Kesimpulan
Kemitraan ayam ras pedaging antara peternak dan perusahaan peternakan di Kecamatan Pamijahan dilakukan dengan pola inti plasma. Kemitraan ini dituangkan dalam dokumen kontrak tertulis baik untuk kontrak perjanjian berisi aturan-aturan kerjasama dan kontrak harga yang harus disepakati oleh kedua belah pihak. Perjanjian kemitraan dibuat secara sepihak oleh perusahaan inti sehingga dalam perjanjian terlihat bahwa perusahaan memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan peternak plasmanya. Padahal dalam pelaksanaan kemitraan masih terdapat kondisi yang tidak saling menguntungkan terutama bagi peternak mitra seperti keterlambatan dalam pengiriman sapronak, kualitas sapronak yang tidak selalu baik, dan keterlambatan pembayaran hasil. Adanya perbedaan kedudukan antara perusahaan inti dan peternak plasmanya membuat kondisi merugikan tersebut tidak dapat secara langsung diutarakan oleh peternak plasma pada perusahaan inti karena peternak tidak memiliki kekuatan tawar terhadap perusahaan.
Kemitraan yang dijalankan berperan dalam memberikan jaminan harga, jaminan ketersediaan sapronak, dan pembinaan dalam berproduksi bagi peternak dalam menjalankan usahanya. Berdasarkan hasil perbandingan antara peternak mitra skala I dan peternak mitra skala II, peternak mitra skala II memperoleh rata- rata produksi, keuntungan dan nilai R/C lebih besar dibandingkan dengan peternak mitra skala I.
Saran
1. Selama ini peternak melakukan usahanya secara individual sehingga posisi tawar peternak menjadi lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan. Salah satu cara untuk meningkatkan posisi tawar peternak yaitu dengan membentuk kelompok peternak. Kelompok peternak ini dapat menjadi media bagi peternak untuk menyampaikan keberatan atau keluhan atas tindakan perusahaan yang dianggap kurang menyenangkan dan sebagai tempat untuk bertukar informasi. Pembuatan kelompok ini dapat dilakukan dengan dorongan pemerintah yakni dinas peternakan ataupun unit pelaksana teknis dinas peternakan yang berada di wilayah tersebut.
2. Peternak mitra sebaiknya lebih memperhatikan daya tampung kandang karena kandang yang terlalu padat dapat berpengaruh pada besarnya mortalitas.
53
DAFTAR PUSTAKA
Amenuri F I, Soewarno T, Soekarto, Suryahadi. 2006. Perbandingan Sistem Usaha Mandiri dan Plasma pada Pembesaran Ayam Ras Pedaging Terhadap Tingkat Pendapatan (Studi Kasus di Parung). Jurnal MPI. 1(2):44-57.
[BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor. 2015. Produksi Daging Ternak Unggas di Kecamatan Pamijahan, 2010-2014. Bogor (ID)
Bahari D I, Fanani Z, Nugroho B A. 2012. Analisis Struktur Biaya dan Perbedaan Pendapatan Usaha Ternak Ayam Ras Pedaging pada Pola dan Skala Usaha Ternak yang Berbeda di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. J Ternak Tropika. 13(1):35-64.
Cepriadi, Maharani E, Maureen N. 2010. Analisis Perbandingan Pola Kemitraan Peternak Ayam Broiler di Kota Pekanbaru (Studi Kasus PT. Ramah Tamah Indah). Jurnal Peternakan. 7(1):20-27.
Deshinta M. 2006. Peranan Kemitraan terhadap Peningkatan Pendapatan Peternak Ayam Broiler (Kasus Kemitraan: PT Sierad Produce dengan Peternak di Kabupaten Sukabumi) [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor
[Disnak] Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat. 2014. Produksi Ayam Ras Pedaging Kecamatan Pamijahan dan Kabupaten Bogor. Bandung (ID)
Febridinia R. 2010. Pengaruh Kemitraan terhadap Pendapatan Peternak Ayam Broiler di CV Tunas Mekar Farm Kecamatan Ciluar, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat [skripsi] Bogor (ID): Instiut Pertanian Bogor.
Fitriza Y T, Haryadi T, Syahlani P S. 2012. Analisis Pendapatan dan Presepsi Peternak Plasma terhadap Kontrak Perjanjian Pola Kemitraan Ayam Pedaging di Provinsi Lampung. Buletin Peternakan. 36(1):57-62.
Hafsah M J. 2000. Kemitraan Usaha, Konsepsi, dan Strategi. Jakarta (ID): Pustaka Sinar Harapan.
Hernanto F. 1989. Ilmu Usahatani. Jakarta (ID): Penebar Swadaya.
Istanto, Supardi S, Wahyuningsih S. 2010. Analisis Usaha Peternakan Ayam Broiler dengan Sistem Kemitraan di Limbangan, Kabupaten Kendal. Mediagro. 6(2):16-30
Kesuma D P. 2006. Efesiensi Usaha dan Kesejahteraan Peternak Ayam Ras Pedaging Pola Inti Plasma dan Kerjasama Operasional Agribisnis (Kasus pada Peternak Inti Plasma di Kecamatan Cibungbulang dan KOA di Kecamataan Ciseeng Kabupaten Bogor) [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor Masdar A S, Yunasaf U. 2010. Kemitraan Bidang Perunggasan dan Pengaruhnya
Terhadap Pendapatan Peternak. Jurnal Ilmu Ternak. 10(2):111-117
Maulana, M L. 2008. Analisis Keuntungan Peternak Ayam Ras Pedaging Pola Kemitraan Inti-Plasma (Studi Kasus Peternak Plasma dari Tunas Mekar Farm di Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor, Bogor). [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor
Miharja, H A. 2012. Pengaruh Skala Usaha dan Tingkat Mortalitas terhadap Tingkat Pendapatan Peternak Kemitraan Ayam Broiler di Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros. [skripsi]. Makasar(ID): Universitas Hasanudin.
54
Murdiyanto E dan Kundarto M. 2002. Membangun Kemitraan Agribisnis Inovasi Program Corporate Social Responsibility (CSR). Semarang (ID): Yayasan Bina Kartika Lestari
Nicholson, W. 1995. Teori MIkroekonomi: Prinsip Dasar dan Perluasan, Jilid I. Wirajaya D, penerjemah. Jakarta (ID): Binarupa Aksara
Nurfadillah S. 2014. Keragaan Usaha Ayam Ras Pedaging di Kecamatan Parung Bogor: Perbandingan Usaha Ternak Mitra dan Usaha Ternak Mandiri [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor
Pribadi K L. 2013. Analisis Pelaksanaan Kemitraan Ayam Ras pedaging pada CV. Barokah dan Pendapatan antara Peternak Mitra dan Peternak Mandiri di Kabupaten Bogor [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Pusat Data dan Informasi. 2013. Selisih ketersediaan dengan konsumsi daging ayam ras di Indonesia 2010-2013. Jakarta (ID)
Rachmatia N R. 2013. Struktur Biaya dan Pendapatan Usaha Ternak Ayam Ras Pedaging Pola Mandiri dan Kemitraan Perusahaan Inti Rakyat di Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor Rustiani F, Sjaifudian H, Gunawan R. 1997. Mengenal Usaha Pertanian Kontrak:
(Contract Farming). Bandung (ID): Yayasan AKATIGA
Saleh, E. 2006. Analisis Pendapatan Peternak Sapi Potong di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Agribisnis Peternakan . 12(1): 36-42.
Salvatore D. 2011. Ekonomi Manajerial dalam Perekonomian Global Buku I Edisi Kelima. Budi I S, penerjemah. Jakarta (ID): Salemba Empat.
Sinollah. 2011. Model Pola Kemitraan Usaha Peternakan Ayam Pedaging di Kabupaten Malang. Jurnal Manajemen Agribisnis. 11(3):13-22.
Soekartawi. 1986. Ilmu Usahatani dan Penelitian untuk Pengembangan Petani Kecil. Jakarta (ID): UI-Press
_. 2006. Analisis Usahatani. Jakarta (ID): UI-Press
Subkhie H, Suryahasi, Saleh A. 2012. Analisis Kelayakan Usaha Peternakan Ayam Pedaging dengan Pola Kemitraan di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor. Jurnal Manajemen IKM. 7(1):54-63.
Sumardjo, Sulaksana J, Darmono WA. 2004. Teori dan Praktik Kemitraaan Agribisnis. Depok (ID): Penebar Swadaya.
[Susesnas] Survei Sosial Ekonomi Nasional. 2014. Konsumsi Rata-rata Daging Sapi dan Ayam Ras (kg/kapita/tahun), 2009-2013. Jakarta (ID)
Suratiyah K. 2009. Ilmu Usahatani. Jakarta (ID): Penebar Swadaya
Suwarta, Irham, Hartono S. 2010. Efektivitas Pola Kemitraan Inti-Plasma dan Produktifitas Usaha Ternak Ayam Broiler Peternak Plasma dan Mandiri serta Faktor yang Mempengaruhi di Kabupaten Sleman. J-SEP. 4(1):53-62.
Wibowo J P. 2013. Perjanjian Usaha pada Peternak Ayam Pedaging (Broiler) dalam Hubungan Inti Plasma di Kabupaten Kudus [skripsi]. Kudus (ID): Universitas Muria Kudus.
Wulandari A, Salmiah, Supriana T. 2014. Analisis Komparasi Usahatani Ternak Ayam Potong Rakyat dengan Ternak Ayam Potong Kemitraan.
Yusdja Y, Ilham N, dan Sayuti R. 2004. Tinjauan Penerapan Kebijakan Industri Ayam Ras: Antara Tujuan dan Hasil. Forum Penelitian Agroekonomi. 22(1):22-36.
55 Lampiran 1 Standar performa harian ayam broiler perusahaan inti
Umur (hari) Rata-rata berat (gr) Mortalitas (%) FCR Konsumsi pakan komulatif (gr) 0 42 1 49 0.400 0.265 13 2 59 0.500 0.475 28 3 75 0.600 0.613 46 4 94 0.713 0.713 67 5 117 0.778 0.778 91 6 144 0.800 0.819 118 7 175 0.900 0.851 149 8 210 1.000 0.876 184 9 248 1.100 0.907 225 10 290 1.200 0.934 271 11 334 1.300 0.967 323 12 382 1.400 0.997 381 13 433 1.500 1.028 445 14 487 1.600 1.057 515 15 543 1.700 1.088 591 16 602 1.800 1.118 673 17 664 1.900 1.146 761 18 727 2.000 1.176 855 19 794 2.100 1.203 955 20 862 2.200 1.232 1 062 21 932 2.300 1.261 1 175 22 1 004 2.400 1.288 1 293 23 1 078 2.520 1.314 1 417 24 1 153 2.640 1.342 1 547 25 1 230 2.760 1.367 1 682 26 1 308 2.880 1.394 1 823 27 1 387 3.000 1.420 1 969 28 1 467 3.120 1.445 2 120 29 1 549 3.250 1.469 2 276 30 1 631 3.380 1.494 2 437 31 1 714 3.520 1.518 2 601 32 1 797 3.660 1.541 2 770 33 1 881 3.800 1.564 2 942 34 1 965 3.950 1.587 3 118 35 2 049 4.100 1.609 3 297 36 2 134 4.250 1.630 3 479 37 2 218 4.450 1.652 3 664
56
Lampiran 2 Rata-rata penerimaan usaha ternak ayam ras pedaging peternak mitra skala I dan skala II per 1 000 ekor
Uraian
Peternak mitra skala I Peternak mitra skala II Jumlah (kg) Harga (Rp/kg) Nilai (Rp) Jumlah (kg) Harga (Rp/kg) Nilai (Rp) Penerimaan tunai Penjualan ayam berat 1.2 - 1.29 58.95 24 350.00 1 435 368.42 0.00 24 350.00 0 berat 1.3 - 1.39 259.13 23 950.00 6 206 124.78 117.50 23 950.00 2 814 009.73 berat 1.4 - 1.49 265.25 23 900.00 6 339 537.89 0.00 23 900.00 0 berat 1.5 - 1.59 77.05 23 850.00 1 837 705.26 376.12 23 850.00 8 970 359.54 berat 1.6 - 1.69 319.58 23 800.00 7 605 978.95 277.02 23 800.00 6 593 032.72 berat 1.7 - 1.79 0.00 23 750.00 0.00 429.21 23 750.00 10 193 853.31 berat > 1.8 453.85 23 650.00 10 733 628.57 340.28 23 650.00 8 047 654.76 Penjualan ayam 1 433.81 34 158 343.88 1 540.13 36 618 910.03 Penjualan pupuk 170.87 96.84 21 038.01 138.92 120.00 13 065.72 Bonus 107 530.77 171 450.05 Penerimaan diperhitungkan Konsumsi ayam 7.55 23 816.96 179 742.93 5.55 23 742.90 131 886.92 Konsumsi pupuk 528.04 96.84 45 582.71 486.25 120.00 59 135.07 Total penerimaan 34 512 238.30 36 994 447.79
57
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Bogor Jawa Barat pada tanggal 15 November 1993. Penulis merupakan putri pertama dari keluarga Bapak Andi Murfi dan Ibu Erlingga Respatiningrum. Penulis anak pertama dari dua bersaudara.
Pendidikan akademis penulis dimulai dengan bersekolah di TK Dian Pratiwi Kota Bogor. Pendidikan dasar diselesaikan pada tahun 2005 di SDN Margajaya I Kota Bogor kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kota Bogor dan lulus pada tahun 2008. Selanjutnya pendidikan menengah atas di SMA Negeri 5 Kota Bogor dan lulus pada tahun 2011. Penulis diterima di IPB melalui jalur undangan di Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB.