• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN Bab ini beisi kesimpulan dan saran terhadap masalah yang Bab ini beisi kesimpulan dan saran terhadap masalah yang

KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN

A. Kesimpulan

Dalam penelitian ini, berdasarkan data yang diperoleh dari PT. Bank BPD DIY serta hasil analisis data, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Hasil akhir penilaian tingkat kesehatan PT. Bank BPD DIY dengan menggunakan metode CAMEL adalah sebagai berikut: tahun 2014 terkategorikan sehat (skor = 99,74%); tahun 2015 terkategorikan sehat (99,44%); tahun 2016 terkategorikan sehat (skor = 97,03%)

B. Saran

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka peneliti mencoba

memberikan saran – saran sebagai bahan pertimbangan untuk pihak – pihak terkait. Adapun saran – saran tersebut antara lain :

1. Berdasarkan analisis data dan pembahasan PT. Bank BPD DIY dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 tergolong sehat. Namun, tingkat kesehatan PT. Bank BPD DIY terus menurun dari tahun ke tahun. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya beberapa faktor yang terus menurun dari tahun ke tahun, seperti faktor Kualitas Aktiva Produktif (KAP), dan faktor Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) dan juga bank perlu menaikan nilai faktor likuiditas. Untuk itu PT. Bank BPD DIY harus dapat menaikan nilai rasio masing – masing faktor. Untuk

2. meningkatkan nilai faktor kualitas aktiva prdouktif. Bank harus lebih cermat dalam memberikan kredit kepada debitur dan selalu memantau kepatuhan debitur dalam memenuhi kewajibannya agar tidak terjadi kredit macet atau kredit kurang lancar. Selain itu bank juga dapat membentuk faktor Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif lebih banyak lagi agar faktor Kualitas Aktiva Produktif semakin membaik dan disertai dengan penambahan jumlah modal bank. Sedangkan untuk meningkatkan nilai faktor likuiditas dapat dilakukan dengan cara menambah jumlah modal dengan cara menerbitkan saham atau modal pinjaman sehingga kas bank akan bertambah. Hal ini akan berpengaruh terhadap likuiditas bank karena dengan meningkatnya alat likuid bank akan memperkecil kesulitan bank dalam memenuhi penarikan simpanan yang dilakukan oleh nasabah.

C. Keterbatasan

Dalam melakukan penelitian ini, peneliti telah berusaha semaksimal mungkin namun masih terdapat pula keterbatasan. Keterbatasan yang menjadi kendala bagi peneliti, antara lain:

1. Peneliti hanya mengungkapkan tentang tingkat kesehatan bank berdasarkan metode CAMEL, yang teridiri dari faktor capital, assets, management, earning,dan liquidity. Sedangkan tingkat kesehatan bank secara keseluruhan yang terdiri dari berbagai rasio tidak diungkap dalam penelitian ini. Sehingga hasil penelitian ini tidak dapat disimpulkan untuk menilai kesehatan PT. Bank BPD DIY secara keseluruhan

2. Pada penilaian aspek manajemen peneliti menggunakan rasio NPM sebagai pengganti kuesioner yang semestinya diajukan kepada pihak bank akan tetapi karena keterbatasan maka pengisian tersebut sulit dilakukan karena terkait akan unsur kerahasiaan bank.

DAFTAR PUSTAKA

Adventia, Yoana, Wahyu. 2007. Analisis Perkembangan Kesehatan Bank Perkreditan Rakyat Dengan Menggunakan Metode CAMEL. Studi Kasus pada PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Shinta Bakti Wedi, Klaten, Jawa Tengah. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Anggareni, Oktafrida. 2011. Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Dengan Menggunakan Metode CAMEL pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah Tahun 2006 – 2009. Semarang: FE UNDIP.

Arifin, Zainul. 2005. Dasar – dasar Manajemen Bank Syariah. Pustaka Alvabet, Jakarta

Bank Indonesia. 1992. UU No. 7 tahun 1992, tentang Perbankan, Jakarta.

Bank Indonesia. 1998. UU No. 10 tahun 1998, tentang perubahan terhadap UU No. 7 tahun 1992, Jakarta.

Bank Indonesia, Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/10/PBI/2004 tanggal 12 April 2004 perihal Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum.

Bank Indonesia, Surat Edaran Nomor 6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004. perihal Tatacara Penilaian Kesehatan Bank Umum.

Bank Indonesia, SK DIR BI Nomor 30/21/KEP/DIR tanggal 30 April 1997. perihal Tatacara Penilaian Kesehatan Bank Umum.

Hasibuan, Malayu. 2005. Dasar – dasar perbankan. Cetakan ke – 4. PT. Bumi Aksara, Jakarta.

IAI 1999. Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat, Jakarta.

Kasmir. 2002. Manajemen Perbankan. Edisi 1. Cetakan ke – 3. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Lukman. 2009. Manajemen Perbankan. Ghalia Indonesia, Jakarta.

Said, Khaerunnisa. 2012. Analisis Tingkat Kesehatan Bank Dengan Menggunakan Metode Camel pada PT. Bank Syariah Mandiri (Periode 2001- 2010).Makasar: Universitas Hasanuddin.

Susilo, Y. Sri, dkk. 2000. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Salemba Empat, Jakarta.

Wijaya, Dendy. 2009. Manajemen Perbankan. Ghalia Indonesia, Jakarta.

Lampiran 1 Ikhtisar Keuangan

Lampiran 2 Rasio Keuangan

Lampiran 3

Lampiran 4

Lampiran 5

Lampiran 6

Lampiran 7

Perhitungan Rasio

A. Perhitungan Faktor Capital

1. Rasio CAR ( Capital Adequacy Ratio )

CAR x 100 %

CAR 2014 = x 100% = 16,60 %

CAR 2015 =

x 100% = 20,22 % CAR 2016 = x 100% = 21,61 %

Nilai Kredit Faktor CAR =

+ 1 Nilai Kredit CAR 2014 = + 1 = 167

Nilai Kredit CAR 2015 = + 1 = 203,2

Nilai Kredit CAR 2014 = + 1 = 217,1 B. Perhitungan Faktor Assets

1. Rasio KAP ( Kualitas Aktiva Produktif ) KAP = x 100% KAP 2014 = x 100% = 0,91% KAP 2015 = x 100% = 1,04% KAP 2016 = x 100% = 2,36%

Nilai Kredit KAP =

Nilai Kredit KAP 2014 = =143,3

Nilai Kredit KAP 2015 =

=143 Nilai Kredit KAP 2016 = =134,2

2. Rasio PPAP ( Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif ) PPAP = x 100%

PPAP 2014 = x 100% = 106,48%

PPAP 2015 = x 100% = 96,58%

PPAP 2016 = x 100% = 54,58%

Nilai Kredit PPAP =

Nilai Kredit PPAP 2014 = = 106,48

Nilai Kredit PPAP 2015 =

= 96,58 Nilai Kredit PPAP 2016 = = 54,58

Nilai Kredit Faktor PPAP = Nilai Kredit PPAP x Bobot Rasio PPAP Nilai Kredit Faktor PPAP 2015 = 96,58% x 5 = 4,82

C. Perhitungan Faktor Management 1. Rasio NPM ( Net Profit Margin )

NPM = x 100%

NPM 2014 = x 100 % = 19,86%

NPM 2015 = x 100 % = 20,36%

NPM 2016 = x 100 % = 21,78%

D. Perhitungan Faktor Earning

1. Rasio ROA ( Return Of Assets ) ROA = x 100 %

ROA 2014 = x 100 % = 2,69 %

ROA 2015 = x 100 % = 2,89 %

ROA 2016 = x 100 % = 2,93 %

Nilai Kredit ROA =

Nilai Kredit ROA 2014 = = 179,33

Nilai Kredit ROA 2015 = = 192,66

2. Rasio BOPO ( Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional ) BOPO = x 100% BOPO 2014 = x 100% = 72,64 % BOPO 2015 = x 100% = 71,89 % BOPO 2016 = x 100% = 70,15 %

Nilai Kredit BOPO =

Nilai Kredit BOPO 2014 =

= 342 Nilai Kredit BOPO 2015 = = 351,375

Nilai Kredit BOPO 2016 = = 373,125

E. Perhitungan Faktor Liquidity

1. Rasio LDR ( Loan to Deposit Ratio ) LDR = x 100%

LDR 2014 = x 100% = 81,57 %

LDR 2015 = x 100% = 81,75 %

LDR 2016 = x 100% = 81,15 %

Nilai Kredit LDR 2014 =

x 4= 133,7 Nilai Kredit LDR 2015 = x 4= 133

Nilai Kredit LDR 2016 = x 4= 135,4

2. Rasio NCM – CA ( Net Call Money to Current Assets ) NCM – CA = x 100% NCM – CA 2014 = x 100% = 5,13 % NCM – CA 2015 = x 100% = 7,43 % NCM – CA 2014 = x 100% = 13,73 % Nilai Kredit NCM – CA = Nilai Kredit NCM – CA 2014 = = 94,87 Nilai Kredit NCM – CA 2015 = = 92,57 Nilai Kredit NCM – CA 2016 = = 86,27

Nilai Kredit Faktor NCM – CA = NK NCM – CA x Bobot Rasio NCM – CA

Nilai Kredit Faktor NCM – CA 2014 = 94,87 % x 5 = 4,74 Nilai Kredit Faktor NCM – CA 2015 = 92,57 % x 5 = 4,62 Nilai Kredit Faktor NCM – CA 2016 = 86,27 % x 5 = 4,31

Dokumen terkait