Bab ini berisi kesimpulan terhadap seluruh penyusunan skripsi yang telah dilakukan dan saran berisi apa yang peneliti perlu sarankan mengenai hal-hal yang perlu diperbaiki dalam pembuatan dan pengimplementasian administrasipada Wall Street Institute Pondok Indah Mall Jakarta Selatan.
11
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Konsep Dasar Pengembangan Sistem Informasi
2.1.1 Konsep Dasar Pengembangan Sistem Informasi
Menurut tim penyusun kamus pusat pembinaan dan pengembangan bahasa pengembangan adalah proses, cara, perbuatan dalam menjadikan sesuatu lebih baik.
Pengembangan Sistem adalah menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki atau digantikan disebabkan karena beberapa hal, yaitu : ketidakberesan dalam sistem, pertumbuhan organisasi untuk meraih kesempatan, adanya instruksi – instruksi (Widianti, 2009 : 1).
2.1.2 Konsep Dasar Sistem 2.1.2.1 Definisi Sistem
Sistem adalah suatu kesatuan utuh yang terdiri dari beberapa bagian yang saling berhubungan dan berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. (Wahono, 2004 : 12).
2.1.2.2 Karakteristik Sistem
Karakteristik sistem merupakan hal yang dapat membedakan satu sistem dengan sistem lainnya (Hartono, 2001 : 3). Berikut adalah karakteristik sistem tersebut :
1. Komponen Sistem (Component)
Suatu sistem yang terdiri dari sejumlah komponen yang sering disebut dengan subsistem yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerjasama membentuk satu – kesatuan. Komponen – komponen sistem atau elemen – elemen sistem dapat berupa sub
12
sistem atau bagian – bagian dari sistem. Setiap sub sistem mempunyai sifat – sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. 2. Batasan Sistem (Boundary)
Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu – kesatuan.
3. Lingkungan Luar Sistem (Environments)
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.
4. Penghubung Sistem (Interface)
Penghubung merupakan media antara subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber – sumber daya mengalir dari subsistem kesubsistem lainnya.
5. Masukan Sistem (Input)
Masukan yaitu energi yang dimasukkan kedalam sistem. 6. Keluaran Sistem (Output)
Keluaran yaitu hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.
7. Pengolahan Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah input menjadi output.
8. Sasaran Sistem (Objective)
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.
13
2.1.3 Konsep Dasar Informasi
2.1.3.1 Definisi Data dan Informasi
Data adalah penggambaran dari sesuatu, kejadian, aktivitas dan transaksi yang direkam, diklasifikasi dan disimpan, akan tetapi tidak diolah untuk tujuan tertentu. Data dapat berbentuk numerik, alfanumerik, gambar, atau suara. Informasi adalah data yang sudah diolah sehingga didapatkan maksud dan nilai untuk penerima (Turban, 2004 : 51).
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang (Davis, 2002 : 28). Informasi merupakan hasil pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan (Hartono, 2005 : 7).
2.1.3.2 Model Dasar Pengolahan Informasi
Model dasar pengolahan informasi seperti terlihat pada Gambar 2.1, berguna dalam memahami bukan saja keseluruhan sistem pengolahan informasi, tetapi juga untuk penerapan pengolahan informasi secara tersendiri. Setiap penerapan dapat dianalisi menjadi masukan, penyimpanan, pengolahan dan keluaran (Davis, 2002 : 91).
Model Dasar Pengolahan Informasi
Informasi Pengolahan
14 Sumber : Davis, 2002 : 91
Gambar 2.1 Model Dasar Pengolahan Informasi
2.1.3.3 Kualitas Informasi
John Burch dan Gary Grudnitski mengatakan bahwa dalam suatu sistem, informasi yang beredar didalamnya harus merupakan informasi yang berkualitas agar sistem tersebut dapat berjalan dengan baik. Kualitas dari suatu informasi tergantung dari tiga hal (Hartono, 2005 : 10), yaitu :
1. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan – kesalahan yang tidak bisa atau menyesatkan. Ketidak-akuratan sebuah informasi dapat terjadi karena sumber informasi menglami gangguan atau kesengajaan sehingga merusak data – data yang asli.
2. Tepat pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.
3. Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap – tiap orang sate dengan yang lainnya berbeda.
Model Dasar Pengolahan Informasi
Informasi Pengolahan
Data
15
2.1.3.4 Nilai Informasi
Nilai suatu Informasi berhubungan dengan keputusan. Hal ini berarti bahwa bila tidak ada pilhan atau keputusan, informasi tidak diperlukan.
Parameter yang digunakan untuk mengukur nilai sebuah informasi, ditentukan dari dua hal pokok, yaitu manfaat (use) dan biaya (cost). Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektifitasnya (Wahyono, 2004 : 7).
2.1.4 Konsep Dasar Sistem Informasi 2.1.4.1 Definisi Sistem Informasi
Sistem Informasi dapat didefinisikan sebagai berikut : (Ladjamudin, 2005 : 13 - 14)
1. Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen – komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi. 2. Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat
dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambilan keputusan dan atau mengendalikan organisasi.
3. Suatu sistem didalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi,
16
bersifat manajerial, dan kegiatan strategi diluar tertentu dengan laporan – laporan yang diperlukan.
Sistem Informasi adalah mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis dan menyebarkan informasi untuk suatu tujuan khusus. Sistem informasi adalah jantung bagi sebagian besar organisasi (Turban, 2005 : 60).
2.1.4.2 Komponen Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri dari komponen – komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block), blok bangunan tersebut terdiri dari enam blok yang masing – masing saling berinteraksi satu dengan yang lainnya sehingga membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya (Hartono, 2001 : 12).
Keenam blok bangunan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Hardware, yaitu perangkat keras seperti processor,
monitor, keyboard dan printer.
2. Software, yaitu perangkat lunak atau program yang menggunakan hardware untuk memproses data.
3. Database, yaitu kumpulan dari data – data seperti file, tabel, relasi dan sebagainya, yang menyimpan dan mengasosiasikan data.
4. Network, yaitu sistem koneksi yang mengijinkan sharing resources oleh komputer yang berbeda.
5. Procedures, yaitu instriksi yang menjelaskan bagaimana mengkombinasikan komponen – komponen sebelumnya dalam memproses informasi dan menghasilkan output yang diinginkan.
17
6. People, yaitu orang yang bekerja dengan sistem, berhadapan dengan sistem atau menggunakan output sistem.
2.2 Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen 2.2.1 Definisi Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen (SIM) didefinisikan sebagai suatu sistem yang berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal (instansi atau perusahaan). Informasi yang disediakan tersebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan khusu dan output dari simulasi matematika (McLeod, 2004 : 259).
2.2.2 Karakteristik Sistem Informasi Manajemen
Terdapat beberapa karakteristik dari SIM (Indrayani, 2005 : 81) : 1. SIM dirancang untuk pelaporan operasional yang sebenarnya,
karena itu membantu menunjang kegiatan sehari – hari control operation.
2. SIM menggambarkan data dan aliran data yang mengalir dalam suatu instansi.
3. SIM membutuhkan suatu analisis dan rancangan proses yang kuat. 4. SIM menyajikan laporan secara periodik misalnya, mingguan,
bulanan dan sebagainya.
Beberapa karakteristik lain dari SIM menurut Kadir (2008 : 114), yaitu :
18
1. Beroperasi pada tugas – tugas yang terstruktur yakni pada lingkungan yang telah mendifinisikan hal – hal berikut secara tegas dan jelas : prosedur, operasi, aturan pengambilan keputusan dan arus informasi.
2. Meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya.
3. Menyediakan laporan dan kemudahan akses yang berguna untuk pengambilan keputusan tetapi tidak secara langsung (manajer menggunakan laporan dan informasi serta membuat kesimpulan – kesimpulan tersendiri untuk melakukan pengambilan keputusan).
2.2.3 Jenis Laporan pada Sistem Informasi Manajemen
SIM menyediakan beberapa jenis laporan sebagai output-nya (Kadir, 2003 : 115) :
1. Laporan periodis adalah laporan yang dihasilkan dalam selang waktu tertentu seperti harian, minggguan, bulanan, kwartalan dan sebagainya.
2. Laporan ikhtisar adalah laporan yang memberikan ringkasan terhadap sejumlah data atau informasi.
3. Laporan perkecualian adalah laporan yang hanya muncul kalau terjadi keadaan yang tidak normal. Sebagai contoh, manajer pembelian mungkin memerlukan laporan pengiriman barang dari pemasok yang sudah terlambat satu minggu. Laporan ini hanya muncul kalau keadaan yang diminta terpenuhi.
4. Laporan perbandingan adalah Laporan yang menunjukan dua atau lebih himpunan informasi yang serupa dengan maksud untk dibandingkan.
19
2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi Pembayaran
Konsep dasar sistem informasi pembayaran ini penulis tampilkan untuk menambah informasi bagi pembaca agar lebih jelas dalam memahami alur mekanisme administrasi pada kursus bahasa inggris di Wall Street Institute. Walaupun penulis tidak membuat aplikasi pembayaran melalui website.
2.3.1 Definisi Sistem Informasi Pembayaran
Sistem pembayaran merupakan sistem yang berkaitan dengan pemindahan sejumlah nilai uang dari satu pihak ke pihak lain. Media yang digunakan untuk pemindahan nilai tersebut sangat beragam, mulai dari penggunaan alat pembayaran yang sederhana sampaipada penggunaan sistem yang kompleks dan melibatkan berbagai lembaga berikut aturan mainnya. (http//www.bi.go.id/Sistem+Pembayaran/)
2.3.2 Komponen Sistem Pembayaran
Ada beberapa komponen dari sistem pembayaran, yaitu :
1. Kebijakan meliputi dasar pengembangan sistem informasi pembayaran disuatu negara yang kebijakan setiap negara bervariasi, umumnya ditetapkan oleh bank sentral atau Bank Indonesia karena ada keterkaitan yang erat antara kebijakan dibidang sistem pembayaran dengan sistem moneter dan sistem perbankan.
2. Hukum menjamin adanya aspek legalitas dalam penyelenggaraan sistem pembayaran yang meliputi UU dan peraturan-peraturan yang mengatur aturan main berbagai pihak yang terlibat pada hal ini melibatkan Wall Street Institute dengan perseorangan atau calon siswa.
20
3. Kelembagaan meliputi berbagai lembaga yang digunakan secara langsung maupun tidak langsung berperan dalam menyelenggarakan sistem pembayaran. Antara lain : Bank yang bersangkutan, lembaga penyedia jasa jaringan komunikasi lembaga penerbit kartu kredit.
4. Instrumen Pembayaran merupakan media yang digunakan dalam pembayaran. Dibedakan menjadi dua yaitu tunai (termasuk uang kartal) dan non-tunai (paper based yang termasuk Kartu debit, ATM, Kartu kredit).
5. Mekanisme operasional untuk melakukan perpindahan dana dari satu pihak ke pihak lainnya, contoh : sistem transfer antar bank, settlement, dan atau kliring.
Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa Wall Street Institute menjalankan proses administrasi pembayaran kursus langsung dari calon siswa dengan media website yang secara tidak langsung mengkaitkan beberapa bank yang dapat diterima oleh Master account Wall Street Institute yang telah ditunjuk pada bank tertentu (Bank Mandiri dan BCA) dengan Account Name PT. EFFICIENT ENGLISH SERVICES.
2.4 Konsep Dasar Sistem Informasi Pemesanan Kelas 2.4.1 Definisi Sistem Informasi Pemesanan Kelas
Secara harfiah Pemesanan adalah suatu proses atau perbuatan atau cara memesan atau memesankan (http://www.artikata.com/arti-373871-pemesanan.php) . Maka, dapat disimpulkan bahwa pemesanan adalah suatu proses atau perbuatan atau cara memesan sesuatu untuk dilakukan atau digunakan dikemudian waktu atau dikemudian hari (baik dalam waktu
21
singkat (24 jam) maupun dalam jangka waktu yang telah ditentukan) yang fungsinya untuk mempermudah dan atau memeperlancar proses jalannya sistem (baik manual maupun digital) agar tidak terjadi penumpukan data yang dapat mengakibatkan kesalahan (human error atau system error).
2.4.2 Definisi Penjadwalan
Penjadwalan adalah kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme disetiap operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem. Penjadwalan memutuskan proses yang harus berjalan dan kapan dan selama berapa lama proses itu berjalan (Hariyanto, 1997 : 85).
2.4.2.1 Performasi Penjadwalan
Terdapat tiga tujuan pembuatan keputusan yang umum dalam penjadwalan dan ketiganya menunjukan ukuran dasar performasi jadwal, yaitu (Wahyuni, 2008) :
1. Pemanfaatan sumber daya yang efisien
2. Respon yang cepat terhadap permintaan pengguna 3. Sesuai dengan batas waktu yang ditentukan.
2.5 Website
Website merupakan fasilitas hiperteks untuk menampilkan data berupa teks, gambar, suara, animasi dan data multimedia lainnya. Penggolongan website berdasarkan isinya (website contents) terdiri dari dua jenis yaitu (Wahana Komputer, 2006 : 2) :
22 1. Web Statis
Adalah web yang berisi atau menampilkan informasi – informasi yang sifatnya statis (tetap). Disebut statis karena pengguna tidak dapat berinteraksi dengan web tersebut. Singkatnya, untuk mengetahui suatu web lain dan berisi suatu informasi yang tetap maka web tersebut disebut statis.
Pada web statis, pengguna hanya dapat melihat isi dokumen pada halaman web dan apabila diklik akan berpindah kehalaman web yang lain. Interaksi pengguna hanya terbatas dapat melihat informasi yang ditampilkan, tetapi tidak dapat mengolah informasi yang dihasilkan. Web statis biasanya berupa HyperText Markup Language (HTML) yang ditulis pada editor teks dan disimpan dalam bentuk .html atau .htm.
Pengertian HTML adalah bahasa yang menggunakan perintah sederhana dalam standar dokumen untuk menyediakan suatu tampilan visual yang terintegritasi. HTML terdiri atas perintah - perintah sederhana yang menjelaskan bagaimana struktur dokumen, tetapi tidak menformatnya. Browser yang menampilkan HTML akan menformat dan menyesuaikan dengan layar komputer pengunjung. (Wahana Komputer, 2006 : 79).
2. Web Dinamis
Web dinamis adalah web yang menampilakan informasi serta dapat berinteraksi dengan pengguna. Web yang dinamis memungkinkan pengguna untuk berinteraksi menggunakan form sehingga dapat mengolah informasi yang ditampilkan. Web dinamis bersifat interaktif, tidak kaku dan terlihat lebih indah. Web dinamis biasanya berupa Page Hypertext Prepocessor (PHP) yang membuat halaman web HTML menjadi dinamis. HTML yang digabung dengan script PHP akan menghasilkan tampilan web yang dinamis, indah dan interaktif. (Wahana Komputer, 2006 : 80).
23
2.5.1 Sejarah Website
Penemu website adalah Sir Timothy John “Tim” Berners -Lee,sedangkan website yang tersambung dengan jaringan, pertama kali muncul pada tahun 1991. Maksud dari Tim ketika membuat website adalah untuk mempermudah tukar – menukar dan memperbarui informasi kepada sesama peneliti ditempat ia bekerja. Pada tanggal 30 April 1993, CERN (tempat dimana Tim bekerja) menginformasikan bahwa WWW dapat digunakan secara gratis oleh semua orang.
Sebuah website bisa berupa hasil kerja dari perorangan atau individu atau menunjukan kepemilikan dari sebuah organisasi, perusahaan dan biasanya website itu menunjukan beberapa topik khusus, atau kepentingan tertentu. Sebuah website bisa berisi hyperlink yng menhubungkan ke website lain. Jadi, kadangkala perbedaan antara website yang dibuatt oleh individu perseorangan dengan website yang dibuat oleh organisasi bisnis bisa saja tidak kentara.
Website ditulis, atau secara dinamik dikonversi menjadi HTML dan diakses melalui sebuah program software yang biasa disebut dengan web browser, yang dikenal juga dengan HTTP client. Halaman web dapat dilihat atau diakses melalui jaringan komputer dan internet, perangkatnya bisa saja berupa Personal Computer, Laptop Computer, PDA ataupun Cellphone.
Sebuah website dibuat didalam sebuah sistem komputer yang dikenal dengan Web Server, juga disebut HTTP Server, dan pengertian ini juga bisa menunjuk pada software yang dipakai untuk menjalankan sistem ini, yang kemudian menerima lalu mengirimkan halaman – halaman yang diperlukan untuk merespon permintaan dari pengguna. Apache adalah piranti lunak yang biasa digunakan dalam sebuah webserver, kemudian setelah itu adalah Microsoft Internet information server (IIS). (http://id.wikipedia.org/wiki/Situs_web#Sejarah)
24
2.5.2 Aplikasi Website
Web telah menjadi sistem informasi tersebar berbasis hypertext. Tidak hanya penggunaan dan fungsi solusi berbasis web perusahaan yang meluas tapi juga aplikasi web menjadi semakin kompleks, memberi interaktif pemakai akhir, integrasi aplikasi lain, dan pengaksesan basisdata dan sumber data. Website memerlukan fungsionalitas yang semakin canggih seperti pelacakan, pembaruan dan agresi basisdata, meminta tanggapan, keamanan dan manajemen isi.
2.6 Basis Data (Database)
Basis data adalah koleksi terpadu dari data – data yang terorganisasidengan cara sedemikian rupa sehingga data mudah disimpan dan dimanipulasi seperti diperbaharui, dicari, diolah dengan perhitungan – perhitungan tertentu, serta dihapus (Nugroho, 2004 :4).
2.6.1 Jenjang Data dalam pembentukan Basis Data
Menurut Jogiyanto Hartono (2002 : 714), sampai dengan membentuk suatu database, data mempunyai jenjang dengan urutan sebagai berikut :
25
Sumber : Hartono, 2002 : 714
Gambar 2.2 Jenjang dari Data
1. Karakter (character)
Merupakan bagian data yang terkecil, yang dapat berupa karakter numerik, huruf ataupun karakter – karakter khusus (special characters) yang membentuk suatu item data.
2. Item data (field)
Menggambarkan suatu atribut dari record yang menunjukkan suatu item data, seperti misalnya nama, alamat dan lain sebagainya. Kumpulan dari field membentuk suatu record. Ada 3 hal penting dalam suatu field, yaitu :
Database
File
Record
Field
26 1. Field name
Field harus diberi nama untuk membedakan field yang satu dengan field yang lainnya.
2. Field representation
Menunjukan tipe dari field (field type) serta lebar dari field (field width). Field dapat bertipe numeric ataupun huruf. Lebar dari field menunjukan ruang maksimum dari field yang dapat diisi dengan karakter-karakter data.
3. Field value
Nilai dari value menunjukan isi dari field untuk masing – masing record
3. Record
Kumpulan dari field membentuk suatu record. Record menggambarkan suatu unit data individu tertentu. Kumpulan dari record membentuk suatu file. Misalnya, file personalia, tiap – tiap record dapat mewakili data tiap karyawan.
4. File
File terdiri dari records yang menggambarkan suatu kesatuan data yang sejenis. Misalnya file matakuliah berisi data tentang semua matakuliah yang ada.
5. Database
27
2.6.2 Keuntungan Penggunaan Basis data
Menurut C.J Date (2004 : 16) terdapat beberapa keuntungan penggunaan database, yaitu :
1. Ringkas, tidak memerlukansejumlah kertas berkas.
2. Kecepatan. Mesin dapat mengambil kembali dan memperbarui data jauh lebih cepat daripada kemampuan manusia.
3. Tidak membosankan. Kebanyakan adanya rasa bosan dalam mempertahankan berkas secara manual telah dihilangkan. Tugas mekanis selalu lebih baik dikerjakan oleh mesin.
4. Terkini. Akurat, informasi terkini tersedia atas permintaan sepanjang waktu.
2.6.3 Data Base Management System (DBMS)
DBMS adalah perangkat lunak untuk mendifinisikan, menciptakan, mengelola dan mengendalikan pengaksesan database. Tujuan utama DBMS adalah menyediakan lingkungan yang nyaman dan efisien untuk penyimpanan dan pengambilan data dari database (Hariyanto, 2004 : 4).
2.6.4 Relational Data Base Management ystem (RDBMS)
Jeffrey L. Whitten (2004 : 525) mendefinisikan RDBMS (Relational Database Management System) sebagai database system yang mengimplementasikan data sebagai serangkaian table dua dimensi u=yang menghubungkan melalui foreign key.
Bahasa SQL (Structured Query Language) digunakan pada RDBMS dalam menyediakan perintah-perintah untuk membuat (create),
28
memperbaharui (update), memodifikasi (edit), dan menghapus (delete) record, juga mengkategorikan record dalam database.
2.6.5 Data Definition Language (DDL)
DDL berfungsi untuk menspesifikasikan skema atau struktur database. Hasil pernyataan DDL adalah himpunan definisi data yang disimpan di kamus data (data dictionary) secara khusus. Hasil kumpulan definisi adalah himpunan instruksi yang menspesifikasikan rincian implementasi database (Nugroho, 2004 : 15).
2.7 Rekayasa Peranti Lunak
Saat ini rekayasa peranti lunak telah berkembang dengan cepat seiring dengan komunitas pengembang piranti lunak yang ada, secara berkelanjutan terus berusaha mengembangkan teknologi yang dapat membuat piranti lunak tersebut bergerak lebih cepat, mudah dan murah untuk dibangun dengan perawatan program komputer.
2.7.1 Pengertian Piranti Lunak
Menurut Roger S. Pressman (2001 : 6) piranti lunak merupakan instruksi atau program komputer yang pada saat dijalankan memberikan fungsi dan daya guna yang diinginkan.
2.7.2 Pengertian Rekayasa Piranti Lunak
Pengertian rekayasa piranti lunak adalah pembentukan dan pengguanaan prinsip – prinsip rekayasa dengan tujuan untuk memperoleh piranti lunak ekonomis yang dapat diandalkan dan berjalan secara efisien pada suatu mesin atau komputer yang dikemukakan oleh Fritz Bauer (Roger S. Pressman, 2001 : 20).
29
2.7.3 Model Rekayasa Piranti Lunak
Menurut Roger S. Pressman (2001 : 28 - 30), ada beberapa pilihan model rekayasa piranti lunak, salah satunya yaitu waterfall model, pemberian nama waterfall dikarenakan adanya tahapan demi tahapan yang harus dilalui, dimana tahapan selanjutnya baru bisa dilakukan apabila tahapan sebelumnya sudah selesai dan tiap – tiap tahapan ini harus berjalan secara berurutan.
Model ini memberikan pendekatan – pendekatan sistematis dan berurutan bagi pengembangan piranti lunak yang dimulai dari level sistem dan proses kemajuan melalui analysis, design, coding, testing dan support. Berikut adalah gambar pengembangan sistem perangkat lunak dengan proses System Development Life Cycle (SDLC) dengan model waterfall.
(Roger S. Pressman, 2001 : 29)
Gambar 2.3 Pengembangan Piranti Lunak SDLC Model Waterfall
Penjelasan tahapan – tahapan SDLC model waterfall ini sebagai berikut :
1. System Requirement Analysis
Mengumpilkan kebutuhan secara lengkap kemudian dianalisis dan didefinisikan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh program yang akan
System / Information Engineering
30
dibangun. Fase ini harus dikerjakan secara lengkap. Penulis akan melakukan beberapa hal yang diperlukan yaitu membuat studi kelayakan, alokasi waktu dan cakupan.
2. Design
Pada tahap ini dilakukan perancangan terhadap piranti lunak yang akan dibangun. Hasil analisis kebutuhan piranti lunak dijadikan bahan pertimbangan dalam melakukan perancangan. Penulis akan melakukan prosesnya melalui beberapa tahapan, yaitu : flowchart, DFD, ERD, perancangan basis data dan rancangan antarmuka.
3. Code Generation
Pada tahap ini hasil perancangan diterjemahkan menjadi bentuk yang dapat dibaca atau dimengerti oleh komputer, berupa bahasa pemograman.
4. Testing
Tahap ini dilakukan pengujian internal (white-box) pada suatu piranti lunak yang menggambarkan bahwa semua statement sudah dilakukan pengujian. Disamping itu, pengujian pada fungsi eksternal ( black-box) juga perlu dilakukan, yaitu untuk menemukan kesalahan serta memastikan output yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan pada tahap perancangan piranti lunak.
31
2.8 Model Perancangan Sistem 2.8.1 Flowchart
Flowchart adalah bagan – bagan yang mempunyai arus menggambarkan langkah – langkah suatu masalah. Flowchart merupakan cara penyajian dari suatu algoritma. (Ladjamudin, 2005 : 263)
Menurut Ladjamudin (2005 : 14) ada dua macam flowchart yang menggambarkan proses dengan komputer, yaitu :
1. System Flowchart
Bagan yang memperlihatkan urutan proses dalam sistem dengan menunjukkan alat media input, output serta jenis media penyimpanan dalam proeses pengolahan data.