ASUMSI DASAR PENELITIAN
6. Keteguhan dalam pekerjaan (Dependability)
Kesadaran untuk dapat dipercaya dalam hal kehadiran dan penyelesaian kerja. Sebagai pegawai, hendaknya memiliki keteguhan dalam pekerjaan dan bekerja sepenuh hati untuk melayani. Tingkat kehadiran pegawai, penyelesaian pekerjaan serta upaya peningkatan kedisipinan pegawai merupakan hal yang wajib terlaksana demi terciptanya organisasi yang efektif dalam pencapaian tujuan. Berikut peneliti paparkan hasil dari wawancara mengenai tingkat kehadiran dari pegawai Kantor Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang:
“Cukup bagus lah, karena saya melihat kan tidak hanya di Kecamatan sampai dengan ke Kelurahan ya, sampai saat ni yang saya liat bagus, ketika kita butuhkan mereka ada. Kemudian pelayanan juga masih berjalan kalau pengennya mah ingin lebih ditingkatkan lagi, standarnya seperti apa tapi melihat situasi yang ada sudah cukup
baik.” (Wawancara dengan (I1) Bapak Drs. Imam Rana Hardiana. M.Si (47), sebagai Camat Cipocok Jaya Kota Serang. Senin, 16 Februari 2015 Pukul 12:42 WIB)
“Masalah kehadiran baik, apalagi sekarang udah ada fingerprint harus sudah lebih disiplin lagi. Dan hal ini saya evaluasi setiap bulan bersama Kasubag Umum Dan Kepegawaian.” (Wawancara dengan (I2) Bapak Tedi Kusnadi, S.STP, M.Si, (39) Sekretaris Camat Cipocok Jaya Kota Serang. Senin, 16 Februari 2015. Pukul 13.36 WIB)
“Kalau tingkat kehadiran sih cukup baik. Walaupun emang ada lah yang masih sering kesiangan. Mengenai kehadiran ini saya evaluasi
kok dengan Pak Sekretaris untuk dilaporkan ke Pak Camat.”
(Wawancara dengan (I3) Ibu Holilah, S.IP (44), Kasubag Umum dan Kepegawaian Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang. Kamis, 26 Januari 2015 Pukul 09:57 WIB)
“Menurut saya sudah baik ya. Karena absen dievaluasi perbulan oleh Pak Camat.” (Wawancara dengan (I9) Ibu Ipit Nawati (32), Staf Bidang Pemerintahan Kantor Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang. Selasa, 20 Januari 2015 Pukul 11 : 53 WIB)
“Kalo kehadiran sudah baik, tapi kalo masalah kesiangan masih banyak.” (Wawancara dengan (I11) Bapak Jamhari (45), Satpol PP Kantor Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang. Jum‟at, 30 Januari 2015 Pukul 10:42 WIB)
“Dari segi kehadiran cukup baik. Meskipun ada yang tidak masuk
pasti ada keterangannya. Sementara kalau kesiangan masih lumayan sering terjadi. Untungnya setiap bulan sering di evaluasi oleh Pak
Camat.” (Wawancara dengan (I8) Bapak Mardi (47), Staf Bidang Pemerintahan Kantor Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang. Jumat, 30 Januari 2015 Pukul 11:10 WIB)
“Jam kerja udah sesuai, apalagi sekarang udah ada finger print pinter-pinter kita membagi waktu aja, sidik jari itu kan jam masuknya dari jam 7 sampai jam 8 pagi. kadang nyolong-nyolong waktu dateng kesini dulu (Kecamatan) Jam 7 absen, pulang sebentar masak, beres-beres apa gitu terus baru kembali lagi, selagi itu ga ketahuan, ini mah lagi cerita aja ya neng sama neng”. (Wawancara dengan (I7) Nurhayani (51), kasi ekonomi pembangunan, Rabu, 14 januari 2015, waktu 09 : 46 WIB)
“Dari segi kehadiran saya rasa masih bagus. Hanya saja seringkali
melihat yang datang kesiangan.” (Wawancara dengan (I12) Saharuddin (27), Warga Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang.
Jum‟at, 30 Januari 2015 Pukul 10:20 WIB)
Dari wawancara tersebut, peneliti dapat menganalisa bahwa kehadiran pegawai pada Kantor Kecamatan Cipocok Jaya sudah cukup baik hanya saja masih banyak pegawai yang terlihat datang diluar jam yang sudah ditentukan. Melanggar disiplin dalam melaksanakan tugas dalam ketentuan jam kerja
hingga pegawai yang mengambil waktu kerja untuk hal pribadi di luar pekerjaannya, hal ini akan berdampak pada pencapaian tugas yang tidak maksimal. Sementara ketika ditanya mengenai usaha-usaha untuk meningkatkan disiplin pegawai, peneliti memperoleh jawaban sebagai berikut:
“Usaha yang dilakukan untuk menjaga kedisiplinan dari pegawai adalah melalui pembinaan dari Kasubag Umum dan Kepegawaian, Apabila pembinaan masih belum ada efek jera, maka akan ada peringatan dan disusul dengan sanksi tegas misalkan pemotongan uang tunjangan atau penundaan kenaikan pangkat.” (Wawancara dengan (I1) Bapak Drs. Imam Rana Hardiana. M.Si (47), sebagai Camat Cipocok Jaya Kota Serang. Senin, 16 Februari 2015 Pukul 12:42 WIB)
“Usaha yang dilakukan untuk menjaga kedisiplinan dari pegawai adalah evaluasi bulanan yang dilakukan langsung Pak Camat, kemudian ada pembinaan dari saya selaku Kasubag Umum dan Kepegawaian, Jika pembinaan masih tidak ada perubahan, maka ada peringatan keras dan disusul dengan sanksi yang sangat tegas misalkan dipotongnya uang tunjangan atau kenaikan pangkat berkalanya mengalami penundaan.” (Wawancara dengan (I3) Ibu Holilah, S.IP (44), Kasubag Umum dan Kepegawaian Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang. Kamis, 26 Januari 2015 Pukul 09:57 WIB) Upaya untuk meningkatkan disiplin pegawai sudah dilakukan, salah satunya dengan pembinaan kepada pegawai yang melanggar disiplin. Pembinaan dilakukan oleh Kasubag Umum dan Kepegawaian sebagai pejabat yang mengurusi serta membina pegawai. Apabila pembinaan yang dilakukan masih dihiraukan maka akan ada sanksi tegas seperti pemotongan tunjangan pegawai atau dihambatnya kenaikan pangkat berkala bagi pegawai itu sendiri.
7. Inisiatif (Initiative)
Dalam pekerjaan kita dituntut untuk melakukan sesuatu yang berbeda setiap harinya untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Hal ini lah yang
dinamakan inisiatif. Pegawai harus memiliki semangat untuk melaksanakan tugas-tugas baru dan dalam memperbesar tanggungjawabnya. Karena tanggung jawab dalam pekerjaan menentukan tercapai tidaknya target yang sudah ditentukan oleh pimpinan. Berikut peneliti paparkan hasil wawancara mengenai inisiatif pegawai dalam melaksanakan tanggung jawab pekerjaannya:
“Tentu saja, mereka memiliki inisiatif sendiri dalam pekerjaan dan selalu termotivasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Terkadang, pekerjaan yang membutuhkan diskusi dengan pimpinan pun sudah selesai dengan baik tanpa banyak bertanya kepada pimpinan. Itu sih
yang saya lihat terhadap bawahan saya.” (Wawancara dengan (I1) Bapak Drs. Imam Rana Hardiana. M.Si (47), sebagai Camat Cipocok Jaya Kota Serang. Senin, 16 Februari 2015 Pukul 12:42 WIB)
“Kalau di bidang saya, inisiatif pegawai tinggi, mereka membantu
penyelesaian pekerjaan temannya yang berhalangan hadir. Tetapi juga tidak lepas tanggung jawab pekerjaannya. Mungkin kembali
kepada diri sendiri ya seperti ini mah.” (Wawancara dengan (I5) Ibu Euis Nuraeni (51), sebagai Kasie Kesejahteraan Sosial Kantor Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang. Rabu, 14 Januari 2015 Pukul 14:36 WIB)
“Ketika saya meminta surat pengantar untuk pembuatan SKCK kebetulan ditangani oleh pegawai baru yang kurang paham, disana saya lihat inisiatif dari pegawai lama untuk membantu pembuatan
surat tersebut.” (Wawancara dengan (I17) M. Nurohman (28), sebagai Warga Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang. Jumat, 13 Maret 2015 Pukul 11:04 WIB)
masih seperti tadi ya inisiatifnya lum cukup baik, masih menunggu perintah atasannya aja. (Wawancara (i.17) dengan Firdianti (20), sebagai Warga Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang. Jumat, 13 Maret 2015 Pukul 10:21 WIB)
Meskipun inisiatif datang dari individu masing-masing, tapi dari wawancara tersebut bisa dilihat bahwa pegawai sudah memiliki inisiatif dalam
pekerjaan sesuai dengan tanggung jawabnya akan tetapi di sisi lain pegawai masih belum efektif apabila selalu menunggu perintah dari pimpinannya saja.