• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan mengenai analisis pengaruh atribut produk dan bauran promosi terhadap minat beli sebagai berikut :

1. Terlihat bahwa thitungkoefisien atribut produk adalah 3.709, Sedang ttabel

bisa dihitung pada tabel t-test, dengan α= 0.05, karena digunakan hipotesis dua arah, ketika mencari ttabel, nilai α dibagi 2 menjadi 0.025 dan df =77 (didapat dari rumus n-k-1, dimana n adalah jumlah data dan k adalah jumlah variabel independen). Didapat ttabel adalah 1.991. Variabel atribut produk memiliki nilai p-value 0.000<0.05 artinya signifikan, sedangkan thitung>ttabel, (3.709>1.991), maka Haditerima dan Hoditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa koefisien atribut produk secara parsial berpengaruh signifikan terhadap minat beli.

2. Terlihat bahwa thitung untuk bauran promosi adalah 2.977, sedangkan ttabelbisa dihitung pada tabel t-test, dengan α = 0.05, karena digunakan hipotesis dua arah, ketika mencari ttabel, nilai α dibagi dua menjadi 0.025, dan df = 77. Didapat ttabeladalah 1.991. Variabel bauran promosi memiliki nilai p-value 0.004<0.05 artinya signifikan, sedangkan

thitung>ttabel, (2.977>1.991), maka Ha diterima dan Hoditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa koefisien bauran promosi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap minat beli.

3. Sedangkan hasil uji F menunjukkan bahwa secara simultan (bersama-sama) berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Perhitungan statistik menghasilkan F=84.139 (lebih besar dari Ftabel=3.115). Dalam uji koefisien determinasi diperoleh hasil bahwa R Square sebesar 0,686 atau 68,6%. Hal diatas menunjukkan bahwa variabel atribut produk dan bauran promosi secara simultan berpengaruh terhadap minat beli sebesar 68,6%, selebihnya 31,4% (100%-68,6%) ditentukan atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam analisa atau penelitian regresi ini.

B. Implikasi

Dari hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa terdapat pengaruh yang kuat antara atribut produk (X1) dan bauran promosi (X2) terhadap minat beli (Y) produk handphone Nokia di Indonesia. Maka implikasi penelitian ini adalah untuk memberikan bahan masukan atau pertimbangan bagi perusahaan handphone Nokia yang berada di Indonesia (khususnya) dalam rangka pengembangan produk dengan berbagai macam atribut dan pengembangan strategi pemasaran dalam menghadapi persaingan pasar yang sangat ketat.

Selain itu juga agar dapat memotivasi perusahaan untuk dapat lebih baik lagi dalam menarik perhatian konsumennya serta sebagai bahan informasi dalam mengetahui besarnya pengaruh atribut produk (X1) dan bauran promosi (X2) terhadap minat beli (Y) produkhandphoneNokia di Indonesia.

C. Saran

Nokia merupakan produsen ponsel dengan pangsa pasar terbesar didunia. Di tanah air, Nokia juga merupakan pemain terbesar mengungguli para pemain lainnya seperti Sony Erricson, Samsung, LG dan lain-lain. Tidak bisa dipungkiri bahwa Nokia dan Blackberry adalah dua buah merek handphone yang sedang marak digandrungi masyarakat Indonesia saat ini untuk jenis smartphone. Nokia pertama kali memperkenalkan produksmartphone melalui handphone E series. Sementara Blackberry muncul di Indonesia melalui paket penjualan bekerja sama dengan provider telekomunikasi yang sudah ada di Indonesia seperti, Telkomsel, Indosat, dan XL. Masing-masing perusahaan mengeluarkan fitur-fitur andalannya untuk dapat merebut pasar ponsel di Indonesia. Namun sayangnya Nokia E series dan Blackberry hanya dapat dinikmati oleh masyarakat kalangan menengah keatas karena harganya yang relatif mahal dibanding ponsel yang ada di pasaran. Desainnya banyak ditiru merek handphone lain dari Cina. Walaupun begitu Nokia dan Blackberry memiliki strategi masing-masing untuk menghadapi pesaingnya.

Secara garis besar, strategi pemasaran Nokia didasarkan pada dua faktor kunci. Yang pertama adalah mendesain beragam jenis ponsel untuk semua jenis segmen pasar. Artinya ia menjalankan strategi multi product for multi market segment. Kalau kita amati, semua kelas ponsel, mulai dari kelas low end hingga kelas high end dimasuki oleh produk Nokia. Dengan strategi ini maka Nokia bisa melakukan penetrasi ke semua lapiran pasar ponsel di tanah air. Faktor kedua adalah desain produk yang memang menarik dan elegan. Kalau kita perhatikan hampir semua produk ponsel Nokia memiliki desain yang menarik dan relatif disukai oleh pasar. Sebagian besar ponsel Nokia memiliki jenis batangan, jenis ponsel yang memang relatif disukai oleh pengguna ponsel di tanah air. Dan bukan jenis clamshell atau keong. Selain menarik dan elegan, produk Nokia juga relatif memiliki tingkat keawetan yang bagus. Artinya ponselnya tahan banting sehingga bisa digunakan dalam waktu relatif lama.

Tentu saja Nokia harus terus melakukan inovasi produk agar bisa terus menguasai pangsa pasar ponsel di Indonesia. Kalau lalai atau lamban melakukan inovasi, produknya pasti akan segera tergilas. Kita ingat dulu Motorola pernah berjaya dalam pasar ponsel di tanah air, namun sekarang meredup. Demikian juga ponsel merk Siemens, dulu sempat disukai oleh pasar, tapi sekarang hilang. Semua ini terjadi karena mereka gagal melakukan inovasi, dan terlambat melakukan perubahan untuk merespon dinamika perkembangan pasar. Agar terus berjaya, Nokia harus selalu mendesain strategi

pemasaran yang akurat dan jitu. Nokia juga selalu berinovasi dengan mengeluarkanhandphoneterbaru yang berkualitas dan dapat memenuhi semua kebutuhan masyarakat saat ini. Nokia juga harus menjalin kerjasama dengan provider-provider lain atau menjalin networking dengan perusahaan lain agar tidak tergeser olehsmartphonelain.

Dalam penelitian ini terdapat kelemahan yang dapat diperbaiki pada penelitian selanjutnya. Variabel atribut produk dan bauran promosi tidak dibahas secara detail atau secara satu persatu, sehingga hasil yang diperoleh tidak mewakili hasil indikator variabel yang diteliti.

Disamping itu dalam penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan populasi dan sampel yang lebih luas, tidak terbatas dikalangan mahasiswa saja. Pemberian alternatif jawaban responden perlu diperbaiki agar tiap responden hanya dapat memiliki 1 (satu) dari banyak alternatif jawaban yang ada.

Dokumen terkait