• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Cochran Q ( K-Related Sample Test)

Dalam dokumen BRAND IMAGE HANDPHONE SAMSUNG (Halaman 95-115)

BAB II LANDASAN TEORI

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

B. Pengujian Instrumen

2. Uji Cochran Q ( K-Related Sample Test)

Analisis Cochran digunakan untuk mengetahui hubungan antara beberapa atribut variabel asosiasi merek yang saling terkait dan membentuk

image suatu merek. Dalam penelitian ini yang ingin diketahui adalah image merek handphone Samsung. Guna memudahkan penghitungan peneliti menggunakan bantuan program SPSS 11,5. Uji Cochran ini digunakan untuk jenis data yang bersifat nominal atau dikotomi. Misalnya, kuesioner yang menggunakan pilihan jawaban “ya” atau “tidak”. Pada proses analisis untuk jawaban “ya” diberikan nilai 1 dan untuk jawaban “tidak” diberikan nilai 0.

Rumus uji Cochran:

− − = 2 2 2 ( ) } ){ 1 ( i i R R k Cj Cj k k Q

Keterangan:

k : jumlah atribut n : jumlah responden

Cj : total respon pada j variabel (kolom) Ri : total respon pada i pengamatan

Tabel V.8

Matrik jawaban responden

Atibut Asosiasi Ya Tidak

Atribut 1 Kemampuan handphone menjalankan fungsi di berbagai kondisi

60 10

Atribut 2 Kelengkapan features 66 4 Atribut 3 Ketersediaan pilihan tipe produk 64 6

Atribut 6 Tingginya harga purna jual 18 52 Atribut 8 Performance dapat diandalkan 60 10 Atribut 9 Kemudahan dalam memperbaiki produk dan

ketersediaan suku cadang

46 24 Atribut 10 Keterjangkauan harga beli 54 16 Atribut 12 Kememenarikan modeldesain 63 7 Atribut 13 Kemudahan dalam penggunaan 47 23 Atribut 14 Kemampuan handphone dalam mencerminkan

kepribadian pemakai

60 10 Atribut 15 Ketersediaan fasilitas hiburan 64 6 Atribut 16 Kemenarikan iklan 49 21 Atribut 17 Kemudahan memahami maksud iklan 51 19 Atribut 18 Kemudahan dalam mengingat slogan 29 41 Atribut 19 Keunggulan dibanding produk lain 65 5 Atribut 20 Keinovatifan produk 62 8

Sumber : data primer, diolah tahun 2008

Setelah dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas, berikutnya dilakukan uji Cochran. Dalam pengujian validitas ada 6 atribut yang tidak valid untuk digunakan sebagai alat ukur , yaitu atribut ke-4 ”keandalan”, atribut ke-5 ”kualitas ”, atribut ke-7 ”Spesifikasi teknologi”, atribut ke-11

”kemudahan memperoleh produk”, atribut 21 ”kepercayaan merek”, dan atribut ke-22 ”kesuksesan perusahaan yang memproduksi”, atribut yang tersisa ada 16 atribut yang teruji validitasnya, atribut-atribut tersebut dapat dilihat pada tabel V.8 diatas.

Sesuai dengan langkah-langkah pengujian Cochran analisis dilakukan dengan membuang atribut yang memiliki jawaban ”tidak” mulai dari yang memiliki jawaban ”tidak” terbanyak sampai ditemukan atribut yang membentuk image merek, yaitu bila Qhitung < X2 tabel. Proses pengujian dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

a. Tahap pertama dilakukan pengujian pada 16 variabel yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu. Hasil penghitungan Qhitung

sebesar 268.815 dan X2 tabel sebesar 24.996 (pada derajat bebas; 16-1=15), probabilitas = 0,000. berdasarkan penghitungan tersebut Qhitung > X2tabel, maka 16 atribut asosiasi tersebut belum dapat membentuk image merek

handphone Samsung. Hasil pengolahan dapat dilihat pada Tabel V.9 dan Tabel V.10 berikut.

Tabel V.9

Frekuensi (langkah ke-1)

Sumber : data primer yang diolah tahun 2008

Tabel V.10

Test Statistics (langkah ke-1)

N Cochran’s Q Df Asymp. Sig. 70 268.815 15 .000

Sumber : data primer yang diolah tahun 2008

b. Berikutnya membuang atribut dengan jawaban ”tidak” terbanyak, yaitu atribut ”tingginya harga purna jual” (atribut 6). Pengujian dilakukan pada 15 variabel, hasilnya Qhitung sebesar 192.866 dan X2tabel sebesar 23.685

No Atribut Value 0

Value 1

1 Kemampuan handphone menjalankan fungsinya pada berbagai kondisi

10 60 2 Kelengkapan features 4 66 3 Ketersediaan pilihan produk 6 64 4 Tingginya harga purna jual 52 18

5 Performance dapat diandalkan 10 60

6 Kemudahan memperbaiki produk dan ketersediaan suku cadang

46 24 7 Keterjangkauan harga beli 16 54 8 Kemenarikan desain 7 63 9 Kemudahan dalam penggunaan 23 47 10 Kemampuan mencerminkan kepribadian

pemakai

10 60 11 Ketersediaan fasilitas hiburan 6 64 12 Kemenarikan iklan 21 49 13 Kemudahan dalam memahami maksud iklan 19 51 14 Kemudahan dalam mengingat slogan 41 29 15 Keunggulan dibanding handphone lain 5 65 16 Keinovatifan produk 8 62

(pada derajat bebas; 15-1=14), probabilitas = 0,000. Berdasarkan penghitungan tersebut Qhitung > X2 tabel, maka 15 atribut asosiasi tersebut belum dapat membentuk image merek handphone Samsung.

Tabel V.11

Frekuensi (langkah ke-2)

Sumber : data primer yang diolah tahun 2008

Tabel V.12

Test Statistics (langkah ke-2)

N Cochran’s Q Df Asymp. Sig. 70 192.866 14 .000

Sumber : data primer yang diolah tahun 2008

No Atribut Value 0

Value 1

1 Kemampuan handphone menjalankan fungsinya pada berbagai kondisi

10 60

2 Kelengkapan features 4 66 3 Ketersediaan pilihan produk 6 64

4 Performance dapat diandalkan 10 60

5 Kemudahan memperbaiki produk dan ketersediaan suku cadang

46 24 6 Keterjangkauan harga beli 16 54 7 Kemenarikan desain 7 63 8 Kemudahan dalam penggunaan 23 47 9 Kemampuan mencerminkan kepribadian

pemakai

10 60 10 Ketersediaan fasilitas hiburan 6 64 11 Kemenarikan iklan 21 49 12 Kemudahan dalam memahami maksud iklan 19 51 13 Kemudahan dalam mengingat slogan 41 29 14 Keunggulan dibanding handphone lain 5 65 15 Keinovatifan produk 8 62

c. Setelah atribut 6 dibuang, selanjutnya membuang atribut dengan jawaban ”tidak” terbanyak kedua, yaitu atribut ” Kemudahan memperbaiki produk dan ketersediaan suku cadang” (atribut 9). Pengujian dilakukan pada 14 variabel, hasilnya Qhitung sebesar 123.467 dan X2tabel sebesar 22.362 (pada derajat bebas; 14-1=13), probabilitas = 0,000. Berdasarkan penghitungan tersebut Qhitung > X2 tabel, maka 14 atribut asosiasi tersebut belum dapat membentuk image merek handphone Samsung.

Tabel V.13

Frekuensi (langkah ke-3)

S

Sumber : data primer yang diolah tahun 2008

No Atribut Value 0

Value 1

1 Kemampuan handphone menjalankan fungsinya pada berbagai kondisi

10 60

2 Kelengkapan features 4 66 3 Ketersediaan pilihan produk 6 64

4 Performance dapat diandalkan 10 60

5 Keterjangkauan harga beli 16 54 6 Kemenarikan desain 7 63 7 Kemudahan dalam penggunaan 23 47 8 Kemampuan mencerminkan kepribadian

pemakai

10 60 9 Ketersediaan fasilitas hiburan 6 64 10 Kemenarikan iklan 21 49 11 Kemudahan dalam memahami maksud iklan 19 51 12 Kemudahan dalam mengingat slogan 41 29 13 Keunggulan dibanding handphone lain 5 65 14 Keinovatifan produk 8 62

Tabel V.14

Test Statistics (langkah ke-3)

N Cochran’s Q Df Asymp. Sig. 70 123.467 13 .000

Sumber : data primer yang diolah tahun 2008

d. Berikutnya membuang atribut dengan jawaban ”tidak” terbanyak ketiga, yaitu atribut ”Kemudahan dalam mengingat slogan” (atribut 18). Pengujian dilakukan pada 13 variabel, hasilnya Qhitung sebesar 53.850 dan X2tabel sebesar 21.026 (pada derajat bebas; 13-1=12), probabilitas = 0,000. Berdasarkan penghitungan tersebut Qhitung > X2 tabel, maka 13 atribut asosiasi tersebut belum dapat membentuk image merek handphone

Tabel V.15

Frekuensi (langkah ke-4)

S u m b e r : d

Data primer yang diolah tahun 2008

Tabel V.16

Test Statistics (langkah ke-4)

N Cochran’s Q Df Asymp. Sig. 70 53.850 12 .000

Sumber : data primer yang diolah tahun 2008

e. Kemudian dilanjutkan dengan membuang jawaban ”tidak” terbanyak keempat, yaitu atribut ”Kemudahan dalam penggunaan” (atribut 13). Pengujian dilakukan pada 12 variabel, hasilnya Qhitung sebesar 40.722, X2tabel sebesar 19.675 (pada derajat bebas; 12-1=11), probabilitas = 0,000. Berdasarkan penghitungan tersebut Qhitung > X2 tabel, maka 12 atribut

No Atribut Value 0

Value 1

1 Kemampuan handphone menjalankan fungsinya pada berbagai kondisi

10 60

2 Kelengkapan features 4 66 3 Ketersediaan pilihan produk 6 64

4 Performance dapat diandalkan 10 60

5 Keterjangkauan harga beli 16 54 6 Kemenarikan desain 7 63 7 Kemudahan dalam penggunaan 23 47 8 Kemampuan mencerminkan kepribadian

pemakai

10 60 9 Ketersediaan fasilitas hiburan 6 64 10 Kemenarikan iklan 21 49 11 Kemudahan dalam memahami maksud iklan 19 51 12 Keunggulan dibanding handphone lain 5 65 13 Keinovatifan produk 8 62

asosiasi tersebut belum dapat membentuk image merek handphone

Samsung.

Tabel V.17

Frekuensi (langkah ke-5)

Sumber : data primer yang diolah tahun 2008

Tabel V.18

Test Statistics (langkah ke-5)

N Cochran’s Q Df Asymp. Sig. 70 40.722 11 .000

Sumber : data primer yang diolah tahun 2008

f. Langkah berikutnya membuang atribut dengan jawaban ”tidak” terbanyak kelima, yaitu atribut ”Kemenarikan iklan” (atribut 16). Pengujian dilakukan pada 11 variabel, hasilnya Qhitung sebesar 28.373, X2tabel sebesar 18.307 (pada derajat bebas; 11-1=10), probabilitas = 0,002. Berdasarkan

No Atribut Value 0

Value 1

1 Kemampuan handphone menjalankan fungsinya pada berbagai kondisi

10 60

2 Kelengkapan features 4 66 3 Ketersediaan pilihan produk 6 64

4 Performance dapat diandalkan 10 60

5 Keterjangkauan harga beli 16 54 6 Kemenarikan desain 7 63 7 Kemampuan mencerminkan kepribadian

pemakai

10 60 8 Ketersediaan fasilitas hiburan 6 64 9 Kemenarikan iklan 21 49 10 Kemudahan dalam memahami maksud iklan 19 51 11 Keunggulan dibanding handphone lain 5 65 12 Keinovatifan produk 8 62

penghitungan tersebut Qhitung > X2 tabel, maka 11 atribut asosiasi tersebut belum dapat membentuk image merek handphone Samsung.

Tabel V.19

Frekuensi (langkah ke-6)

S S

Sumber : data primer yang diolah tahun 2008

Tabel V.20

Test Statistics (langkah ke-6)

N Cochran’s Q Df Asymp. Sig. 70 28.373 10 .002

Sumber : data primer yang diolah tahun 2008

g. Dilanjutkan lagi dengan membuang atribut dengan jawaban ”tidak” terbanyak keenam, yaitu atribut ” Kemudahan dalam memahami maksud iklan” (atribut 17). Pengujian dilakukan pada 10 variabel, hasilnya Qhitung sebesar 16.277, X2tabel sebesar 16.919 (pada derajat bebas; 10-1=9), probabilitas = 0,061. Berdasarkan penghitungan tersebut Qhitung < X2 tabel,

No Atribut Value 0

Value 1

1 Kemampuan handphone menjalankan fungsinya pada berbagai kondisi

10 60

2 Kelengkapan features 4 66 3 Ketersediaan pilihan produk 6 64

4 Performance dapat diandalkan 10 60

5 Keterjangkauan harga beli 16 54 6 Kemenarikan desain 7 63 7 Kemampuan mencerminkan kepribadian

pemakai

10 60 8 Ketersediaan fasilitas hiburan 6 64 9 Kemudahan dalam memahami maksud iklan 19 51 10 Keunggulan dibanding handphone lain 5 65 11 Keinovatifan produk 8 62

maka 10 atribut asosiasi tersebut membentuk image merek handphone

Samsung.

Tabel V.21

Frekuensi (langkah ke-7)

Sumber : data primer yang diolah tahun 2008

Tabel V.22

Test Statistics (langkah ke-7)

N Cochran’s Q Df Asymp. Sig. 70 16.277 9 .061

Sumber : data primer yang diolah tahun 2008

No Atribut Value 0

Value 1

1 Kemampuan handphone menjalankan fungsinya pada berbagai kondisi

10 60

2 Kelengkapan features 4 66 3 Ketersediaan pilihan produk 6 64

4 Performance dapat diandalkan 10 60

5 Keterjangkauan harga beli 16 54 6 Kemenarikan desain 7 63 7 Kemampuan mencerminkan kepribadian

pemakai

10 60 8 Ketersediaan fasilitas hiburan 6 64 9 Keunggulan dibanding handphone lain 5 65 10 Keinovatifan produk 8 62

Tabel V.23

Hasil hitung setelah Uji Cochran

Jumlah Atribut Qhitung X2 tabel P

16 Atribut 268.815 24.996 0,000 15 Atribut 192.866 23.685 0,000 14 Atribut 123.467 22.362 0,000 13 Atribut 53.850 21.026 0,000 12 Atribut 40.722 19.675 0,000 11 Atribut 28.373 18.307 0,002 10 Atribut 16.277 16.919 0,061

Sumber : data primer yang diolah tahun 2008

Setelah dilakukan langkah-langkah pengujian pada 16 atribut, penghitungan berhenti pada langkah pengujian ketujuh, yaitu membuang atribut dengan jawaban ”tidak” terbanyak keenam ”Kemudahan dalam memahami maksud iklan” (atribut 17). Berdasarkan pengujian tersebut, atribut yang tidak membentuk brand image handphone Samsung sebanyak 6 atribut dan yang membentuk brand image handphone Samsung sebanyak 10 atribut.

Atribut-atribut yang tidak membentuk brand image handphone

Samsung adalah tingginya harga purna jual, kemudahan dalam memperbaiki produk dan ketersediaan suku cadang, kemudahan dalam penggunaan, kemenarikan iklan, kemudahan memahami maksud iklan, kemudahan mengingat slogan.

Atribut-atribut yang membentuk brand image handphone Samsung adalah kemampuan menjalankan fungsi di segala kondisi, kelengkapan

features, ketersediaan pilihan tipe yang beragam, performance dapat diandalkan, keterjangkauan harga beli, kemenarikan model desain,

kemampuan mencerminkan kepribadian pemakai, ketersediaan fasilitas hiburan, keunggulan dibanding produk lain, dan keinovatifan produk.

D. Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan di atas, berikut merupakan pembahasan mengenai analisis deskriptif responden dan analisis data:

1. Menurut hasil penyebaran kuesioner diketahui bahwa sebagian besar responden pengguna handphone Samsung yang ditemui pada saat penelitian berlangsung adalah wanita dengan jumlah responden 42 orang (60%), sedangkan untuk responden pria sebanyak 28 orang (40%). Jumlah responden ditinjau dari fakultasnya terdiri dari mahasiswa FKIP sebanyak 36 orang (51,3%), mahsiswa Fakultas Ekonomi sebanyak 19 orang (27,2%), mahasiswa Fakultas Sastra 13 orang (18,6%) dan mahasiswa Program Pasca Sarjana 2 orang (2,9%). Pengelompokan berdasarkan usia responden terbanyak berada pada rentang usia 21-24 tahun dengan jumlah 35 orang (50%), kedua berada pada rentang usia 17-20 tahun yaitu sebanyak 21 orang (30%), jumlah lainnya berusia > 24 tahun yaitu sebanyak 14 orang (20%). Berdasarkan uang saku perbulan ada 4 pengelompokan responden yaitu kelompok pertama uang saku rendah dengan jumlah < Rp. 500.000,00 perbulan sebanyak 6 orang (8,6%), kelompok kedua dengan uang saku sedang berkisar antara Rp. 500.000,00 – Rp. 1.000.000,00 perbulan sebanyak 26 orang (37,1%), kelompok ketiga dengan uang saku cukup yang berkisar

antara Rp. 1.000.001,00 – Rp. 1.500.000,00 perbulan sebanyak 23 orang responden (32,9%), dan kelompok keempat dengan uang saku lebih dari cukup/banyak yaitu > Rp. 1.500.000,00 perbulan sebanyak 15 orang (21,4%). 2. Pada pengujian langkah ke-7 telah didapatkan hasil menerima H0 yaitu ketika

hasil Q hitung (16.277) lebih kecil dari X2 tabel (16.919) dan probabilitasnya lebih besar dari 0,05 (P = 0,061), maka dapat diketahui bahwa ke-10 atribut asosiasi (kemampuan menjalankan fungsi di segala kondisi, kelengkapan

features, ketersediaan pilihan tipe yang beragam, performance dapat diandalkan, keterjangkauan harga beli, kemenarikan model desain, kemampuan mencerminkan kepribadian pemakai, ketersediaan fasilitas hiburan, keunggulan dibanding produk lain, dan keinovatifan produk) yang tersisa tersebut memiliki jawaban ”ya” yang tidak berbeda untuk masing-masing atribut artinya tiap responden memiliki persepsi yang sama tentang citra merek handphone Samsung dan semua atribut memiliki hubungan yang tidak signifikan (taraf signifikansi > 0,05) dalam membentuk citra merek

handphone Samsung.

3. Sesuai dengan visi dan misi dari perusahaan Samsung yaitu menjadi pemimpin revolusi penyatuan digital melalui inovasi produk digital,

handphone merek Samsung telah muncul sebagai merek kelas dunia sejak beberapa tahun yang lalu (bab IV pada gambaran perusahaan halaman 51), pertama yaitu berkat kualitasnya yang unggul buktinya ”kemampuan

diandalkan” dan ”keunggulan dibanding produk lain” menjadi atribut asosiasi yang tertanam di benak konsumen, atribut asosiasi ini merupakan atribut yang identik dengan merek Samsung. Kedua yaitu melalui tekhnologinya yang mutakhir, buktinya ”kelengkapan fitur”, ”pilihan tipe yang beragam”, ”ketersediaan fasilitas hiburan”, dan ”keinovatifan produk” juga merupakan atribut asosiasi yang tertanam di benak konsumen sebagai atribut yang identik dengan merek Samsung. Ketiga yaitu melalui desain produk Samsung buktinya ”kemenarikan model desain” dan ”produk mampu mencerminkan kepribadian pemakai” merupakan atribut asosiasi yang tertanam di benak konsumen setelah beberapa atribut tersebut diatas, disamping itu atribut ”keterjangkauan harga beli” juga menjadi pertimbangan konsumen untuk memilih handphone Samsung.

4. Sepuluh atribut asosiasi yang membentuk brand image handphone Samsung yaitu:

a. Kemampuan menjalankan fungsi di berbagai kondisi. Handphone dapat membantu pengguna pada berbagai kondisi yang mungkin tidak mendukung sekalipun, misalnya pada saat pengguna butuh mengirimkan atau membaca email namun tidak membawa notebook atau Personal Computer, handphone Samsung dapat membantu dengan cepat sebagai alat pilihan kedua atau pada saat berada jauh di luar keramaian kota, Samsung mengeluarkan handphone penangkap sinyal kuat dan

memproduksi handphone dengan desain tahan banting, cocok untuk pebisnis yang sering bekerja di lapangan.

b. Kelengkapan features. Tekhnologi Samsung tidak perlu diragukan lagi, tidak kalah dengan merek lain, handphone Samsung memberikan keragaman fitur didalamnya seperti, games browser, yahoo ready, radio, MP3, MP4, AAC+, kamera autofocus, GPRS dan sebagainya

c. Ketersediaan pilihan tipe yang beragam. Tipe yang beragam berguna untuk memudahkan konsumen dalam mengingat produk, selain itu tipe

handphone digunakan untuk mengelompokkan handphone berdasarkan ciri tertentu. Misalnya, tipe i dan PDA phone untuk handphone dengan tekhnologi tinggi dan fitur yang lengkap cocok untuk kalangan pebisnis, tipe C untuk pilihan harga menengah kebawah, tipe F untuk handphone

yang dilengkapi musik dan hiburan lain, dan sebagainya.

d. Performance dapat diandalkan. Meskipun kondisi pasar sedang buruk, namun perusahaan Samsung tidak mengurangi produksi barang-barang berteknologi tinggi, bahkan semakin meningkatkan teknologi integral produk sehingga perusahaan mengalami peningkatan penjualan dari tahun ke tahun.

e. Keterjangkauan harga beli. Dibandingkan dengan produk pesaingnya yaitu Nokia dan Sony Ericsson, harga beli handphone Samsung tidak kalah bersaing, handphone dengan rentang harga terjangkau telah dilengkapi bermacam-macam fitur di dalamnya.

f. Kemenarikan model desain. Tampilan luar produk sangat variatif dan menarik, konsumen dapat memilih bentuk yang sesuai keinginan misalnya bentuk candybar dengan casing yang berkilau, bentuk sliding dengan pilihan warna variatif dan bentuk yang slim, PDA Phone, dan sebagainya. g. Kemampuan mencerminkan kepribadian pemakai. Samsung menyediakan

tipe yang bermacam-macam menyesuaikan dengan karakter pemakai, misalnya sporty, elegance, girly, colorfull, dan sebagainya agar dapat menunjang gaya dan penampilan penggunanya agar lebih serasi dan

fashionable.

h. Ketersediaan fasilitas hiburan. Samsung memberikan fasilitas handphone

yang sarat dengan berbagai hiburan mulai dari musik, video, kamera,

games, browsing, e-mail, chatting, musik dan sebagainya.

i. Keunggulan dibanding produk lain. Handphone Samsung memiliki layanan mobile tracker (uTrack) yang belum dimiliki handphone merek lain, yaitu fitur khusus yang bisa mengirimkan SMS pemberitahuan berisi informasi penting ke nomor yang telah ditetapkan pengguna begitu kartu SIM diganti. Pelacak Mobile mampu mencari handphone dengan cara mengirimkan SMS berisi nomer kode handphone dan nomer SIM yang baru ke nomer yang telah ditetapkan sehingga dapat diketahui siapa pemegang handphone ketika berpindah tangan. Samsung juga memiliki tipe handphone dengan fungsionalitas dual SIM. Selain kelebihan diatas

j. Keinovatifan produk. Perusahaan Samsung mampu memperkenalkan ponsel Samsung premium yang menentukan tren pasar, misalnya Samsung menjadi perusahaan pertama di tahun 2006 yang mampu mengeluarkan ponsel dengan kamera 10 megapiksel dan super music phone dengan drive hard disc 8GB integral

Disamping kesepuluh atribut diatas, ada enam atribut yang tidak membentuk brand image handphone Samsung, yaitu:

a. Tingginya harga purna jual. Di Indonesia nilai harga jual kembali

handphone Samsung bekas ’anjlok’ jauh dari harga belinya dibanding dengan handphone bekas merek Nokia yang cenderung menurun perlahan pertahunnya.

b. Kemudahan dalam memperbaiki produk dan ketersediaan suku cadang. Tidak semua graha menyediakan suku cadang lengkap handphone

Samsung, jadi untuk sparepart tertentu terkadang harus melalui pemesanan dahulu ke graha Samsung pusat sehingga membutuhkan lebih banyak waktu dan biaya kirim.

c. Kemudahan dalam penggunaan. Umumnya masyarakat Indonesia lebih menyukai kepraktisan dan kemudahan. Jika dibandingkan dengan

handphone merek Nokia memang handphone Samsung pengoperasiannya lebih sulit, sehingga merek Nokia identik dengan handphone paling praktis dan mudah. Dewasa ini tipe handphone keluaran baru dari semua merek, penggunaan dan penempatan menunya kini hampir semua sama

dengan tujuan lebih mempermudah penggunanya, namun persepsi bahwa penggunaan handphone Samsung lebih sulit dibanding Nokia terlanjur melekat di benak masyarakat.

d. Kemenarikan media untuk promosi. Dalam hal promosi handphone

Samsung menggunakan media terbanyak berupa majalah, khususnya majalah yang mendunia (misanya: Cosmopolitan, Herworld, Business, dll) dengan tujuan pesan iklan dapat disampaikan kepada seluruh dunia, tetapi tidak semua golongan masyarakat membaca majalah tersebut, adapula yang lebih tertarik dengan tabloid, koran dan televisi dengan alasan harga yang lebih terjangkau, padahal media itu justru yang lebih banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber informasi.

e. Kemudahan memahami maksud iklan. Handphone Samsung telah dikenal sebagai handphone merek yang mendunia, sehingga iklan yang dibuat juga merupakan iklan yang dapat dipahami secara umum dengan bahasa Inggis dan model iklan orang Barat, untuk masyarakat kita justru produk ini akan terkesan sebagai produk mahal. Karena tidak semua golongan masyarakat Indonesia memahami bahasa Inggris dan bahasa tubuh model di dalam iklan tersebut, pada akhirnya pesan yang tersirat tidak tersampaikan pada masyarakat.

f. Kemudahan mengingat slogan.”Samsung is mine” merupakan slogan dari Samsung. Slogan (tagline) sangat membantu dalam upaya menanamkan sesuatu yang menonjol dari produk di dalam ingatan sebagai sesuatu yang

identik dari produk tersebut. Slogan tersebut selalu disertakan didalam iklan, namun karena iklan jarang dimunculkan pada media yang mudah dijangkau atau dilihat masyarakat secara umum, pada akhirnya slogan tidak mudah diingat oleh masyarakat.

BAB VI

Dalam dokumen BRAND IMAGE HANDPHONE SAMSUNG (Halaman 95-115)

Dokumen terkait