 41, 43, 44, 45, 61, 62, 63, 69, 84, 91, 93, 94, 101, 103, 109, 111, 112, 114, 117, 119 state-centric 28, 29, 31 state of the art 20 status quo 120 Suciati 13, 47 Sulawesi 8, 14, 17, 19, 58, 65, 68, 73, 74, 80, 81, 90, 100, 101, 104, 106, 107, 114, 118 Sulawesi Selatan 8, 17, 19, 58, 65, 68, 73, 74, 80, 81, 90, 100, 101, 104, 107, 114, 118

Suwahyo 57 Suwitri 17

T

Takalar 71, 75 Tamalanrea 59 Tanjung Bunga 59 technocratic approach 16, 50 Teknokrat 84

term of reference (TOR) 67 Tikson 10, 27, 28, 46 Tribun Timur 16

U

Ujung Pandang 15, 53, 54, 55, 56, 57 Unhas 54

W

Waduk Kedungombo 85

Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) 8, 16, 51, 104 Weible & Sabatier 17

well structured problem 25 Wibawa 23

Y

Adshead, Maura (2011) “An Advocacy Coalition Framework

Approach to the Rise and Fall of Social Partnership”,

Irish Political Studies, Vol. 26, No. 1, February 2011(73–93), (Diakses 30 Juli 2012)

Ainuson, Kweku (2009) “An Advocacy Coalition Approach To Water Policy Change In Ghana: A Look At Belief Systems

And Policy Oriented Learning” Journal of African Studies and Development Vol.1(2) December, 2009 (016-027), (Diakses 30 Juli 2012)

Abramson, Daniel B. (2008) ”Urban Planning in China: Continuity and Change”, Journal of the American Planning Association, Spring 2006, Vol. 72, No. 2 : (197-215) (Diakses 22 Juli 2012) Bungin, Burhan (2003) Analisa Data Kualitatif, Edisi Revisi,

Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada

Colebatch, H. K, (2009) “Governance As A Conceptual

Development In The Analysis of Policy”, Critical Policy Studies, Vol. 3, No. 1, April 2009 : (58-67) (Diakses 22 Juli 2012)

Dunn, William N. (1995) Analisis Kebijaksanaan Publik, (Terj.) Muhadjir Darwin, Yogyakarta : Hanindita Graha Widya. Fitria, Nur. 2011. “Peran Policy Oriented Learning dalam Kebijakan

Publik” http://capcustapibecus.blogspot.com/2011/03/ peran-policy-oriented-learning-dalam.html (Diakses 11 Juli 2013)

Hardiman, F. Budi (2010) “Etika Politik Habermas”, Seri Makalah Kuliah Umum, www.salihara.org, (Diakses 19 Mei 2011). ... (2009) Demokrasi Deliberatif, Yogyakarta :

Kanisius

Kusdamayanti (2008) Dominasi Negara Dalam Pengelolaan Hutan : Menggugat Kebijakan Pola Kemitraan Dalam Pengelolaan Hutan Dari Perspektif Kebijakan Deliberatif. Disertasi (Tidak Dipublikasikan). Program Doktor Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang

Kusumanegara, Solahuddin (2010), Model dan Aktor Dalam Proses Kebijakan Publik, Yogyakarta : Gava Media

Lin, Yanliu & Muelder, Bruno De (2011) ”The Role Of Key Stakeholders In The Bottom-Up Planning Processes of

Guangzhou, China”, Journal of Urbanism, Vol. 4, No. 2, July 2011 : 175–190, (Diakses 22 Juli 2012)

Lisdiyono, Eddy. 2008. Legislasi Penataan Ruang : Studi Tentang Pergeseran Kebijakan Hukum Tata Ruang Dalam Regulasi Daerah Di Kota Semarang. Disertasi (Tidak Dipublikasikan), Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Diponegoro Leydin, Hubertus (2011) Analisis Stakeholders Dalam Proses

Formulasi Kebijakan Pemekaran Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat. Tesis (Tidak Diterbitkan).

Magister Studi Kebijakan Program Pascasarjana UGM

Manurung, Netty Herawati (2005) Koalisi Advokasi dan Perubahan Kebijakan : Studi Terhadap Kebijakan Pelepasan Secara Terbatas Kapas Transgenik di Sulawesi Selatan. Tesis (Tidak Dipublikasikan) Program Studi Ilmu Politik Fakultas ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Sekolah Pascasarjana UGM

Mattaliu, Abd. Razak dan Pallawa A. (1997) H.M. DG. Patompo

; Biografi Perjuangan, Makassar : Yayasan Pembangunan

Indonesia.

Milles, Matthew B. & Huberman, Michael (1992) Qualitative Data Analysis : A Source Book of New Methods, NY : SAGE Publication

Muluk, M. R. Khairul (2010) Menggugat Partisipasi Publik Dalam Pemerintahan Daerah, Malang : LPD FIA Unibraw & Bayu Media Publishing.

Mustopadidjaja AR (2002) ”Perwujudan Dimensi-Dimensi

Utama Dalam Sistem Dan Proses Manajemen Kebijakan

Publik”, Makalah Pada Seminar Nasional ”Penguatan

Administrasi Publik dalam Rangka Good Governance”, 12 Juni 2002, Makassar : STIA LAN & Persadi Sulawesi Selatan.

Nurani, Farida (2009) ”Model Advocacy Coalition Framework (ACF) Dalam Analisis Subsistem Kebijakan Pada Formulasi Kebijakan, Makalah Pada Konferensi Administrasi Negara (KAN) II, 08-09 Mei 2009, Surabaya : FISIP Unair.

Nugroho, Riant (2011) Public Policy ; Dinamika Kebijakan- Analisis Kebijakan-Manajemen Kebijakan, Jakarta : Elex Media Komputindo.

Putra, Fadillah (2009) Senjakala Good Governance, Malang : Pustaka Avveroes

.---(2001) Paradigma Kritis dalam Studi Kebijakan Publik, Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Rusdi, Muhammad. 2008, “Paradoks Pilihan Kebijakan Upah Minimum Dalam Konteks Politik Pembangunan Berbasis

Efisiensi dan Pertumbuhan Ekonomi”, Jurnal Aplikasi

Manajemen, Vol. VI No. 3 (344-350).

Sabatier, Paul & Wible, Chistopher W. (2007) ”A Guide to Advocacy Coalition Framework”, Dalam Fischer, Frank,

Gerald J. Miller and Mara S. Sidney Eds. Handbook of Public Policy Analysis : Theory, Politics and Methods, Boca Raton : CRC Press

Santoso, Purwo (2004) Pembaruan Kebijakan Publik : Menuju Kebijakan Berbasis Masyarakat, Jurnal Populasi, 2004, 15 (1) : (1-16)

Setiawan, B. (2005) ”Hak Masyarakat Dalam Proses Penyusunan Dan Implementasi Kebijakan Tata Ruang”, Forum

Perencanaan Pembangunan - Edisi Khusus, Januari 2005 : (17-23)

Suciati (2006) Partisipasi Masyarakat Dalam Penyusunan Rencana Umum Tata Ruang Kota Pati, Tesis (Tidak Dipublikasikan), Program Studi Magister Teknik Pembangunan Wilayah dan Kota Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Stiglitz, Joseph E. (2008) Government Failure vs Market Failure:

Principles of Regulation, London : Cambridge University Press

Suwitri, Sri (2011) “Jejaring Kebijakan Publik : Kerangka Baru

Penyelenggaraan Pemerintahan”, Pidato Pengukuhan

Guru Besar Dalam Ilmu Administrasi Publik FISIP UNDIP, 13 April 2011, Semarang

...(2008) “Jejaring Kebijakan Dalam Perumusan Kebijakan Publik : Kajian Tentang Perumusan Kebijakan Penanggulangan Banjir Dan Rob Pemerintah Kota

Semarang”, Delegasi : Jurnal Ilmu Administrasi, Vol. VI

No. 3, Januari 2008 : (01-28)

Tikson, Deddy T. (2002) ”Good Governance Dan Pembangunan

Daerah”, VISI : Jurnal Ilmu Administrasi, Vol. I No. 1 : (01-

20)

Wibawa, Samodra (2011) Politik Perumusan Kebijakan Publik, Yogyakarta : Graha Ilmu

Wulandari (2005), ”Kisah Perjuangan Forum Masyarakat

Majalaya Sejahtera (FM2S) Dalam Menetukan Masa Depan Kotanya : Kasus Advokasi Hak Warga Majalaya Untuk Terlibat Dalam Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang

Kota Majalaya 2000-2010”, Makalah Disajikan Dalam

Training of Trainers Kelompok Masyarakat Peduli Tata Ruang Bedetabek, 7 Desember 2005

Winarno, Budi (2003) Kebijakan Publik ; Teori dan Proses, Yogyakarta : Gaya Media

Dokumen-Dokumen Publik

1. Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Derah

2. Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang

Dan Tata Cara Peran Masyarakat Dalam Penataan Ruang 4. Peraturan Menteri PU No. 17/PRT/M/2009 Tentang

Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota 5. Perturan Daerah No. 9 Tahun 2009 Tentang Rencana Tata

Ruang Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2009-2029

Pustaka Online

RTRW Makassar Mandek di Bakosurtanal.

h t t p : / / b a h a s a . m a k a s s a r k o t a . g o . i d / i n d e x . p h p / p e m b a n g u n a n / 7 0 9 - r t r w - m a k a s s a r - m a n d e k - d i - bakonsultanal

Rp1,5 miliar habis, konsultasi Perda RTRW belum dilakukan http://www.bisnis-kti.com/index.php/2011/02/rp15-miliar-

habis-konsultasi-perda-rtrw-belum-dilakukan/

Kadin Makassar Desak Pemkot Rampungkan RTRW. http:// www.regionaltimur.com/index.php/kadin-makassar- desak-pemkot-rampungkan-rtrw/

Aktivis Lingkungan Sebut Makassar Gagal Jadi Green City. h t t p : / / m a k a s s a r . t r i b u n n e w s . c o m / m o b i l e / i n d e x .

php/2012/11/10/aktivis-lingkungan-sebut-makassar- gagal-jadi-green-city

Syarat RTH Sulit Terpenuhi

http://fajar.co.id/read-20110508205250-syarat-rth-sulit- terpenuhi

Dewan Sulit Garansi Ranperda RTRW Tuntas

h t t p : / / b e r i t a k o t a m a k a s s a r . c o m / i n d e x . p h p / m e t r o - makassar/1584-dewan-sulit-garansi-ranperda-rtrw- tuntas.html?device=desktop

DPRD Tolak Tetapkan RTRW http://cakrawalaberita.com/metro-makassar/dprd-tolak- tetapkan-rtrw RTRW Terkendala di Pansus http://www.beritakotamakassar.com/index.php/metro- makassar/2455-rtrw-terkendala-di-pansus.htm

Revisi Perda RTRW - Kota Makassar Makin Semrawut

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/ view/476656/

Kopel Sebut Pemkot Abaikan UU Soal Lambatnya RTRW http://cakrawalaberita.com/metro-makassar/kopel-sebut-

pemkot-abaikan-uu-soal-lambatnya-rtrw Ranperda RTRW Tertunda Lagi

http://cakrawalaberita.com/metro-makassar/ranperda-rtrw- tertunda-lagi

Revisi RTRW Tertunda, Ekonomi Tersendat

http://cakrawalaberita.com/metro-makassar/revisi-rtrw- tertunda-ekonomi-tersendat

Andi Luhur Prianto. Penulis menyelesaikan pendidikan pada Program Sarjana Ilmu Pemerintahan dan Program Magister Administrasi Pembangunan, Konsentrasi Kebijakan Publik di Universitas Hasanuddin, Makassar. Pernah bekerja pada program-program berbasis donor internasional, seperti (1). PNPM-Mandiri Perkotaan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia, (2). Coral Reef Rehabilitation and Management Program-Phase II

(COREMAP-Phase II) oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, serta (3). Program Menuju Indonesia Hijau (MIH), di bawah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia.

Telah menghasilkan beberapa publikasi, seperti pada Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan, Jurnal Borneo Administrator (Terakreditasi LIPI), serta Jurnal Bisnis dan Birokrasi (Terakreditasi Dikti). Penulis juga menjadi bagian dari penulisan Buku “Citizen Participation in Selected Governance of

Asia Pacific Countries” oleh Asia Pacific Society for Public Affairs

(APSPA) dan Jusuf Kalla School of Government, UMY (2015) serta

penulisan Buku “Ijtihad Politik Muhammadiyah : Politik Sebagai Amal Usaha, Jusuf Kalla School of Government, UMY dan Pustaka Pelajar (2015).

Pada bidang tata kelola jurnal, penulis terlibat sebagai

reviewer pada beberapa jurnal, seperti (1) Otoritas : Jurnal

Ilmu Pemerintahan, Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Muhammadiyah Makassar, (2). CosmoGov : Journal

of Government Science, Departemen Ilmu Pemerintahan FISIP

Universitas Padjajaran, Bandung (3). Journal of Government : Kajian Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas 17 Agustus 1945, Jakarta, dan (4). Asian Political Science Review (APSR), Political

Science Association of Kasetsart University, Thailand.

Penulis saat ini aktif pada beberapa asosiasi profesi keilmuan, seperti ; Asosiasi Dosen Ilmu Pemerintahan Seluruh Indonesia (ADIPSI), Asosiasi Ilmu Pemerintahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AIPPTM), Kesatuan Program Studi Ilmu Pemerintahan Se Indonesia (KAPSIPI) serta Asia Pacific

Society for Public Affairs (APSPA).

Di bidang sosial kepemudaan, penulis menjadi Sekretaris Umum Majelis Sinergi Kalam (Masika) ICMI Orwil Sulsel (Tahun 2014-2017) serta pernah menjadi pengurus Bidang Ideologi dan Politik DPD KNPI Sulawesi Selatan (Tahun 2010-2013).

Di bidang pendidikan dan pengajaran, penulis memiliki pengalaman sebagai dosen tidak tetap pada Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Hasanuddin (tahun 2005-2006) serta Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin (2014-2015). Sejak tahun 2007, penulis diangkat menjadi dosen tetap pada program studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar.

Saat ini penulis masih mengemban amanah sebagai Ketua Jurusan/Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Makassar.

Dalam dokumen Dinamika Tata Pemerintahan Daerah Dalam (Halaman 119-138)

Dokumen terkait