• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesimpulan dan Saran

Dalam dokumen ANALISIS PERSAINGAN NIKE DAN SPECS MENUR (Halaman 24-146)

Bab ini merupakan bab terakhir yang berisikan mengenai pembahasan kesimpulan atas uraian hasil penelitian yang digambarkan pada bab-bab sebelumnya dan berisikan pula saran-saran yang diharapkan dapat bermanfaat dan menjadi referensi bagi perusahaan.

Bab 2

Landasan Teori

A. Tinjauan Pustaka

2.1 Bisnis Internasional dan Bisnis Lokal 2.1.1 Bisnis Internasional

Menurut Griffin (2004, 131) bisnis internasional adalah bisnis yang pada dasarnya berpusat di satu negara tetapi memperoleh sebagian besar sumber daya dan pendapatan (atau keduanya) dari negara lain.

Menurut Donald A. Ball dan Wendell H. McCulloch bisnis internasional adalah bisnis yang kegiatan-kegiatannya melewati batas-batas negara. Definisi ini tidak hanya termasuk perdagangan internasional dan pemanufakturan di luar negeri, tetapi juga industri jasa yang berkembang di bidang-bidang di dalamnya

seperti transportasi, pariwisata, perbankan, periklanan, konstruksi, perdagangan eceran, perdagangan besar, dan komunikasi massa. (2000, 10)

International business includes all business activities needed to create, ship, and sell goods and services across national borders. International business may also be called global business, international trade, and foreign trade. (Dlabay dan,Scott, 2008, 8)

Binis internasional di dalamnya termasuk semua aktivitas bisnis yang diperlukan untuk membuat, mengirimkan, dan menjual barang-barang serta jasa di luar batas negara. Bisnis internasional juga sering disebut dengan bisnis global, perdagangan internasional, dan perdagangan luar negeri.

Berdasarkan semua definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa bisnis internasional merupakan suatu kegiatan bisnis yang terjadi atau dilakukan oleh dua negara atau lebih melewati batas-batas kenegaraan.

Sebuah perusahaan harus mempelajari latar belakang sosial serta budaya masyarakat di negara yang menjadi ekspansi bisnisnya. Hal ini karena adanya perbedaan geografis sehingga perusahan harus mampu untuk menyesuaikan diri dengan sosial-budaya, demografi, agama, dan sebagainya di negara setempat dengan tujuan agar perusahaannya dalam mencapai hasil yang diinginkan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Domestic or Local business involves transactions occurring within the boundaries of a single-country, while international business transactions cross national boundaries (Ricky W dan Michael W, 1999:8). Bisnis lokal atau bisnis dalam negeri merupakan sebuah kebalikan dari bisnis internasional. Dalam bisnis lokal, transaksi yang terjadi hanya dalam batas-batas wilayah satu negara tersebut saja. Inilah yang menjadi perbedaan dasar antara bisnis lokal dan bisnis internasional.

Bisnis domestik adalah bisnis yang memperoleh semua sumber daya dan menjual semua produk dan jasanya dalam satu negara. (Griffin, 2004: 131)

2.2 Persaingan Bisnis

Persaingan terjadi ketika dua perusahaan atau lebih saling berlomba untuk mendapatkan sumber daya serta pelanggan yang sama. Demi memperoleh segala keunggulan di antara para pesaingnya, perusahaan dituntut untuk memproduksi barang dan jasa secara efisien dan harus mampu menjualnya dengan harga yang dapat memberikan laba yang cukup. Dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut, maka perusahaan harus dapat meyakinkan kepada para pelanggannya bahwa produk-produknya lebih baik atau lebih murah daripada pesaing. Akhirnya persaingan mendorong semua perusahaan untuk membuat produk dengan lebih baik atau lebih murah daripada pesaing. Perusahaan yang memproduksi produk-produk yang mahal dan berkualitas buruk akan menghadapi kemungkinan untuk gagal. (Griffin dan Ebert, 2007: 19)

2.2.1 Jenis Persaingan

Menurut Ma’arif dan Tanjung (2006, 69) berikut ini terdapat 4 jenis persaingan dalam bisnis, yaitu

1. Kecepatan

Lingkungan bisnis saat ini menginginkan sebuah kecepatan sehingga organisasi bisnis harus dapat bergerak cepat pula. Cepat dalam beradaptasi merupakan tindakan yang dilakukan perusahaan untuk bersaing dalam hal kecepatan. Perusahaan akan tertinggal dari para pesaingnya apabila terlalu lambat dalam bersaing. Hal yang berlaku pula dalam organisasi bisnis adalah berkaitan erat dengan informasi. Barangsiapa menguasai informasi maka dialah yang akan memenangkan persaingan.

2. Fleksibilitas

Kunci persaingan yang kedua adalah fleksibilitas. Strategi yang dapat ditempuh adalah dengan melalui produksi bermacam jenis dan variasi produk. Hal ini menyebabkan fleksibilitas mesin dapat tercapai untuk membuat berbagai vasiasi produk tersebut. Strategi berikutnya adalah mengenalkan produk baru di pasar. Produk baru tersebut dapat merupakan produk yang benar-benar baru, atau modifikasi dari produk yang sudah ada. Modifikasi produk ini harus dijalankan secara cepat agar dapat merespon langsung kebutuhan konsumen.

3. Mutu

Pada dasarnya mutu bergantung pada kacamata pelanggan, maka persaingan melalui mutu ini dapat dicapai dengan cara menyenangkan pelanggan atau memberi kepuasan lebih dari yang diharapkan oleh pelanggan. Mutu dipandang sebagai senjata persaingan. Mutu produk tidak dapat dipisahkan dengan mutu pelayanan. Mutu suatu produk dibangun dalam proses perencanaan strategis. Perencanaan strategis ini dimulai dengan perencanaan sumber daya manusianya dan pengelola bisnis tersebut. Perencanaan berikutnya adalah perencanaan atas bahan baku, karena bahan baku bermutu akan menghasilkan produk yang bermutu. Setelah itu adalah merencanakan mesin dan teknologi yang

akan disesuaikan dengan segmen pasar. Mutu ini harus diterima sebagai komitmen organisasi atas visi-misi perusahaan.

4. Biaya

Salah satu cara penghematan biaya dalam bisnis adalah menghilangkan semua pemborosan. Dalam manajemen terdapat dua tujuan besar yaitu efisiensi dan efektivitas. Efisiensi tidak memperkenankan adanya pemborosan, maka dari itu organisasi harus terlebih dahulu melakukan investasi dalam bentuk memperbaharui fasilitas dan peralatan,merampingkan operasi serta melakukan pelatihan dan pengembangan.

2.3 Pemasaran

2.3.1 Definisi Pemasaran

Menurut Cannon, Perreault, dan McCarthy (2008, 8), pemasaran adalah suatu aktivitas yang bertujuan mencapai sasaran perusahaan, dilakukan dengan cara mengantisipasi kebutuhan pelanggan atau klien serta mengarahkan aliran barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan pelanggan atau klien dari produsen.

Menurut American Marketing Association pemasaran yaitu adalah sebuah proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi, dan distribusidari gagasan, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan perseorangan dan organisasi.

Bilson Simamora (2003, 7) mengartikan bahwa pemasaran berarti dengan pasar untuk melakukan pertukaran untuk memuaskan atau memenuhi kebutuhan dan keinginan orang-orang. Dimana proses pertukaran merupakan suatu kegiatan. Penjual harus mencari pembeli, mengidentifikasi kebutuhan mereka,

mempromosikan produk kepada mereka, memajang, dan menghantarkan produk, dan menetapkan harga produk.

2.3.2 Lingkungan Pemasaran

Menurut Griffin dan Ebert (2007, 61) dalam pemasaran, perusahaan tidak dapat membuat rencana, keputusan, dan strategi pemasaran secara unilateral bahkan tidak oleh tenaga-tenaga pemasaran yang berpengalaman dan berpengaruh. Setiap perusahaan harus mampu mengenali faktor-faktor luar dalam setiap program pemasarannya. Faktor-faktor luar tersebut terdiri dari lingkungan eksternal perusahaan, yaitu:

1. Lingkungan politik dan hukum. Kegiatan-kegiatan politik, baik luar negeri maupun domestik, telah mempengaruhi dunia usaha. Agar dapat membantu membentuk perusahaan mereka, para manajer pemasaran berusaha untuk mempertahankan lingkungan poltik/hukum.

2. Lingkungan sosial dan budaya. Kriminalitas, jenis kelamin, gaya hidup, segala aktifitas dan kegiatan masyarakat, serta keragaman budaya menjadi hal yang harus diperhatikan dalam menyusun rencana dan strategi pemasaran.

3. Lingkungan teknologi. Kemajuan serta kecanggihan dalam bidang teknologi membawa dampak yang signifikan bagi pemasaran suatu perusahaan. Teknologi-teknologi baru memperngaruhi pemasaran karena dengan teknologi baru maka suatu perusahaan dapat menciptakan barang-barang baru dan jasa-jasa baru. Ini dapat berdampak langsung dalam penetapan harga dan promosi.

4. Lingkungan ekonomi. Kondisi perekonomian mempengaruhi serta menentukan pola pengeluaran oleh konsumen, dunia usaha, dan pemerintah. Semua itu pun mempengaruhi setiap rencana pelaku pemasaran dalam penawaran produk, penetapan harga, dan strategi promosi.

5. Lingkungan kompetitif. Dalam hal ini tenaga pemasaran harus meyakinkan pembeli bahwa mereka harus membeli produk mereka, bukannya membeli produk yang dijual oleh penjual yang lain. Maka dari itu tenaga pemasar harus mencari cara agar produknya terlihat paling menarik atau resikonya akan kehilangan pembelinya. Berikut adalah tiga jenis kompetisi spesifik:

a. Produk-produk substitusi, berbeda dari produk pesaing namun dapat menggantikan kebutuhan konsumen yang sama.

b. Kompetisi merek, terjadi antara produk-produk yang serupa dimana persaingan didasari pada persepsi pembeli mengenai manfaat produk yang ditawarkan oleh perusahaan yang bersangkutan.

c. Kompetisi internasional, menyamai produk-produk pelaku pemasaran domestik terhadap pesaing asing.

2.3.3 Bauran Pemasaran

Menurut Freddy Rangkuti (2009) yang mengutip Lamb, Hair, dan Mc Daniel (2006) menjelaskan bahwa bauran pemasaran adalah strategi produk, promosi, dan penentuan harga yang bersifat unik serta dirancang untuk menghasilkan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pasar yang dituju.

Kustoro Budiarta (2009, 170) mengutip Kotler (1997) bahwa mendefinisikan bauran pemasaran sebagai seperangkat alat yang digunakan perusahaan untuk mecapai tujuan pemasarannya dalam pasar sasaran. Marketing mix adalah kegiatan untuk menentukan kombinasi antara produk, harga, distribusi, dan promosi sesuai dengan strategi pemasarannya. Marketing mix merupakan satu dari sembilan tipe pemasaran (Kartajaya, 2003). Menurut Swastha dan Sukojo (1995), bahwa bauran pemasaran adalah kombinasi dari empat variabel inti sistem pemasaran perusahaan yaitu produk, harga, promosi, dan distribusi.

Bauran pemasaran adalah kegiatan yang terpadu dan saling menunjang satu sama lain. Keberhasilan perusahaan di bidang pemasaran didukung oleh keberhasilan dalam memilih produk yang sempat, harga yang layak, saluran distribusi yang baik, dan promosi yang efektif. (Fuad et all , 2006: 128)

Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran adalah suatu cara atau strategi yang digunakan perusahaan dalam menentukan produk, promosi, distribusi, dan penentuan harga dengan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

2.3.4 Konsep 4P dalam Pemasaran

Inilah elemen penting dalam perencanaan dan pelaksanaan strategi pemasaran yang mejadi alat untuk memasarkan produk-produk perusahaan menurut Cravens (1998).

Produk memiliki dampak penting terhadap kinerja perusahaan. Tentunya pemasaran suatu perusahaan dimulai dengan suatu produk yang dapat berupa barang, jasa, atau gagasan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan seorang konsumen. Tenaga pemasaran memiliki tantangan dalam menyusun dan mengembangkan produk-produk baru. Tenaga pemasar juga harus mempertimbangkan segala faktor perubahan seperti teknologi, kondisi ekonomi yang berubah, keinginan dan kebutuhan konsumen.

 Jenis produk

Kombinasi produk yang membentuk portofolio produk untuk sebuah perusahaan merentang dari sebuah produk tunggal hingga suatu lini produk sampai bauran lini produk. Mengevaluasi kinerja portofolio produk dapat membantu manajemen dalam strategi untuk produk baru, memodifikasi produk, dan penghapusan suatu produk yang sudah tidak dapat dipertahankan.

 Mutu

Suatu strategi penting untuk meningkatkan keunggulan bersaing. Mutu produk yang tinggi akan menciptakan keunggulan bersaing yang bertahan lama, selama organisasi mampu untuk memiliki komitmen yang terus-menerus untuk memperbaiki mutu serta kualitas dalam suatu strategi bisnis dasar.

 Rancangan

Rancangan dapat berupa strategi-strategi produk mencakup keputusan-keputusan untuk tiap produk, lini produk, dan bauran produk. Tindakan-tindakan lini produk dapat berupa penambahan suatu produk, mengurangi biaya, memperbaiki produk, mengubah strategi pasar, dan membuang suatu produk. Strategi bauran produk dapat mencakup penambahan sebuah

lini produk, menghapuskan suatu lini, atau mengubah prioritas suatu lini (misalnya, dengan meningkatkan anggaran pemasaran pemasaran untuk satu lini dan mengurangi anggaran untuk lini lain).

 Ciri-ciri

Salah satu cara untuk membedakan suatu merek dari pesaingnya dengan cirinya yang unik. Cara lainnya adalah membiarkan pembeli memilih ciri yang diinginkannya dalam sebuah produk. Ciri-ciri pilihan ini menawarkan pembeli dengan leluasa memilih suatu produk.

 Merek

Suatu citra merek yang kuat memberikan beberapa keunggulan utama bagi suatu perusahaan. Nama merek memberikan perbedaan suatu produk dengan produk-produk pesaing lainnya. Sebuah identitas merek yang kuat akan menciptakan suatu keunggulan bersaing utama. Merek yang dikenal oleh pembeli mendorong pembelian secara berulang-ulang.

 Pelayanan

Layanan kepada konsumen merupakan suatu strategi produk yang penting walaupun kadang-kadang sering diabaikan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam layanan konsumen adalah permohonan untuk spesifikasi produk-produk seperti data kinerja, data permohonan untuk rincian, pemrosesan pesanan pembelian, penyelidikan status pesanan, dan layanan garansi. Layanan konsumen dapat meningkatkan nilai dari suatu produk bagi konsumen.

2. Harga

Harga merupakan alat untuk mendapatkan tanggapan pasar. Penetapan harga juga mempengaruhi keputusan bauran pemasaran lainnya. Penetapan harga sangat ditentukan oleh keputusan yang diambil oleh manajemen mengenai bauran produk, strategi pembuatan merek, strategi distribusi dimana di dalamnya tercakup strategi periklanan serta armada penjualan, dan mutu produk

 Daftar harga

Demi memajukan promosi serta penjualan produk perusahaannya maka setiap perusahaan harus dengan mantap menetapkan kombinasi harga. Daftar harga ialah suatu daftar yang berisikan/memuat harga barang-barang untuk kepentingan penjual dan pembeli. Daftar harga yang ditetapkan harus sama dengan harga yang tercantum di barcode sewaktu konsumen membeli produk.

 Potongan

Dalam kombinasi harga, perusahaan selalu memberikan potongan harga dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan produknya di pasaran dan memberikan nilai tambah produknya bagi konsumen. Kebijaksanaan perusahaan yang berkaitan dengan potongan adalah pengurangan dari apa yang tercantum di dalam daftar harga, serta diberikan kepada yang bersedia melakukan sesuatu pembelian produk yang telah disepakati oleh penjual. Pemberian potongan harga dapat berwujud uang atau tambahan barang. Sebelum perusahaan memberikan potongan, perusahaan telah merencanakan secara matang apakah potongan tersebut memberikan keuntungan atau kerugian.

 Syarat kredit

Suatu kelonggaran yang diberikan oleh perusahaan dengan memberikan angsuran/kredit bagi pihak yang membeli produk perusahaan tersebut. Biasanya diberikan dengan syarat dan ketentuan yang ditentukan oleh perusahaan dan disetujui oleh pihak yang membayarkan.

 Pembayaran

Tenggang waktu yang diberikan oleh perusahaan kepada pihak yang membeli dalam pelunasan produk yang telah terjual. Dalam pembayaran juga termasuk di dalamnya fasilitas pembayaran yang dapat digunakan oleh pihak-pihak yang membeli produk perusahaan tersebut.

3. Promosi

Menurut Griffin dan Ebert (2007, 65) komponen yang paling terlihat nyata dalam bauran pemasaran adalah promosi. Promosi berkaitan dengan teknik-teknik untuk mengkomunikasikan informasi mengenai produk. Promosi adalah perencanaan, implementasi, dan pengendalian komunikasi dari suatu organisasi kepada para konsumen dan sasaran lainnya. Fungsi promosi dalam bauran pemasaran adalah untuk mencapai berbagai tujuan-tujuan komunikasi dengan setiap konsumen.

 Iklan

Iklan merupakan setiap bentuk presentasi dan promosi ide, barang, atau jasa oleh sponsor tertentu untuk membujuk atau menginformasikan pendengar mengenai suatu produk. Iklan biasanya menggunakan semua jenis penyiaran dan media cetak, seperti televisi, radio, majalah, koran, surat-surat pos, dan papan iklan di jalanan. Keuntungan-keuntungan penggunaann iklan untuk berkomunikasi dengan para pembeli diantaranya adalah biaya yang rendah per pemasangan, keragaman media, pengendalian pemasangan, isi pesan yang konsisten, dan kesempatan untuk mendesain pesan yang kreatif.

 Penjualan langsung

Penjualan langsung adalah presentasi langsung dalam suatu percakapan dengan satu atau lebih calon pembeli, dengan maksud untuk mendapatkan penjualan. Pengeluaran tahunan penjualan langsung lebih besar daripada periklanan. Namun, kedua komponen ini memiliki kesamaan dalam beberapa hal dalam menciptakan kesadaran terhadap produk, menyampaikan informasi dan meyakinkan orang agar mau membeli.  Promosi penjualan

Barang-barang yang relatif murah sering kali dipasarkan melalui promosi penjualan, yang melibatkan bujukan langsung kepada pembeli. Promosi penjualan terdiri dari berbagai kegiatan promosi yang dilakukan untuk membujuk konsumen mau membeli suatu produk, antara lain peragaan penjualan, kontes, pemberian sampel, displai titik pembelian.pembelian insentif, dan kupon. Pengeluaran promosi penjualan pada prinsipnya lebih besar daripada pengeluaran periklanan. Namun hal ini memiliki keuntungan diantaranya promosi dapat digunakan untuk menargetkan pembeli, menjawab kesempatan khusus, dan menciptakan insentif pembelian.

 Hubungan masyarakat

Hubungan masyarakat mencakup seluruh usaha komunikasi yang mengarah pada membangun kemauan baik antara berbagai kelompok dalam populasi. Hal itu berusaha membangun sikap yang menguntungkan terhadap organisasi dan produk-produknya. Dimana hubungan masyarakat menjadi suatu cara dalam merangsang timbulnya permintaan yang bersifat impersonal terhadap produk, jasa, atau ide dengan cara memasang berita komersial di mass media dan tidak dibayar langsung oleh suatu sponsor. Kegiatan-kegiatan hubungan masyarakat dapat memberikan kontribusi yang penting bagi strategi promosi jika kegiatan-kegiatan tersebut direncanakan dan dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan promosi tertentu. Hubungan masyarakat juga digunakan untuk tujuan-tujuan organisasi lainnya seperti halnya komunikasi dengan para analisis keuangan.

Banyak produk dipromosikan dengan sangat baik melalui penjualan pribadi, atau penjualan dari satu orang ke orang lain. Akan tetapi, barang-barang industri menerima banyak penjualan pribadi. Sewaktu perusahaan membeli dari perusahaan lain, para agen pembelian dan lain-lain yang memerlukan informasi teknis dan rinci biasanya merujuk kepada wakil penjualan perusahaan penjual.

4. Penempatan

Dalam bauran pemasaran, penempatan berkaitan dengan distribusi. Menempatkan suatu produk pada outlet yang sesuai. Hal ini memerlukan keputusan mengenai sejumlah aktivitas distrbusi, yang keseluruhannya berkaitan dengan bagaimana menyampaikan produk tersebut dari produsen ke konsumen. Sebagai tambahan, perusahaan harus membuat keputusan mengenai saluran yang akan mendistribusikan produk-produk mereka. Banyak contoh produsen yang menjual produk kepada perusahaan yang sebaliknya, mendistribusikan barang-barangnya kepada pengecer. Saluran distribusi ini menghubungkan pemasok dan produsen dengan pengguna akhir barang atau jasa. Saluran distribusi yang efektif dan efisien memberikan keunggulan strategis yang penting bagi para anggota atas saluran-saluran distribusi pesaingnya. Strategi distribusi berkenaan dengan bagaimana sebuah perusahaan dapat menjangkau pasar sasarannya. Sebagian produsen memasarkan produknya secara langsung kepada pengguna akhir melalui satu atau lebih saluran distribusi. Berbagai saluran perantara independen seperti eceran, grosir, pengecer, melakukan fungsi distribusi yang sesungguhnya.

 Saluran

Saluran merupakan suatu perangkat yang digunakan oleh perusahaan untuk menyalurkan suatu produk sampai ke tangan konsumen. Saluran

digunakan untuk memindahkan suatu produk dari produsen ke konsumen. Ini merupakan cara dimana produk ditransfer dari penjual kepada pembeli.  Cakupan

Cakupan merupakan batasan perusahaan dalam memasarkan produknya. Beberapa jenis cakupan, yaitu

- Cakupan intensif berarti distributor dalam jumlah banyak untuk menjual produk dalam wilayah yang diberikan atau sesuai segmen pasar.

- Cakupan secara selektif yaitu memilih hanya satu distributor yang menjual produknya disalah satu pasar yang seleksi secara selektif. - Cakupan eksklusif yaitu otorisasi dengan satu distributor per wilayah

atau pasar.  Lokasi

Lokasi, merupakan tempat untuk mengirim, menerima, mengantarkan secara internal atau tagihan untuk barang dan jasa hasil produksi. Lokasi yang digunakan perusahaan dapat mempengaruhi harga dari produk tersebut.

 Persediaan

Persediaan, waduk barang yang diadakan dalam mengantisipasi penjualan sepanjang saluran pemasaran. Perusahaan harus bisa memutuskan berapa banyak yang harus dipesan, perusahaan harus menyeimbangkan biaya memproses pesanan dengan biaya menyimpan persediaan. Jumlah produk yang masuk selesai produksi meningkatkan persediaan dan mengurangi jumlah yang keluar dari produk penjualan.

 Pengangkutan

Pengangkutan yang berarti penanganan, pengangkutan, pergudangan, pengawasan persediaan, transportasi fisik, dan pengiriman. Pemilihan alat angkut yang baik yang akan mempengaruhi harga produk, kinerja penyerahan, dan kondisi barang ketika tiba kepada pelanggan. Jika

perusahaan memiliki alat pengangkutan yang baik, maka semuanya akan mempengaruhi kepuasan pelanggan. Ini merupakan pengelolaan fisik yang paling penting karena ini adalah kegiatna manajerial yang menjadi salah satu yang paling mahal di dalam unsur-unsur distribusi.

Tabel 2.1 Bauran Pemasaran

Produk Harga Promosi Penempatan - Keanekaragaman - Daftar harga - Promosi penjualan - Saluran - Kualitas - Rabat - Iklan - Ruang lingkup - Desain - Potongan - Brosur penjualan - Penyortiran - Rancangan - Syarat kredit - Humas - Lokasi - Bentuk - Jaminan waktu - Pemasaran langsung - Persediaan

- Merek - Pembayaran - Penjualan pribadi - Pengangkutan - Kemasan

- Ukuran - Pelayanan - Jaminan

2.3.5 Konsep 4C dalam Pemasaran

Berkaitan dengan hal ini maka menurut Robert Luaterborn yang dikutip oleh Kustoro Budiarta (2009,172) mengatakan bahwa faktor 4P berhubungan dengan 4C pelanggan dan tidak dapat dipisahkan untuk mencapai tujuan serta sasaran.

1. Product Customer needs and wants

Perusahaan harus dapat mengerti keinginan dan kebutuhan dari pelanggan dalam membuat suatu produk. Demi mencapai tujuan dan sasaran yang diinginkan maka perusahaan harus mampu menelaah bagaimana pandangan para pelanggan serta memberikan pelayanan yang maksimal. Sebuah produk adalah sesuatu yang dibuat agar orang dapat datang dan membeli. Dalam 4C, segala keputusan semuanya dimulai dan diakhiri berdasarkan kebutuhan dan nilai pelanggan. Dalam hal ini maka pelanggan akan terlibat dan pelanggan akan mendefinisikan nilai perusahaan di pasar.

2. Price Cost to customer

Harga akan membuat pelanggan mengeluarkan biaya yang telah ditentukan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus mampu untuk menentukan harga produk yang sesuai bagi pelanggannya. Perusahaan harus dapat memberikan nilai yang lebih terhadap biaya yang ditentukan kepada pelanggan. Dimana dalam hal ini yang dilihat adalah bagaimana pelanggan membayar dan biaya yang harus dikeluarkan oleh pelanggan, bukan seberapa besar harga yang akan dikeluarkan untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya dari perusahaan. Sehingga perusahaan

harus mampu untuk berpikir tentang penjualan dan pemasaran. Pelanggan akan memutuskan kemanakah mereka akan mengeluarkan uang mereka secara terbatas untuk membeli serta memenuhi kebutuhan mereka Hal ini guna untuk memaksimalkan nilai pelanggan bukan untuk mengeruk keuntungan semata. Sehingga perusahaan harus mampu menelaah biaya

Dalam dokumen ANALISIS PERSAINGAN NIKE DAN SPECS MENUR (Halaman 24-146)

Dokumen terkait