BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
B. Pembahasan
3. Kesulitan Prinsip
Prinsip adalah objek matematika yang kompleks, dapat berupa gabungan beberapa konsep, beberapa fakta, yang dibentuk melalui operasi dan relasi.
Soedjadi (Jamal, 2014) mengungkapkan prinsip dapat berupa aksioma/postulat, teorema, sifat dan sebagainya.
Kesulitan prinsip pada saat mengerjakan soal matematika sering juga dikatakan kesulitan dalam menemukan rumus-rumus atau menggunakan rumus yang telah ada. Hal ini penting, mengingat dalam mempelajari dan mengerjakan soal-soal matematika menggunakan rumus sangat diperlukan (Kurniawati, 2018).
Berdasarkan definisi diatas, maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa kesulitan prinsip merupakan kondisi di mana siswa mengetahui apa rumusnya dan menggunakannya, tetapi tidak mengetahui dalam konteks apa prinsip itu
13
digunakan atau keliru dalam mengaitkan fakta dan konsep dengan suatu relasi ataupun operasi.
Contoh kesulitan prinsip dalam menyelesaikan soal matriks : Diketahui matriks A = (2 13 5) tentukan A-1 !
Kesulitan prinsip yang dialami siswa yaitu tidak mampu menerapkan rumus invers matriks A-1 =𝑎𝑑−𝑏𝑐1 ( 𝑑 −𝑏
−𝑐 𝑎 ) dengan tepat.
Berikut tabel yang menjelaskan indikator kesulitan menyelesaikan soal menurut Abdurrahman (Kurniawati, 2018) yang sebagaimana disajikan pada tabel 2.1 sebagai berikut.
Tabel 2.1 Indikator kesulitan dalam menyelesaikan soal matriks
No. Indikator Deskripsi
1. Kesulitan dalam menerapkan konsep
Siswa tidak mampu menerapkan sifat-sifat operasi matriks dan tidak mampu menggunakan simbol sesuai prosedur
2. Kesulitan dalam keterampilan Siswa tidak cermat dalam melakukan operasi pada matriks 3. Kesulitan dalam menerapkan
prinsip
Siswa tidak mampu menerapkan rumus determinan dan invers matriks yang telah didapatkan dalam menyelesaikan soal
B. Penelitian yang Relevan
1. Nurul Ainin “Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matriks dan Kaitannya dengan Motivasi Belajar Matematika pada Kelas XI”
Jurnal.ugj.ac.id, Vol 7, No 2 Tahun 2020 dengan hasil penelitiannya yaitu siswa melakukan 9 jenis kesalahan, yaitu kesalahan dalam pengoperasian bilangan, kesalahan dalam memahami konsep persamaan matriks, kesalahan dalam menentukan rumus invers matriks, kesalahan dalam menentukan determinan pada matriks, kesalahan dalam menentukan adjoin matriks, kesalahan dalam mengubah soal cerita kedalam kalimat matematika, kesalahan dalam hasil perhitungan, kesalahan dalam melanjutkan proses penyelesaian, kesalahan dalam menentukan hasil akhir.
2. Aminullah “Analisis Kesulitan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal Matriks” Journal.unmasmataram.ac.id, Vol 14, No 2 Tahun 2020 dengan hasil penelitiannya yaitu jenis kesulitan mahasiswa terkait fakta 13,64%,
15
kesulitan konsep 31,31%, kesulitan prinsip 28,79%, dan kesulitan keterampilan 26,36%. Sedangkan letak kesulitan mahasiswa pada poin soal 12,52%, poin rumus 4,46%, poin ketuntasan sistematik 15,78%, keterkaitan antar konsep 11,15%, fakta poin hubungan – konsep 12,35%, poin operasi dasar matematika 12,41%, dan poin jawaban akhir 16,81%. Jenis dan letak kesulitan yang paling dominan dialami mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matriks terletak pada pemahaman konsep dan jawaban akhir mahasiswa.
C. Kerangka Pikir
Kesulitan belajar matematika adalah suatu keadaan di mana siswa mendapatkan hambatan, gangguan atau kendala-kendala dalam menerima dan menyerap pelajaran serta usaha mereka untuk memperoleh pengetahuan atau keterampilan.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas XI IPS SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Makassar menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang kesulitan dalam menyelesaikan soal matriks yang diberikan oleh guru.
Faktor utama penyebab siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal matriks diantaranya siswa tidak memahami konsep, keterampilan dan prinsip pada materi matriks.
Mengacu pada kajian teori, elemen dalam mata pelajaran matematika meliputi konsep, keterampilan dan prinsip. Kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematika dapat ditinjau dari penguasaan tiga elemen dalam pelajaran matematika yaitu konsep, keterampilan, dan prinsip. Berdasarkan hal tersebut,
Kesulitan peserta didik ketika menyelesaikan soal matematika pada materi matriks besar kemungkinan disebabkan kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep, keterampilan, dan prinsip.
Adanya kesulitan yang dialami siswa diperlukan analisis untuk mencari jenis dan tingkat kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal matriks.
Oleh karena itu maka peneliti bermaksud untuk meneliti tentang “Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matriks pada Kelas XI IPS SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Makassar”.
17 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui fenomena yang dialami oleh subjek penelitian, seperti perilaku, persepsi, motivasi dan tindakan, melalui uraian berupa teks atau bahasa dalam konteks alamiah yang khusus dengan metode deskriptif yang memberikan gambaran peristiwa dengan tepat dan teratur.
B. Fokus Penelitian
Fokus penelitian ini adalah kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal matematika pokok bahasan matriks pada siswa kelas XI IPS SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Makassar yakni :
1. Kesulitan konsep merupakan ketidakmampuan siswa dalam mengelompokan suatu objek. Dalam pembelajaran matriks siswa dikatakan mengalami kesulitan konsep apabila siswa tidak mampu memahami sifat-sifat operasi pada matriks dan menuliskan simbol bukan pada tempatnya.
2. Kesulitan keterampilan merupakan ketidakmampuan siswa dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan prosedur dan operasi yang benar . Siswa dikatakan mengalami kesulitan keterampilan apabila siswa tidak cermat dalam melakukan operasi pada matriks.
3. Kesulitan prinsip merupakan ketidakmampuan siswa dalam menggunakan rumus yang telah diketahui. Siswa dikatakan mengalami kesulitan prinsip
apabila siswa tidak mampu menerapkan rumus invers dan determinan pada matriks dengan tepat.
C. Subjek Penelitian
Pada penelitian ini subjek penelitian tidak dipilih secara acak namun dipilih berdasarkan tujuan yang ingin dicapai karena penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian merupakan informan yang mampu memberikan informasi lebih mendalam mengenai kesulitan siswa menyelesaikan soal matriks.
Subjek pada penelitian ini sebanyak 3 orang siswa dari kelas XI IPS SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Makassar yang paling banyak melakukan kesulitan dalam menyelesaikan soal. Adapun tahapan dalam menentukan subjek sebagai berikut :
1. Memilih kelas yang akan diteliti, yaitu kelas XI IPS SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Makassar.
2. Memberikan tes hasil belajar matematika materi matriks kepada siswa kelas XI IPS Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Makassar.
3. Memilih 3 siswa sebagai subjek penelitian dengan mempertimbangkan hasil tes. Berikut ini aspek untuk menentukan subjek penelitian :
a. Subjek penelitian yaitu 3 orang siswa yang mengalami kesulitan paling banyak dan paling banyak menjawab soal.
b. Subjek dirasa dapat menyampaikan isi pikirannya. Untuk itu dalam menentukan subjek, peneliti meminta pertimbangan dari guru matematika SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Makassar.
19
c. Kesediaan subjek penelitian untuk ikut serta dengan baik selama proses penggalian data penelitian.
Berikut daftar nama subjek penelitian yang dipilih :
Tabel 3.1 Daftar Nama Subjek Penelitian
No. Inisial Kode Subjek
Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan yaitu penenliti sendiri sebagai instrumen utama dan beberapa instrumen lain sebagai pendukung yaitu : 1. Tes
Tes hasil belajar berupa tes tertulis yakni uraian (esay) digunakan untuk memperoleh hasil belajar siswa setelah proses pembelajaran. Di mana tesnya meliputi : Kesulitan konsep, Kesulitan keterampilan, dan Kesulitan prinsip.
Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen tes hasil belajar
Indikator Kesulitan Deskripsi
Konsep Menerapkan sifat-sifat operasi pada matriks dan menggunakan simbol dengan tepat.
Keterampilan Menyederhanakan operasi matriks sesuai dengan prosedur.
Prinsip Menerapkan rumus determinan dan invers matriks
Soal 3. Tentukanlah invers dari matriks A= [4 1
7 2] !
Soal tes yang digunakan peneliti merupakan soal yang sudah divalidasi melalui beberapa tahap yaitu pada tahap pertama dilakukan validasi pada pembimbing 1 dan 2 yang melalui beberapa perbaikan dan di nyatakan layak untuk digunakan.
Tahap kedua dilakukan uji validasi pada dosen validator 1 dan 2. Melalui beberapa perbaikan dan dinyatakan layak untuk digunakan dalam menggali informasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matriks.
2. Pedoman wawancara
Pedoman wawancara berisi acuan pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan kepada siswa untuk menguatkan hasil tes tertulis siswa secara lisan.
Dalam penelitian ini, akan digunakan jenis wawancara semi terstruktur, yakni wawancara yang menggunakan pedoman wawancara yang berasal dari pengembangan topik dan mengajukan pertanyaan berdasarkan hasil pekerjaan siswa. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan. Panduan yang dipakai dalam proses kegiatan wawancara yaitu berupa pertanyan-pertanyaan pendek, yang merujuk terhadap hasil pekerjaan siswa dalam mengerjakan soal matriks, yaitu apakah materi matriks sulit untuk dipelajari ? Pertanyaan berikutnya diajukan peneliti
21
berdasarkan hasil pekerjaan siswa dalam menyelesaikan soal matriks yang diberikan. Adapun indikator wawancara sebagai berikut :
Tabel 3.3 Indikator Wawancara
No Aspek Indikator kesulitan
1 Kesulitan dalam memahami konsep
Siswa kesulitan dalam menerapkan sifat-sifat operasi matriks.
Siswa kesulitan dalam menuliskan simbol secara tepat dan benar.
2 Kesulitan pada keterampilan
Siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal sesuai dengan prosedur atau tidak sistematik.
Siswa tidak cermat dalam melakukan operasi matriks.
3 Kesulitan dalam menerapkan prinsip
Siswa kesulitan dalam menerapkan rumus matriks yang sudah dihafal dalam
menyelesaikan soal.
E. Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Tes hasil belajar
Tes ini diberikan kepada siswa untuk mendapatkan data kesulitan yang di alami saat mengerjakan soal. Tes ini berupa soal matematika pada materi matriks sebanyak 3 soal dengan alokasi waktu 60 menit. Dari tes tertulis didapati kesulitan-kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal yang diberikan kemudian di analisis untuk mendapatkan deskripsi kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematika pada materi matriks. Sebelum digunakan, soal tes terlebih dahulu
diavalidasi pada dosen pendidikan matematika. Dari hasil konsultasi dengan validator, diperoleh saran untuk memperbaiki soal tersebut.
2. Wawancara
Teknik wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara semi tersruktur, yakni wawancara yang menggunakan pedoman wawancara yang berasal dari pengembangan topik dan mengajukan pertanyaan berdasarkan hasil pekerjaan siswa.
3. Dokumentasi
Dokumentasi dilakukan dengan cara menuliskan atau merekam tiap-tiap kegiatan yang berupa foto dan lembar jawaban siswa.
F. Teknik Analisis Data
Adapun analisis data yang digunakan yaitu model Miles dan Huberman yang langkah-langkahnya terdiri dari :
1. Pengumpulan Data
Pada penelitian ini, pengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara.
Teknik tes digunakan untuk mengetahui jenis-jenis kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal matriks sedangkan teknik wawancara digunakan untuk mengkonfirmasi dan menelusuri lebih dalam hasil tes siswa.
2. Mereduksi Data
Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu perlu dicatat secara teliti dan rinci. Untuk itu perlu dilakukan analisis data melalui reduksi data. Menurut Sugiyono (2017: 338) mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema
23
dan polanya dan membuang yang tidak penting. Dalam penelitian ini data yang direduksi adalah hasil wawancara kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matriks.
3. Penyajian Data
Tahap penyajian data dalam penelitian ini meliputi:
1) Menyajikan hasil pekerjaan siswa berupa lembar jawaban.
2) Menyajikan hasil wawancara yang telah direkam.
Dari hasil penyajian data yang berupa pekerjaan siswa dan hasil wawancara dilakukan analisis, kemudian disimpulkan yang berupa data temuan sehingga mampu menjawab permasalahan dalam penelitian ini.
4. Penarikan kesimpulan atau verifikasi
Verifikasi adalah sebagian dari satu kegiatan dari konfigurasi yang utuh sehingga mampu menjawab pertanyaan penelitian dan tujuan penelitian. Dengan cara membandingkan hasil pekerjaan siswa dan hasil wawancara maka dapat ditarik kesimpulan letak kesulitan yang dialami siswa.
G. Keabsahan Data
Salah satu cara yang digunakan untuk menjamin keabsahan data yaitu teknik uji kredibilitas data. Uji kredibilitas data atau kepercayaan tehadap data penelitian kualitatif antara lain dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negatif, dan member check. Namun dalam penelitian ini yang digunakan hanya uji kredibilitas data yang dilakukan dengan teknik triangulasi. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain
diluar data itu sebagai pembanding terhadap data itu. Menurut Denzin (Kristiana, 2015) triangulasi ada empat macam yaitu teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan sumber, metode, penyidik dan teori. Teknik triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode. Triangulasi dengan metode berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh dengan membandingkan data hasil tes degan data hasil wawancara.
25 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
A. Hasil Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kesulitan siswa kelas XI IPS SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Makassar dalam menyelesaikan soal matriks. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, dilakukan metode penelitian kualitatif sebagaimana yang telah di paparkan pada bab sebelumnya. Berdasarkan data awal yang telah dikumpulkan melalui tes hasil belajar pokok bahasan matriks, diperoleh informasi bahwa di kelas XI IPS SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Makassar terdapat 3 jenis kesulitan dalam menyelesaikan soal matriks yaitu kesulitan konsep, keterampilan dan prinsip.
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih mendalam terkait kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal matriks, maka dilakukan wawancara kepada 3 siswa yang telah dipilih sebagai subjek penelitian. Dari pertimbangan kelancaran pada saat wawancara, maka diambil subjek penelitian yang komunikatif yaitu siswa yang dapat diajak berkomunikasi dengan baik. Kemudian berdasarkan saran dan rekomendasi dari guru bidang studi matematika, maka dipilih 3 orang sebagai subjek penelitian yang paling banyak menjawab soal dan paling banyak melakukan kesalahan. Berikut dideskripsikan dan dianalisis data hasil penelitian :
1. Deskripsi dan Analisis Data Kesulitan Siswa Subjek S9 dalam Menyelesaikan Soal Matriks
Pada bagian ini akan dideskripsikan data hasil tes siswa dalam menyelesaikan soal matriks dan wawancara. Berikut ini disajikan gambar lembar jawaban hasil pekerjaan subjek S9 dan petikan hasil wawancara :
Soal nomor 1 (satu)
Pada soal nomor 1 ditemukan kesulitan keterampilan yaitu subjek S9 keliru dalam melakukan operasi pada bilangan yang mengandung variabel. Hal ini menyebabkan subjek S9 keliru dalam melakukan penjabaran operasi matriks.
Berikut ini disajikan gambar lembar jawaban hasil pekerjaan subjek S9 :
Gambar 4.1. Jawaban subjek S9 pada soal nomor 1
27
Berdasarkan hasil pekerjaan siswa pada soal nomor 1, dapat dilihat bahwa subjek S9 mengalami kesulitan keterampilan yaitu tidak mampu melakukan operasi bilangan yang mengandung variabel dengan benar. Pada jawaban soal nomor 1 subjek S9 melakukan kesalahan pada penjabaran y+18-2y = 18-3y.
Seharusnya jawaban yang benar adalah 18-y. Dalam hal ini dapat diketahui bahwa subjek S9 mengalami kesulitan keterampilan. Untuk mendalami kesulitan siswa dalam menyelesaiakan soal matriks subjek S9, maka dilakukan proses wawancara.
Adapun kutipan wawancara subjek S9 untuk soal nomor 1 (satu) adalah sebagai berikut :
Keterangan :
P = Pertanyaan Peneliti S9 = Jawaban Subjek Peneliti
P : Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
S9 : Waalakumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.
P : Ketika mengerjakan soal matriks, apakah kamu merasa kesulitan ? S9 : Iye Kak, Banyak mi ku lupa rumusnya.
P : Coba ki liat Jawaban ta di nomor 1 dek, darimana ki bisa dapat jawaban 18 kurang 3y ?
S9 : Dari 2y tambah y kak.
P : Apakah kita tidak perhatikan kalau itu y tambah min 2y ? S9 : ohhhh, iya di’, Tidak ku perhatikan kak, hehe.
P : Kemudian dari mana di dapat hasil y samadengan 1,5 ? S18: Dari 2 di bagi 3 kak.
P : Kan seharusnya kalau di bagi, bukan bagi 3 tapi bagi -3 ? S18: ooohh iya di, tidak ku perhatikan kak hehe.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan subjek S9 diketahui bahwa subjek S9 mengalami kesulitan keterampilan yaitu tidak mampu melakukan operasi bilangan yang memiliki variabel. Subjek S9 Mengaku, dalam mengerjakan soal S9 langsung melakukan operasi pada bilangan yang memiliki variabel yang sama tanpa memperhatikan tanda negative dan positif pada
bilangan. Berdasarkan hasil tes dan wawancara dapat di tarik kesimpulan bahwa subjek S9 pada soal nomor 1 (satu) mengalami kesulitan keterampilan.
Soal nomor 2(dua)
Pada soal nomor 2 ditemukan kesulitan konsep dimana siswa S9 kurang memahami konsep dasar perkalian dua matriks. Hal ini meyebabkan siswa S9 melakukan kesalahan dalam melakukan operasi perkalian dua matriks. Berikut ini disajikan gambar lembar jawaban hasil pekerjaan subjek S9
Dari gambar hasil pekerjaan siswa pada soal nomor 2, bisa dikatakan bahwa subjek S9 kurang paham terhadap konsep dasar perkalian dua buah matriks persegi sehingga hasil dari penjabaran dan perkaliannya salah. subjek S9 kurang memahami sifat-sifat yang berlaku pada perkalian dua matriks. Hal ini dapat dilihat dari jawaban siswa yang melakukan kesalahan pada saat menjabarkan operasi matriks yaitu langsung saja mengalikan tiap-tiap elemen yang ada pada matriks A dan B tanpa memperhatikan konsep perkalian dua matriks. Subjek S9 melakukan penjabaran yang tidak sesuai dengan prosedur. Dapat dilihat dengan
Gambar 4.2. Jawaban subjek S9 pada soal nomor 2
29
jelas bahwa subjek S9 melakukan kesalahan pada soal nomor 2 disebabkan pemahaman konsep perkalian matriks kurang. Sehingga dalam hal ini, subjek S9 mengalami kesulitan konsep. Untuk mendalami kesulitan siswa dalam menyelesaiakan soal matriks subjek S9, maka dilakukan proses wawancara.
Adapun kutipan wawancara subjek S9 untuk soal nomor 2 (dua) adalah sebagai
S9 : Kan AxB kak, yang ku ingat di kali silang ki anggota matriksnya kak.
P : Jadi, kita tidak tau bagaimana konsep perkalian dua matriks ? S9 : Hehe, tidak ku tau kak, itu ji yang ku ingat.
P : Apakah pada saat belajar matriks, kita berusaha memahami atau menghafal sifat-sifat perkalian matriks ?
S9 : Berusaha ja pahami kak, tapi tidak ku pahami, jadi ku hafal proses pengerjaannya.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan subjek S9 diketahui pada soal nomor 2 subjek S9 mengalami kesulitan dalam melakukan perkalian dua matriks, hal ini disebabkan S9 tidak memahami konsep perkalian dua matriks.
subjek S9 mengaku tidak mengetahui bagaimana sifat-sifat perkalian dua matriks dan pada saat belajar matriks S9 tidak memahami apa yang disampaikan oleh guru dan S9 berusaha menghafal proses pengerjaan yang di ajarkan oleh guru sehingga pada saat mengerjakan soal tes langsung saja mengalikan elemen-elemen pada matriks A dan matriks B secara tidak benar berdasarkan apa yang di ingat.
Berdasarkan hasil tes dan wawancara dapat dapat di tarik kesimpulan bahwa subjek S9 pada soal nomor 2 (dua) mengalami kesulitan konsep.
Soal nomor 3 (tiga)
Pada soal nomor 3 ditemukan kesulitan siswa dalam memahami konsep dan memahami prinsip yaitu subjek S9 tidak mengetahui konsep dasar invers dan determinan pada matriks dan tidak mampu menggunakan rumus invers matriks dengan benar. Berikut ini ditampilkan gambar lembar jwaban hasil pekerjaan subjek S9 :
Dari hasil pekerjaan siswa pada soal nomor 3 dapat diketahui subjek S9 kurang memahami konsep invers matriks dan tidak memahami rumus yang berlaku pada invers matriks. Hal ini terlihat pada jawaban S9 dimana subjek S9 melakukan penjabaran tanpa menuliskan rumus invers terlebih dahulu. Subjek S9 langsung saja melakukan penjabaran yang tidak sesuai dengan prosedur. Sehingga subjek S9 melakukan kesalahan pada proses penjabaran. Dalam hal ini subjek S9 mengalami kesulitan Prinsip yaitu tidak mampu menggunakan rumus invers dengan benar. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa subjek S9 mengalami kesulitan konsep, Keterampilan dan prinsip. Untuk mendalami kesulitan siswa
Gambar 4.3. Jawaban subjek S9 pada soal nomor 3
31
dalam menyelesaiakan soal matriks subjek S9, maka dilakukan proses wawancara.
Adapun kutipan wawancara subjek S9 untuk soal nomor 3 (tiga) adalah sebagai berikut :
P : Ok, Sekarang perhatikan jawaban ta nomor 3, 1 per delapan itu darimana di dapat ?
S9 : Determinannya kak, dari 4 kali 2 di kurangi 1 kali 7.
P : Harusnya kalau seperti itu berarti 8 kurang 7 sama dengan 1 dek ? S9 : Ohhh iya di, tidak ku perhatikan kak, kah pusing ma hehe.
P : Apakah di tau ji rumus invers matriks ? S9 : Ku lupa mi kak, itu ji ku ingat hehe
P : Ok, Rajin ki belajar nah dek, Terimakasih atas waktu ta, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
S9 : iye kak, Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan subjek S9 diketahui pada soal nomor 3 subjek S9 tidak paham konsep dan prinsip pada matriks.
Subjek S9 mengaku tidak mengetahui rumus invers matriks sehingga dalam mengerjakan soal S9 mengerjakannya tidak sesuai dengan prosedur. Berdasarkan hasil tes dan wawancara dapat di tarik kesimpulan bahwa subjek S9 pada soal nomor 3 (tiga) mengalami kesulitan Konsep dan Prinsip pada matriks.
2. Deskripsi dan Analisis Data Kesulitan Siswa Subjek S10 dalam Menyelesaikan Soal Matriks
Pada bagian ini akan dideskripsikan data hasil tes siswa dalam menyelesaikan soal matriks. Gambar dibawah ini merupakan hasil tes tertulis siswa dalam menyelesaikan soal matriks Subjek S10.
Soal nomor 1 (satu)
Pada soal nomor 1 ditemukan kesulitan konsep yaitu siswa menuliskan simbol bukan pada tempatnya. Berikut ini ditampilkan gambar lembar jawaban hasil pekerjaan subjek S10 :
Dari hasil pekerjaan siswa pada soal nomor 1 dapat diketahui bahwa subjek S10 kurang memahami konsep. Hal ini dapat dilihat dari jawaban subjek S10 pada tahap menjabarkan hasil penjumlahan dua matriks pada langkah mencari nilai x dan nilai y subjek S10 melakukan kesalahan dalam menuliskan simbol sama dengan yaitu menulis simbol sama dengan bukan pada tempatnya. Dari jawaban subjek S10 terlihat S10 disaat melakukan operasi 3x = 13-10 = 3 dan pada baris baru di tulis jawabannya x=1 seharusnya jawaban yang benar yaitu 3x = 13-10 kemudian di tulis pada baris baru 3x= 3 dan di tulis lagi pada baris baru x = 3:3 kemudian di tulis pada baris baru nilai x=1. Dari hasil pekerjaan subjek S10 terlihat bahawa subjek S10 mengalami kesulitan pada konsep. Untuk mendalami
Gambar 4.4. Jawaban subjek S10 pada soal nomor 1
33
kesulitan siswa dalam menyelesaiakan soal matriks subjek S10, maka dilakukan proses wawancara. Adapun kutipan wawancara subjek S10 untuk soal nomor 1
kesulitan siswa dalam menyelesaiakan soal matriks subjek S10, maka dilakukan proses wawancara. Adapun kutipan wawancara subjek S10 untuk soal nomor 1