• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

1. Seluruh pengambil keputusan memiliki perhatian besar dan komitmen terhadap pengembangan program desa siaga aktif di Kabupaten Langkat. Mereka juga dapat memahami bahwa program desa siaga memiliki manfaat yang luas, baik secara moneter maupun sosial. Dukungan moril dan pembiayaan melalui APBD juga diberikan oleh Asisten II, Komisi II DPRD dan TAPD Kabupaten Langkat terhadap program ini, kekurangan selama ini hanya koordinasi diantara pengambil keputusan.

2. Penelitian ini membuktikan bahwa manfaat yang diperoleh lebih besar dari biaya yang sudah dikeluarkan untuk pengembangan program desa siaga aktif di Kabupaten Langkat selama tahun 2007-2011. Biaya yang sudah dikeluarkan berjumlah Rp.1.051.951.200,00 sedangkan nilai manfaatnya mencapai Rp. 2.207.406.200,00 ditambah dengan manfaat sosial yang tidak dapat ditentukan nilai moneternya.

3. Perhitungan benefit cost ratio dengan discount rate 12% dan 15% menghasilkan nilai 2,20 dan 2,19 untuk seluruh desa siaga aktif, artinya program ini layak dikembangkan di Kabupaten Langkat. Desa padang Cermin dan Telaga Jernih memiliki nilai BCR, NPV dan IRR sesuai dengan yang diharapkan.

6.2 Saran

1. Dinas Kesehatan diharapkan bertindak proaktif dalam melakukan percepatan terhadap pengembangan program desa siaga aktif. Dapat dilakukan dengan advokasi dan penyusunn kebutuhan anggaran yang dilengkapi justifikasi untuk meyakinkan Komisi II DPRD dan TAPD Kabupaten Langkat untuk Tahun Anggaran 2013 dan seterusnya, sehingga seluruh biaya yang diperlukan dapat dipenuhi melalui APBD, mengingat capaian saat ini masih jauh dari SPM yang sudah ditentukan.

2. Dinas Kesehatan dan Puskesmas diharapkan dapat mengoptimalkan fungsi petugas penyuluh kesehatan masyarakat sebagai fasilitator pengembangan desa siaga aktif pada setiap kecamatan, melakukan pelatihan dan sharing informasi secara berkala untuk meningkatkan motivasi kerja dan penyegaran suasana. Reward juga perlu disiapkan sebagai bentuk penghargaan atas kerja yang sudah dilakukan.

3. Dinas Kesehatan diharapkan dapat menyusun komitmen bersama dengan seluruh Camat untuk mengaktifkan program desa siaga ini pada wilayah kerja mereka masing – masing yang disertai dengan reward.

4. Penelitian ini masih bersifat satu arah dan belum memiliki kelompok kontrol, disarankan untuk penelitian selanjutnya menggunakan kelompok kontrol guna memperkaya pembahasannya.

DAFTAR PUSTAKA

Azwar,Azrul., 1994. Pengantar Administrasi Kesehatan, Edisi ketiga, Ciputat, Tangerang : Binarupa Aksara

Depkes RI., 2007. Buku Paket Pelatihan Kader Kesehatan dan Tokoh dalam Pengembangan Desa Siaga.

___________, 2006. Kebijakan Desa Siaga Mendukung Masyarakat Mandiri untuk Hidup Sehat, Jakarta.

___________, 2006. Pedoman Pengembangan Desa Siaga, Jakarta.

___________, 2008. Juknis Pemanfaatan Dana Bantuan Sosial Operasional Poskesdes, Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat, Jakarta.

___________, 2008. Peraturan Menteri Kekesehatan RI No. 741/MENKES/PER/VIII/2008 tentang SPM Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota, Jakarta : Biro Hukum dan Organisasi, Sekretaris Jenderal

___________, 2009. Revitalisasi Promkes Mencegah Beban Kesehatan Menjadi Besar dan Berat, Jakarta : Pusat Promosi Kesehatan RI

De Neufville, R., 1990. Applied System Analysis; Enginering Planning and Technology Management : Mc.Graw, Hill., Inc.

Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat., 2011. Profil Kesehatan Kabupaten Langkat Tahun 2010

Drummond.M.F.,1980, Principles of Economic Appraisal in Health Care, Oxford University Press.

Gani, Ascorbat., 1994. Aspek Ekonmi Pelayanan Kesehatan., Cermin Dunia Kedokteran., Edisi Khusus No.90.

Hafidh, Aula Ahmad, SF., 2010. Cost Benefit Analysis., Modul Mata Kuliah Evaluasi Proyek, Universitas Negeri Yogyakarta.

Klarman, Hebert e. J. O, Prancis and G.D. Rosenthal., 1968. Cost Effectiveness Analysis Applied to the Treatment of Chronic Renal Desesa., Medical Care., 6., pp., 48-54.

Kemenkes RI., 2011. Suplemen Desa dan Kelurahan Siaga Aktif, Jakarta : Pusat Promosi Kesehatan RI

___________, 2010. Petunjuk Teknis Penghitungan Biaya Pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif, Jakarta : Pusat Promosi Kesehatan RI ___________, kerjasama dengan Kemendagri RI., 2010. Kepmenkes RI No.

1529/MENKE/SK/X/2010 tetang Pedoman Umum Pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif

Kurniawan Arif, haris Budi Widodo, Siti Murhayati., 2008, Analisis Keberhasilan Proses Program Desa Siaga di Desa Penolih, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jurnal Pembangunan Pedesaan Vol 7 No.3, des 2007 – Maret 2008.

Lubis, Ade Fatma., 2009. Ekonomi Kesehatan, Medan : Universitas Sumatera Utara

Murti, Bisma dkk., 2006. Perencanaan dan Penganggaran untuk Investasi Kesehatan di Tingkat Kabupaten dan Kota, Yogyakarta : UGM Press Makkasau Kasman., 2009. Economic Lost Application Methode for Health

Advocasi., Dinas Kesehatan Kota Ternate.

Mills, Anne dan Lucy Gilson., 1999. Ekonomi Kesehatan untuk Negara – Negara Berkembang diterjemahkan oleh Unit Analisis Kebijaksanaan dan Ekonomi Kesehatan (AKEK), Jakarta : Biro Perencanaan.Depkes RI Mooney, G., 1986., Economic Medicine and Health Care., Wheatsheaf.

Notoadmodjo, Soekidjo., 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan, Edisi Revisi Cetakan Ketiga, Jakarta : Rineka Cipta

___________., 2010. Promosi Kesehatan Teori & Aplikasi, Edisi Revisi, Jakarta : Rineka Cipta

Polisiri Marwan, dkk., 2009. Implementasi Desa Siaga di Kota Tidore Kepulauan, Magister Kebijakan dan Managemen Pelayanan Kesehatan UGM., http://www.hpmrc.ugm.ac.id, diakses tanggal 20 Januari 2012.

Rahmi Sofiarini, Lieve Goeman., 2009. Analisa Biaya Desa Siaga di NTB dan NTT berdasarkan Dukungan GTZ SISKES selama 2006 – 2009.

___________, 2009. Pengembangan Program Desa Siaga di Propinsi NTB, Evaluasi Program Desa Siaga di Desa – Desa Dukukungan GTZ SISKES, Universitas Mataram.

Sorkin,L.Alan., 1994. Analisis Manfaat-Biaya dan Efektifitas-Biaya pada Program – program Kesehatan. Yogyakarta : UGM Press

Samuelson, PA., 1979. Economics., 11th ed, New York : Mc.Graw Hill

Sugiyono, Agus., 2001.Analisis Manfaat dan Biaya Sosial, Makalah Ekonomi Publik, Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Taufik Noor Azhar, dkk., 2007. Pelaksanaan Desa Siaga Percontohan di Cibatu

Purwakarta., Magister Kebijakan dan Managemen Pelayanan Kesehatan UGM., http://www.hpmrc.ugm.ac.id., diakses tanggal 20 Januari 2012.

Tjipto Herijanto, Prijono dan Budhi Soesetyo., 1994. Ekonomi Kesehatan, Jakarta : PT.Rineka Cipta

Wulansari., 2007. Analisis Pembiayaan untuk promosi Kesehatan Masyarakat di Puskesmas., Puslitbang system Kebijakan Kesehatan., Badan Litbangkes dalam www.litbang.depkes.go.id , diakses tanggal 21 Januari 2012.

Word Health Organization., 1975. Health Economics., Public Health Paper No. 64., Geneva

Waspada, 2012, Infasi Indonesia Tahun 2012, Selasa, 29 Mei 2012

http//www.yahoo.go.id/download/Undang – Undang RI No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025., diakses tanggal 25 Januari 2012

http//www.yahoo.go.id/download/Undang – Undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan., diakses tanggal 25 Januari 2012

Dokumen terkait