BAB II LANDASAN TEORI
KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis karakteristik responden dapat disimpulkan bahwa responden pengguna handphone Samsung terbanyak adalah mahasiswa berjenis kelamin wanita dengan jumlah 42 orang (60%), respondennya berasal dari Fakultas Ekonomi, Fakultas Sastra, Program Pasca Sarjana, dan sebagian besar dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yaitu sebanyak 36 orang (51,3%) dengan rentang usia terbanyak antara 21-24 tahun sejumlah 35 orang (50%), uang saku responden tersebut paling banyak berjumlah Rp. 500.000,00 – Rp. 1.000.000,00 yaitu ada 26 orang (37,1%) dan tipe handphone yang mereka gunakan paling banyak dibanding tipe lainnya adalah tipe D yaitu ada 14 orang (20%).
Hasil analisis data menggunakan uji Cochran dapat disimpulkan ada 10 atribut yang membentuk brand image, kesepuluh atribut tersebut (berdasarkan urutan jumlah ”ya” terbanyak) adalah keterjangkauan harga beli, kelengkapan
features, keunggulan dibanding produk lain, ketersediaan pilihan tipe yang beragam, ketersediaan fasilitas hiburan, kemenarikan model desain, keinovatifan produk, kemampuan menjalankan fungsi di segala kondisi, performance dapat diandalkan, dan kemampuan mencerminkan kepribadian pemakai, ke-10 atribut
tersebut merupakan bentuk dari brand image Samsung yang telah dipersepsikan konsumen saat ini.
B. Saran
Hasil dari analisis Cochran pada bab V diketahui ada 10 atribut asosiasi merek (kemampuan menjalankan fungsi di segala kondisi, kelengkapan features,
ketersediaan pilihan tipe yang beragam, performance dapat diandalkan, keterjangkauan harga beli, kemenarikan model desain, kemampuan mencerminkan kepribadian pemakai, ketersediaan fasilitas hiburan, keunggulan dibanding produk lain, dan keinovatifan produk) yang membentuk brand image handphone Samsung dari 16 atribut valid yang digunakan dalam pengujian.
Untuk sepuluh atribut tersebut diharapkan manajemen Samsung dapat meningkatkan inovasi (desain dan fitur), kerjasama, performa, dan menambah fasilitas (internal maupun eksternal). Misalnya, saat ini handphone Samsung memiliki akses internet broadband teratas karena bekerjasama dengan google (www.Samsungelectronic.com), untuk selajutnya perusahaan dapat meningkatkan kerjasama dengan situs-situs lainnya. Layanan mobile tracker pada masa mendatang diharapkan tersedia pada seluruh produk handphone Samsung, tidak hanya pada tipe tertentu sehingga keunggulan ini sekaligus dapat dijadikan ciri dari handphone merek Samsung. Selain keunggulan di atas, handphone Samsung juga mampu mencerminkan kepribadian pemakai karena menyediakan bermacam tipe menyesuaikan dengan karakter pemakainya. Agar dapat menunjang penampilan, menurut peneliti akan lebih menarik lagi jika counter atau graha
menyediakan aksesoris pendukung bermerek Samsung yang dijual terpisah (misal: gantungan HP yang girly atau sporty, dompet HP beragam warna dan bentuk, speaker eksternal, dsb). Selanjutnya melihat minat dan kemampuan beli masyarakat Indonesia terhadap handphone berteknologi canggih cukup besar, sebaiknya perusahaan lebih banyak meluncurkan produk berteknologi canggih ke Indonesia dengan tipe variatif agar kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap teknologi canggih terpenuhi serta tidak tertinggal dari bangsa lain, karena teknologi merupakan faktor pendukung kemajuan peradaban dan pola pikir masyarakat.
Tanpa mengabaikan 10 atribut di atas, manajemen Samsung diharapkan memperhatikan 6 atribut lainnya yang dianggap tidak menjadi atribut pembentuk
brand image. Keberadaan suatu produk akan mudah diketahui melalui iklan, semakin sering iklan muncul semakin kuat pula ingatan masyarakat akan keberadaan suatu produk dan slogan yang menyertainya. Kemudahan memahami makna yang tersirat dari iklan tergantung bagaimana konsep iklan dan model yang digunakan dalam iklan, diharapkan iklan dapat dengan mudah ”dicerna” oleh seluruh lapisan masyarakat agar promosi lebih efektif.
Iklan dari handphone Samsung sendiri belum mencapai ke seluruh lapisan masyarakat, oleh sebab itu sebaiknya iklan dimuat dalam berbagai media yang sekiranya mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat seperti televisi yang hampir tiap harinya kita tonton, tabloid dan koran yang kerap menjadi media informasi pilihan masyarakat, billboard yang mudah dilihat di tempat keramaian,
dengan konsep yang simpel namun berkesan dan model iklan artis lokal yang sedang naik daun atau artis yang dekat di hati pemirsanya maka pesan iklan lebih mudah untuk disampaikan.
Jika masyarakat telah menyadari keberadaan suatu produk maka akan tertarik untuk mencari tahu kelebihan produk sebelum membeli yaitu melalui tabloid (atau media lain) bisa juga langsung mengunjungi graha, pelayanan yang ramah dan mudah (baik dalam mencari informasi ataupun dalam memperbaiki produk dan mendapatkan suku cadangnya) di graha menjadi suatu cara dalam menanamkan kepercayaan akan kualitas pelayanan agar konsumen tidak segan mengunjungi kembali. Memberikan hadiah langsung yang menarik dan memberikan doorprice untuk setiap pembelian handphone Samsung tipe tertentu juga dapat menjadi daya tarik bagi konsumen.
Pada akhirnya semakin banyak masyarakat yang menggunakan produk
handphone Samsung maka harga jual kembalinya tidak mudah ”anjlok”, sehingga konsumen tidak enggan untuk membeli handphone dari merek yang sama. Peneliti berharap agar manajemen lebih memperhatikan hal tersebut diatas agar atribut-atribut yang membentuk brand image handphone Samsung tidak hanya ada 10 atribut tetapi selanjutnya semua atribut yang digunakan di dalam penelitian ini dapat menjadi atribut- atribut pembentuk brand image handphone Samsung.
Bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian dengan topik yang sejenis dengan penelitian ini, peneliti menyarankan untuk mencoba meneliti
misalnya, handphone Beyonce, D-One, Blackberry, i-Phone, dan sebagainya, agar mengetahui bagaimana tanggapan masyarakat terhadap handphone-handphone
tersebut juga untuk melihat atribut-atribut apa saja yang tertanam di benak konsumennya terhadap produk tersebut.
C. KeterbatasanPenelitian
Penelitian ini tentu tidak lepas dari keterbatasan baik dari peneliti sendiri maupun dari pihak luar dan segala yang berkaitan dengan penelitian. Adapun beberapa kesulitan yang ditemui selama penelitian dilakukan sebagai berikut:
1. Seri/jenis dari handphone Samsung sangat beragam sehingga peneliti harus membatasi seri ponsel hanya mulai keluaran tahun 2006-2008, menyebabkan peneliti agak kesulitan menemukan responden dengan karakteristik yang sesuai karena jumlah pemakainya tidak banyak.
2. Jawaban yang diberikan oleh responden cenderung asal karena kurang serius atau tergesa-gesa saat mengisi kuesioner, begitu juga jika terjadi kesalahan responden saat menangkap maksud dalam kuesioner menyebabkan hasil yang bias.