BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN Bab ini beisi kesimpulan dan saran terhadap masalah yang Bab ini beisi kesimpulan dan saran terhadap masalah yang
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
D. Budaya Kerja dan Perilaku Utama
1. Simpanan Giro
a. Digunakan sebagai alat transaksi non tunai b. Kemudahan akses kliring nasional
c. Fasilitas on-line di semua kantor pelayanan yang memberikan kelancaran dan kemudahan dalam berbisnis.
d. Salinan rekening (Rekening Koran) lengkap berisi mutasi/transaksi dikirim ke pemegang rekening setiap bulan, sehingga dapat dengan mudah memantau posisi saldo giro.
2. Tabungan
a. Tabungan Simpeda (Simpanan Pembangunan Daerah)
c. Tabungan Sutera (Sarana Untuk Sejahtera) d. Tabungan Sutera Emas
e. Tabungan pegawai dan karyawan guna mempersiapkan pasca purna tugas
f. Tunas ( Tabungan Untuk Anak Sekolah) g. Tabungan Haji dan Umrah Shafa
h. TabunganKu 3. Deposito
Deposito Berjangka dengan pilihan jangka waktu 1, 3, 6 dan 12 bulan. Minimal Rp 500.000,00 dengan sistem perpanjangan ARO (Automatic Roll Over) dan tingkat Suku bunga menarik.
4. Kredit
a. Kredit Swaguna dan Purnakarya b. Kredit Mikro Ekonomi Produktif
c. Kredit Program Pembinaan Usaha Keluarga Sejahtera Mandiri ( PUNDI ) d. Kredit Ketahanan Pangan Dan Energi (KKP – E)
e. Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS)
f. Kredit Kepada Masyarakat Koperasi (KRIDAMAS – KOP) g. Kredit Mikro Makarya
h. Kredit Usaga Rakyat (KUR) i. Kredit Purnakarya
5. Layanan
a. Modul Penerimaan Negara (MPN-Prima) b. Real Time Gross Settlement (RTGS)
c. Sistem Komputerisasi Haji Terpandu Departemen Agama (SISKOHAT) d. Bill Payment
e. Sistem Kliring Nasional (SKN-BI) f. Safe Deposit Box (SDB)
g. Kartu BPD DIY Flazz
h. Anjungan Tunai Mandiri (ATM)
63 BAB V
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Data 1. Capital (Modal)
Rasio permodalan diukur dengan membandingkan antara Rasio Modal terhadap Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR), Sehingga dengan rumus yang ada maka CAR (Capital Adequacy Ratio) Bank BPD DIY selama tahun 2014 hingga tahun 2016 adalah sebagai berikut:
Tabel V.1
Perhitungan Capital Adequacy Ratio (CAR) (dalam Jutaan Rupiah)
Tahun Total Modal (Rp) ATMR (Rp) CAR (%) 2014 872.247 5.255.151 16,60 2015 1.201.080 5.939.402 20,22 2016 1.429.461 6.613.882 21,61 Sumber : Laporan Keuangan Bank BPD DIY
CAR Bank BPD DIY per 31 Desember 2014 sebesar 16,60 %, tahun 2015 sebesar 20,22%, dan tahun 2016 sebesar 21,61 %. Hal ini menunjukan dari tahun 2014 hinga tahun 2016 rasio CAR Bank BPD DIY mengalami peningkatan.
Setelah melakukan perhitungan nilai rasio CAR, Maka selanjutnya adalah melakukan analisis nilai kredit rasio Capital Adequecy Ratio (CAR) pada Bank BPD DIY tahun 2014 – 2016.
Tabel V.2. Nilai Kredit CAR
Tahun CAR (%) Nilai Kredit Nilai Maksimum Bobot Rasio CAR (%) Nilai Kredit Faktor 2014 16,60 167 100 25 25 2015 20,22 203,2 100 25 25 2016 21,61 217,1 100 25 25 Sumber : Hasil Olahan Data
Nilai Kredit CAR Bank BPD DIY per 31 Desember 2014 sebesar 167%, tahun 2015 sebesar 203,2%, dan tahun 2016 sebesar 217,1%. Oleh karena nilai kredit dibatasi maksimum 100 maka nilai rasio CAR pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 ditas diakui sebagai 100.
Berdasarkan hasil penghitungan Rasio Permodalan pada tahun 2014 – 2016 menunjukan nilai kredit CAR lebih besar dari kriteria penilaian tingkat kesehatan bank yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar 8% maka rasio yang dicapai Bank BPD DIY dikategorikan dalam kelompok SEHAT. Dimana indikator yang menunjukan kelompok sehat semakin besar rasio CAR (Capital Adequecy Ratio) yang dimiliki oleh bank maka akan semakin baik, hal ini dikarenakan bank mampu menyediakan modal dalam jumlah yang besar.
2. Assets (Kualitas Aktiva Produktif)
Surat Edaran No. 30/2/UPBB tanggal 30 April 1997 tentang penilaian terhadap faktor Kualitas Aktiva Produktif (KAP) didasarkan pada dua rasio yaitu :
a. Rasio Aktiva Produktif yang diklasifikasikan terhadap aktiva produktif.
Aktiva yang diklasifikasikan merupakan aktiva produktif yang sudah atau mengandung potensi tidak memberikan penghasilan. Aktiva produktif adalah penanaman dana bank, baik dalam rupiah maupun valuta asing dalam bentuk kredit, surat – surat berharga, penempatan dana antar bank, penyertaan, termasuk komitmen dan kontijensi pada transaksi rekening administratif.
(SK.DIR.BI.NO.31/ 147/KEP/DIR, 1998).
Menurut Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No.31/147/KEP DIR tanggal 12 November 1998 penilaian tingkat kesehatan bank berdasarkan kualitas aktiva produktif (KAP) adalah sebagai berikut: 1) Rasio 22,5% atau lebih diberi nilai 0
2) Untuk setiap penurunan 0,15% dimulai dari 22,5% nilai ditambah 1 dengan maksimum 100.
Berikut ini adalah hasil perhitungan Kualitas Aktiva Produktif (KAP) pada Bank BPD DIY tahun 2014 – 2016:
Tabel V.3
Perhitungan Kualitas Aktiva Produktif (dalam Jutaan Rupiah)
Tahun Aktiva Produktif Diklasifikasikan (Rp) Aktifa Produktif (Rp) KAP (%) 2014 67.585 7.369.975 0.91% 2015 84.519 8.102.652 1,04% 2016 224.249 9.473.376 2,36% Sumber : Laporan Keuangan Bank BPD DIY
KAP Bank BPD DIY per 31Desember 2014 sebesar 0,91%, tahun 2015 sebesar 1,04%, dan tahun 2016 sebesar 2,36%. Dari hasil tersebut nampak bahwa rasio KAP mengalami kenaikan pada setiap tahunnya. Hal ini disebabkan karena Aktifa Produktif yang Diklasifikasikan dan Aktifa Produktif mengalami peningkatan.
Setelah melakukan perhitungan nilai rasio KAP, maka selanjutnya adalah melakukan analisis nilai kredit Kualitas Aktiva Produktif (KAP) pada Bank BPD DIY tahun 2014 – 2016.
Tabel V.4 Nilai Kredit KAP Tahun KAP (%) Nilai
Kredit Nilai Maksimum Bobot Rasio KAP Nilai Kredit Faktor 2014 0,91 143,3 100 25 25 2015 1,04 143 100 25 25 2016 2,36 134,2 100 25 25 Sumber: Hasil olah data
Nilai Kredit KAP Bank BPD DIY per 31 Desember 2014 sebesar 143,3 %, tahun 2015 sebesar 143, dan tahun 2016 sebesar 134,2.
Berdasarkan hasil perhitungan Rasio KAP pada tahun 2014 – 2016 menunjukan nilai kredit KAP lebih kecil dari kriteria penilaian tingkat kesehatan bank yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar 10,35% maka rasio yang dicapai Bank BPD DIY pada tahun 2014 – 2016 dikategorikan dalam kelompok SEHAT. Semakin kecil rasio Kualitas Aktiva Produktif (KAP) Maka semakin baik karena aktiva produktif yang bermasalah pada bank tersebut relatif kecil.
b. Rasio Penyisihan Penghapusan aktiva produktif terhadap aktiva produktif yang diklasifikasikan
Penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP) adalah cadangan yang harus dibentuk sebesar persentase tertentu dari nominal berdasarkan penggolongan kualitas aktiva produktif sebagaimana ditetapkan dalam Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No.31/147/KEP/DIR tanggal 12 November 1998 tentang kualitas aktiva produktif.
Menurut Surat Keputusan Bank Indonesia No. 31/148/KEP/DIR tanggal 12 November 1998 penilaian tingkat kesehatan bank berdasarkan penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP) adalah sebagai berikut.
2) Untuk setiap kenaikan 1% dimulai dari 0% nilai kredit ditambah 1 dengan maksimum 100.
Berikut ini adalah hasil analisis Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) Pada Bank BPD DIY tahun 2014 – 2016 :
Tabel V.5
Perhitungan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP)
(dalam Jutaan Rupiah)
Tahun PPAP (Rp) PPAPWD (Rp) PPAP(%) 2014 52.678 49.471 106,48% 2015 50.696 52.490 96,58% 2016 66.620 122.039 54,58% Sumber : Laporan Keuangan Bank BPD DIY
PPAP Bank BPD DIY per 31 Desember 2014 sebesar 106,48%, tahun 2015 sebesar 96,58%, dan tahun 2016 sebesar 54,58%.
Adanya penurunan rasio PPAP ini disebabkan oleh penurunan pada aktiva produktif di tahun 2015 dan kenaikan yang cukup signifikan pada rasio PPAPWD pada tahun 2016.
Setelah melakukan perhitungan nilai rasio PPAP, maka selanjutnya adalah melakukan analisis nilai kredit Penyisihan Penghapusan Aktiva Profuktif (PPAP) pada bank BPD DIY tahun 2014 – 2016.
Tabel V.6
Nilai Kredit Faktor PPAP Tahun PPAP (%) Nilai Kredit (%) Nilai Maksimum Bobot Rasio PPAP Nilai Kredit Faktor 2014 106,48 106,48 100 5 5 2015 96,58 96,58 100 5 4.82 2016 54,58 54,58 100 5 2.72 Sumber : Hasil Olahan Data
Nilai Kredit PPAP Bank Syariah Mandiri per 31 Desember 2014 sebesar 106,48%, tahun 2015 sebesar 96,58%, dan tahun 2016 sebesar 54,58%.
Berdasarkan hasil perhitungan nilai kredit Rasio PPAP pada tahun 2014 dan tahun 2015 lebih besar dari kriteria penilaian tingkat kesehatan bank yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar 81% maka rasio yang dicapai Bank BPD DIY dikategorikan dalam kelompok SEHAT. Sedangkan nilai kredit rasio PPAP pada tahun 2016 dikategorikan dalam kelompok KURANG SEHAT karena berada diantara 51,0% - 66,0%.
3. Management
Pada aspek ini yang menjadi penilaian adalah manajemen permodalan, manajemen kualitas aset, manajemen umum, manajemen rentabilitas, dan manajemen likuiditas. Aspek ini biasanya dinilai dengan kuesioner yang ditujukan pada bank yang bersangkutan, akan tetapi karena keterbatasan maka pengisian tersebut sulit dilakukan karena terkait akan unsur kerahasiaan bank. Oleh karenanya dalam dalam aspek
ini dapat diproyeksikan dengan rasio Net Profit Margin (NPM). Rasio NPM ini membandingkan antara Laba Bersih dengan Pendapatan Operasional. Sehingga rasio NPM pada Bank BPD DIY sebagai berikut:
Tabel V.7
Perhitungan Net Profit Margin (NPM) (dalam Jutaan Rupiah)
Tahun Laba Bersih (Rp) Pendapatan Operasional (Rp) NPM (%) Nilai Kredit 2014 156.163 786.172 19,86 19,86 2015 186.148 913.917 20,36 20,36 2016 211.777 971.972 21,78 21,78 Sumber : Laporan Keuangan Bank BPD DIY
NPM Bank BPD DIY per 31 Desember 2014 sebesar 19,86%, tahun 2015 sebesar 20,36%, dan tahun 2016 sebesar 21,78%. Hal ini menunjukan bahwa nilai rasio NPM meningkat setiap tahunnya. Untuk menentukan Nilai Kredit pada NPM disamakan dengan rasio NPM yang ada. Nilai kredit pada aspek Manajemen pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 masuk dalam kategori SEHAT karena melebihi ketetapan Bank Indonesia yaitu sebesar 4,9%.
4. Earning (Rentabilitas)
Rasio rentabilitas dilakukan untuk mengetahui kemampuan bank dalam mendapatkan keuntungan. Rasio rentabilitas terbagi menjadi 2 yaitu :
b. BOPO : membandingkan antara beban operasi dengan pendapatan operasi
Berikut ini adalah hasil analisis Return On Assets (ROA) pada Bank BPD DIY tahun 2014 – 2016 :
Tabel V.8
Perhitungan Return On Assets (ROA) (dalam jutaan rupiah)
Tahun Total Laba Sebelum Pajak (Rp)
Total Aktiva (Rp) ROA (%)
2014 211.073 7.821.133 2,69 2015 251.687 8.689887 2,89 2016 286.271 9.739.527 2,93 Sumber : Laporan Keuangan Bank BPD DIY
ROA Bank BPD DIY per 31 Desember 2014 sebesar 2,69%, tahun 2015 sebesar 2,89%, dan tahun 2016 sebesar 2,93%. Hal ini menunjukan dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 rasio ROA Bank BPD DIY mengalami kenaikan. Kenaikan rasio ROA ini menunjukan semakin baiknya pengelolaan assets bank dalam menghasilkan laba.
Setelah melakukan perhitungan nilai rasio ROA, maka selanjutnya adalah melakukan analisis nilai kredit Return On Assets (ROA) pada PT. Bank BPD DIY 2014 – 2016.
Tabel V.9
Nilai Kredit Faktor ROA Tahun ROA(%) Nilai
Kredit Nilai Maksimum Bobot Rasio ROA Nilai Kredit Faktor 2014 2,69 179,33 100 5 5 2015 2,89 192,66 100 5 5 2016 2,93 195,33 100 5 5 Sumber : Hasil Olahan Data
Nilai Kredit ROA Bank BPD DIY per 31 Desember 2014 sebesar 179,33%, tahun 2015 sebesar 192,66 %, dan tahun 2016 sebesar 195,33%. Oleh karena nilai kredit dibatasi maksimum 100 maka nilai rasio ROA pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 diatas diakui sebagai 100.
Berdasarkan hasil perhitungan nilai kredit rasio ROA pada tahun 2014 – 2016 lebih besar dari kriteria penilaian tingkat kesehatan bank yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar 1,22% maka rasio yang di capai Bank BPD DIY dikategorikan dalam kelompok SEHAT.
Sedangkan hasil analisis Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) pada Bank BPD DIY tahun 2014 – 2016 sebagai berikut:
Tabel V.10
Perhitungan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO)
(dalam jutaan rupiah) Tahun Beban Operasional (Rp) Pendapatan Operasional (Rp) BOPO (%) 2014 571.055 786.172 72,64 2015 656.903 913.917 71,89 2016 681.860 971.972 70,15 Sumber : Laporan Keuangan Bank BPD DIY
BOPO Bank BPD DIY per 31 Desember 2014 sebesar 72,64%, tahun 2015 sebesar 71,89%, dan tahun 2016 sebesar 70,15%. Terjadinya penurunan rasio BOPO ini menunjukan semakin baiknya tingkat efisiensi usaha yang dijalankan oleh bank BPD DIY karena dengan biaya yang dikeluarkan mampu mendapatkan penghasilan yang memadai.
Setelah melakukan perhitungan nilai rasio BOPO, maka selanjutnya adalah melakukan analisis nilai kredit Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) pada Bank BPD DIY tahun 2014 – 2016.
Tabel V.11
Nilai Kredit Faktor BOPO Tahun BOPO (%) Nilai Kredit Nilai Maksimum Bobot Rasio BOPO Nilai Kredit Faktor 2014 72,64 342 100 5 5 2015 71,89 351,375 100 5 5 2016 70,15 373,125 100 5 5 Sumber: Hasil Olahan Data
Nilai Kredit BOPO Bank BPD DIY per 31 Desember 2014 sebesar 342%, tahun 2015 sebesar 351,375%, dan tahun 2016 sebesar 373,125%. Oleh karena nilai kredit dibatasi maksimum 100 maka nilai rasio BOPO pada tahun 2014 – 2016 diatas diakui sebagai 100.
Berdasarkan hasil perhitungan nilai rasio BOPO pada tahun 2014 -2016 lebih kecil dari kriteria yang ditetapkan Bank Indonesia berkaitan dengan penilaian kesehatan bank yakni sebesar 93,52% maka dapat dinyatakan bahwa aspek BOPO Bank BPD DIY berada pada predikat SEHAT.
5. Liquidity (Likuiditas)
Likuiditas adalah kemampuan untuk membayar kewajiban finansial jangka pendek tepat pada waktunya yang ditunjukan oleh besar kecilnya aktiva lancar yaitu aktiva yang mudah untuk diubah menjadi kas yang meliputi surat berharga, piutang dan persediaan.
a. NCM – CA : membandingkan antara kewajiban bersih call money terhadap aktiva lancar.
b. LDR : membandingkan antara kredit dengan dana masyarakat. Berikut ini adalah hasil analisis Net Call Money to Current Asset (NCM – CA ) pada Bank BPD DIY tahun 2014 – 2016 :
Tabel V.12
Perhitungan Net Call Money to Current Assets (NCM – CA) (dalam Jutaan Rupiah)
Tahun Kewajiban Bersih (Rp) Aktiva Lancar (Rp) NCM – CA (%) 2014 131.000 2.549.807 5,13 2015 220.000 2.959.389 7,43 2016 497.000 3.619.323 13,73 Sumber : Laporan Keuangan Bank BPD DIY
NCM – CA Bank BPD DIY per 31 Desember 2014 sebesar 5,13%, tahun 2015 sebesar 7,43% , dan tahun 2016 sebesar 13,73%. Kenaikan Rasio NCM – CA ini terjadi dikarenakan Kewajiban Bersih yang meningkat setiap tahunnya diiringi dengan Aktiva Lancar yang juga meningkat setiap tahunnya.
Setelah melakukan perhitungan nilai rasio NCM – CA, maka selanjutnya adalah melakukan analisis nilai kredit NCM – CA pada Bank BPD DIY tahun 2014 – 2016.
Tabel V.13
Nilai Kredit Faktor NCM – CA Tahun NCM – CA
(%)
Nilai Kredit Bobot Rasio NCM – CA Nilai Kredit Faktor 2014 5,13 94,87 5 4,74 2015 7,43 92,57 5 4,62 2016 13,73 86,27 5 4,31
Sumber : Hasil Olahan Data
Nilai Kredit NCM – CA Bank BPD DIY per 31 Desember 2014 seebsar 94,87%, tahun 2015 sebesar 92,57%, dan tahun 2016 sebesar 86,27%.
Berdasarkan hasil perhitungan nilai kredit rasio NCM – CA pada tahun 2014 – 2016 lebih besar dari kriteria yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar 4,05%, maka rasio yang dicapai Bank BPD DIY dikategorikan dalam kelompok SEHAT.
Sedangkan hasil analisis Loan To Deposit Ratio ( LDR) pada Bank Syariah Mandiri tahun 2014 – 2016, sebagai berikut :
Tabel V.14
Perhitungan Loan to Deposit Ratio (LDR) (dalam Jutaan Rupiah)
Tahun Kredit (Rp) Dana Masyarakat (Rp) LDR (%) 2014 5.194.759 6.368.034 81,57 2015 5.593.023 6.841.380 81,75 2016 5.989.632 7.380.198 81,15 Sumber : Laporan Keuangan Bank BPD DIY
LDR Bank BPD DIY per 31 Desember 2014 sebesar 81,57%, tahun 2015 sebesar 81,75%, dan tahun 2016 sebesar 81,15%.. Terjadinya penurunan rasio LDR ini menunjukan adanya kenaikan dana yang disalurkan bank melalui pembiayaan.
Setelah melakukan perhitungan nilai rasio LDR, maka selanjutnya adalah melakukan analisis nilai kredit LDR pada Bank BPD DIY tahun 2014 – 2016.
Tabel V.15
Nilai Kredit Faktor LDR Tahun LDR (%) Nilai Kredit Nilai Maksimum Bobot Rasio LDR Nilai Kredit Faktor 2014 81,57 133,72 100 5 5 2015 81,75 133 100 5 5 2016 81,15 135,4 100 5 5 Sumber: Hasil Olahan Data
Nilai Kredit LDR Bank BPD DIY per 31 Desember 2014 sebesar 133,72%, tahun 2015 sebesar 133%, dan tahun 2016 sebesar 135,4%. Karena nilai kredit maksimum LDR 100, maka nilai kredit LDR tersebut diakui sebagai 100. Hasil perhitungan nilai kredit aspek LDR menunjukkan angka lebih kecil daripada kriteria yang ditetapkan Bank Indonesia sebesar 94,75%, maka rasio LDR pada PT. Bank BPD DIY tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 termasuk pada kategori golongan yang berpredikat SEHAT.
B. Pembahasan
1. Analisis Tingkat Kesehatan PT. Bank BPD DIY Tahun 2014 Sampai