A. Kesimpulan
Pada bagian ini, penulis menguraikan kesimpulan penelitian. Kesimpulan
tersebut akan diuraikan berdasarkan rumusan permasalahan yang ada. Berdasarkan
dari hasil analisis data dan pembahasan, maka diperoleh kesimpulan sebagai
berikut:
1. Ada perbedaan sikap konsumen kelompok rendah (1), menengah (2), dan
tinggi (3) terhadap produk aspal bermerek terkenal ditinjau dari tingkat CI
(Consumer Innovativeness). Hal ini ditunjukkan dari hasil out put pada tabel
anova dan multiple comparison (lihat pada lampiran 6) maka dapat
disimpulkan semakin tinggi tingkat CI maka semakin positif sikap konsumen
terhadap produk aspal bermerek terkenal.
2. Ada perbedaan sikap konsumen kelompok rendah (1), menengah (2), dan tinggi
(3) terhadap produk aspal bermerek terkenal ditinjau dari tingkat CSII
(Consumer Suscepbility to Interpersonal Influence ). Hal ini ditunjukkan dari
hasil out put pada tabel anova dan multiple comparison (lihat pada lampiran 6)
maka dapat disimpulkan semakin tinggi tingkat CSII maka semakin positif
3. Ada perbedaan sikap konsumen kelompok rendah (1), menengah (2), dan tinggi
(3) terhadap produk aspal bermerek terkenal ditinjau dari tingkat Locus of
Control. Hal ini ditunjukkan dari hasil out put pada tabel anova dan multiple
comparison (lihat pada lampiran 6) maka dapat disimpulkan semakin tinggi
tingkat LOC maka semakin positif sikap konsumen terhadap produk aspal
bermerek terkenal. Hipotesis ini berbeda dengan hasil penelitian yang didapat,
hipotesis menyatakan bahwa semakin tinggi LOC maka akan semakin negatif
sikap konsumen terhadap produk aspal bermerek terkenal namun hasil yang
didapat adalah semakin tinggi LOC maka akan semakin positif sikap
konsumen terhadap produk aspal. Hal ini dikarenakan pada kenyataannya
konsumen yang memiliki tingkat LOC tinggi biasanya suka membuat anggaran
pembelanjaan mereka,dan mereka selalu bersandar pada pengalaman dimasa
lalu. Jika ditinjau dari internalnya berarti konsumen lebih terkontrol dalam
pengeluaran pembelanjaannya karena harga produk aspal bermerek terkenal
lebih murah sehingga mereka mengeluarkan biaya yang lebih sedikit daripada
membeli produk bermerek yang asli.
4. Ada perbedaan sikap konsumen kelompok rendah (1), menengah (2), dan tinggi
(3) terhadap produk aspal bermerek terkenal ditinjau dari tingkat Advertising
Skepticism. Hal ini ditunjukkan Dari hasil out put pada tabel anova dan
multiple comparison (lihat pada lampiran 6) maka dapat disimpulkan semakin
aspal bermerek terkenal. Hipotesis ini berbeda dengan hasil penelitian yang
didapat, hipotesis menyatakan bahwa semakin tinggi ADS maka akan semakin
negatif sikap konsumen terhadap produk aspal bermerek terkenal namun hasil
yang didapat adalah semakin tinggi ADS maka akan semakin tinggi sikap
konsumen terhadap produk aspal bermerek terkenal. Hal ini barangkali
disebabkan karena konsumen lebih melihat pada kualitas produk aspal
bermerek terkenal. Kualitas produk aspal bermerek terkenal tergolong bagus
jadi, konsumen merasa bisa mendapatkan produk dengan kualitas yang bagus
dan harga yang murah serta mendapatkan manfaat yang sama dengan produk
bermerek asli.
5. Kesimpulan Tentang hipotesis 5
Dari hasil jawaban wawancara di analisis berdasarkan teori The Extended Self,
Ideal Self-Image, dan Ideal Social Self-Image. The Extended Self menunjukan
bahwa konsumen menggunakan produk aspal bermerek terkenal terlihat seperti
pengguna produk bermerek asli yang akan mencerminkan citra diri yang
berkelas. Ideal Self-Image menunjukan bahwa konsumen menggunakan produk
aspalbermerek terkenal agar dapat memandang diri mereka lebih gaya,
modern, dan menjadi seorang yang berkelas. Ideal Social Self-Image
bermerek terkenal lebih murah dan dapat memberikan manfaat yang sama
dengn produk bermerek asli.
6. Kesimpulan tentang sikap mempengaruhi minat beli konsumen terhadap
produk aspal bermerek terkenal. Dari persamaan regresi linier sederhana
menunjukan bahwa koefisien regresi (b) adalah positif, artinya sikap
mempengaruhi minat beli konsumen terhadap produk aspal bermerek terkenal.
Semakin positif sikap konsumen maka akan semakin positif minat beli
konsumen terhadap produk aspal bermerek terkenal begitu juga sebaliknya.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan-kesimpulan di atas, ada beberapa saran yang dapat
dikemukakan penulis bagi pihak perusahaan dan juga bagi peneliti selanjutnya.
Saran tersebut antara lain sebagai berikut :
1. Bagi perusahaan
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada bermacam-macam
karakteristik psikografis konsumen. Maka bagi perusahaan yang memproduksi
produk bermerek asli sebaiknya mulai memperhatikan karakteristik konsumen
agar produknya dapat diterima konsumen dan mulai mempetimbangkan
strategi pembangunan merek terutama ditengah ancaman pemalsuan merek
a) CI (Consumer innovativeness)
Perusahaan harus mempelajari semua yang dapat mereka lakukan
mengenai para konsumen yang gemar mencoba produk-produk baru.
Untuk menekan sikap konsumen terhadap produk aspal perusahaan
yang memproduksi produk bermerek asli mungkin bisa semakin rajin
untuk memproduksi produk-produk dengan inovasi terbaru yang
menarik. Produk tersebut sebaiknya memiliki ciri khusus yang sulit
untuk ditiru sehingga mampu menunjukan keaslian dari merek tersebut.
b) CSII (Consumer Suscepbility to Interpersonal Influence)
CSII biasanya adalah orang yang ingin terlihat memiliki status yang
lebih tinggi dan dapat diterima oleh masyarakat dilingkungannya.
Pemasar bisa menekan pembelian produk aspal bermerek terkenal
dengan menciptakan komunikasi yang menarik. Contohnya adalah
pemasar bisa menciptakan komunikasi yang menarik melalui slogan
iklan produknya. Sehingga slogan itu mampu mempengaruhi sikap
konsumen terhadap produk bermerek asli.
c) The Extended Self.
Kepemilikan dinyatakan dapat membuat diri berkembang sehingga
dapat menentukan, mengkonfirmasikan atau menambah image diri
dengan menunjukan image dan manfaat secara detail dengan bahasa
yang menarik yang mampu mengubah persepsi konsumen terhadap
produk aspal. Sehingga ketika konsumen menggunakan produk tersebut
ia merasakan kenyamanan, image, dan manfaat yang berbeda yang
tidak didapat ketika menggunakan produk aspal.
2. Bagi peneliti selanjutnya
Banyak variabel yang berhubungan dengan sikap dan pemaknaan konsumen
terhadap produk aspal bermerek terkenal. Maka peneliti mengharapkan pada
penelitian yang akan datang dapat lebih dikembangkan lagi dan memperluas
cakupan variabel lain yang berhubungan dengan sikap dan pemaknaan
konsumen terhadap produk aspal misalnya Consumer Materialism dan
lain-lain.
3. Bagi pemerintah
Saat ini di Indonesia banyak terjadi pelanggaran hak cipta berupa penggunaan
merek produk terkenal yang dipalsukan. Maka sebaiknya UU Hak Cipta
menyediakan perlindungan yang kuat atas hak cipta dan hak terkait lainnya,
paten, desain industri, dan desain tampilan untuk suatu produk.
C. Keterbatasan Penelitian
1. Data hasil penelitian tidak sesuai dengan hipotesis yaitu semakin rendah LOC
(Locus of Control) maka akan semakin positif sikap konsumen terhadap
produk aspal bermerek terkenal. Hasil penelitian menunjukan semakin tinggi
LOC maka akan semakin positif sikap konsumen terhadap produk aspal
bermerek terkenal. Penelitian yang akan datang diharapkan untuk meneliti
lebih lanjut keterkaitan antara LOC dengan sikap terhadap produk aspal.
Barangkali skala LOC bisa direvisi untuk mencerminkan konteks konsumen
indonesia.
2. Data hasil penelitian tidak sesuai dengan hipotesis 4 yaitu semakin rendah
ADS (Advertising Skepticism) maka akan semakin positif sikap konsumen
terhadap produk aspal bermerek terkenal. Hasil penelitian menunjukan
semakin tinggi ADS maka akan semakin positif sikap konsumen terhadap
produk aspal bermerek terkenal. Skala ADS ini diadopsi dari jurnal Advertising
Research Maret 2008. Penelitian yang akan datang perlu mengembangkan
skala ADS untuk konsumen Indonesia dan beberapa penelitian yang dilakukan
88